OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 27


__ADS_3

Hari telah malam. Hari telah gelap, hanya sekumpulan kunang-kunang yang dimanfaatkan oleh orang-orang di dunia itu untuk menjadi alat penerangan. Dan ada juga yang menggunakan bola bersinar yang sudah disalurkan oleh Sihir Cahaya milik mereka.


Pada malam itu juga, dan pada akhirnya Sean dan Putri Rosalyn bertunangan. Semua serba mendadak, di ruang tahta itu, semua para perdana mentri dan para petinggi menjadi saksi pertunangan Putri Raja dengan seorang Petualang.


Meski ada beberapa perdana mentri yang tidak suka pertunangan itu. Pasalnya mereka ingin sekali Putra mereka bisa berjodoh dengan Putri Rosalyn, namun jika sudah keputusan Raja, mereka tidak berani membantah.


Di tengah-tengah acara, Sean sama sekali tidak berbicara apapun, ia terus memasang wajah datarnya ke arah seseorang. Padahal pagi tadi, lalu ia baru saja membuat party. malam ini ia malah bertunangan.


Ingin sekali ia pergi dari tempat itu, tetapi ia tak ingin membuat Raja sedih. Namun di samping itu, ia merasakan hawa membunuh pasa saat itu, tetapi, ia tak tau yang mana.


"Yang benar saja." batin Sean.


Di ruang tahta itu banyak sekali perdana mentri, dan para petinggi menikmati hidangan di acara. Kini Sean mengenakan pakaian formal. Bisa dikatakan jas hitam.


Awalnya tadi ia akan dipakaikan, tetapi Sean memilih memakainya sendiri, karena ia tak ingin menunjukan lengan logam kirinya. Rasanya ingin sekali pergi, tapi mau bagaimana lagi, ia tak ingin terkena masalah, langsung bertindak, ia harus berfikir 2 kali.


Melakukan hal buruk dan mempermalukan Raja, itu bisa membuat dia menjadi buronan. Karena tak ingin mengalami hal itu, di dunia asalnya saja ia sudah menjadi buronan karena ia hasil percobaan ayahnya.


Sedangkan Putri Rosalyn yang berdiri di samping Sean. Ia mengenakan gaun putih mewah. Sean dan Putri Rosalyn berdiri di dekat Raja.


Mereka saling diam. Tak ada pembicaraan apapun, Putri Rosalyn tersenyum menatap ke arah orang-orang yang tengah menikmati pesta. Tapi Sean tau, senyuman Putri Rosalyn adalah senyuman palsu, seakan terpaksa.


.....


Hari semakin malam.


Acara pertunangan telah selesai. Semua orang-orang telah pergi kembali pulang ke kediaman mereka. Begitu juga dengan Sean, ia sudah mengganti pakaiannya awalnya.


Iaj sudah akan pulang kembali ke penginapannya, karena orang-orang telah pulang kembali ke kediamannya masing-masing.


"Kamu tinggal disini saja, karena suatua saat kamu menjadi bagian keluargaku. Aku bisa meminta pelayan untuk menyiapkan kamar untukmu senyaman mungkin." kata Raja.


Sean menggeleng-gelengkan kepalanya. Lalu ia bersuara. "Terimakasih atas tawarannya Yang Mulia. Tetapi saya terpaksa menolaknya. Lagi pula ini hanya baru tunangan. Dan juga, karena besok saya harus bergegas berangkat ke wilayah perbatasan."


"Ahh, benar,kamu menginap di penginapan milik Richard, ya. Jika disana, kamu tinggal berangkat. Baiklah aku tidak memaksamu" balas Raja Erlang.


Sean mengangguk kepalanya. Lalu ia membungkuk sedikit untuk hormat. Lalu Raja Erlang berbicara lagi. "Nak Sean, maaf atas keegoisanku."


