Passionate Night

Passionate Night
*ENSURE


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Felix ....


Selena menolehkan pandangannya pada pria yang berdiri tidak jauh darinya. Pria itu memakai stelan gym, rambutnya yang basah karena peluh, dan peluh yang menetes membasahi dadanya. Selena menelan salivanya susah payah.


Pria itu berkeringat, dan membuatnya terlihat semakin ****. Otot-otot perutnya tercetak jelas saat bajunya yang basah menempel pada perut sispax miliknya. Selena seakan terhipnotis dengan pemandangan indah itu, dia enggan mengalihkan perhatiannya.


Felix berjalan mendekatinya. Saat itu Selena baru mengedipkan matanya agar tersadar dari memandangi bentuk tubuh Felix yang sangat indah. Dia langsung menatap Felix menggunakan ekspresi kesalnya.


“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau mengancamku?” cecar Selena.


Felix memerintah pelayan tadi untuk pergi, lalu pelayan tersebut menurutinya. Kini hanya dia dan Selena yang berada di ruangan Gym tersebut.


“Ya, karena aku akan melakukan apapun yang aku inginkan untuk bisa mendapatkanmu.”


Damn! Pria gila!


Felix menarik tangan Selena untuk mendekat, membawa tubuh sintal wanita cantik itu ke dalam dekapannya. Di dalam hatinya Felix masih tidak yakin dengan berita yang beredar yang dia dengar kemarin. Mungkin itu adalah pengalihan issue.


Aku tidak yakin dia tidak akan tergoda.


Lengan Felix mencoba meraih kancing baju Selena, dia hendak membukanya namun Selena segera menepis lengan pria itu dengan cepat.


“Shit! Apa yang kau lakukan?” pekik Selena seraya lengannya terus meronta dan mendorong tubuh Felix. Namun apa daya tenaga pria itu begitu kuat, membuat rontaan Selena sia-sia karena tidak menggeser tubuhnya sedikitpun.


“Aku akan mengganti pakaianmu,” ujar Felix enteng, memberikan reaksi kesal pada wanita di dekapannya.


“Damn! Kau gila?”


“Kau sangat susah diatur, Selena.”


Felix menghentikan tindakannya pada Selena. Dia melepaskan pelukannya pada tubuh sintal itu dan beralih memegang kedua bahu Selena dengan erat, membuat rasa sakit muncul di area bahu wanita cantik itu. Mata elang Felix menatapnya dengan intens, dan tatapan pria itu seketika mampu membuat Selena berhenti memberontak. Dia langsung terdiam.


“Aku memintamu mengganti pakaian, dan kau menolak.”


“Kau gila! Aku bisa melaporkanmu karena pelecehan sexual.”

__ADS_1


“Lakukan jika kau ingin melakukannya.”


Selena sangat kesal pada pria itu, namun dia juga tidak bisa melepaskan diri dari jeratannya meskipun dia meronta sekuat tenaga. Meskipun Felix hanya meminta hal sepele padanya, namun semua yang berhubungan dengan pria itu Selena tidak bisa menerimanya begitu saja.


“Menurutlah, ganti pakaianmu,” kata Felix kemudian melepaskan cengkramanya pada bahu Selena.


“Bastard!” umpat Selena kesal, lalu mengambil handbagnya yang jatuh ke atas lantai dan segera berlalu pergi dari hadapan pria itu.


Wanita ini sangat susah diatur!


.............


Selena mengganti pakaiannya sesuai dengan apa yang diminta oleh pria itu. Pakaian gym biasa berwarna hitam, dan ukuran yang sangat pas dengan tubuhnya. Di dalam hatinya dia bertanya-tanya, apakah Felix mengajaknya untuk berolahraga?


Langkahnya keluar dari ruang ganti, dan pergi menuju ruang utama. Selena mengedarkan pandangannya dan mencari di mana pria itu, namun dia tidak dapat menemukannya di mana pun. Tapi seketika benda dingin menyentuh pipinya, Felix datang membawa dua botol whisky bersamanya.


“Kau akan berolahraga sambil mabuk, kau gila?” umpat Selena. Dia benar-benar tidak bisa menebak apa yang akan dilakukan oleh pria gila itu.


Satu jam yang lalu Felix sedang berolahraga mengangkat besi. Tiba-tiba pikirannya teralihkan pada masalah yang menyangkut Selena. Dia tidak yakin jika wanita itu tidak tertarik pada pria.


Felix memikirkan segala cara agar bisa membuat wanita itu datang menemuinya, sampai ancaman mengenai scandal di antara dirinya dan Selena menjadi ide untuk menarik wanita itu mendekat. Felix menariknya ke tempat gym untuk bermain dengannya.


