Passionate Night

Passionate Night
*EXCITEMENT


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Selena telah memesan kamar di Hotel Gold Luxury dengan kamar nomor 2238. Wanita cantik itu menyiapkan segalanya dari pukul tujuh sampai sembilan malam. Menyiapkan meja kecil yang dihias romantis dengan satu botol wine yang diletakan diatasnya, mengemas ranjang, dan juga mempersiapkan dirinya sendiri.


Dia merendam tubuhnya dengan susu selama lima belas menit, membuat kulit tubuhnya lembut dan kenyal. Merias tipis wajahnya, membiarkan rambut panjangnya terurai. Tubuh sintalnya terbalut mini dres yang sangat ****, dan memperlihatkan setiap lekuk pada tubuhnya.



(Foto by Pinterest)


Selena mematut dirinya di depan cermin selama beberapa menit. Berpikir kenapa dia harus menyiapkan semua ini dengan sangat spesial untuk Felix. Dia menghela nafasnya dalam-dalam.


Aku terlalu menikmati hubungan ini dan larut ke dalamnya. Batin Selena.


Tidak lama setelah itu, pintu kamarnya diketuk dari luar. Selena melihat siapa yang datang dari lubang interkom. Tentu saja Felix, siapa lagi. Pria itu benar-benar datang tepat waktu.


Pria itu berdiri di depan pintu. Aroma wangi semerbak menguar dari dalam kamar dan juga tubuh wanita cantik di hadapannya. Dia menatap Selena dengan intens. Tatapannya menelisik setiap inci tubuh wanita cantik itu.


“Kau sangat cantik, Babe,” puji Felix seraya memeluk dan menciium pipi Selena sekilas.


Selena menggiring Felix untuk masuk ke dalam kamar. Pria itu langsung tersenyum simpul melihat kondisi kamar yang sudah disiapkan dengan sangat romantis itu.


“Kau menyiapkan semuanya?” tanya Felix.


“Ya. Bagaimana, kau suka?”


“Tentu saja.”


Selena meminta Felix untuk duduk di kursi yang telah dia sediakan. Lalu wanita itu menyalakan lilin di atas meja, dan mematikan lampu kamar hotel. Setelahnya, Selena menuangkan redwine ke dalam gelas.


Suara gelas berdenting mengiringi malam romantis mereka. Keduanya saling menyesap minuman mereka masing-masing. Disaat yang bersamaan Felix tiba-tiba terbatuk saat meminum redwine tersebut.


Selena terkekeh samar. “Ada apa?” tanyanya masih dengan tawa.


“Kau mencampurkan sesuatu ke dalamnya?” tanya Felix.


“Bagaimana kau baru menyadari itu setelah meminumnya? Aku pikir Felix Alexander adalah pria terpintar dan tidak bisa dikelabui,” ungkap Selena.


Felix masih terbatuk. Dia meletakan gelas berisi redwinenya ke atas meja, dan menatap wanita cantik yang sedang terkekeh menertawakannya itu.

__ADS_1


“Jadi Tuan Felix, apa kelanjutannya sekarang?”


Selena menatap Felix dengan seringai. Dia melepaskan higheels yang dipakainya lalu dengan sengaja telapak kakinya meraba kaki Felix dengan perlahan, menggigit bibir bagian bawahnya untuk menggoda pria itu.


Felix merasakan sentuhan Selena, dan juga merasakan suhu tubuhnya yang meningkat. Tubuhnya menjadi panas, gairah seksualnya hidup lebih cepat.


“Haha.” Selena tertawa nyaring. “Aku bahkan masih bisa merasakan efek obat itu ketika kau memberikannya di tempat gym hari itu, apa kau ingat?”


“Jadi kau ingin membalas dendam?” tanya Felix dengan suaranya yang parau.


“Tidak.” Selena menggeleng samar. “Aku ingin melihat bagaimana obat itu bekerja padamu.”


Selena menegak habis redwine di dalam gelasnya. Wanita cantik itu lalu beranjak dari kursinya dan menghampiri Felix, mendudukkan tubuhnya pada pangkuan pria itu dan langsung mendapat sambutan hangat dari Felix.


Felix mengendus tengkuk leher Selena, mencium aroma khas yang menguar dari tubuh wanita cantik itu. Dia semakin tergoda, lengannya tidak tinggal dia untuk menjelajah setiap inci tubuh wanita cantik itu.


“Perlahan,” kata Selena seraya menurunkan lengan Felix yang sudah berada di atas squishy miliknya.