Sean membalas. "Yang Mulia tidak perlu meminta maaf. Saya akan menjalankan ini apa adanya seperti air mengalir." lalu ia kembali berpamitan dan lalu berbalik badannya dan pergi.


Setelah melihat kepergian Sean, Raja Erlang bersuara. "Tidak perlu bersembunyi, Putriku."


Perlahan Putri Rosalyn keluar dari persembunyiannya di balik pintu depan istana. Ia berjalan mendekati Raja Erlang sambil menunduk. Setelah di dekatnya, Raja Erlang bersuara. "Kenapa kamu tidak mengantarnya sebelum ia pergi."


"Ayah, kenapa ayah lakukan ini ?" tanya Putri Rosalyn pelan.


Raja Erlang menghela nafasnya. "Karena ayah ingin ada seseorang yang selalu menjagamu, jika suatu saat tiba-tiba ayah sudah tiada."


"Tapi, ayah telah merebut masa depannya." ucap Putri Rosalyn.


"Bukankah kamu menyukainya ?" tanya Raja Erlang, Putri Rosalyn terkejut, ia gelagapan. Raja Erlang kembali bersuara. "Dari tatapan matamu memandangnya, ayah tau kalau kamu menyukainya."

__ADS_1


"Tapi bukan begini caranya ayah, dia pasti tidak menyukaiku dan mungkin sekarang dia membenciku." ucap Putri Rosalyn.


Dengan pelan, Raja Erlang membalas."Tidak, percaya sama ayah, dia tidak akan membencimu, suatu saat ia pasti menyukaimu."


Putri Rosalyn memilih pergi dari hadapan ayahnya. Ia merasa sedih karena ayahnya tiba-tiba membuat dirinya bertunangan dengan Sean.


Sebenarnya, ia senang bertunangan dengan Sean. Tetapi dalam hati terdalam, ia merasa bersalah, karena dirinya merasa menghalangi masa depan Sean.


.....


Sean kini berjalan sendiri menuju penginapannya. Ia benar-benar tidak menyangka kalau dirinya bertunangan dengan Putri Raja.


Ia menghela nafasnya. "Huhhh, mimpi apa aku semalam."


Ia segera mempercepat langkah kakinya menuju penginapannya di Guild Petualang. "Masa bodoh 'lah. Aku yang menjalaninya. Yang sudah terjadi, tidak bisa diulang. Kita lihat bagaimana nanti kedepannya."


.....


Keesokan Harinya.


Sean kini tengah menunggu semua anggotanya datang. Sambil menikmati sarapannya, ia mendengar percakapan-percakapan para petualang di dalam ruangan Guild.


"Hei, apa kalian sudah mendengar ? Tuan Putri Rosalyn telah bertunangan."


"Benarkah ? Tuan Putri Rosalyn. Ahh aku jadi ingin memilikinya, dia sangat cantik."


"Mustahil kita bisa memiliki Tuan Putri Rosalyn."


"Yang kudengar, Yang Mulia Raja yang menjodohkannya dengan seorang Petualang."


"Yang benar saja ?"


"Tapi siapa Petualang itu ?"


"Entahlah, aku tidak tau."


"Namun yang pasti, dia antara kita semua."


"Ya, aku ingin melihat Petualang itu."


"Aku pastikan, para pemuda-pemuda Bangsawan pasti sakit hati semua, dan harus merasakan kalah dari seorang petualang."


"Hahahahaha..."


Itulah pembicaraan mereka semua Petualang yang ada di dalam Guild. Mendengar itu, Sean menyudahi makannya, ia langsung melepaskan cincin tunangannya dan menyimpannya. Lalu ia memakai penutup sebagian wajahnya.


Sean menghela nafasnya, ia tak menyangka berita pertunangannya bisa menyebar secepat itu. Lalu ia berdiri dari duduknya, ia memilih berjalan keluar dari Guild.


