Passionate Night

Passionate Night
*DODGE


__ADS_3

Happy Reading ...


.


.


.


Selena tidak tahu harus mengatakan apa dengan orang-orang yang bertanya masalah hubunganya bersama Felix. Memang pelik, dia sendiri tidak tahu apa dia dengan pria itu menjalin hubungan atau tidak sehingga Selena tidak bisa menegaskan semuanya. Jika dia menolak untuk mengakui Felix, akibatnya akan lebih parah, dan pria itu akan bertingkah lebih jauh lagi. Sebaiknya Selena angkat tangan tidak tahu.


Kebimbangan itu juga sedikit membuatnya kesal. Tidak ada kejelasan dari pria itu untuk media tapi dia seenak jidatnya membuat banyak artikel kedekatan mereka berdua.


Pria gila, bodoh, bastard! Aku membencimu! Umpat Selena dalam hati.


Dia merasa sangat kesal, alih-alih menikmati acara makan siangnya bersama orangtua murid, dia malah dicerca oleh banyak pertanyaan mengenai Felix. Mana aku tahu?


Gara-gara pria itu hidupnya menjadi sulit dan rumit, memalukan karena namanya kini disangkut pautkan dengan artikel keluarga Alexander.


Aaah ****! Nama baikku!


“Mrs Selena?” Seseorang mengetuk pintu ruang kerjanya, dan masuk setelah mendapatkan ijin dari Selena.


“Aku akan membacakan jadwal Anda hari ini, Mrs.”


Lalu, Zoya sekretaris Selena membacakan deretan jadwal Selena yang begitu padat hari ini. Wanita cantik itu baru memiliki waktu luang pada jam sepuluh malam, karena dia memiliki janji temu dengan klien pada jam makan malamnya.


“Hubungi Jonathan, buat janji dengannya malam ini.”


“Baik, Mrs.”


Kemudian Zoya pamit untuk pergi keluar ruangan. Selena masih membaca beberapa dokument pekerjaan di atas meja, sementara kepalanya hampir pecah memikirkan antara pekerjaan dan juga masalah pribadinya.


Tidak lama ponselnya berdering, dia melirik ponsel itu dan mendapati nama Jonathan pada layar ponselnya. Selena mengambil ponselnya, lalu meletakan ke depan telinga dengan malas.


'Hei kau.' Jonathan berteriak. 'Kau sangat sibuk sampai-sampai tidak sempat menghubungiku, dan malah meminta sekretarismu untuk melakukannya?'


“Ah ya, aku sangat sibuk," jawab Selena malas, tidak mau meladeni ocehan pria itu.


“Temui aku nanti malam, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu,” imbuh Selena.

__ADS_1


Selena memutus sambungan teleponnya secara sepihak, dan dia yakin jika Jonathan sedang mengumpatinya di sana. Selena tidak peduli.


Dia kembali mencoba memfocuskan dirinya pada layar MacBook. Namun artikel yang menyangkut pautkan namanya terus membayangi Selena. Dia penasaran, pasalnya belum membaca seluruh isi artikel tersebut.


Selena menggerakan jemarinya dengan cepat, mencari artikel tentang dirinya lalu membaca semua isi kalimat yang tertulis di sana. Ekspresi wajahnya seketika berubah setelah membaca semua itu.


Heh, bukankah Leon memanggil semua orang dengan sebutan papa? Kenapa artikel ini malah membesar-besarkan masalah itu, dan menyangkut namaku! Gerutu Selena kesal. Dia tidak terima jika nama baiknya tercoreng sebagai penganggu hubungan orang.


Tiba-tiba ponselnya berdering, notifikasi panggilan masuk dari Felix. Selena langsung menyimpan ponselnya ke atas meja dengan posisi telungkup. Dia tidak ingin menjawab panggilan dari pria itu meskipun Felix menelponnya beberapa kali.


*********


Renee tersenyum senang dan sesekali terkekeh saat melihat isi layar ponselnya. Dia begitu puas dengan banyaknya berita yang beredar luas di internet yang mana artikel-artikel itu mengatakan jika Renee dan Felix cocok bersanding bersama, mereka adalah keluarga bahagia, dan yang lainya. Yang lebih membuat Renee senang adalah, nama wanita itu juga ikut terseret.


“Kau akan malu, bukan?” gumamnya rendah. “Jangan mencoba untuk merebut sesuatu dariku.”


