
Happy Reading ....
.
.
.
“Lebih baik kau berikan remote itu kepadaku sekarang, cepat!”
Felix terkekeh melihat tingkah wanita cantik di hadapannya. Dia bisa melihat jika Selena sedang menahan sesuatu dan ingin segera menggunakan toilet. Felix suka melihatnya aktif seperti itu.
“Kemarilah dan ambil.”
Felix menyodorkannya, tapi Selena tidak langsung mendekati pria itu. Dia tidak yakin jika Felix akan benar-benar memberikan remote kecil itu kepadanya. Dia tahu jika pria itu sedang bermain-main.
“Kenapa kau diam? Cepat ambil jika kau menginginkannya.”
Felix semakin menyodorkannya pada Selena. Dia menatap remote itu dan secepat kilat menggerakan tangan untuk mengambil dan dia berhasil memegang remote itu, namun pada waktu yang sama Felix juga memegang pergelangan tanganya.
Ujung bibir Felix sedikit terangkat, kemudian dia menarik lengan Selena dan membuat tubuh wanita cantik itu limbung lalu menindihnya. Lengan Felix segera memeluk erah tubuh Selena.
“Menyenangkan bukan berada di atas tubuh seorang pria?”
Selena berdecih malas mendengar itu, pria itu begitu percaya diri sehingga mengatakan hal-hal yang sangat menggelikan di telinga.
“Lepaskan aku!” Selena meronta dan menajamkan tatapannya pada Felix sebagai ancaman, namun semakin Selena meronta maka Felix akan semakin menyukainya.
Selena memikirkan cara agar bisa terlepas dari pria itu. Tapi semakin dirinya menolak dan meronta, Felix malah merasa semakin senang. Dia harus memikirkan cara lain untuk membuat pria itu menjauh.
Apa yang harus aku lakukan ....
Selena melonggarkan cengkraman jemarinya pada lengan Felix, dan saat itu dia baru bisa merasakan otot-otot pria itu. Dia pasti meminum steroidnya dengan teratur di tambah olahraga yang berat. Jemari Selena malah semakin suka mengelus-elus area otot-otot Felix. Selena tersenyum kecil ketika merasakannya.
__ADS_1
“Kau ingin menyentuhnya langsung?” tanya Felix.
Selena menatap wajah pria tampan itu dengan lekat. Wangi tubuhnya, bentuk wajah yang tegas, dan bibirnya yang **** terlihat semakin indah ketika dilihat dengan jarak yang begitu minim. Bayang-bayang akan masalalunya ketika menghabiskan malam bersama Felix memenuhi pikiran Selena kembali.
****! Memikirkan malam itu kembali membuat tubuh Selena meremang hebat. Dia menelan salivanya, menahan hasrat yang datang secara tidak tepat itu.
Huh? Tidak tepat? Dia memliki pria itu si sampingnya.
Selena tergiur dengan bibir sintal dan merah di hadapannya, rasanya dia sangat ingin melumaat bibir itu dan menghisapnya dalam-dalam. Tetapi kenyataan menamparnya begitu keras di mana dia selalu terbayang akan Renee yang merupakan istri pria itu.
Jangan gila Selena!
Felix merasakan sentuhan Selena yang hangat, dan matanya terus menerus menatap wanita cantik itu. Dia sangat ingin menggodanya. Memberikannya sentuhan, mencium tengkuk lehernya yang putih, dan juga membuat warna kulit wajahnya menjadi merah padam. Tetapi Felix harus menahan semuanya karena jika dia memulai tanpa persetujuan, Selena akan menganggapnya pria cabul dan tidak bermoral.
“Kau masih ingin duduk di sini?” tanya Felix yang langsung membuyarkan pikiran Selena.
Selena menyadari jika dirinya masih berada di pangkuan Felix, secepat mungkin dia langsung turun dari pria itu. Selena sudah mendapatkan remote kecil yang dia mau, dan dia langsung masuk ke dalam toilet lalu menutup tirai dinding kaca.
