Passionate Night

Passionate Night
*MINE!


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Mereka makan siang bersama. Kenzo dan Leon sangat menikmati santapan makan siang mereka, dan Selena tidak masalah untuk memakan junkfood di siang hari. Felix mencoba menyesuaikan seleranya memakan makanan berminyak itu. Sementara Renee, dia bahkan tidak menyentuh makanannya sama sekali. Tubuhnya akan bergelambir jika memakan banyak minyak junkfood, diet ketatnya akan sia-sia.


Renee melihat Selena yang sedang memakan burger yang dipegang oleh satu tangan, dan satu tangannya lagi sesekali mengambil kentang goreng. Meskipun cara makannya seperti itu, namun dia masih terlihat cantik, hal yang membuat Renee semakin iri kepadanya.


“Kau pasti melakukan diet ekstrim,” celetuk Renee seraya menatap Selena dengan tatapan malas. “Atau memakan obat-obatan,” imbuhnya dengan nada merendahkan.


Cih, wanita ini memang selalu menyebalkan.


“Aku tidak melakukannya, porsi makanku sesuai dengan kadar kalori setiap hari,” lugas Selena dengan nada tenang. Meskipun hatinya tersulut oleh perkataan Renee, namun dia tetap berusaha untuk anggun dan tidak membuat keributan.


“Aku tidak percaya,” ucap Renee. “Pinggulmu begitu kecil, tapi kau memakan makanan tidak sehat itu. Tubuhmu tidak akan langsing jika memakan junkfood.”


Selena tersenyum simpul menanggapi ocehan wanita gila di hadapannya. “Sayang sekali, tapi tubuhku tidak terpengaruh oleh junkfood, dia akan tetap seperti ini.”


“Mungkin itu terjadi padamu, itulah sebabnya kau takut untuk memakan makananmu,” imbuh Selena.


Renee menatap Selena kesal, dia sangat ingin melemparkan saus sambal pada wajah wanita itu. Sementara Felix hanya terdiam mendengar perdebatan antara dua wanita itu, sesekali tersenyum saat Selena berbicara untuk membela dirinya sendiri. Pengendalian diri Selena ternyata begitu hebat.


Tidak ada yang bisa diucapkan oleh Renee lagi, dia telah kalah. Kini dia focus untuk melihat layar ponselnya, mencari beberapa produk untuk dia beli. Perasaan kesal akan hilang ketika dirinya pergi berbelanja. Sialan dia!


Sementara Selena melanjutkan acara makannya kembali. Tapi tiba-tiba saja sesuatu menganggu kakinya, seseorang menyentuh kakinya dengan gerakan lambat. Tatapan Selena langsung mengarah pada Felix yang sedang tersenyum ke arahnya. Pasti pria bastrad itu. O ****! Selena akan gila jika dia terus-menerus mengganggunya, terlebih lagi di hadapan istrinya sendiri.


Gerakan kaki Felix mengelus-elus kaki Selena. Tidak tahan lagi Selena menendang kaki itu hingga kakinya sendiri membentur tiang meja, dan membuat meja tersebut sedikit goyang. Semua mata terarah kedapanya.


“Ada apa mami?” tanya Kenzo menunjukan ekspresi terkejut.

__ADS_1


“Huh? Sepertinya ada serangga di kaki mami sayang.”


“Serangga?” pekik Renee ketakutan dan langsung beranjak dari kursinya. “Aaaah! Aku takut serangga! Aku tidak menyukai tempat ini.” Dia bergegas pergi dengan terus mengibaskan beberapa bagian tubuhnya, khawatir jika serangga itu merayap pada tubuhnya sendiri.


Selena mendesis samar melihat tingkah Felix yang menjijikan. Bisa-bisanya dia bersikap seperti itu di hadapan anak dan istrinya. Pemikiran Selena terhadap pria semakin buruk saat melihat kelakuan Felix yang seperti itu.


Mereka akhirnya menyelesaikan acara makan siang mereka. Dua orang dewasa dan dua anak kecil itu keluar dari restoran siap saji dan berjalan pergi ke arah luar. Saat itu juga Selena langsung menarik lengan Kenzo untuk mengajaknya pulang.


“Kenzo, ayo kita pulang,” ajak Selena. Namun rasanya Kenzo masih ingin pergi bermain, itu ditunjukan dari raut wajah bocah kecil tersebut. “Mami memiliki urusan penting, grandma juga sedang menunggumu untuk les piano.”


