OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 73


__ADS_3

Sudah 2 bulan lebih beberapa hari, Sean masih tinggal di Dunia D-25. Ia masih merasa belum cukup untuk mencari pengalamannya di dunia yang saat ini. Jika sudah merasa cukup, ia baru akan kembali ke Dunia D-31.


Namun baru Sean ketahui yaitu, ada seseorang misterius lagi yang selalu memberantas siluman dan penjahat secara diam-diam. Orang ini tak membantu secara datang tiba-tiba seperti Sean.


Orang ini membasmi secara diam-diam. Dibalik persembunyiannya, dia hanya akan membantu orang-orang dengan serangan jarak jauhnya. Jadi ia tak muncul menampilkan diri.


Disisi Ssan, ia terkadang merasa lucu, karena apa yang dilakukan olehnya selama ini di Dunia D-25 seperti pahlawan, yang datang tiba-tiba, dan pergi begitu saja.


Tapi Sean akui kalau orang itu mungkin juga kuat, meskipun ia tak pernah melihatnya. Tetapi disisi lain, ia juga merasa masih kurang kuat, karena Seniornya, siapa lagi kalau bukan Reyhan, dialah yang masih jauh lebih kuat darinya.


Dan sekarang, Sean tengah berdiri di dalam bukit yang biasanya tempat ia menginap, atau berkemah hingga sekarang. Dalam diamnya ia sedang mempelajari hal yang baru.


Pernah suatu hari, Reyhan datang membantu disaat ia kewalahan. Sean melihat Reyhan bisa menggunakan Sihir Api Biru. Semenjak melihat Sihir Api Biru milik Reyhan, ia belajar untuk bisa menguasainya. Karena Api Biru lebih kuat dari Api biasa.


Sean meminta Reyhan untuk mengajarinya, Reyhan hanya menjelaskan dasar utama elemen Sihir yang teori yang biasanya dipakai, adalah imajinasi pikiran, serta memanipulasikan energi yang ada di dalam tubuhnya.


Lalu Sean mengingat pelajaran kimia sewaktu SMA, saat melakukan praktek di labtorium saat membuat jenis Api sesuai warnanya. Salah satunya, apabila kandungan Oksigen di dalam reaksi kimia api rendah, maka api akan cenderung berwarna kekuningan.


Sedangkan, apabila kandungan Oksigennya tinggi, api akan cenderung berwarna biru. Warna api ini merupakan radiasi dari proses oksidasi pembakaran yang juga dapat menunjukkan tingkat energi dan temperatur api tersebut.


Karena dasarnya, Sean baru bisa menguasai Sihir Api dan Tanah, maka ia harus belajar Sihir Angin terlebih dahulu. Angin sama saja dengan Udara. Dan udara memiliki terdiri dari 3 unsur utama, yaitu udara kering, uap air, dan aerosol.


Kandungan udara kering terdiri dari nitrogen, oksigen, argon, karbon dioksida, dan gas-gas lainnya. Uap air yang ada pada udara berasal dari penguapan pada laut, sungai, danau, dan tempat berair lainnya. Aerosol adalah benda berukuran kecil, seperti garam, karbon, sulfat, nitrat, kalium, kalsium, serta partikel dari gunung berapi.


Karena Sean masih mengingat itu, jadi bukanlah hal yang sulit, dan juga sebelumnya Reyhan pernah memberitahu, cukup imajinasi pikiran, serta memanipulasikan energi yang ada di dalam tubuhnya.


Pada akhirnya, dalam satu hari saja, Sean mampun menguasai Sihir Angin. Dan saat itu juga, ia juga bisa menggunakan Sihir Api dan Tanahnya, tanpa merapal dalam bantinya. Cukup imajinasi pikiran, dan manipulasi energi mananya.

__ADS_1


Sean pun berhasil menggunakan Sihir Api Biru setelah menggabungkan Elemen Sihir Apinya dengan Unsur Udara atau Sihir Anginnya, tepatnya adalah oksigen.


Daya hancurnya juga cukup lumayan, setelah ia melempar bola Api Birunya ke arah langit, dan terjadilah ledakan. Tapi itu sudah membuat suasana kota menjadi ribut, dan merasa waspada akibat ulah latihannya Sean.


