Passionate Night

Passionate Night
*SEDUCTIVE


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Kenapa kau tidak menjawab teleponku?” tanya pria itu diiringi dengan tatapan tajamnya.


Selena menoleh, memiringkan kepalanya lalu menatap Felix. Dia menatap pria tampan itu cukup lama sebelum akhirnya membuka suara.


“Kau sudah membaca artikel yang beredar seharian ini? Itu cukup membuat moodku sedikit tidak bagus,” jelas Selena.


Felix sibuk seharian ini, dan ketika dia memiliki waktu, waktu luangnya dia gunakan untuk menghubungi Selena meskipun wanita cantik itu tidak kunjung menjawab penggilan darinya. Dia tidak sempat membaca artikel yang beredar di internet.


Pria itu terdiam hanya terus menatap Selena. Wanita cantik itu mengangguk mengerti, dia pasti belum membacanya.


Selena meraih ponselnya di atas meja, membuka layar lalu menekan ikon internet. Dia memperlihatkan semua judul artikel konyol mengenai dirinya itu kepada Felix.


“Ini cukup merugikanku, Felix,” katanya dengan nada kesal.


Felix menghela nafas panjangnya. Lalu, dia mengambil ponselnya untuk menghubungi seseorang.


“Hapus semua artikel yang sedang beredar hari ini secepatnya,” perintahnya pada seseorang, lalu dengan cepat dia mematikan sambungan telepon itu kembali.


“Tidak perlu menghapusnya, semua orang telah melihat itu.”


Selena menyenderkan tubuhnya pada senderan sofa, memperlihatkan raut wajah kesalnya kepada Felix. Sementara pria itu cukup merasa bersalah karena telah membuat mood wanitanya tidak baik.


“Jadi, kau masih marah padaku?” tanya Felix yang tentu saja langsung dijawab cepat oleh Selena.


“Ya.”


“Apa ini cukup untuk tidak membuatmu marah?” Felix menyodorkan satu kotak kecil berisikan kalung kecil yang sangat indah.


Selena meliriknya sesaat, dan dia terkesiap. Damn! Itu adalah kalung keluaran terbaru merk terkenal, dan hanya beredar satu kalung di setiap negara. Sebagai pecinta barang mewah, tentu saja Selena tergiur. Tapi dia tidak ingin menerimanya langsung dari pria itu, dia harus jual mahal.


“Tidak cukup,” kata Selena masih dengan wajahnya yang mencebik kesal. “Tidak perlu memberikan barang-barang mewah seperti itu, aku memilikinya sangat banyak.”

__ADS_1


Felix mengangguk mengerti setelah mendengarkan perkataan wanita cantik di sampingnya. Meskipun dia tau jika Selena tertarik pada kalung itu. Ya, wanita mana yang tidak akan tertarik?


Kemudian, pria itu menekan layar ponselnya untuk beberapa saat, membuat Selena semakin bosan dan kesal karena pria itu tidak membujuknya lagi. Cih, seharusnya dia terus membujuk wanitanya, bukan.


Tidak lama kemudian, seorang pelayan club datang dan masuk ke dalam ruangan seraya membawa satu botol redwine lalu meletakannya ke atas meja. Pelayan itu pergi setelah pamit dengan menundukan setengah badanya.


Pandangan Selena terpaku pada minuman itu. Sialannya, kenapa Felix tahu semua yang disukai Selena. Bahkan redwine tahun kesukaannya yang sangat susah didapatkan, dan hanya dijual di acara lelang tertentu saja.


Jika seperti ini, aku tidak bisa menolak. Tapi aku tidak mau merendahkan diriku sendiri.


Satu botol redwine, dan kalung mewah itu terletak saling beriringan di atas meja. Namun Selena masih pura-pura tidak melihatnya. Dia tidak mau ini menjadi mudah bagi Felix untuk membujuknya ketika marah.


“Kau masih marah?” tanya Felix lagi untuk memastikan, namun tidak terdengar jawaban sama sekali dari Selena yang menandakan jika wanita cantik itu masih benar-benar marah.


Pria tampan itu menepuk tangannya beberapa kali, lalu kemudian beberapa pelayan datang membawa banyak barang masuk ke dalam ruangan itu.


Selena terkesiap, kerutan halus langsung terpampang pada dahinya. Dia melihat para pelayan itu membawakan gaun mewah, highheels, dan aksesoris lainnya. O Lord! Yang benar saja, di dalam club?


Pandangan Selena langsung tertuju pada Felix. “Kau membawa mall ke dalam club?”


