OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 77


__ADS_3

Sean terkejut. "Perang ?"


Reyhan mengangguk kepalanya. Karena sebelumnya ia datang ke Dunia D-31 untuk melihat-lihat. Seketika ia terbelalak, melihat adanya perang antara Pasukan 3 Kerajaan aliansi melawan Pasukan Kerajaan dari Benua Lain.


Reyhan bukannya tak mau membantu, karena ia memiliki maksud tertentu yang hanya diketahui oleh dirinya saja.


Setelah menyampaikan keadaan salah satu benua di Dunia D-31, Reyhan langsung masuk kembali ke dalam portalnya yang dari tadi masih terbuka. Setelah melihat kepergian seniornya, Sean segera bangkit, dan membereskan perlengkapannya.


Ia pun meninggalkan pesan untuk Peter. Karena biasanya Peter datang untuk berlatih bersama. Sean sendiri merasa bersalah, karena tak bisa mengusapkan perpisahan kepada Peter secara langsung.


Kadang Sean merasa kesal, karena Senior langsung pergi begitu saja. "Apa dia tidak punya niatan untuk membantu ?"


Sean mengambil Ring dari cincin penyimpanannya. Ia melemparnya setelah mengalirkan mananya. Setelah portal terbuka, Sean segera masuk. Dan setelah masuk, Portal pun tertutup.


************


Di wilayah terbuka, masih terlihat banyak pejuang dari 2 kubu yang berbeda sedang bertarung mati-matian. Yang pihak pertama melawan untuk mempertahankan wilayahnya, sedangkan pihak kedua bertarung untuk menguasai wilayah yang sedang mereka serang.


Di sisi Raja Erlang, Raja Roux, dan Raja Wagner sedang bertarung melawan Raja Alastair dan kedua Pahlawannya. Mereka bertarung cukup seimbang.


Disisi Richard, ia bertarung memimpin pasukan melawan pasukan musuh. Dan Sinta, ia tengah bertarung melawan seorang wanita yang merupakan Pahlawan dari Dunia Lain.


Sinta mengerahkan semua kemampuannya. Ia tak ragu menggunakan Sihir Petir dan Senjata Pedang Legendarisnya. Sontak, membuat para pasukan musuh terkejut melihatnya.


Pertarungan Sinta sungguh lincah, dan cepat. Meskipun begitu, lawannya bisa mengimbangi Sinta. Ya, saat ini Sinta melawan salah satu Pahlawan wanita.


Dan disisi Zayden, ia memimpin pasukannya. Pasukannya semua para Party Guild dari ke-3 Kerajaan. Entah dari kalangan biasa, hingga Bangsawan, mereka semua bersatu, demi mempertahankan tanah kelahiran mereka.


Semua pasukan, dari kedua kubu itu, mereka semua mengerahkan semua kemampuannya. Dari teknik bela diri, teknik pedang, dan Sihir mereka masing-masing.


Sementara, Disisi Lain, terlihat seorang wanita muda membantu seseorang wanita juga yang baru saja terjatuh setelah menerima serangan dari salah satu orang yang disebut-sebut sebagai Pahlwan dari dunia lain.


"Aku tidak apa-apa, Putri Rosalyn. Sebaiknya kamu pergi dari sini." ucap Liona yang dibantu berdiri oleh Rosalyn.


"Tidak !! Aku tidak akan meninggalkanmu, nyonya Liona. Aku akan ikut bertarung bersamamu." jawab Rosalyn dengan tegas.


Seorang pemuda berjalan ke arah mereka. Ia berkata. "Lebih baik kalian berdua menyerahlah. Tuan Putri Rosalyn, serahkanlah dirimu untuk Rajaku. Dan kau Ksatria Liona, serahkanlah dirimu untukku. Hahahahah.."


Tambahnya. "Ahhh... Benar juga, aku belum memperkenalkan diriku kepada kalian. Namaku Redi William, salah Pahlawan dari Kerajaan Alastair. Kalian bisa memanggilku Rudi."


_______________________________________

__ADS_1


Visual.


Redi William.



_______________________________________


Tak hanya Rosalyn, Liona menatap tajam ke arah salah satu Pahlawan ini. Mereka berdua tak suka dengan orang yang yang benama Redi disebut Pahlawan dari Dunia Lain.


Dalam hati Liona dan Rosalyn, mereka bertanya-tanya dimana seseorang yang disayangi mereka berdua. Karena sudah lebih dari 3 bulan, orang ini tak diketahui keberadaannya.


Rosalyn dan Liona tidak membalas perkataan Redi. Rosalyn langsung memberinya serangan, ia mengucapkan kata Sihirnya. "Hukuman Alam, Serangan Akar Pembunuh !!"


Banyak sekali akar-akar lancip keluar dari tanah dan bergerak cepat ke arah Redi. Redi langsung membalasnya. "Dinding Api..!!"


