Passionate Night

Passionate Night
*WEDDING!


__ADS_3

Pengantin wanita hanya memiliki waktu tidur empat jam sebelum pagi menjelang. Beberapa staf dari brand make up terkenal mendatanginya untuk membantu mempersiapkan diri. Penata rambut, dan seorang desainer. Mereka begitu sibuk mempersiapkan sang mempelai wanita. Tidak membiarkan setitik kesalahan.


Mata panda begitu kentara sebelum make up menutupinya. Wajah pucat karena kurang darah tidak lama berubah menjadi wajah cantik dan segar.


Selena mencoba menghilangkan rasa kantuk dan pengar pada dirinya. Sejak tadi pagi perutnya begitu mual karena terlalu banyak meminum beer tadi malam. Sementara untuk memakai gaun pengantin dia dituntut untuk mengecilkan perutnya.


O Lord!


Wanita cantik itu kini duduk di sebuah sofa. Baju pengantin berwarna putih dan indah sudah terpasang pada tubuh sintalnya. Make up serta tatanan rambut yang pas membuatnya terlihat seratus kali lebih cantik.


Lengan kanannya mengenggam telapak tangan Jennie, sementara lengan kirinya menggenggam Jonathan. Selena begitu gugup menjelak waktu pernikahan tiba.


“O God! Kau berkeringat.”


Jonathan segera menyambar tissue yang berada tidak jauh darinya dan tanpa melepaskan genggaman tangan Selena. Kemudian, dia mengusapkannya perlahan pada dahi sahabatnya yang berkeringat.


“Kenapa kau sangat gugup? Rilex Baby!” ucap Jennie enteng.


“Damn! Aku tidak tahu kenapa aku begitu gugup. Semua perasaan ini aneh.”


Tentu saja Selena gugup, ini adalah pernikahannya yang pertama kali dalam hidupnya. Terlebih menikah adalah hal yang begitu dihindarinya.


Hari ini dia akan menjadi pemeran utama dalam pesta. Dia akan berjalan dan semua orang menatap ke arahnya. Meskipun bukan pertama kali Selena menjadi pusat perhatian, entah kenapa hari ini rasanya berbeda.


“Apa kau sudah meminum obat dariku?” tanya Jonathan.


Kedua mata Selena membulat. “Ya obat itu! Aku akan memakannya sekarang.”


Wanita cantik itu segera mengambil obat dan air minum. Dia memasukan pil kecil berwarna putih itu ke dalam mulutnya lalu mendorongnya menggunakan air mineral.


“Melihatmu seperti ini, aku jadi tidak ingin menikah,” celetuk Jennie.


Tidak tahu kenapa aku juga malah memutuskan menikah. Batin Selena.


......................


Suasana pada aula gedung sudah sangat ramai. Banyak orang berdatangan dari kalangan atas. Pebisnis, aktris, dan teman-teman Selena maupun Felix menjadi tamu di acara hari ini.

__ADS_1


Kedua orangtua Selena, Johan dan Marie sibuk menyambut tamu yang berdatangan. Mereka beriringan dengan besan, yang tak lain adalah anggota keluarga dari pihak mempelai pria. Hubungan keduanya baik, dan saling menghargai.


Sementara itu di sisi ruangan seorang bocah kecil bersama dua pelayan sedang sibuk latihan membawa bunga. Hari ini khusus bagi Kenzo akan berjalan di atas altar dan menabur bunga-bunga. Awalnya bocah kecil itu menolak, namun dia dibujuk akan dibelikan robot kesayangannya jika dia melakukannya.


Seketika seorang wanita dan pria paruh baya mendekatinya. Membuat Kenzo menatap mereka dengan bingung. Dua orang itu terus menatap Kenzo dengan senyuman kagum.


“Ah~ Dia sangat tampan. Benar-benar mirip dengan Felix sewaktu kecil.”


Pria paruh baya itu tersenyum simpul. Dia mengulurkan kedua lengannya ke arah Kenzo. “Cucu kecilku, kemarilah.”


Kenzo hanya terdiam dan bingung. Dia mengenggam lengan pengasuhnya. Lalu tidak lama kemudian Marie mendekatinya. Memperkenalkan siapa wanita dan pria paruh baya itu kepada Kenzo.


“Kenapa aku memiliki dua grandma dan dua grandpa?” tanyanya dengan polos.


Marie menghela nafasnya dan tersenyum. Susah menjelaskan hal semacam itu pada bocah sekecil Kenzo. Dan lagi, putra dari Selena itu sangat suka bertanya sampai akarnya.