Felix memiliki keinginan yang tinggi untuk menjajah wanita cantik itu. Ditambah efek obat yang Selena campurkan ke dalam minumannya membuat Felix tidak bisa mengontrol dirinya sendiri. Sementara wanita gila ini sengaja mempermainkannya.


“Selena, katakan bagaimana kau mencoba menahanku, aku sudah tidak bisa mengendalikannya lagi dan hampir membawamu ke atas ranjang,” ungkap Felix.


Selena melingkarkan kedua lengannya pada tengkuk leher pria itu. Menatap Felix dengan senyuman, dan semakin mendekatkan wajahnya. Ketika Felix ingin menciumnya, dia malah menarik wajahnya menjauh.


“Bagaimana jika obat penawar?” saran Selena.


Felix menggendong tubuh Selena, lalu menghempaskannya ke atas ranjang. Dia membuka kemeja putih yang dikenakannya, dan membiarkan tubuhnya bertelanjang dada. Pergi naik ke atas ranjang untuk menindih tubuh wanita cantik itu dan memberikan sentuhan seductive pada setiap inci tubuh Selena.


Selena mengerang mendapatkan sentuhan dari Felix. Namun kedua lengannya sesekali mendorong agar pria itu menjauh. Bibirnya tidak bisa berkata-kata karena Felix membungkamnya dengan bibirnya.


Sentuhan demi sentuhan yang Felix berikan kepadanya semakin membuat tubuh Selena menggelinjang hebat. Cengkraman tangannya pada kepala pria itu semakin kuat, menjambak setiap helai rambut dengan erat.


“Felix!” pekik Selena saat pria itu mencoba memegang inti tubuhnya. “Jangan sentuh itu. Ini adalah masa periodku!”


Felix tertegun seketika, menghentikan segala aktivitasnya pada tubuh Selena. Dia menarik tubuhnya untuk menatap Selena dengan tajam.


“Apa katamu?” tanya Felix memastikan.


Selena tersenyum dengan tenang. “Masa periodku.”


“Kau serius?” Felix berkerut kening.


Wanita cantik itu mengangguk dengan wajah tanpa dosa.


“Damn damn damn!” umpat Felix seraya beranjak dari menindih tubuh Selena.

__ADS_1


Selena terkekeh dengan sangat puasnya. Dia membenarkan tali dress-nya yang turun akibat Felix lalu beranjak duduk di samping pria itu. Kemudian, dia menyodorkan dua pil bulat kecil kepada Felix.


“Obat penawar.”


Felix mengambil obat itu dan langsung memakannya tanpa air. Selena melirik pria dengan penampilan yang sudah tidak karuan itu. Perutnya semakin geli.


Suara tawa Selena memenuhi indera pendengaran Felix. Wanita cantik itu ternyata sangat suka ketika mempermainkannya. Menyiksa Felix seperti itu. Felix tidak bisa menerimanya.


Dia menarik pergelangan tangan Selena, membuat wanita cantik itu tersentak dan langsung menghentikan gelak tawanya.


“Apa?” Selena mendongak menatap Felix.


“Apa kau menginginkan ice cream?” tanya Felix masih dengan suaranya yang parau.


Damn!


*********


Selena mengibaskan telapak tangannya yang pegal akibat ulah Felix. Dia baru saja keluar dari dalam toilet setelah membasuh tangannya karena kotor setelah terkena cairan kental dari pria itu.


Damn! Percaya atau tidak, ini adalah kali pertamanya melakukan 'itu' dengan tangan. Selena tidak berpengalaman sama sekali kecuali dia pernah melihatnya dari film biru yang pernah dia tonton.


Langkah Selena mendekati Felix yang sedang menyulut batang nikotinnya di sisi jendela. Angin malam menerpa wajahnya dengan sangat dingin karena pria itu membuka jendela untuk membuat asapnya keluar.


“Selena, menikahlah denganku,” kata Felix dengan tiba-tiba seraya menolehkan wajahnya ke arah Selena.


Selena terdiam sejenak, pandangannya masih mengarah pada pemandangan malam kota di luar jendela.


“Menikah?”


“Ya, aku ingin kita memiliki hubungan yang serius.”


Felix memegang kedua bahu Selena, lalu memegang dagu wanita cantik itu agar mengarahkan pandangannya padanya.


“Menikahlah denganku, Selena.”


Selena tertegun dan seketika mematung. Malam ini seharusnya dia bersenang-senang karena telah mempermainkan Felix. Tapi Selena malah balik di permainkan oleh pria itu, dan malah di ajak untuk menikah.


Aku? Menikah? Mungkinkah?


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa like, koment, dan juga subscribe yaaaaaaaa. See you.


__ADS_2