Passionate Night

Passionate Night
*After Wedding


__ADS_3

Sudah dua minggu berlalu setelah pernikahan Selena dan Felix. Selama itu keduanya malah disibukan dengan urusan pekerjaan masing-masing. Bahkan mereka berdua tidak memiliki waktu makan malam bersama setelah menikah.


Semuanya dilakukan karena keduanya memajukan semua jadwal pekerjaan mereka sebelum rencana berbulan madu dilakukan.


Keduanya setuju untuk pergi berbulan madu di satu pulau khusus untuk pengantin baru. Awalnya Felix menawarkan tempat pulau pribadinya. Namun Selena menolak karena akan membosankan di sana. Pulau pribadi hanya akan ditempati oleh mereka berdua.


Malam sudah larut, dan waktu sudah menunjukan pukul sebelas malam. Selena baru saja memarkirkan mobilnya pada halaman rumah yang baru ditempatinya selama dua minggu bersama Felix.


Dia baru saja melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah. Felix sudah berada tepat di depan pintu dengan memasang raut wajah garang.


“Hai,” sapa Selena pada suaminya.


“Kau baru pulang? Ini sudah larut malam, Selena,” kata Felix dengan nada bicara ketus.


“Aku memiliki urusan pekerjaan yang tidak bisa aku tunda, Felix,” jelas wanita cantik itu.


“Urusan pekerjaan apa? Kau mungkin pergi bersenang-senang diluar, bukan?” bentak Felix dengan suara tinggi.


Selena mengeryitkan halisnya dan menatap Felix dengan intens. “Felix! Ada apa denganmu? Kenapa kau malah memarahiku? Aku benar-benar bekerja dan sekarang aku sangat lelah!”


Felix berdecih mencemooh Selena. “Pekerjaanmu hanya bersenang-senang diluar! Aku suamimu Selena, mulai sekarang kau tidak boleh keluar rumah lagi! Jadilah ibu rumah tangga yang mengurus anak di rumah,” sentak Felix lagi dengan ekspresi sangat dan rahangnya yang mengeras.


“Felix kau sudah gila!” bentak Selena tidak kalah kencang.


“Jangan membantahku Selena!” lengan Felix terangkat ke atas untuk memukulnya. Wanita cantik itu dengan segera mundur untuk menghindar.


“TIDAK!” pekik Selena.


Tiba-tiba dia terbangun dan berteriak. Keringat dingin membasahi dahi, dan nafasnya terengah-engah. Kedua matanya menatap ke sekitar. Kini dia duduk di dalam sebuah mobil yang sedang Felix kendarai. Tiba-tiba pria itu menyodorkan satu kaleng minuman dingin berperisa leci padanya.


“Sepertinya kau bermimpi buruk,” ucap Felix sekilas menatap Selena dengan senyuman, lalu tak lama menatap kembali ke jalanan.


O ****! Ternyata hanya mimpi. Batin Selena.


Wanita cantik itu menyeka keringat yang membasahi dahinya lalu membuka penutup kaleng minuman dan menegaknya. Mimpi buruk itu terus menghantuinya selama beberapa malam setelah pernikahannya bersama Felix.


......................

__ADS_1


Felix memarkirkan mobilnya pada sebuah halaman parkir sebuah resort. Pasangan pengantin baru tersebut turun dari mobil dan langsung di sambut oleh beberapa pelayan yang membantu mereka menurunkan barang dari bagasi mobil.


Lalu Felix pergi ke loby resort untuk mengambil kunci kamar yang telah mereka reservasi. Sementara Selena duduk di sofa yang berada di area loby tersebut.


“Beristirahatlah di kamar,” ucap Felix yang baru saja datang.


Selena menghela nafasnya lalu berdiri. “Ya, sepertinya aku akan melanjutkan tidurku di dalam kamar,” jawabnya seraya melangkah melewati Felix.


Keduanya pergi ke kamar mereka. Sesampainya di sana, Felix membuka gorden kamar agar cahaya dapat masuk. Pintu kaca kamarnya memiliki akses yang langsung terhubung pada kolam renang pribadi.


Ini adalah bulan madunya bersama Selena. Moment yang seharusnya menjadi hal indah dan manis bagi kedua pasangan itu. Tapi yang terjadi malah sebaliknya. Selena malah terkapar di atas ranjang dan tertidur pulas. Ini semua karena pekerjaannya yang menumpuk selama beberapa hari terakhir.