Baru saja keluar, ia melihat Arron, Brian, dan yang lainnya berjalan mendekat. Ke-9 anggotanya menyapanya, Sean membalas dengan menganggukkan kepalanya.


"Ayo kita langsung berangkat !!" ucap Sean, ia sudah tak tahan dan ingin menghindari berita-berita pertunangannya yang telah menyebar luas.

__ADS_1


Arron, Brian, dan lainnya menyutujui ucapan Sean.


"Sekarang, untuk menuju ke wilayah perbatasan, apa kita perlu menyewa banyak kuda untuk kita ?" tanya Sean.


Sebenarnya, tadi malam Raja Erlang sudah menawari kendaraan kereta kuda untuknya, tetapi Sean menolak, dengan alasan ia sudah dapat kendaraan untuk pergi. Namun nyatanya ia belum dapat sama sekali.


"Tidak perlu, Sean. Kita akan menumpang dan berangkat bersama rombongan pedagang." jawab Brian.


"Apa rombongan pedagang itu juga satu arah dengan kita ?" tanya Sean.


Rin yang menjawab. "Ya, karena tujuan mereka pergi ke Ke Kerajaan Roux. Aku sudah izin agar kita bisa menumpang mereka."


Sean mengangguk kepalanya.


Semua berjalan bersama ke tempat para pedagang yang tengah berkumpul di depan pintu gerbang kota Kerajaan.


.....


Kini semuanya sudah dalam perjalanan menuju tempat tujuan mereka. Sean dan ke-9 anggotanya sudah berada di dalam kereta kudanya milik rombongan pedagang itu.


Ada 5 kereta kuda.


Di kereta kuda barisan pertama, ada Sean satu kereta dengan Arron, Brian, dan Isla, Rin. Kereta kuda dibarisan kedua, ada Darold, Elif, dan Lisa, dan pedagangnya juga yang menjadi kusir.


Kereta kuda dibarisan ketiga ada Marie dan Erza. Hanya 3 kereta kuda yang mereka tumpangi, sisanya tidak ada hanya. Setiap dari kelima kereta kuda dikendarai oleh kusir sekaligus pedagang itu sendiri.


Setelah ada ratusan meter menjauhi Kota Kerajaan, Sean melihat ada jalan ke arah goa yang dijaga banyak pengawal penjaga.


"Aku penasaran, kenapa ada goa di dekat sini ?" tanya Sean.


"Itu Dungeon. Apa kamu belum pernah masuk ke dalam ?" jawab Arron dan bertanya.


"Dungeon ?" batin Sean bertanya.


Tidak, aku hanya lewat saja." jawab Sean.


Brian menjelaskan. "Dungeon adalah tempat yang sering kali digunakan untuk para Petualang mencari tantangan. Bisa kita sebutkan itu adalah labirin, dan memiliki banyak lantai. Setiap lantainya memiliki ruangan yang luas dan juga ada banyak monster-monster di dalamnya."


Sean mengangguk-angguk kepalanya. "Aku sepertinya pernah dengar hal itu sewaktu aku masih sekolah menengah."


Sean kembali fokus perjalanannya. Sementara ia melupakan dulu tentang pertunangannya. Mereka saling berbicara dan bergurau bersama kusir untuk menghilangkan kejenuhan.


Terkadang Sean dibuat bosan, saat mendengar Arron, Brian, Isla, dan Rin juga berbicara tentang pertunangan Putri Rosalyn yang sudah menyebar. Tetapi semua masih belum tau kalau Sean adalah yang kini sudah menjadi tunangannya Putri Rosalyn.


.....


Sudah lama mereka manaiki kereta kuda, sesekali mereka berhenti untuk istirahat dan makan siang. Perjalanan mereka lancar tanpa halangan.


Tak terasa hari telah sore.


Tiba-tiba muncullah halangan, sesuai dugaan Sean dan yang lainnya. Perjalanan mereka dihalangi oleh sekelompok bandit.

__ADS_1


__ADS_2