Damn it! Apa yang kau lakukan Selena? Kenapa kau tidak mampu menahan diri? Tapi pria itu benar-benar menggoda.
Bagaimana dengan pernikahan dan memiliki keluarga sendiri. Keluarganya terus mendorong Felix untuk segera menikah, tapi Felix tidak memiliki niat untuk itu. Wanita hanya akan menyakitkan kepalanya dan juga berkhianat. Dia membeci pengkhianatan.
“O ****!’” umpat Selena kesal setelah keluar dari kamar mandi. Dia sibuk mengibaskan dress-nya yang basah akibat pancuran air dari toilet. Dia meratapi kebodohannya.
Selena melihat pintu kamar hotel lalu beralih melihat Felix yang berdiri memunggunginya. Dia bisa saja kabur saat itu namun seketika hasratnya untuk keluar dari kamar itu sudah tidak ada. Kedua kakinya lebih memilih melangkah mendekati pria itu.
Dia mengulurkan tangannya ke arah Felix. “Beri aku satu batang.”
Felix menoleh, lalu merogoh saku kemejanya dan mengambil satu batang rokok. Sebelum memberikannya kepada Selena, dia dengan senang hati membantu Selena menyulutkan api pada batang nikotinya.
Selena menerimanya langsung, menghisap lalu menghembuskan asap putihnya keluar.
“Kau suka merokok? Tetapi aku pernah mendengar Zayn berkata jika kau tidak pernah merokok sama sekali.”
__ADS_1
“Ya.” Felix melihat batang nikotin di selah jemarinya, kemudian beralih menatap Selena. “Mungkin karena akhir-akhir ini aku berada di lingkungan yang buruk.”
Selena berdecih malas mendengar perkataan pria itu padanya. Dia seolah sedang menunjukan jika Selena adalah lingkungan buruk itu. Lagipula siapa yang menyuruhnya untuk terus berada di dekatnya. Selena bahkan tidak menginginkannya sama sekali.
“Kenapa kau berada di sini, bagaimana dengan istri dan anakmu, apa mereka tidak mencarimu?” Selena menghisap rokoknya, dan ketika Felix berbalik untuk menatapnya asap rokok itu berhembus tepat di depan wajahnya. Dia menutup mata saat itu juga. Selena tersenyum simpul.
“Tidak.” jawab Felix singkat. “Dia mengijinkanmu pergi bersama wanita lain,” imbuhnya yang langsung membuat Selena heran dan berkerut kening. Dia tidak pernah berpikir jika Renee adalah wanita yang seperti itu.
“Kau berbohong. Tidak ada wanita yang seperti itu.”
Felix terkekeh samar, dan lagi-lagi Selena terpesona ketika melihat lengkungan manis pada wajah tampan pria itu. Jantungnya langsung berdegup sangat kencang. Bagaimana bisa tuhan menciptakan aset tercantik seperti dia.
“Bagaimana denganmu, kau tidak mencari pria untuk menjadi ayah putramu?”
Selena memalingkan wajahnya dan menatap pemandangan malam kota dari balik jendela. “Aku tidak memiliki niat untuk melakukannya.”
“Kenapa?” tanya Felix penasaran.
“Kenyataan ada di depanku.” Selena menolehkan wajahnya kembali dan menatap Felix. “Tentu saja karena aku tidak ingin memiliki seorang suami sepertimu.” Dia menatap Felix dan mencemoohnya.
“Jika ada pria baik apa kau akan menikahinya?”
“Maybe.”
Selena bertanya masalahnya tapi Felix justru yang lebih banyak bertanya kepadanya. Lagipula untuk apa dia menanyakan itu semua kepada Selena, bukankah hal itu sama sekali tidak penting. Tapi tunggu, apakah Felix tertarik padanya dan benar-benar akan menjadi pria baik untuk Selena.
Haha pria bastard ini! Pikiranku sangat kacau ketika dengannya, aku tidak bisa berpikir dengan jernih.
“Siapa ayah dari putramu?” tanya Felix secara tiba-tiba.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....