
Happy Birthday ....
.
.
.
Kenzo begitu bersemangat dengan hadiah besar dipangkuannya. Kini, bocah kecil itu berada di dalam mobil bersama Selena. Keduanya sedang dalam perjalanan menuju kediaman Leon untuk menghadiri pesta ulang tahun bocah kecil itu.
“Mami, apa yang mami beli untuk Leon? Apakah robot besar?” tanya Kenzo dengan polos.
“Maybe,” jawab Selena singkat, membuat putranya semakin merasa penasaran.
“Kenapa mami tidak mau memberitahuku?”
Karena kau akan meminta benda yang sama, dan benda itu sangat susah didapatkan. Batin Selena.
“Bukankah ini kejutan untuk Leon? Dia akan memberitahumu nanti.”
Kenzo sedikit tidak bisa menerima perkataan maminya, dia masih penasaran dengan kado besar itu, dan juga kenapa maminya tidak mau memberitahunya. Bocah kecil itu terdiam setelahnya.
Mobil mewah itu terhenti tepat di kediaman Alexander. Beberapa mobil terjejer untuk masuk ke dalam. Banyak orang di sana, termasuk para reporter.
Reporter? Pikir Selena.
Bukankah hanya ulang tahun anak kecil, dan mereka malah mengundang banyak reporter seperti itu. Apakah pesta ulang tahun itu juga diadakan untuk kepentingan bisnis.
Selena tidak ingin ambil pusing, dirinya hanya tamu di sana. Berharap jika para reporter itu hanya meliput pesta dan tuan rumah, bukan yang lainya.
Mobil miliknya telah sampai giliran, berhenti tepat di depan pintu kediaman yang mewah itu. Para penjaga membukakan pintu untuk mereka. Adegannya persis seperti masuk ke dalam acara penghargaan di televisi.
Selena dan Kenzo turun dari mobil, dan beberapa pasang mata itu langsung tertuju padanya terlebih lagi para reporter. Mereka sama-sama berbisik ketika melihat Selena. Sementara Selena tidak mau menghiraukan itu, yang mereka bicarakan tak lain hanyalah gosip scandal mengenai dirinya dan Felix.
Ibu dan anak itu masuk ke dalam aula mansion yang mewah. Saat itu juga para reporter langsung mengeluh dengan berat hati.
“Ah, itu bukankah Selena Geovandra? Namanya sedang dicari akhir-akhir ini.”
“Kau benar, sayangnya kita tidak bisa mewawancarainya karena tidak ada ijin dari Renee Alexander.”
“Ya, kita diijinkan masuk hanya untuk meliput pesta ulang tahun putranya, tidak lebih. Siapapun yang melanggar aturan, wanita itu akan melaporkannya.”
“Padahal tujuan kita untuk melihat Felix Alexander yang sangat susah ditemui.”
“Bersabar saja, kita akan melihatnya nanti dan sedikit memotretnya.”
__ADS_1
“Benar.”
“Benar.”
Para wartawan itu melanjutkan meliput pesta mewah ulang tahun putra Alexander. Meskipun tujuan mereka untuk mendapatkan klarifikasi Felix akan hal yang sedang panas beredar, namun demi bisa masuk ke perumahan ellite itu mereka harus menyetujui aturan yang telah dibuat.
Selena menuntun Kenzo masuk ke dalam mansion mewah itu. Beberapa tamu undangan memenuhi ruangan. Sepertinya para tamu itu datang dari teman-teman Renee, dan hanya sepuluh persen yang berstatus teman Leon.
Kenzo melepaskan genggaman tangan Selena dan berjalan cepat menuju Leon. Bocah kecil itu dengan polos memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada temannya. Kemudian, Kenzo meminta pelayan yang membawa hadiah Leon untuk memberikannya kepada anak yang sedang berulang tahun itu.
“Kenzo, hadiah darimu sangat besar,” ucap Leon seraya memperagakan tangannya melingkar sempurna.
“Ya, ini mami yang membelikannya.”
Leon beralih menatap Selena, lalu berjalan mendekatinya. “Terimakasih, Tante.”
Selena tersenyum lembut, mengusak puncuk kepala bocah kecil itu. “Sama-sama, Sayang.”
Renee berdiri di sisi ruangan, berbincang dengan para tamu bersama John di sampingnya. Dia mempersilahkan tamu untuk menikmati pesta, sementara dirinya menarik John untuk menunjukan sesuatu.
“Wanita di sana, Selena Geovandra,” kata Renee mengedikan dagunya ke arah Selena.
