
Happy Reading ....
.
.
.
Selena meregangkan tubuhnya di atas ranjang, melemaskan otot-ototnya yang lelah karena tertidur sepenjang malam. Dia membuka matanya, menatap langit-langit kamar resort.
Dia beranjak dari posisinya berbaring, melihat suasana kamar yang sudah sangat berantakan seperti kapal pecah.
“O ****!” umpat Selena saat mendapati dua sosok yang sedang bertumpuk di atas sofa.
Dia menelan salivanya tidak percaya. Tertegun. Mereka bahkan melakukan itu di dalam kamar yang sama di mana tempat Selena terlelap.
**********
Selena kembali ke kediaman Geovandra setelah beberapa hari meninggalkan rumah dan pekerjaan untuk bersenang-senang. Ketika dia kembali, rumah terlihat sangat sepi. Hanya ada beberapa pelayan yang menyambutnya. Sementara tuan rumah mungkin sibuk dengan urusannya masing-masing.
Wanita cantik itu mendapatkan pesan teks berulang dari Renee yang mengajaknya untuk pergi spa. Namun Selena baru saja kembali dan tidak memiiki keinginan untuk pergi keluar lagi. Dia ingin beristirahat di dalam rumah.
“Ke mana Kenzo pergi?” tanya Selena pada seorang pelayan.
“Bermain golf bersama Tuan besar, Nona.”
“Bermain golf?”
“Ya, Nona.”
Selena mencoba menghubungi sekretaris pribadi Johan karena kedua orangtuanya itu tidak kunjung menjawab telepon. Beberapa ponselnya berdering, akhirnya pemilik nomor itu mengangkat teleponnya.
'Hallo, Nona.'
“Kirimkan aku alamat kalian, aku ingin menyusul,” pinta Selena.
'Tentu saja, Nona.'
Kemudian sambungan telepon terputus. Sekretaris pribadi Johan yang bernama Belerix itu segera menghampiri tuan besarnya yang sedang sibuk bermain golf. Memberitahu jika Selena ingin menyusul ke lapangan.
Johan melirik pria muda yang sedang bermain bersamanya untuk sesaat, lalu kembali melirik Belerix untuk memberikan jawaban.
“Biarkan dia datang,” ucap Johan pada sekretarisnya.
__ADS_1
Pria muda yang sedang bermain golf bersama Johan seketika menatap pria paruh baya di sampingnya. Dia tersenyum simpul, dan Johan membalas senyumannya sebelum pria itu mengayunkan tongkatnya dan memukul bola.
“Bravo!” seru Johan saat bola yang dipukul pria itu melambung tinggi sampai ke target.
“Kau memang hebat," puji Johan seraya memukul pelan bahu pria muda tersebut.
........................
Selena turun dari mobilnya yang sudah diparkirkan. Wanita cantik ini sudah siap dengan stelan golf yang dikenakannya. Baju berwarna putih, rambut panjang yang dikucir buntut kuda serta tapi khusus olahraga. Dia terlihat begitu pantas mengenakan pakaian itu, dan menambah kecantikannya.
(Foto by Pinterest)
Seorang pelayan mengantarkan Selena menuju tempat kedua orangtuanya berada. Sesampainya di sana, putranya Kenzo sedang berada di dalam gendongan seorang pria muda.
“Mami!” seru bocah kecil itu.
Edzar langsung menurunkan tubuh kecil itu dari gendongannya. Kenzo langsung berlari menuju Selena, dan memeluk kaki maminya itu.
Selena bersimpuh di depan bocah kecilnya, merapikan rambut Kenzo yang berantakan. “Hai Honey, bagaimana kabarmu?”
“Aku merindukan Mami!” Dia memeluk tubuh Selena, lalu mencium pipi maminya dengan mesra. Selena balik memeluk tubuh kecilnya.
Edzar berjalan mendekati Selena yang sedang melepaskan rindu dengan putranya. Dia tersenyum simpul melihat kemesraan kedua orang itu.
“Hai Selena,” sapa Edzar.
“Ternyata kau di sini, bermain dengan papa,” ucap Selena.
Edzar tersenyum. “Ya. Kami sudah lama tidak bermain bersama. Saling melepas rindu,” kata Edzar dengan kekehan, begitupula Selena yang ikut terkekeh.
Edzar memberikan stik golf kepada Selena. “Kau ingin bermain?”
Selena menerima stik golf itu dengan senang hati. “Tentu saja.”
************
Renee sedang melihat akun sosial media miliknya. Dia melihat akun Selena yang tidak kunjung meng-upload gambar setelah satu hari. Foto wanita cantik itu begitu dinanti Renee karena dia begitu penasaran dengan hal yang dilakukan Selena, bahkan keseharian wanita itu.
