
Happy Reading guysss ....
.
.
.
Selena sudah siap dengan bikini warna hitam yang terpasang rapih pada tubuh sintalnya. Kesan **** pada tubuh wanita cantik itu terlihat jelas. Membuat siapapun yang melihatnya tergiur akan keindahan tubuhnya.
Jemari lentiknya membuta pintu kaca kamarnya yang memiliki akses langsung dengan kolam renang luar. Di sana, Felix sudah menunggunya dengan segelas wine dan kondisi bertelanjang dada. Siap untuk berenang bersama.
Selena melangkah mendekati Felix, menyentuh lengan prianya sampai pria itu menolah untuk menatap penampilannya.
Beautiful and sexy!
Felix selalu menyukai bentuk tubuh Selena yang sangat dijaga oleh wanita itu meskipun telah memiliki seorang putra. Dia tidak pernah mengabaikan berat dan bentuk badannya disela kesibukannya bekerja dan mengurus anak.
“Malam ini sangat dingin, kau harus menghangatkan tubuhku, Baby,” bisik Felix pada Selena.
Wanita cantik itu tersenyum simpul mendengarnya. “Tentu saja, Honey.”
Kemudian Selena mengambil gelas berisi redwine milik Felix dari genggaman tangan pria itu. Lalu dengan sengaja dia mendorong tubuh Felix sampai terjatuh ke dalam kolam renang.
Bruuy!
Tidak lama setelah itu, Selena menyusulnya dengan masuk ke dalam air. Dia berenang menghampiri Felix yang berada tidak jauh darinya. Keduanya saling bertatapan, kemudian meraih bibir masing-masing. Seperkian detik tautan bibir mereka terlepas lagi.
“Temani aku berenang,” pinta Selena.
Dia menarik lengan Felix dan membawanya ke dalam air untuk berenang. Felix berenang di sampingnya sesekali iseng untuk menggoda Selena di dalam air. Pria itu memeluk, menciium, dan membuka tali bikini milik Selena di dalam air. Beberapa menit kemudian keduanya kembali naik ke atas air.
“O ****! Bikiniku!” umpat Selena seraya mengedarkan pandangan mencari bikininya yang tidak sengaja terlepas. Kini, bagian dada wanita cantik itu sudah polos karena tingkah iseng Felix di dalam air tadi yang menyebabkan bikininya terlepas.
Felix memegang bahu Selena. “Tidak perlu mencarinya. Aku lebih menyukai kau seperti ini.”
Selena menatapnya dan bergumam dal hati. Dasar cabuul!
Felix tidak bisa menahannya lagi untuk tidak menyentuh istrinya. Dia segera menggiring Selena ke tepi kolam renang dan menyudutkannya di sana. Dia menatap wanitanya dengan intens sebelum bibirnya meraup habis bibir sintal di depannya.
Jemari pria itu liar di dalam air, membuka bagian lain dari bikini Selena yang masih terpasang di dalam sana.
“Ugh Felix ....”
__ADS_1
“Yes Baby, say my name!”
“UGH!” lenguh Selena saat pria itu perlahan menerobos lorong pertahanan miliknya.
Di dalam air. Ini adalah kali pertamanya bagi mereka. Tubuh yang lelah karena berenang dan juga suasana yang dingin sangat mendukung keduanya untuk melakukan penyatuan. Malam ini, akan menjadi malam yang sangat panjang untuk keduanya.
...****************...
Tok tok tok
Suara ketukan pintu membangunkan pasangan yang sedang tidur dan saling memeluk di atas ranjang.
Felix mengangkat tangan Selena perlahan yang tengah melingkar di perutnya lalu beringsut turun dari ranjang untuk pergi ke pintu dan melihat siapa yang datang. Sementara Selena masih berbaring di atas ranjang dan tatapan memperhatikan Felix.
Ugh! Tubuhku sangat sakit. Batinnya.
Felix membuka pintu tersebut dan melihat seorang pria dan berdiri di depan pintu sembari tersenyum simpul. Namun seketika senyuman dua orang itu pergi setelah melihat wajah Felix yang suram serta tatapan tajam yang menusuk.
“Maaf Tuan menganggu pagi anda. Kami akan melakukan pelayanan kamar,” ujar pria itu.