Felix mendekatkan tubuhnya pada wanita cantik itu kemudian berkata, “Aku bisa membawa apapun ke sini selagi kau yang menginginkannya.”


“Kau akan meredakan emosimu?”


Selena menatap beberapa orang dengan barang-barang mewah itu. Pria ini tingkahnya memang sangat gila. Jika dia tidak kunjung memaafkannya, entah apalagi yang akan dilakukan oleh Felix.


“Ya.” Selena menjawabnya singkat.


Felix mengibaskan lengannya, memerintah semua orang itu untuk pergi keluar dari ruangan. Dia langsung merangkul bahu Selena dan membawanya ke dalam pelukan.


“Hal ini tidak akan terulang lagi.”


Deg ....


Lagi-lagi jantung Selena berdegup kencang ketika pria itu bersikap manis dan penuh perhatian padanya. Mungkinkah dia benar-benar jatuh cinta kepada Felix. Tidak mungkin! Selena segera menepis pikirannya.


Felix melepaskan pelukannya pada tubuh Selena, lalu mulai membuka redwine favorit wanita cantik itu, dan menuangkannya ke dalam dua gelas panjang. Dia memberikan satu gelasnya kepada Selena.


Selena menerimanya dengan baik, menggoyangkan gelas tersebut, lalu menghirup aroma segar yang dihasilkan oleh alkhohol itu. Aromanya sangat wangi dan memabukan. Selena menyesapnya perlahan.

__ADS_1


“Kau menyukainya?”


“Ya.” Sesaat Selena terdiam. “Kenapa kau bisa tahu apa yang aku sukai?” Redwine dan semua barang-barang mewah itu adalah kesukaan setiap wanita, tapi Felix tidak melenceng untuk membelikan nama brand yang sama.


Sebelum sampai di sini, Felix memerintah semua pengawalnya untuk mencaritahu tentang Selena. Dia juga mencuri jadwal kerja wanita cantik itu dengan sedikit meretas tab milik sekretarisnya. Meskipun dilarang, tapi Felix melakukannya dengan sangat berhati-hati, dan sebisa mungkin tidak akan membocorkan apapun yang ada di sana kecuali untuk kepentingan pribadinya.


Pukul sepuluh malam, Selena memiliki janji temu bersama Jonathan, dan saat itu juga Felix pergi untuk menemui pria gemulai itu. Meminta Jonathan agar memberikan waktu janji temu dengan Selena padanya. Jonathan menyetujuinya meskipun dengan sedikit persyaratan. Sebelum pergi, pria gemulai itu juga berpesan untuk menyediakan semua hal yang dia sebutkan, karena kemungkinan besar Selena akan marah.


Felix hanya terdiam dan berpikir, dia tidak menceritakan apapun kepada Selena mengenai pertaniannya dengan Jonathan. Dia hanya mengatakan;


“Aku bisa melakukan apapun, termasuk mencaritahu semua tentang dirimu, Selena.”


Selena mengangguk dengan malas. “Ya ya ya, aku tahu itu.”


Redwine di dal gelas Selena habis, dia hendak mengambil botol Redwine itu lagi dan menuangkannya ke dalam gelas. Namun seketika Felix menahan pergelangan tangannya.


Selena meliriknya. “Ada apa?”


“Ambil itu dariku,” kata Felix seraya menunjukan Redwine di dalam gelasnya yang belum tersentuh.


Selena mengerti, lantas dia meletakan gelas kosongnya ke atas meja, dan mengambil gelas milik Felix. Namun belum sempat dia mengambil gelas itu, Felix lebih cepat mengambilnya dan meneguk Redwine di dalamnya.


“Felix,” seru Selena kesal.


Felix meletakan gelasnya dengan gerakan cepat ke atas meja. Lalu dengan tiba-tiba dia mendorong tubuh Selena hingga terjatuh berbaring di atas sofa, dan dia menindihnya. Selena terkesiap, namun belum sempat memprotes pria itu sudah membungkam mulut Selena menggunakan mulutnya.


Cairan berwarna merah itu teralihkan masuk ke dalam mulut Selena meskipun beberapa tetes mengalir ke luar. Setelah cairan itu habis, Felix langsung ******* habis bibir wanita cantik itu.


Dia tidak bisa menahannya meskipun satu detik saja ketika bersama Selena. Terlebih lagi, beberapa kali permainan mereka harus tertunda.


Kali ini ... Felix akan mendapatkan wanita cantik itu.


.


.


.


Bersambung ....

__ADS_1


Haiii guyssss jangan lupa like, koment, dan juga favorit yaaaaa. Byebyeeeeee.


__ADS_2