“Sekarang kau juga memiliki papi, bukan? Jadi, grandma dan grandpa yang kau miliki bertambah,” lugas Marie.


“Oh baiklah.” Bocah kecil itu mengangguk mengerti. “Apakah mainanku juga akan bertambah?”


“Tentu saja mainanmu akan bertambah banyak. Grandpa akan membuatkan istana mainan untukmu,” ucap Tuan Alexander.


“Benarkah?” Bola mata Kenzo berbinar.


“Tentu saja.”


“Yeay!” seru Kenzo seraya melompat ke dalam pelukan kakek barunya.


Marie tersenyum lega. Setidaknya pendekatan Kenzo dengan keluarga Alexander tidak serumit yang Marie bayangkan sebelumnya.


Kenzo juga merupakan cucu pertama dua keluarga ternama. Mereka tentu akan membuatnya selalu bahagia dan berkecukupan.


Alunan melodi mulai diiringkan. Para tamu mulai duduk di meja mereka masing-masing. Pengantin pria berada di ujung altar bersama wali nikah menunggu sang mempelai wanita datang.


Selena menelan salivanya susah payah. Jantungnya berdegup sangat kencang dan tangannya berkeringat. Dia sangat gugup.


Dia pikir meeting dengan klien penting dan memenangkan tender triliunan adalah hal paling gugup selama hidupnya. Ternyata pernikahannya sendiri telah mengguncangnya.

__ADS_1


Kau harus tetap tenang. Jangan gugup. Perhatikan jalanmu, jangan menginjak gaun pengantin atau menjatuhkan cincin.


Nasihat Jennie dan Jonathan terngiang di dalam kepalanya. Damn! Mereka pikir Selena sebodoh dan seceroboh itu untuk melakukan hal tersebut.


Wanita cantik yang menjadi pemeran utama pada hari ini memulai langkah pertamanya di atas altar. Dia berjalan didampingi sang ayah, Johan Geovandra. Dan jangan lupa bocah kecil yang menaburkan bunga tepat di depannya.


Meskipun hati dan pikirannya kalut, tapi Selena masih bisa menyimpulkan senyuman gembiranya.


Langkah kakinya hampir sampai di ujung altar. Akhirnya dia berhasil untuk tidak menginjak gaun pernikahan ataupun terjatuh di atas altar atau melakukan tindakan ceroboh lainya.


Sesampainya di ujung, Felix mengulurkan lengannya untuk menyambut Selena, membawanya berdiri di sisinya untuk mengucapkan janji-janji suci pernikahan.


Pernikahan berlangsung, janji-janji suci dan sakral mulai diucapkan oleh kedua pengantin. Beberapa anggota keluarga mulai terharu dan menangis. Terlebih lagi Marie dan juga Johan.


“Akhirnya dia menikah,” ucap Marie pelan.


“Ya, akhirnya bocah nakal itu menikah.”


Sementara Kenzo duduk di antara dua kakek dan neneknya. Bocah kecil itu menatap dua orang tersebut dengan bingung. Bertanya-tanya kenapa kakek dan neneknya menangis.


Di dalam keluarga Felix, hanya Tuan besar Alexander yang merasa senang. Akhirnya apa yang diinginkannya selama ini terwujud. Meskipun tiba-tiba dia memiliki cucu kandung, namun wanita yang dipilih Felix tidak salah. Putranya itu memilih wanita cantik dan pintar, yang terpenting dari keluarga terpandang.


Anggota keluarga Alexander yang lain sedikit tidak suka pernikahan yang digelar itu. Terlebih lagi Renee dan ayahnya, dia ingin menyabotase pernikahan tersebut namun segera diperingati oleh Felix. Pria itu akan mengusir mereka jika ayah dan anak itu melakukannya.


Suasana di atas pelaminan menjadi hening saat janji suci telah diucapkan oleh kedua mempelai. Selena malah membuang wajahnya di arah lain, sementara Felix terus menatapnya dengan intens.


Pria itu mendekatkan wajahnya pada sisi wajah Selena. “Kenapa kau terus membuang wajahmu seperti itu? Apa kau sedang merasa malu sekarang?”


Selena menolehkan wajahnya untuk menatap pria yang kini sudah sah menjadi suaminya. Dia berdecih samar. “Kenapa harus malu?”


Felix mendekatkan wajahnya untuk mencium bibir istrinya sekilat, lalu menariknya kembali dengan senyuman. Saat itu, semburat merah pada wajah Selena mulai bermunculan.


Wanita cantik itu tersipu.


...****************...


Yeaaay akhirnya di 100 chapter mereka menikah jugaaa guyssss.

__ADS_1


__ADS_2