OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 93


__ADS_3

Portal pun muncul. Ukuran portal ini berdiameter yang besar. Reyhan memfokuskan kedua Sihir Cahaya dan Kegelapannya agar portal ia munculkan tetap terbuka. Reyhan menatap ke arah orang-orang yang membeku melihatnya.


Mereka semua seakan-akan menatap tak percaya kalau dirinya bisa membuka portal. Kecuali Sean yang sedang fokus mengumpulkan Energi Mananya di Kapaknya, karena sebelumnya Sean sudah tau, jadi ia takkan terkejut melihatnya.


Reyhan menatap tajam ke arah orang-orang Sea. Ia marah. "Kenapa kalian diam saja ? Bukankah Sean sudah menyampaikan kalian ? Cepat buatlah serangan kuat untuk mendorong KadaL besar ini, bodoh ?"


Zayden, Brian, Arron, Rosalyn, Liona, Sinta, Tilda, Sarah, dan yang lainnya tersadar setelah mendengar Reyhan membentak mereka. Mereka segera menjalankan apa yang harus mereka kerjakan sesuai perkataan Reyhan.


Meskipun dalam pikiran mereka semua tak terima dibilang bodoh oleh Pria asing itu. Terutama Liona dan Tilda, mereka berdua benar-benar tak terima, karena mereka berdua merasa Reyhan jauh lebih muda dari mereka.


Namun mengingat karena keadaan, mereka semua menepisnya. Masing-masing dari mereka semua, telah mengumpulkan Energi mana mereka.


Disisi Reyhan, ia mengeras rahangnya. Baru kali ini ia membuka portal berkali-kali lipat besar dari biasanya. "KadaL ini benar-benar menyusahkan !! Kenapa sih, mahluk kaya gini bisa hidup disini ?"


"Menyusahkan orang lain saja !! Kalau dia memang dari Dunia Monster, siapa yang telah membawanya kesini ?" lanjutnya.


Reyhan menatap Sean yang sudah siap melancarkan serangan. Sean mengangguk kepalanya, Reyhan berteriak. "Semuanya, Serang...!!"


"Hantaman Angin..!!"


"Hantaman Api Amarah..!!"


"Hantaman Hujan Tanah..!!"


"Serangan Pedang Api..!!"


"Serangan Pedang Badai..!!"


"Hantaman Air..!!"


"Hantaman Hujan Es..!!"


Sedangkan Sean, ia melancarkan Hantaman Api Birunya tanpa mengucapkan kata Sihirnya. Untuk Sinta dan Tilda, masih mengumpukan serangan Sihir Petir mereka.

__ADS_1


Semua melakukan serangan bersamaan. Seketika Reyhan menghilangkan kefokusannya terhadap rantai-rantainya, agar Naga itu terlepas.


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


Semua serangan Sihir mereka mengenai Sang Naga. Dan benar saja, Naga itu terdorong kebelakang, keempat kakinya melangkah mundur. Lalu terdengar suara yang tak biasa mendekat.


Terlihat sebuah rudal terbang ke arah langit, lalu menurun ke arah Naga itu. DUAR...!!


Rudal itu pun meledak hebat, Naga itu semakin berjalan mundur mendekati Portal. Semua menoleh ke arah Truk Tank milik Sean. Terlihat Darren yang berdiri di atap Truk Tank itu sambil melambaikan tangannya.


Rupa Darren menemukan sebuah remot kontrol untuk meluncurkan rudal itu yang tersimpan di dalam Truk Tank. Bahkan Sean sendiri tak karena, ia belum pernah mengendarainya Truk Tanknya sendiri.


Total rudal ada 10 buah, dan sudah terpakai satu, maka tinggallah 9 buah lagi. Darren meluncurkan kembali, tapi kali ini semuanya.


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


DUAR...!! DUAR...!! DUAR...!!


Naga itu semakin terdorong. Kini hampir setengah tubuhnya telah masuk ke dalam portal. Sinta dan Tilda pun melepaskan serangan Petirnya. Mereka sama-sama mengarahkan senjata legendarisnya ke arah Sang Naga.


"Serangan Sambaran Petir..!!"


JEDEERR...!!


Serangan Sinta dan Tilda tak main menyerang Naga itu. Serangan mereka berdua mendorong Naga itu hingga setengah tubuhnya lagi akan masuk.

__ADS_1


Disisi Reyhan, ia yang harus fokus pada portalnya, ia memunculkan portal-portalnya lagi di sekitarnya. Semua pedang dan tombaknya keluar, dan meluncur untuk menyerang monster itu.


Sedangkan Sean, ia sejenak memenjamkan kedua matanya. JEDEERRR...!! Sebuah cahaya kilat dari langit menyambar Sean. Seketika semua orang terkejut.


Mereka terkejut karena Sean kini seluruh tubuhnya diselimuti percikkan Petir. Ya, seperti sebelumnya, Sean kini telah berada dalam mode Petirnya.


Sean merentangkan kedua tangannya. Terlihat banyak sekali cahaya kilat Petir di langit. Dan setelahnya, semua cahaya kilat itu, menyambar turun ke arah Sean.


Semua orang yang melihat, tak bisa tak terkejut. Kekuatan Sean terus bertambah. Disisi Sinta, ia sudah tak terkejut lagi meski dirinya beluk bisa ditahap yang telah Sean capai. Bahkan Tilda sendiri juga terkejut. Karena dia juga belum bisa ke tahap Mode Petir.


Kembali kesisi Sean.


Zzzzzzzzz


Sean yang di dalam Mode Petirnya, ia masih berdiri diam pada tempatnya. Wuuusss....!!


Tiba-tiba ia terbang ke langit dengan secepat kilat. Bahkan Sinta yang melihatnya, terkejut.


Pasalnya Sean bisa memiliki kecepatan seperti dirinya. Atau Sintanya yang baru melihatnya ? Entahlah. Sementara Reyhan yang masih fokus dengan portal-portalnya, ia memandang kesal ke arah Sean yang terbang.


Pasalnya di langit, Sean terbang memutari melingkari tempat itu dengan cepat. Dan semua orang disana kembali menyerang agar sepenuhnya tubuh Sang Naga masuk ke dalam portal.


Namun apa daya, Naga itu malah kembali melangkah, seakan ia tau, kalau dirinya tak ingin masuk ke dalam portal, dan kedua matanya sudah terluka. Bukankah seharusnya tidak bisa melihat ?


Sean yang masuh terbang di langit memutari tempat itu, pun langsung meluncur turun ke arah Sang Naga dengan kecepatan kilatnya. Seluruh tubuhnya penuh dengan percikkan Petir.


JEDEEERR....!!


Seketika terjadilah ledakan hebat yang disertai cahaya kilat Petir setelah Sean menghantamkan dirinya pada Sang Naga. Sean terpental kebelakang setelah menghantamkan tubuhnya.


Dan Sang Naga, dia terdorong mundur beberapa puluhan meter, seluruh tubuhnya sudah masuk ke dalam portal. Disini Reyhan pun segera menutupkan portalnya.


Wuuusssstttt...

__ADS_1


Dalam sekejap, portal besar itu pun mengecil dan langsung lenyap. Reyhan mendudukan dirinya di tanah, nafasnya naik turun. Tak jauh dari tempatnya, ia menatap Sean yang perlahan bangun untuk duduk ditanah.


__ADS_2