Passionate Night

Passionate Night
*PUNISHMENT


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Kau bermain terlalu liar Selena.”


“Huh? Apa kau sendiri tidak liar?”


Kau meninggalkanku dan lebih memilih menonton konser mantan kekasih? Kalimat ini hanya mampu Selena katakan di dalam hati.


“Tidak,” ungkap Felix. Dia tidak merasa jika dirinya sendiri juga liar.


“Cih! Aku malas. Jangan ganggu aku!”


Selena hendak pergi dari hadapan Felix. Namun pria itu segera mencekal kepergiannya dengan menarik lengan Selena kembali.


“Jangan menahanku!" kata Selena dengan nada marah.


“Aaaah, Felix!”


Felix mengangkat tubuh Selena ke atas bahunya. Menggendong tubuh sintal itu lalu membawanya masuk ke salah satu kamar resort yang tidak jauh dari pinggiran pantai. Dia mengunci pintu itu, lalu menghempaskan tubuh Selena ke atas ranjang.


Selena dengan segera beranjak dari kasur sebelum Felix sempat mendekatinya. Dia melangkah menuju sofa dan duduk tegak di sana. Dia tahu jika Felix mengunci pintu, dan membuatnya tidak bisa keluar bagaimana pun caranya.


Pandangan Selena mengarah ke arah lain dengan wajahnya yang berkerut kesal. Felix mengakui kesalahannya karena telah menarik Selena begitu saja dari pesta. Tapi apa yang bisa dia lakukan selain itu. Selena tidak akan mendengarkan ucapannya.


Pria itu melangkah mendekatinya, bersimpuh di hadapan Selena dan mencium punggung tangan wanita cantik itu sebelum Selena menariknya kembali dengan cepat. Felix menghela nafas panjang.


“Kau marah padaku?” tanya Felix.


“Tentu saja! Kau menarikku keluar dari pesta seperti itu. Siapa yang tidak akan marah?” gerutu Selena, masih mengalihkan pandangannya kepada Felix.


Felix kembali memegang telapak tangan Selena, kini dengan erat agar wanita cantik itu tidak bisa menariknya kembali.


“Kau marah karena artikel yang beredar tentangku?” tanya Felix lagi dengan nada lembut. Namun nada suaranya itu tidak menurunkan ketegasan pada raut wajahnya. Raut wajahnya selalu terlihat sama.


“Cih siapa yang peduli, aku bahkan tidak sempat membacanya,” gumam Selena rendah namun Felix masih bisa mendengarnya.


Felix tersenyum simpul. Perkataan Selena menunjukan jika dia tahu mengenai artikel itu. Hatinya pasti merasa marah dan cemburu. Itulah sebabnya Selena terus menjauhinya beberapa hari terakhir ini.


“I'm sorry, Selena,” kata Felix.


Arah pandang Selena langsung tertuju kepada pria itu. Dia meminta maaf. Sejak kapan seorang Felix Alexander pintar untuk meminta maaf kepada orang lain. Meskipun begitu, hati dan pikiran Selena belum bisa menerimanya begitu saja.

__ADS_1


Asalkan Felix tahu. Selena adalah tipe wanita yang sangat susah untuk membuka hatinya. Jatuh cinta, dan menjalin suatu hubungan adalah hal tabu di dalam kehidupannya. Tapi untuk Felix, dia mampu melakukan itu semua. Demi pria itu. Namun apa yang didapatnya setelah melakukan itu semua. Hanya kekecewaan.


“Untuk apa?” tanya Selena. “Untuk apa kau meminta maaf.”


“Karena aku bersalah padamu,” lugasnya.


Selena terdiam sejenak. “Aku tidak suka kau bersikap seenaknya. Jangan mengangguku atau menarikku dari pesta lagi,” kata Selena memperingati.


Felix menatapnya dalam-dalam. “Ya.”


“Baguslah.”


Selena membuang arah pandangnya dari Felix ke tempat lain. Dia sengaja mengatakan hal itu agar Felix tidak merasa besar kepala karena Selena sebenarnya marah karena artikel yang beredar mengenai pria itu. Selena tidak mungkin memperlihatkan rasa cemburunya kepada pria itu.


“Kau mau mandi?” tanya Felix.


“Di larut malam?”


“Tubuhmu penuh dengan alkhohol.”


Selena mencium alkhohol yang menguar dari tubuhnya. Benar. Selain bau alkhohol, dia juga sangat berkeringat karena berjoget bersama orang-orang dan berdempetan dengan mereka.


