OVERSOLDIER

OVERSOLDIER
BAB 85


__ADS_3

Benda itu tak lain sebuah kendaraan truk besar yang bertipe Tank. Kendaraan ini salah satu kendaraan yang Sean curi setelah menghancurkan organisasi jahat di saat ia tinggal di Dunia D-25.


Truk itu berjalan menabraki semua prajurit Kerajaan Alastair. Semua prajurit Alastair yang sudah dibuat kewalahan oleh Tank tempur yang dikendarai oleh Sean, kini harus bertambah kemunculan truk ini.


Truk itu tak segan-segan menabrak prajurit, bahkan melindas semua prajurit yang terjatuh. Pasukan Kerajaan Alastair mulai memberi serangan Sihir. Tetapi tetap saja, serangan mereka nihil.


Body Truk ini benar-benar kuat seperti Tank tempur yang dikendarai oleh Sean. Disamping itu, pasukan aliansi juga tak kalah terkejut melihat pemandangan itu.


Mereka tak menyangka ada satu jenis benda keras yang datang menyerang pasukan musuh mereka. Raja Alastair sendiri tak bisa berbuat apa-apa, selain memberi perintah kepada pasukannya untuk menyerang 2 benda keras berjalan itu.


.....


Sementara, di dalam truk itu, terlihat ada 17 orang yang tengah duduk di kursinya. Truk itu memang besar, dan panjang, sehingga ke-17 orang itu bisa duduk di dalamnya, karena maksimal truk itu bisa dinaikkan 20 orang.


Terlihat Sinta yang duduk di kursi single paling depan, tepatnya kursi untuk kemudi. Sebelumnya juga, tadi malam Sean mengajarinya cara menggunakan kendaraan ini. Karena tak Sean saja, dia juga bisa mengemudi truk itu.


Bagi Sinta, mengemudi kendaraan ini sama saja mengendarai kendaraan mobil saat ia hidup di kehidupan sebelumnya. Hal yang sama yang dilakukan oleh Sean, Sinta mengalirkan Sihir Petirnya, agar truk ini bisa berjalan.


Sinta sendiri juga terkejut awalnya setelah Sean menjelaskan kalau semua kendaraan di Dunia D-25, bahan bakarnya hanya menggunakan Listrik. Maka dari itu, dengan Sihir Petir sudah jelas bisa menjalankan kendaraan ini.


"Ini benar-benar luar biasa !!" kata Sinta bersemangat, setelah menerima sinyal yang dikirimkan oleh Sean.


Sean menghubungi Sinta dengan alat komunikasi yang merupakan salah satu alat yang tersedia pada Tanknya. Truk yang dikemudikan oleh Sinta juga memiliki alat komunikasi seperti itu.


Sinta tak main-main mengemudikan truknya. Ia menabrakan truknya ke prajurit-prajurit musuh yang ada di depannya. Sedangkan Rosalyn, Lisa, Rin, Elif, Isla, dan Marie duduk dibelakangnya Sinta. Masing-masing dari mereka menggenggam sebuah tuas.


Sinta memberi perintah kepada mereka ber-6 untuk segera memulai, dan diawali menekan beberapa tombol. Bersamaan dari luar, body truk itu mengeluarkan banyak senjata, dan memulai menembak.


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Banyak sekali prajurit mati tertembak senjata yang dikeluarkan dari body truk itu. Rosalyn, dan yang lainnya saja, sampai bersemangat, mereka menggerakan tuasnya ke arah musuh.


Mereka berdua cukup menatap layar monitor, sehingga mereka bisa membidik dengan liarnya, sesuatu yang Sean ajarkan.

__ADS_1


Zayden dan ke-9 anggota party-nya sudah siap. mereka masing-masing menggenggam senapan AK-47 pemberian Sean.


Memang awalnya mereka terkejut melihat barang-barang yang di tunjukan Sean. Seperti yang sudah Sean jelaskan dan ajarkan, mereka bersemangat untuk beraksi.


Mereka segera membuka pintu keluar yang ada di atap dalam truk ini. Setelah Zayden dan ke-9 anggota party-nya berdiri di atap truk, mereka segera membidik target, dan memulai aksinya.


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!! Dor...!!


Banyak sekali prajurit musuh yang mati. Meskipun memberi perlawanan, tetap saja, mereka tak bisa mengalahkannya. Bahkan ada yang mengincar Zayden dan anggota-anggotanya yang berdiri di atap truk itu, tetapi serangan mereka terhalang.


