OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 44


__ADS_3

Untuk mengikuti seleksi, sudah ada 600 murid dari beberapa kelas dan diacak, tak sesuai dengan kelas mereka masing-masing. Semua sudah terbagi sesuai jadwal untuk bagian yang akan tampil di pertandingan.


Terlihat 100 murid sudah berada di arena pertunjukan pertandingan. Semua masih berdiam berdiri di tempat mereka. Semua bercampuran, laki-laki dan perempuan, terdiri dari usia 10 tahun sampai 14 tahun.


Semua saling menatap satu sama lain. Ada yang saling menatap remeh, ada yang bersaingan sehat, ada juga tatapan benci. Itu hal biasa yang sering terjadi jika ada murid-murid yang seperti itu


Rosalyn juga pernah menjelaskan kalau murid-murid akademi tak hanya dari kalangan Bangsawan saja, tetapi murid-murid dari kalangan biasa juga ada.


Maka terlihat jelas tatapan murid-murid kalangan Bangsawan terlihat sengit tak suka, benci, dan remeh kepada murid-murid dari kalangan biasa yang hanya menganggap mereka adalah saingan sehat.


Guru laki-laki tua berada di tengah-tengah mereka semua. "Baiklah, dengarkan! Pertunjukan dimulai saat saya akan memberi aba-aba kepada kalian semua!!"


Lalu ia menambahkan. "Kalian semua, diizinkan untuk mengerahkan semua kemampuan kalian masing-masing. Kalian diperbolehkan menggunakan Sihir. Waktu pertandingan, hanya 2 jam."


"Jangan ada yang saling membunuh, jika sampai itu terjadi, tidak hanya diskualifikasi, tetapi juga akan dikeluarkan dari akademi ini!!" tambahnya lagi dengan tegas.


100 murid telah bersiap di tempat mereka. Guru laki-laki tua itu bersuara keras. "Pertandingan bagian pertama, Mulai!!" ucapnya sambil melompat tinggi ke arah kursi khususnya.


Semua murid yang ada di arena memulai menunjukkan aksi mereka. Mereka terlihat bersemangat dalam bertarung, ada yang satu lawan satu, ada yang kerja sama, dan ada yang main kroyokan.


Bahkan ada temannya sendiri yang saling menjatuhkan. Mereka semua lakukan itu untuk bertahan, menjadi salah satu ke-10 murid yang bertahan di pertandingan pertama.


"Hiyyaaaaaa....!!"


"Hiyyaaaaaa....!!"


"Hiyyaaaaaa....!!"


BUGH..!! BUGH..!! BUGH..!!


DUAR..!! DUAR..!! DUAR..!!


"Aggrrhhh..!!"


Itulah suara-suara teriakan dan serangan murid-murid di tengah arena. Semua para murid akademi saling menunjukan kehebatan mereka masing-masing.


Berbagai macam jurus ilmu bela diri mereka dan berbagai jenis Sihir yang mereka gunakan untuk melawan lawannya.


.....


Disisi kursi penonton, Sean terdiam melihat aksi para murid akademi. Sean benar-benar menikmatinya. Ia juga memandangi cara para murid bertarung. Cara ia melihat seakan ia ingin memahami pola gerakan bela diri, dan Sihir yang digunakan oara murid.


Sean tak menyangka kalau murid-murid akademi Kerajaan Erlang cukup hebat. Mahir dalam bela diri, dan Sihir. Tidak seperti dunia asalnya, selama ia bersekolah, dari usia 7 tahun hingga sampai 18 tahun, hanya fokus semua mata pelajaran pada umumnya.

__ADS_1


Tidak seperti dunia yang ia tempati sekarang. Ia juga teringat, Rosalyn pernah menjelaskan sebelumnya, semua akademi di setiap Kerajaan, tak hanya belajar pelajaran pada umumnya, tetapi juga belajar bela diri dan Sihir.


"Pertunjukan yang cukup menghibur." batin Sean.


Banyak sekali guru-guru akademi berteriak memberi dukungan kepada murid-muridnya.


"Ayo !! Lakukan !! Jangan mau kalah dengannya !!"


"Gunakanlah semua kemampuanmu !!"


"Kerahkan semua dari hasil yang pernah kuajarkan pada kalian !!"


"Tunjukan apa yang telah kuajarkan, jangan mempermalukanku !!"


Itulah teriak-teriakan para guru. Mereka mendukung murid-muridnya lewat teriakannya.


Rosalyn yang duduk disamping kanan Sean, ia juga tak kalah menikmatinya, ia memperhatikan murid-murid ajarannya. Sebagai salah satu wali kelas, tentu saja ia mendukung murid-muridnya yang ikut tengah bertanding di pertandingan pertama.


"Ayoo..!! Aku percaya kalian pasti bisa !!" Rosalyn berteriak untuk memberi dukungan kepada beberapa muridnya yang sedang mengikuti bagian pertandingan pertama.


Tiba-tiba Rosalyn yang berteriak seperti itu, tentu saja itu membuat Sean kaget, seketika ia menatap Rosalyn dengan tatapan kagetnya. Alton yang duduk disamping kiri hanya terkekeh melihat Sean yang terkejut.


