
"Brian, aku ingin mengajakmu dan party-mu."
Mendengar ucapan Sean, Brian mengerut dahinya. "Kamu mengajakku dan party-ku ? Kemana ?"
"Ke tempat yang dekat perbatasan wilayah Kerajaan." jawab Sean.
Brian terbelalak. "Jangan bilang kamu mengajak kami ke tempat..."
Brian yang belum menyelesaikan kata-katanya, Sean memotongnya. "Ya, aku mengajak kalian untuk memberantas markas terbesar bandit."
Brian menghela nafasnya. "Sean, aku menghargai ajakanmu. Bukannya aku tak mau menerima ajakanmu. Tetapi, kondisi aku dan anggota yang jelas-jelas masih Level Tingkat Perak, kami bukan tandingan para bandit di markas itu, rata-rata Level mereka di Tingkat Emas."
"Kamu berada di Level Tingkat Platinum, berbeda dengan kami. Kecuali, jika aku dan anggotaku sudah di Level Tingkat Emas semua, kami masih bisa menerima ajakanmu." tambahnya
Sean membalas. "Kamu mengatakan itu, aku jadi teringat kata-katamu sebelumnya, semakin Level Tingkat kita bertambah maka kekuatan maka kekuatan fisik, dan kekuatan sihir kita semakin kuat. Dan juga energi mana di dalam diri kita, semakin banyak."
Sean menambahkan. "Memiliki Level Tingkat tinggi, belum tentu bisa memenangkan sebuah pertarungan. Yang terpenting adalah terpenting adalah, kemampuan, usaha kita, dan pola pikiran kita."
Brian terdiam setelah mendengar ucapan Sean. Sean bersuara lagi. "Baiklah, kalau kamu tidak mau. Aku tidak memaksa."
"Aku ikut." balas Brian cepat.
Sean tersenyum. Brian bersuara lagi. "Aku akan ikut, tetapi aku gak tau ketiga anggota-ku bisa ikut atau tidak."
Sean mengangguk kepalanya. "Jika hanya kamu yang ikut, aku tidak masalah. Kamu ikut karena itu juga bisa menaikan Levelmu."
"Ya, kamu benar, karena diperjalanan nanti, pasti ada rintangan, itu salah satu keuntungan untuk bisa menaiki Levelku." balas Brian, karena saat ini Levelnya sudah di Level 35.
Brian menambahkan. "Baiklah, aku akan berbicara dengan anggota-anggota-ku. Jadi kapan kita berangkat ?"
"Aku masih mencari orang-orang lagi. Setelahnya, aku akan kasih tau kapan kita berangkat." jawab Sean.
"Kamu tenang saja. Jika kamu dan anggotamu ikut semua, tidak hanya menaikkan Level, tetapi kalian akan mendapat hadiah." lanjut Sean, karena sebelumnya, saat berbicara dengan Raja Erlang, Raja Erlang menjanjikan kepada Sean akan memberi hadiah jika bisa memusnahkan markas bandit.
"Kalau kamu sudah menyampaikannya ke ketiga anggotamu, itu pun jika mereka menerima atau menolak, sampaikan saja ke aku. Besok aku akan menunggu disini." ucap Sean, dan Brian mengangguk kepalanya.
__ADS_1
Sean berdiri dari duduknya, dan ia berpamitan kepada Brian. Ia akan pergi keluar. Brian mempersilahkannya, lagian ia juga masih menunggu ketiga anggotanya.
.....
Sean berjalan di tengah-tengah Kota Kerajaan. Saat ini tujuannya adalah ingin bersantai. Lagi pula, ia belum pernah berkeliling di Kota Kerajaan. Jadi alangkah lebih baiknya, ia jalan-jalan di tengah Kota Kerajaan. Cukup banyak kereta kuda yang menjadi alat kendaraan oleh warga di kota.
Seperti biasa, banyak sekali yang menatapnya. Terutama para gadis muda dan dewasa. Sean masa bodo hal itu. Saat sedang bejalan-jalan, ia melihat seseorang pemuda yang ia kenal tengah duduk di salah satu kedai makan. Sean berjalan mendekatinya.
Sean langsung duduk di sampingnya. Pemuda itu yang sedang mengunyah makanannya, ia terkejut. Lalu ia terdesak, reflek Sean memberi minuman pemuda itu.
Pemuda itu merasa lega setelah meminum minumannya. Ia menoleh dan menatap Sean. "Kamu membuatku terkejut, Sean."
Sean menjawab. "Ya, maafkan aku yang telah membuatmu terkejut, Arron, kemana semua anggotamu ?"