Karena 3 dari semua anggota Zayden bisa menggunakan Sihir Dinding Pelindung. Sehingga saat mereka memainkan senapannya, mereka tak perlu khawatir jika ada serangan datang.


Disamping itu, Richard pun memberi perintah kepada semua pasukan untuk maju. Mereka pun segera maju dan menyerang prajurit musuh yang masih berdiri dalam keadaan terluka parah.


Liona sudah tak menjaga Rosalyn. Ia percaya kalau calon menantunya akan aman di dalam truk itu. Dan kini Liona sendiri dalam satu rombongan Ksatria. Para Ksatria pun juga segera ikut maju.


.....


Disisi Raja Alastair, merasa geram atas banyaknya prajuritnya yang mati. "Kalian semua, serang semuanya !! Aku akan merencanakan sesuatu...!!"


"Baik Yang Mulia..!!"


Raja Alastair berlari lalu melompat, dan mengucapkan kata Sihirnya. "Angin, Terbang."


Ia pun terbang dengan bantuan Sihir Anginnya. Raja Alastair terbang ke arah garis belakang, ia membiarkan pasukannya tetap maju untuk melawan pasukan aliansi dan 2 benda yang keras bergerak itu.


.....

__ADS_1


Setelah beberapa lama, Raja Alastair telah sampai di tendanya. Lalu ia tidak masuk kedalam. Melainkan ia berjalan ke arah belakang, ia melihat ke-4 penyihirnya yang tengah melakukan sesuatu.


"Aku ingin kalian segera lakukan rencana kita untuk menyerang pasukan musuhku !!" ucap Raja Alastair marah.


"Yang Mulia, kau tenang saja, kami sedang membuka portal iblis kembali."


Raja Alastair tersenyum. "Bagus !! Cepat lakukan !!"


2 penyihir yang tengah mengeluar aura hitam dari telapak tangannya. Sedangkan 2 penyihir yang lainnya lagi, juga mengeluarkan cahaya dari telapak tangannya.


Mereka pun membayangkan sesuatu hal di pikiran mereka. Mereka segera menyatukan Sihir mereka. Terbentuklah sebuah portal di depan mereka. Tetapi kali ini portalnya sangat besar dari biasanya.


Karena sudah terbiasa membuka portal Dunia iblis sebelumnya, jadi mereka hanya perlu membayangkannya lagi portal yang pernah mereka mereka buka


Raja Alastair saja sampai terbelalak melihatnya. Bahkan ke-4 penyihirnya juga terkejut bukan main melihatnya.


"Apa kalian yakin membuka portal sebesar ini ?" tanya Raja Alastair.


Salah satu penyihirnya menjawab dengan nada terbata-bata. "Te-tentu Yang Mulia, ki-kita akan mengeluarkan iblis yang lebih banyak kali ini."


Wussssss....!!


Raja Alastair tertawa keras mendengarnya. "Hahahahahaha..., perang kali ini, pasti aku Kerajaanku akan menang melawan alisansi. Hahahaha...!!"


"DUUGGHH....!!"


Tiba-tiba mereka merasakan permukaan tanah bergetar hebat. Saat itu juga, Raja Alastair berhenti tertawa, dan ia membeku melihat salah satu penyihirnya mati dilindas oleh sebuah kaki yang sangat besar yang baru saja keluar dari portal.


"Apa kita telah salah membuka portal ?" tanya salah penyihir kepada temannya.


"Sepertinya kita tidak membuka portal iblis. Melainkan kita membuka portal Monster !!" jawab salah satu teman penyihirnya dengan histeris karena ketakutan.


Ke-3 penyihir itu ketakutan bukan main, mereka segera berlari menjauh dari portal. Tapi, yang ada mereka bertiga lebih dulu terkena serangan semburan Api. Dan ke-3 penyihir itu pun hangus tanpa sisa.


Raja Alastair segera terbang menjauh. Ia juga tak mau mati karena ulah rencananya. Ia segera terbang setinggi mungkin dari mahluk besar ini yang baru saja keluar dari portal.


Setelah keluar, portal pun tertutup. Mahluk itu bertubuh raksasa, dan berwarna merah menyala, dan memiliki kedua sayap di punggungnya.

__ADS_1



__ADS_2