“Ya,” kata Selena mengiyakan.


“Aku akan membantumu.”


......................


Di dalam kamar mandi. Felix membantu Selena untuk melepaskan semua kain yang menempel pada tubuh wanita cantik itu. Lalu, dia mulai menyalakan air shower untuk membasahi tubuh sintal Selena.


Telapak tangan Felix menyentuh beberapa bagian tubuh Selena, dan membersihkannya. Ya, hanya membersihkannya. Dia tidak melakukan hal lain. Felix hanya ingin membantu Selena mandi karena wanitanya itu mabuk berat. Dia tidak mau Selena tertidur di dalam kubangan air jika mandi sendiri.


Selena merasakan segar pada tubuhnya. Apalagi ketika Felix membersihkan setiap inci kulit putih mulusnya, dan dia cukup terdiam. Akan lebih baik jika setiap hari ada orang yang selalu membantunya untuk mandi. Dia tersenyum di dalam hati.


************


Selena mengenakan bathrobe untuk menutupi tubuh polosnya. Kamar itu bukanlah kamar milik Selena ketika dia datang ke pulau itu. Jadi, Selena tidak bisa menemukan barang-barangnya di sana. Terpaksa dia memakai apa yang ada untuk menutupi tubuhnya.


Langkahnya berjalan menuju Felix yang sedang berdiri di depan jendela besar yang menyuguhkan pemandangan tepi pantai. Pria itu sedang menghisap batang nikotin miliknya.


Selena mengambil satu rokok dan pematik api milik Felix. Ikut menghisap rokok untuk menghangatkan suhu tubuhnya.


“Apa yang kau pikirkan?” tanya Selena saat melihat Felix hanya terdiam dan memandang kosong ke arah luar.


Felix menoleh ke arah Selena lalu menjawab, “Tidak ada.”


Selena tidak percaya itu, namun dia mengangguk untuk mengiyakannya. Terserah pria itu saja. Mungkin dia sedang memikirkan mantan kekasihnya. Ya bisa saja.

__ADS_1


O ****! Apakah aku cemburu?


Selena mematikan sulutan rokoknya, lalu berjalan ke arah ranjang dan naik untuk mendudukkan dirinya ke atas sana. Felix tidak tinggal diam, dia mengikuti langkah wanitanya.


“Jadi, apa yang membuatmu datang ke sini, Tuan Felix? Kau belum menjawab pertanyaanku tadi.”


Felix duduk di samping Selena, menatap wanita cantik itu dengan tajam. “Bukankah sudah aku katakan jika aku datang untuk menghukumu karena bermain terlalu liar.”


“Aku hanya berpesta. Apa yang terlalu liar menurutmu?” Selena terkekeh samar.


“Berdekatan dengan pria tidak terlalu liar menurutmu?”


Selena mengeryitkan halisnya dan menatap ke arah Felix. “Kau ... cemburu?”


“Ya tentu saja, Selena,” lugas Felix dengan jelas dan gamblang.


Selena menelan salivanya. Sangat mudah bagi pria itu mengatakan perasaanya. “Lupakan saja.”


Selena membaringkan tubuhnya dan tertidur di atas ranjang, dia memejamkan mata, menenggelamkan tubuhnya di bawah selimut tebal.


Felix masih menatap Selena. Apa yang dimaksud dengan 'lupakan saja'. Bagaimana bisa dia menyikapi kekasihnya yang sedang cemburu dengan setenang itu. Dia sangat tidak perhatian.


Pria itu mendekatkan bibirnya tepat di depan telinga Selena lalu mengatakan, “Setidaknya kau membujukku ketika aku cemburu.”


Seluruh tubuh Selena meremang saat nafas Felix mengenai tengkuk lehernya. Dia langsung membuka mata, melihat Felix yang berjarak sangat dekat dengannya.


“Membujukmu?” tanya Selena.


“Ya, Baby.”


Tiba-tiba Felix mengangkat tubuh Selena ke atasnya. Lalu memeluk tubuh sintal itu dengan erat.


“Sekarang bujuklah.”


“Aku tidak pernah membujuk seorang pria, jadi aku tidak tahu.” Selena mengatakan terus terang.


“Lakukan saja seperti yang kau lakukan di kantorku kemarin, Baby.”


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like, koment dan juga fav yaaaa. Byebye.

__ADS_1


__ADS_2