“Kau suka minum, bukan?”


“Aku mencium bau beer dari tubuhmu,” ungkap Felix, dan membuat Selena tidak bisa beralasan lagi.


“Jadi, kenapa kau memintaku mengganti pakaian?”


“Tentu saja untuk berolahraga.”


“Minuman itu?” tanya Selena dengan detail, dia tidak mau terkena perangkap dari pria bastrad itu lagi.


“Untukmu jika kau tidak bisa melakukan olahraga yang aku sarankan.”


Selena memutar bola matanya malas. Apakah sekarang kehidupan seorang Selena Geovandra sudah menjadi milik pria itu, sampai-sampai dia mampu memerintahnya dengan mudah. Jika saja pria itu tidak mengancam Selena dengan foto skandal itu, mungkin Selena tidak ingin menemuinya. Pria gila!


“Setelag ini apa kau akan menghapus foto itu?” tanya Selena.


Felix menoleh ke arahnya, dan menatap Selena dengan senyum simpul. “Tidak buruk memiliki skandal denganku.”


“Cih, aku malas.”


Felix meminta Selena untuk mendekat. Pria itu telah mengatur kecepatan treadmill yang akan dipakai Selena sama dengan treadmill yang akan dipakai olehnya.

__ADS_1


“Waktunya setengah jam,” kata Felix seraya mengedikan dagunya, memerintah Selena untuk naik ke atas alat olahraga tersebut.


Selena berdecih samar, tatapannya merendahkan pria di sampingnya. Kemudian dia naik ke atas treadmill, begitu pula dengan Felix. Keduanya menekan tombol start secara bersamaan.


Keduanya gemar berolahraga, tantangan itu tidak membuat mereka kewalahan. Terlebih lagi Selena, itu hanyalah tantangan kecil baginya. Felix terlalu meremehkannya jika dia menganggap olahraga lari di atas treadmill selama setengah jam adalah sebuah tantangan


Setengah jam berlalu, mereka berdua sama-sama mematikan alat olahraga mereka. Selena berdiri menyender pada pegangan treadmil, dia memandang Felix dengan ekspresi mengolok-oloknya.


“Aku menang, dan aku akan pergi.”


“Tidak. Masih banyak tantangan yang harus kau selesaikan.” Felix menunjuk beberapa alat olahraga yang akan dia pakai untuk menyiksa Selena.


O Lord! Selena melihat satu persatu alat olahraga yang ditunjukan oleh Felix, dan bahunya melemas. Sebenarnya apa tujuan pria itu menyiksanya seperti itu. Andaikan Selena bisa menghapus foto skandal yang Felix gunakan untuk mengancamnya, mungkin dia tidak akan sesengsara itu.


Mereka berdua berolahraga bersama. Semua tantangan yang Felix berikan kepada Selena dapat terselesaikan. Kali ini mereka berhenti pada olahraga mengangkat barbel, Felix meminta Selena mengangkat benda berat itu dari mulai dua setengah kilo hingga dua puluh kilo.


“Dua puluh lima.”


Sialan! Ini sangat berat, dia menjebakku!


“Kau tidak bisa mengangkatnya?” tanya Felix, dia menyodorkan satu botol whisky pada Selena. Tantangannya memang seperti itu, jika dia tidak bisa melakukannya, maka Selena harus minum minuman alkhohol itu.


Selena menyerah, dia benar-benar tidak bisa mengangkatnya. Lengannya menyambar minuman yang dipegang oleh Felix, membukanya lalu menegak minuman itu tanpa gelas, dia menghabiskan seperempatnya. Perutnya langsung merasa panas.


Sebelah ujung bibir Felix terangkat melihat wanita cantik itu meminum minumannya. Dia melanjutkan untuk mengangkat benda berat dan membiarkan Selena.


Sementara Selena seketika mengeryitkan dahinya, dia melihat botol whisky yang sedang dipegangnya sambil merasakan tubuhnya yang tiba-tiba memanas.


“Kau mencampurkan apa ke dalam minuman ini?” pekik Selena, wajahnya mulai memerah padam.


Felix tersenyum simpul, dia meletakan barbelnya ke atas lantai lalu berjalan mendekati Selena. Dia mendekatkan wajahnya tepat di depan wajah cantik wanita itu, lalu berbisik;


“Sesuatu seperti yang kau campurkan malam itu.”


.


.


.


***Bersambung ....


Haii guysss jangan lupa like, koment, dan juga fav yaaaaaa untuk terus menyemangati Author. See you***.

__ADS_1


__ADS_2