Ya, pemuda itu bernama Arron. Arron membalas. "Tidak masalah. Hari ini, kita memilih untuk libur dulu, satu hari saja, kita ingin bersantai."
Sean mengangguk kepalanya. "Benar, jangan terlalu memaksa untuk terus menjalankan misi. Bersantai, salah satu kegiatan yang penting untuk membuat pikiran kita lebih tenang."
"Ya, kamu benar, Sean." balas Arron.
"Ya, bisa dikatakan seperti itu. Tapi ada sesuatu yang ingin kusampaikan padamu, Arron." jawab Sean.
"Apa itu, Sean ?" sahut Arron bertanya.
Sesn pun mulai menjelaskan semuanya, rencananya ingin mengajak Arron dan anggota party-nya pergi ke dekat perbatasan wilayah Kerajaan.
Tentu saja, Arron kaget dibuatnya. Sean menjelaskan kalau Brian dan ketiga anggotanya juga akan ikut. Sean juga menjelaskan yang serupa saat ia jelaskan sebelumnya kepada Brian.
Arron pun mengangguk kepalanya. "Aku ikut. Aku juga harus menaikan Levelku dan teman-temanku."
"Kalau keputusan keempat anggotamu menerima atau menolak sampaikan padaku. Aku akan menunggu besok pagi di Guild." ucap Sean.
Sean pun bangkit dari duduknya, lalu ia berpamitan kepada Arron. Arron mempersilahkan Sean. Sean kembali melanjutkan jalan-jalannya di kota.
Beberapa lama kemudian, Sean menyudahi jalan-jalannya. Ia sudah sedikit paham seisi Kota Kerajaan, meski tidak semuanya ia lewati. Sean memutuskan untuk kembali pulang ke penginapannya dan tidur.
__ADS_1
.....
Keesokan Harinya dipagi hari.
Kini Sean tengah duduk di salah satu kursi yang ada di dalam ruangan Guild. Kini ia baru selesai sarapannya, dan sekarang ia tengah menunggu.
Seperti biasa, semua orang-orang di dalam ruangan itu menatapnya. Sean masa bodo hal itu. Ia hanya memasang wajah datarnya. Yang sekarang ia memikirkan rencana apa yang harus ia buat.
Tiba-tiba ada ada tangan yang memegang salah satu pundaknya. Orang itu bersuara. "Selamat pagi Sean."
Sean menoleh. Ia melihat orang yang menyapanya. Sean mengangguk kepalanya. Orang itu Arron, segera duduk di hadapan Sean. Arron bersuara. "Aku ingin menyampaikan keputusanku dan keempat anggotaku."
Sean mengangguk kepalanya lagi. Arron berkata kembali. "Aku dan anggotaku, memutuskan untuk ikut."
"Apa kamu dan keempat anggotamu yakin ?" kata Sean bertanya, dan Arron tersenyum dan mengangguk kepalanya.
Kini Sean tinggal menunggu kedatangan Brian. Beberapa saat kemudian, Brian datang, ia duduk di samping Arron. Brian dan Arron saling salaman tinju ala pemuda.
Brian menatap Sean. "Maaf sudah lama menunggu."
"Tidak masalah, jadi apa keputusanmu dan ketiga anggotamu ?" tanya Sean.
"Kami semua ikut." jawab Brian, dan Sean tersenyum mengangguk kepalanya.
Lalu Brian berbicara lagi kepada Sean. "Dan Aku bersama ketiga anggotaku sudah berdiskusi, jika kamu akan membuat party, kami memutuskan membubarkan party kami, dan bergabung dengan party-mu."
Sean terbelalak. Tak hanya dia, Arron pun juga terkejut mendengarnya. Sean berbicara. "Kenapa kamu dan anggotamu bisa punya keputusan itu ?"
"Ini keputusanku dan anggotaku, Sean. Jika kamu membuat party, izin aku dan teman-temanku bergabung denganmu." ucap Brian tulus.
Sean menghela nafasnya, dan ia mengangguk kepalanya. "Baiklah, kalau kamu sudah berbicara seperti ini, aku akan membuat party."
Brian tersenyum senang. Lalu Sean menatap Arron. "Jadi, aku akan membuat party, dan setelahnya aku meminta bantuan kepadamu selaku ketua party-mu untuk ikut pergi ke perbatasan wilayah Kerajaan."
"Aku juga akan membubarkan party-ku dan bergabung dengan party-mu, Sean." jawab Arron tiba-tiba dengan cepat. Lagi-lagi Sean dibuat terkejut. Bahkan Brian juga terkejut bukan main.
__ADS_1