Alton tidak memberi dukungan, karena murid-murid didikannya tidak mengikuti pertunjukan itu. Ya, karena Alton wali kelas yang murid-muridnya berusia 10 tahun kebawah. Ia hanya duduk tenang dan menikmati jalannya pertunjukan.


"Kalahkan pecundang itu !!"


"Jangan mau kalah, temanku !!"


"Jadilah yang terbaik dari yang terbaik !!"


"Kalau kau menang, aku akan mentraktir satu kelasku makan selama satu minggu !!"


.....


Belum ada 2 jam, pertandingan bagian pertama telah selesai. 10 murid yang masih bertahan berdiri di arena, sisanya telah tergeletak, ada yang kelelahan, ada yang pingsan, bahkan ada yang menyerah karena merasa tidak mampu untuk bertahan.


Guru-guru akademi dan murid-murid yang juga menonton memberi tepuk setelah melihat pertandingan pertama. Meski ada beberapa muridnya ada yang kalah, sang guru tetap memberinya semangat.


Ada beberapa Guru yang heboh, karena beberapa anak didiknya masih bertahan. Termasuk Rosalyn, yang 2 anak didiknya bisa bertahan.


Namun Sean dapa melihat ada satu guru laki-laki muda, mungkin berusia 20 tahun. Yah lebih muda darinya. Guru muda itu terlihat tidak senang melihat hasil pertandingan.


Bahkan tatapannya, sengit melihat Sean. Namun Sean masa bodo hal itu. Ia anggap orang itu hanyalah patung hiasan saja yang ada di kursi penonton.

__ADS_1


.....


Waktunya pertandingan bagian kedua. Namun ditunda selama 10 menit, karena arena pertandingan sedang perbaiki oleh beberapa pengurus dengan Sihir Tanah mereka.


10 menit telah berlalu. Arena pertandingan telah kembali pulih, beberapa saat kemudian terlihat 100 murid-murid berikutnya memasuki arena pertandingan.


Guru laki-laki tua tadi juga memberitahu aturan pertandingan. Aturannya sama seperti di pertandingan pertama. Pertandingan kedua pun akhirnya dimulai.


.....


Seperti pertandingan pertama, di pertandingan kedua tak ada 2 jam telah selesai, bahkan lebih cepat. Sudah 10 murid yang bertahan dari hasil pertandingan kedua. Semua penonton memberi tepuk tangan setelah melihat hasil pertandingan kedua.


Lagi-lagi Rosalyn yang sangat senang, karena beberapa muridnya yang ikut bagian pertandingan kedua salah satu muridnya yang bertahan, meskipun hanya 1 murid saja.


Jadi murid-murid didik Rosalyn yang lolos berjumlah 3 murid. Tentu saja, beberapa muridnya tidak lolos, Rosalyn tetap memberinya semangat.


Pertandingan bagian ke-2, telah selesai. Hasil hari pertandingan pertama dan kedua, sudah berjumlah 20 murid yang lolos. Pertandingan bagian ke-3 akan dilanjut hari kedua. Semua orang di ruang pertunjukan segera pergi keluar.


Setelah sampai di luar, para guru saling berbicara, mereka menceritakan kedua pertandingan tadi. Mereka terlihat bangga menceritakan murid-murid didiknya.


Meskipun ada murid yang tidak bisa bertahan tetapi sebagai guru yang bijak, tentu saja bangga. Tentu saja memberi semangat pastinya meski tidak lolos.


.....


Namun disisi lain, di tempat yang sepi, tepatnya lorong akademi, terlihat seorang guru muda laki-laki berusia 20 Tahun bersama dengan murid-murid didiknya.


Guru itu tengah berbicara dengan murid-muridnya yang akan mengikuti pertandingan bagian ketiga dan bagian keempat. "Aku harap, pertandingan bagian besok, kalian tidak mengecewakanku!!"


Murid-muridnya mengangguk kepalanya dengan yakin. Lalu sang guru beralih pandangan ke arah murid-murid yang kalah di pertandingan bagian pertama dan bagian kedua. "Hari ini, 20 yang mengikuti kedua pertandingan tadi. Hanya 2 yang lolos. Kalian benar-benar mempermalukanku !!"


Sedangkan 2 murid yang lolos, mereka berdua sedang berdiri dibelakang Gurunya. Mereka berdua terlihat tersenyum remeh, melihat gurunya memarahi murid-murid sekelasnya.


Ada satu murid laki-laki menjawab. "Maafkan kami Guru."


Sang Guru mendorongnya. "Dasar murid tidak berguna !!"


Bruukkk..!!


Murid itu terdorong, dan ia tertabrak tubuh seseorang. Orang itu Sean, yang sedang bersama Rosalyn untuk kembali ke ruangan Rosalyn.


Sebenarnya mereka Sean dan Rosalyn tau, terapi Rosalyn memilih diam karena tak ingin berurusan dengan Guru laki-laki itu, meskipun dalam hatinya ia tidak tega.


Sedangkan Sean masa bodo. Namun saat melewati mereka, yang tadinya Rosalyn akan terkena murid yang di dorong gurunya, Sean menghalanginya agar Rosalyn tidak terkena.

__ADS_1


__ADS_2