Dia membaca banyak artikel itu dengan perasaan senang. Saat ini dunia tahu siapa Renee dan Felix sebenarnya. Beberapa dari mereka mencocokan mereka untuk berpasangan.


“Kau membuat keributan besar,” ucap John yang baru saja sampai kemudian duduk di samping Renee.


Renee melihat John sekilas lalu menatap layar ponselnya kembali.


Jemari Renee langsung terhenti bergerak di atas layar, dia menjawab, “Kenapa jika dia tahu? Aku tidak melakukan apa-apa. Semuanya dibuat oleh reporter dan tanganku bersih.” Lalu dia mulai membaca artikel di dalam ponselnya lagi.


John berdeham samar setelah mendengarkan ungkapan dari putrinya. Dia tidak bisa memprotes apapun, hanya berharap tujuannya tercapai dengan jalan yang mulus.


“Lakukan apa yang ingin kau lakukan, jangan berlebihan,” saran John kepada putrinya.


“Ya.” Renee menjawab dengan singkat.


******


Selena menyelesaikan semua pekerjaanya, dia harus mendapatkan hadiah untuk itu karena telah sepenuh hati mengabdikan diri di perusahaan keluarga. Seharusnya waktu luang Selena tepat pada jam sepuluh malam, namun waktunya baru senggang pada pukul dua belas tengah malam.


Dia melenggang masuk ke dalam club malam. Beberapa sorot mata langsung tertuju padanya, wanita yang masuk ke dalam club malam menggunakan stelan kerja. Itu sangat langka.


Selena tidak memperdulikannya, dia terus berjalan dengan cepat menuju privateroom yang telah disewa Jonathan. Sahabatnya itu mungkin sudah menunggunya selama dua jam lebih.


Sesampainya di privateroom, dia tidak mendapati siapapun di sana. Hanya tersisa beberapa botol minuman bungkus rokok. Selena mengambil ponsel dari dalam tas untuk segera menghubungi Jonathan.

__ADS_1


“Di mana kau?” tanya Selena.


“Hai Baby, aku tepat di belakangmu.”


Saat itu juga Selena langsung berbalik dan tersentak kaget ketika mendapati Jonathan berada tepat di hadapannya. Pria itu tersenyum gemulai kepada Selena.


“Apa kau mabuk sebelum minum? Kau membuka pintu yang salah,” kata Jonathan dengan gemulai, dan Selena langsung melihat nomor pintu yang baru saja dibukanya. Benar, nomor pintu itu salah, dia keliru.


Jonathan merangkul Selena dan menggiringnya masuk ke dalam ruangan yang benar. Keduanya duduk di atas sofa besar dan empuk berwarna hitam. Di atas meja, sudah ada dua botol whisky dan Vodka lengkap dengan buah-buahan segar yang tersusun rapih di dalam mangkuk.


“Kau mengadakan jamuan?” tanya Selena, mengambil satu buah anggur dari mengkuk lalu memakannya.


Jonathan menghela nafas panjang. “Tidak.” Dia hanya menjawab singkat.


Selena menatapnya intens dan penuh curiga. Dia berpikir, kenapa pria gemulai itu begitu baik malam ini. Padahal biasanya ketika Selena terlambat datang, dia pasti mengomelinya dengan sangat keras. Ada apa dengannya?


Tidak lama kemudian pintu ruangan terbuka, menampilkan Felix yang berdiri di ambang pintu, sontak membuat Selena hampir tersedak anggur yang sedang dimakannya.


Sorot mata Selena langsung tertuju kepada Jonathan yang tersenyum simpul. Sialan!


“Aku akan pergi.” Jonathan beranjak berdiri. “Selena, ingat untuk datang tepat waktu lain kali. Sekarang waktuku telah habis untuk berbincang denganmu, selamat menikmati malammu yang indah ....”


Jonathan berjalan cepat keluar dari ruangan sebelum Selena berhasil memberinya lemparan kuat botol Vodka. Setelah berhasil kabur Jonathan bisa mengelus dadanya dan menghela nafas.


“Aku selamat,” ucapnya pada diri sendiri.


Sementara Felix menutup pintu dengan rapat, berjalan menuju Selena dan duduk di samping wanita cantik itu. Mata elangnya menatap Selena dengan intens.


“Kenapa kau tidak menjawab teleponku?”


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like, koment, dan juga tambahkan ke favorit. Bye bye kaliaaan.

__ADS_1


__ADS_2