Pria paruh baya itu berkerut kening, membuat wajah keriputnya semakin tertekuk. Dia melihat Selena dengan tatapan tajam menilai. Wanita itu cantik dan elegant, semua bisa dilihat dari gaya berpakaian dan cara menyapa orang lain. Tentu saja Felix tidak akan mengencani wanita sembarangan.
“Jadi, apa yang ingin kau lakukan sekarang?”
“Bukam hal yang sulit,” kata John.
Kemudian, pria paruh baya itu membisikan sesuatu pada Renee, membuat putrinya mengangguk mengerti saat John menjelaskan apa saja yang harus dia lakukan.
Sementara itu, Selena mengambil jus jeruk di atas meja, dan cemilan coklat. Cemilan itu terlihat enak apalagi dilihat oleh perut yang lapar. Selena belum memakan apapun sejak tadi pagi.
Cemilan itu sudah berada di tangannya, dia hanya perlu menyendokannya ke dalam mulut. Namun Selena enggan melakukan itu dan lebih memilih untuk menyimpannya kembali.
Berat tubuhku akan naik. Pikir Selena.
“Selena?” panggil seseorang.
Selena berbalik untuk melihat sumber suara. “Zayn?”
“Aku tidak salah menebak, kau benar-benar Selena,” ucap Zayn seraya mendekat, lalu memberikan pelukan ringan pada wanita cantik itu. “Kau memiliki kecantikan yang luar biasa, aku bisa langsung menebakmu meskipun hanya melihat punggungmu.”
Selena terkekeh mendengar ucapan konyol yang Zayn lontarkan. “Apa kabar, Zayn? Kau menghilang semenjak hari itu,” ucap Selena.
“Ah ya, aku memiliki banyak pekerjaan, dan seseorang mengirimku jauh dari negara ini?”
__ADS_1
Selena mengangkat kedua halisnya.
“Ya, Felix mengirimku ke luar negeri untuk memimpin anak perusahaan.”
“Kau hebat,” puji Selena, membuat Zayn tersenyum senang.
Mendengar nama Felix, Selena jadi penasaran di mana pria itu berada. Sejak tadi dia tidak melihat keberadaanya. Mungkinkah dia tidak hadir dalam pesta keluarga? Tapi bukankah Leon adalah kesayangannya.
“Mami.” Kenzo mengguncang lengan Selena.
“Yes Honey?”
“Aku dan Leon ingin bermain di taman belakang.”
“Baiklah. Tolong jaga mereka,” perintah Selena kepada beberapa pengasuh dan penjaga para bocah kecil itu.
“Selena, nikmati pestamu, aku akan menyapa tamu lainya.”
“Tentu saja.”
Zayn berlalu pergi dari sana, meninggalkan Selena seorang diri. Sebelum pulang ke negara asalnya sore tadi, dia lebih dulu membaca artikel mengenai wanita cantik itu dengan kakaknya. Zayn pelik dan langsung menelpon Felix untuk memastikan, tapi pria itu hanya mengatakan;
“Jangan menganggunya, dia miliku.”
Cih, bukankah yang terlebih dahulu kenal dengan Selena adalah aku? Kenapa dia tega merebut kekasih hati adiknya sendiri. Pikir Zayn sakit hati.
Dia tidak bisa mendekati Selena lagi karena wanita itu sudah menjadi milik si raja singa. Untuk melampiaskan rasa sakit hatinya, Zayn pergi berkenalan dengan model cantik yang baru naik daun akhir-akhir ini yang juga datang ke pesta atas undangan darinya.
“Helo, Hanna.” Zayn menyapa dengan senyuman.
“Hai Zayn, bagaimana kabarmu? Terimakasih atas undangannya,” kata Anna. Karena berkat undangan Zayn, dia bisa mengenal banyak aktris dan produser. Setelah menjadi model, mungkin saja dia bisa menjadi bintang film.
Sendiri lagi, Selena bahkan tidak mengenal satupun orang yang ada di pesta itu termasuk orangtua murid di sekolah putranya. Ini semua karena dia tidak aktif dalam aktivitas sekolah dan selalu melibatkan Marie.
Saat dirinya tengah bosan, tiba-tiba saja ponselnya berdering. Satu notifikasi pesan masuk dari Felix. Selena langsung membukanya dengan perasaan penasaran.
'Hai Baby, lihatlah ke atas.'
Saat itu juga Selena langsung mendongakan wajahnya, melihat ke arah lantai dua di mana pria itu sedang berdiri tegap di sana. Melihat kehadiran sosok itu, entah kenapa hati Selena mendadak berdebar dengan sangat kencang.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa untuk like, koment, dan juga fav yaaaaa. Bye bye.