“Tidak perlu,” jawab Felix singkat lalu menutup pintunya kembali dengan rapat.
Dua orang staf resort di depan pintu masih terpaku. Tubuh mereka bergidik ngeri mendapati perlakuan salah satu tamunya itu. Mereka menyesal karena telah mengetuk pintu itu. Berjanji tidak akan melakukannya lagi di pagi hari meskipun atasan mereka memaksa.
“Cepat cepat!”
Setelah menutup pintunya Felix kembali ke ranjang dan duduk di samping Selena. Dia menciium pipi istrinya dan membuat wanita cantik itu membuka matanya kembali.
“Siapa yang datang?” tanya Selena dengan suara parau.
“Pelayan resort menawarkan pelayanan kamar.”
“Hmm,” gumam wanita cantik itu sebagai jawaban.
“Tubuhku sangat sakit,” keluhnya pada Felix.
Telapak tangan pria itu mengelus lembut punggung rata dan kulit mulus wanitanya. “Bersiaplah, aku akan membawamu ke pemandian air panas. Itu akan menyegarkan tubuhmu.”
“Baik.”
......................
Pemandian air panas yang disediakan resort cukup ramai pagi ini. Felix ingin meminta pihak resort untuk menutupnya selama dia dan Selena berada di sana. Namun Selena menolak hal tersebut. Dia tidak ingin menganggu kenyamanan pasangan lainnya.
__ADS_1
Selena sedang berendam di kolam air hangat saat Felix kembali bersama pelayan yang membawakan sarapan untuk mereka.
“Buka mulutmu,” pinta Felix seraya menyodorkan makanan pada Selena.
“Aaaa.” Selena menerima makanan itu dengan senyuman.
“Apakah lezat?”
“Ya sangat lezat. Akan lebih lezat jika kau terus menyuapiku,” ucapnya.
“Baiklah. Buka mulutmu lagi.”
“Aaaaa.”
Sikap romantis keduanya membuat beberapa pasangan yang berada di sana merasa iri. Terlebih lagi para wanita saat melihat Felix. Tampan, tinggi, dan memiliki tubuh atletis. Pria itu terlalu sempura.
Selena menyadari tatapan para wanita itu kepada pasangannya. Dia menyudahi memakan sarapannya dengan segelas jus lalu memeluk Felix dengan erat.
“Seperti ini lebih nyaman,” ucapnya seraya sedikit mendongakan wajahnya menatap Felix.
Felix tersenyum simpul. Dia sadar jika tingkah Selena merupakan tanda kepemilikannya terhadap Felix. Wanita cantik itu sengaja membuat para wanita lain yang berada di sana merasa semakin iri.
“Apa tubuhmu sudah merasa lebih baik?” tanya Felix.
“Ya sudah.” Selena melepaskan pelukannya pada Felix. “Aku akan pergi ke toilet.”
Selena naik ke atas lalu pergi menuju toilet. Langkahnya sedikit lebih cepat dari biasanya. Dia masuk ke dalam toilet dengan tergesa lalu memuntahkan semua isi perutnya. Entah kenapa perutnya tiba-tiba merasa sangat mual.
“Ugh! Apa karena bubur seafood itu?” gumamnya rendah.
Dia mencuci tangannya di wastafel, lalu mencuci mulutnya. Seorang wanita berdiri di sampingnya dan tengah melakukan hal yang sama.
“Apa kau baik-baik saja? Aku mendengar suaramu di dalam tadi,” tanya wanita itu kepada Selena.
Selena hanya tersenyum simpul. “Aku baik-baik saja, terimakasih.”
Wanita itu mengangguk samar. “Hal yang menyenangkan jika perjalanan bulan madu langsung membuahkan hasil,” katanya. “Jaga dirimu,” imbuh wanita itu sebelum pergi meninggalkan area toilet.
Selena mengeryitkan dahinya mendengar kata-kata wanita tadi. Apa yang dimaksud dengan kata-katanya. Hasil apa?
Setelah itu, Selena kembali ke kolam air hangat dan mendekati Felix di sana. Perutnya masih cukup merasa mual dan dia hanya duduk di tepi kolam renang dan mencelupkan kakinya di air.
“Ada apa?” tanya Felix saat melihat raut wajah Selena yang tampak gelisah.
__ADS_1
“Tidak ada.”