...****************...


Malam semakin larut, dan waktu kini sudah menunjukan pukul sembilan malam. Felix duduk di atas ranjang seraya terus memandangi wajah cantik istrinya yang masih terpejam. Sebelah telapak tangannya menyentuh pipi Selena dengan lembut sampai tidak sengaja membangunkan wanita cantik itu.


“Hmmm,” gumam Selena rendah seraya membuka matanya perlahan.


“Hai,” sapa Felix lembut seraya terus mengelus pipi mulus milik istrinya.


Selena tersenyum simpul. Memejamkan matanya sesaat untuk merasakan kehangatan dari telapak tangan Felix di wajahnya.


“Ya, aku lapar.”


“Baiklah. Pergi bersiap untuk makan malam.”


Wanita cantik itu mengangguk perlahan.


......................


Resort itu menyajikan makan malam khusus untuk para pengantin baru. Suasana yang romantis, meja yang dihias sedemikian rupa, dengan iringan musik instrumental.


Felix dan Selena datang pada jam setengah sembilan malam. Belum terlambat bagi pasangan itu untuk menikmati suasana romantis pada restoran resort. Tidak hanya mereka berdua di sana, beberapa pasangannya juga terlihat sedang makan dan ada juga yang berdansa.


“Waw,” gumam Selena rendah.


Sorot matanya menatap pasangan yang sedang berdansa dan bercumbu. Percayalah, seumur hidup Selena tidak mau bermesraan di depan umum seperti itu. Ya, bukankah itu hal yang memalukan.

__ADS_1


Felix mengikuti sorot mata istrinya, lalu tidak lama menatap ke arah Selena kembali. “Kau ingin berdansa?” tanya Felix sengaja meskipun dia melihat dengan jelas bagaimana ekspresi Selena ketika melihat pasangan itu.


Selena langsung mengalihkan pandangannya dari pasangan tersebut. “Tidak,” jawabnya singkat. Terdapat kerutan halus pada dahinya.


Felix tersenyum simpul dan Selena memperhatikannya. Pria itu ternyata sengaja menggodanya.


“Siapa yang akan melakukan dansa sembari bercumbu di tempat umum seperti itu. Sangat memalukan,” cecar Selena.


“Jadi apa yang ingin kau lakukan untuk malam pertama bulan madu kita?” tanya Felix tiba-tiba.


Benar juga. Ini adalah malam pertama pada bulan madu mereka. Sementara Selena sudah meninggalkan Felix dan pergi tidur seharian penuh tadi. Tidak mungkin jika malam ini dia juga akan mengabaikannya lagi.


“Bagaimana jika berenang? Ada kolam renang pribadi di sisi kamar kita, bukan?” Selena menyarankan.


Felix mengangguk mengiyakan. “Kau ingin redwine juga?”


“Tentu saja.”


Keduanya setuju dengan rencana mereka. Tidak lama kemudian, pesanan makan malam keduanya sampai. Dua piring steak daging di hidangkan. Sebelum memakan makanannya, Felix terlebih dulu memotong steak daging milik Selena.


“Sangat manis," puji Selena sengaja. Lebih tepatnya mencemooh perlakuan romantis kuno suaminya.


“Kau harus melakukan ini setiap kita memesan steak," imbuhnya lagi.


“Tentu saja. Apapun akan aku lakukan untukmu.”


Selena terkekeh dan berdecih samar. “Menggelikan.”


“Ini adalah tindakan perhatian, kau harus terbiasa.”


“Aku akan muntah," ucap Selena dengan kekehannya.


Wanita cantik itu tidak terbiasa dengan rayuan dan perhatian seorang pria kepadanya.


“Aku akan membuatmu terbiasa,” kata Felix dengan senyuman dan tatapan nakal pada istrinya.


Keduanya melanjutkan makan malam, lalu kembali ke kamar resort setelah selesai. Mereka tidak ingin berlama-lama berada di restoran yang penuh dengan aura romantis. Terlebih lagi Selena.

__ADS_1


Sementara Felix menyiapkan minuman di kolam renang. Selena sedang sibuk memilih bikini spesial yang akan dia pakai untuk berenang malam ini.


“Warna hitam,” gumamnya rendah seraya mengambil bikini dengan warna hitam di dalam lemari.


__ADS_2