“Kau sibuk?” tanya seorang wanita yang baru saja datang lalu duduk di seberang kursinya.
Renee mengangkat wajahnya dan tersenyum, mematikan layar ponselnya. “Tidak. Aku hanya melihat sosial media milik Selena.”
__ADS_1
“Selena?” tanya wanita itu dengan raut wajah bingung sekaligus penasaran.
“Ya, kekasih Felix,” lugas Renee.
Luciane terdiam seketika, dan sedikit menurunkan wajahnya ke bawah. Tiba-tiba raut wajahnya menjadi murung, dan Renee memperhatikan perubahan ekspresinya.
“Luci, kenapa kau tidak menjelaskan hal yang sebenarnya terjadi pada Felix. Mungkin dia bisa menerima alasanmu karena menghilang tiba-tiba,” ucap Renee menyarankan.
Luciane menatap Renee dengan nanar. Ingatannya berputar pada beberapa tahun yang lalu saat dia tiba-tiba menghilang dari Felix, tapi tidak bermaksud meninggalkan pria itu.
Alasan satu-satunya Luciane terdapat pada keluarganya. Dia bukan terlahir dari keluarga kaya. Sementara keluarga Alexander sangat terpandang diberbagai kalangan, dan Luciane hanya seorang penyanyi biasa.
Luciane merasa minder dengan dirinya, meskipun keluarga Alexander tidak pernah memandang rendah kepadanya. Namun, Luci memutuskan untuk menghilang sejenak dari Felix. Pergi ke luar negeri untuk belajar, dan meniti usahanya sendiri selain jadi seorang penyanyi agar dia memiliki derajat yang sama dengan Felix.
Tapi ternyata waktu yang dia gunakan sudah terlalu lama. Dia tenggelam dalam mengejar mimpinya sehingga tidak memikirkan jika Felix akan menjatuhkan hati kepada wanita lain. Itulah sebabnya Luciane muncul kembali di hadapan Felix setelah dia membaca beberapa artikel tentang pria itu.
Luciane tidak ingin terlambat menemui pria itu. Dia tidak ingin kehilangan kesempatan untuk berjumpa dengan Felix lagi. Mungkin sebelum pria itu memutuskan pernikahannya.
Selama beberapa tahun, dia selalu menghubungi Renee. Renee adalah adik Felix dan orang terdekatnya. Felix tidak pernah tahu jika dia orang ini masih saling berhubungan.
Dulu, Renee mendukung hubungan mereka berdua. Sampai akhirnya dia melihat sendiri bagaimana kebaikan Felix dan betapa besar perhatiannya kepada Luciane. Apalagi ketika Luci menceritakan begitu manisnya sikap Felix ketika sedang bersama dengannya.
Renee secara tidak sadar malah jatuh hati kepada kakaknya tersebut. Dia seolah mendambakan perhatian dan kasih sayang pria itu sebagai seorang kekasih, bukan seorang adik.
Pada saat itu, Renee selalu mengabari Luci mengenai kabar-kabar buruk yang dilakukan oleh Felix. Misalnya, dia selalu bermain dengan perempuan, menjadi liar, dan lain sebagainya.
Luciane tidak pernah mempercayai itu semua. Karena dia sangat mengenal Felix. Pria itu tidak sembarangan dalam memilih seorang wanita. Hingga akhirnya kabar buruk benar-benar diterima oleh Luciane. Yaitu, artikel pertama mengenai kedekatan Felix dengan seorang wanita. Selena Geovandra.
Luci merasa penasaran. Wanita seperti apa yang mampu mencairkan gunung es seperti Felix. Dia sedikit mencari tahu tentang Selena di sosial media. Sampai akhirnya Luci tahu jika wanita itu adalah seorang ibu tunggal.
Sebenarnya, apa yang Felix pikirkan sehingga bisa menjatuhkan hati kepada Selena. Dia bahkan memiliki seorang putra.
“Luci, kenapa kau melamun?” tanya Renee.
Luciane seketika tersadar dari lamunannya. “Aku tidak melamun.” Dia tersenyum simpul.
Renee terdiam sejenak. Berpikir jika mungkin saja Luciane sedang memikirkan perkataannya tadi. Jika dia perlu memberitahu Felix hal yang sebenarnya terjadi.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung ....
Maaf agak lambat upnya. Soalnya hari Minggu hehe. Authornya jalan-jalan dulu.... Byebye. Semoga selalu suka sama cerita mereka.