Keluarlah Api dihadapannya. Api itu cukup panas. Bahkan akar-akar milik Rosalyn terbakar dan hangus tak bisa menembus dinding Api yang melindungi Redi.


"Gelombang Api..!!" Redi mengucapkan kata Sihirnya dengan lantang.


Setelahnya, ia menghantamkan tanah yang diijaknya dengan salah satu kakinya. Seketika keluarlah Api bergerak meluas.


"Dinding Akar Pelindung..!!"


Melihat Kedua Wanita bisa berlindung dari serangannya, ia tersenyum menyeringai. Redi bersuara. "Hebat juga Sihirmu. Tapi masih belum apa-apanya denganku. Hahahaha."


Liona tak ingin diam saja. Ia harus menyerang lagi. "Aku takkan menahan diriku."


Redi tersenyum melihat Liona. "Kalau datanglah padaku."


"Aku datang padamu untuk mengakhiri hidupmu !!" Liona berteriak, lalu ia melompat ke arah Redi, sambil melayangkan pedangnya.


Rosalyn pun juga tak ingin kalah. Ia segera ikut maju untuk membantu calon mertuanya. Kedua tangannya sudah menggenggam kedua pedangnya.


.....


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


Jeder...!!!


Terlihat dua wanita tengah bertarung. Kedua wanita itu yang tak lain Sinta melawan wanita yang merupakan Pahlawan dari Dunia Lain.

__ADS_1


Sinta dan Pahlawan wanita saling melompat mundur. Sinta menatap wanita itu. "Aku kagum, ternyata kamu bisa menahan serangan Sihirku."


Lawannya diam saja. Ia tak menjawab. Meski cantik, tetapi pandangannya kosong. Sinta saja tak mengerti, dalam pikirnya, ada apa dengan wanita ini.



Lalu Pahlawan wanita itu berjalan dan berlari ke arah Sinta sambil menyiapkan aura Sihir Apinya yang menyelimuti pedangnya. Sinta pun juga ikut maju untuk kembali melawan Pahlawan wanita ini.


Kembali ke keadaan di wilayah yang ada di salah satu Benua di Dunia D-31.


Kondisi Liona dan Rosalyn.


Mereka berdua terdorong mundur setelah menahan serangan ledakan Api miliki Redi. Mereka berdua masih bertanya-tanya, sebenarnya Redi ini di Level Tingkat apa ?


Bahkan sekarang Liona mendapatkan luka di salah satu bahunya, dan salah satu kakinya. Rosalyn kambali membantu Liona untuk berdiri. Ia akan membawa Liona segera pergi.


Tetapi, tiba-tiba Redi sudah berdiri di depan mereka. Jaraknm mereka berdua dengan Redi hanya 15 meter saja.


Redi tersenyum melihat kedua wanita itu. "Sebaiknya serahkan kalian berdua. Terutama padamu Tuan Putri Rosalyn, dengan menyerahkan dirimu sendiri, pasti Rajaku akan menghentikan perang ini."


"Aku tidak akan pernah menyerahkan diriku..!!" balas Rosalyn dengan tegas.


Redi tertawa. "Hahahaha...., ayolah jangan keras kepala. Kalian tidak punya peluang mengalahkanku."


"Dengan kalahnya kalian berdua, Rajaku mendapatkanmu, Tuan Putri Rosalyn. Dan aku mendapatmu Ksatria Liona." tambahnya sambil tertawa lagi.


JEDDEEER..!!


Tiba-tiba suara dan cahaya kilat Petir di langit. Hal itu membuat Redi menghentikan tawanya. Bahkan adanya pemandangan di langit, sontak membuat semua orang yang bertarung di wilayah itu terdiam karena terkejut.


Mereka semua melihat ke arah langit. Disisi Richard, dan orang-orang Kerajaan Erlang menatap ke arah Sinta, karena hanya Sinta yang bisa menggunakan Sihir Petir. Tetapi, saat melihat Sinta yang juga terkejut melihat le arah langit.


Kejadian itu disusul gempa kecil. Lagi-lagi semua dibuat terkejut. Beberapa detik kemudian, gempa pun terhenti. Dan tiba-tiba....


DUAR...!!



Tiba-tiba sebuah cahaya kilat Petir besar menyambar ke arah wilayah itu. Tepatnya di depan Liona dan Rosalyn. Banyak sekali debu-debu menghalangi mereka.


Sontak semua orang melihat ke arah tempat Rosalyn, dan Liona. Setelah debu-debu menghilang, terlihat sosok yang tak asing bagi semua orang-orang aliansi.

__ADS_1


Sosok itu yang tak lain, adalah Sean. Tetapi semua kembali terkejut, karena kondisi Sean saat ini, tubuhnya diselimuti elemen Petir.


__ADS_2