Setidaknya tidak ketahuan kalau itu ulah dirinya, bisa-bisa ia bisa di cap buronan lagi seperti di dunia asalnya, ya buronan karena keserakahan pimpinan Negaranya.


.....


Satu minggu kemudian. Sean kini tengah duduk di atap bangunan gedung yang tinggi. Ia melihat sekelilingnya, apakah ada siluman atau penjahat dan sejenisnya. Bisa dikatakan, is bersembunyi dari warga-warga sipil.


Karena berita tentang dirinya sebagai orang misterius yang selalu membantu para pembela keadilan. Sampai-sampai di tempat umum, pemerintah mengundangnya. Sean tak tertarik, karena memang tujuannya adalah mencari pengalaman.


Sudah satu minggu ini semenjak berhasil menguasai Sihir Api Biru, semua pembela keadilan yang di Dunia D-25, bisa mengalahkan para siluman dan penjahat.


Yah.. Karena Sean sendiri akan turun tangan jika mereka mengalami kewalahan. Tetapi, kalau dirinya juga sudah kewalahan, barulah Reyhan datang membantunya.


Kadang Sean merasa bingung, dimana Reyhan mengawasinya. Dan kadang ia merasa kesal, karena Reyhan bisa seenaknya pulang ke Dunianya dan pergi ke Dunia lainnya.


Beberapa saat kemudian, ia telah sampai di salah satu atap bangunan gedung yang sangat tinggi. Dari tempatnya ia melihat salah gedung di dekatnya yang tidak setinggi gedung yang ia ijaki.


Di atap gedung yang tak tinggu itu, Sean melihat satu orang saja yang tengah melawan satu siluman. Orang ini seperti dirinya, yaitu tertutup.



Bedanya orang ini mengenakan jubah hitam, dan topeng full face.


DUAR..!!

__ADS_1


Ledakan yang ditimbulkan serangan Sihir dari pemilik orang berjubah itu. Sean terkagum melihat orang itu, karena bisa menggunakan Sihir Petir.


Tetapi entah kenapa Sean merasa orang berjubah ini kewalahan. Setelah dilihat siluman yang dilawannya, tak hanya berbadan besar, berbulu merah, dan bertanduk, tetapi ternyata memiliki kemampuan regenerasi.


Mungkin orang berjubah ini kelelahan, karena semua serangannya tidak berarti apa-apa untuk siluman yang satu ini. Saat ini, Sean memilih diam dan melihat pertarungan mereka berdua.


"Hahahaha..., percuma, seranganmu takkan mampu bisa melukaiku. Setiap kamu menyerang, pasti tubuhku sembuh kembali." ucap siluman berkulit merah.


Orang berjubah itu berlutut dengan satu lutut kakinya, dan pedangnya menahan tubuhnya. Nafasnya berburu. Ia berguman. "Sial.., selama aku bertarung melawan siluman, baru kali ini ada siluman yang memiliki kemampuan regenerasi."


Siluman itu berjalan mendekati orang berjubah sambil mengarahkan senjata gadanya. "Aku akan mengakhirimu."


BUGH..!!


Siluman itu terdorong jatuh ke samping setelah Sean datang memberinya hantaman pukulan tangan kirinya.


Sean melihat orang itu, dan berjalan mendekatinya. Lalu ia mengulurkan tangannya. Orang itu pun menerimanya, lalu Sean membantunya berdiri.


"Siapa kamu ?" tanyanya, karena ia tak bisa melihat wajah Sean yang tetutup kain di sebagian bawah wajahnya.


"Perkenalan nanti saja, yang terpenting kita kalahkan dia." kata Sean sambil menunjukkan siluman itu dengan dagunya.


Orang bertopeng itu mengangguk kepalanya. "Kamu benar."


Sean dan orang bertopeng itu menatap sosok siluman itu yang sedang berdiri.


"Apa kamu masih memiliki tenaga ?" tanya Sean.

__ADS_1


Orang bertopeng itu mengangguk kepalanya. Lalu ia menjawab. "Masih, tapi dia memiliki kemampuan langka di dunia, kemampuan regenerasi."


Sean tersenyum mendengarnya, dirinya saja memiliki kemampuan regenerasi juga memiliki kelemahan. Sudah pasti kalau ada musuh yang juga memiliki kemampuan regenerasi, pasti juga punya kelemahan.


__ADS_2