Mendengar hal itu Kenzo langsung mengangguk. Dia segera berpamitan dengan Leon dan juga Felix. Namun saat itu Felix bersimpuh di hadapannya dan mengusak puncuk kepala Kenzo.


“Anak baik, kita akan bertemu lagi nanti,” ucapnya dengan senyuman, kemudian dia memeluk Kenzo dengan hangat.


Selena memperhatikan kedekatan keduanya. Raut wajah Felix dan senyuman pria itu terlihat sangat tulus dan hangat, sangat berbeda dengan sikap yang dia tunjukan sebelumnya. Selena mengarahkan pandangannya ke arah lain, dia tidak akan terpesona oleh kebaikan pria itu. Dia bermuka dua.


Wanita cantik itu menuntun putranya dan berjalan pergi. Felix terus memandangi mereka sampai jauh, memandangi punggung rata wanita cantik dan seorang bocah kecil.


Apa kau benar-benar tidak tahu siapa ayah dari putramu? Benarkah kau meniduri pria secara acak?


Selena melenggang masuk ke dalam rumah sembari menuntun Kenzo. Beberapa pelayan menyambut kedatangan mereka dan langsung mengurusi Kenzo dengan membawakan tas yang sedang digendong oleh bocah kecil itu. Pengasuh Kenzo membawanya ke atas untuk mengganti baju. Sementara Selena pergi ke kamarnya sendiri.


Dia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dan berbaring di sana. Tiba-tiba dia memikirkan Felix, dan cara bagaimana pria itu menggodanya. Damn it! Seharusnya Selena tidak berada di dalam lingkaran setan itu.


Ponsel Selena berdering, sebuah notifikasi pesan masuk dari Jenni. Selena langsung membuka isi pesan dari wanita itu.


'Datanglah ke tempat gym sekarang, ada seseorang yang perlu kau lihat.'


Jenni mengirimkan sebuah gambar yang langsung membuat Selena terlonjak saat itu juga. Dia langsung beranjak dari tidurnya dan segera menekan nomor Jenni untuk membuat panggilan. Namun sialnya wanita itu tidak mengangkatnya.


Rasa penasaran Selena terus memuncak. Dia segera bersiap dan mengganti baju untuk pergi ke tempat gym. Setelah bersiap dan mengganti pakaian, Selena langsung meluncur menuju tempat gym untuk menemui Jenni.


Tempat gym tidak terlalu ramai karena masih siang hari, dan hari ini bukanlah hari cuti. Waktu yang pas untuk Jenni dan Selena bermain. Mereka berdua tidak menyukai keramaian yang membuat mereka menunggu untuk memainkan beberapa alat. Terkadang mereka juga menyewa satu studio hanya untuk berolahraga.

__ADS_1


Selena masuk ke ruangan gym setelah menyimpan tasnya ke dalam loker. Dia segera mencari sosok Jenni. Wanita cantik itu sedang mencoba mengangkat benda berat.


Dia berjalan menuju sahabatnya, pandangannya terus mengedar ke setiap sudut ruangan, mencari seseorang yang tadi Jenni tunjukan. Tapi Selena tidak melihat siapapun di sana.


“Hei mana dia?” tanya Selena saat sudah berada di sisi Jenni.


“Kau terlambat, dia sudah pergi.”


“Damn! Aku sangat ingin bertemu dengannya.”


“Membicarakan masalalu?” lugas Jenni.


Selena berdecak malas. “Aku ingin tahu apa pencapaiannya selama ini setelah dia berhasil mengkhianatiku.”


Jenni tergelak. “Haha, ternyata kau masih menyimpan dendam padanya.


Jenni melepaskan pegangannya pada alat berat yang sedang dia mainkan. Kemudian dia mengambil dua lembar undangan dan memberikannya satu kepada Selena.


“Pesta reuni, dia berharap kau bisa menghadirinya.”


Sebuah pesta undangan reuni sekolah di atas kapal pesiar mewah yang akan diadakan beberapa hari lagi. Selena langsung mengambil undangan tersebut dari tangan Jenni.


Seketika kerutan halus muncul di keningnya saat dia membaca persyaratan untuk masuk ke dalam pesta itu.


“Persyaratan macam apa ini? Di haruskan membawa pasangan?” pekik Selena.


“Ya, itu memang gila.”


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa untuk like dan juga koment yaaaa.


__ADS_2