Passionate Night

Passionate Night
*FEEL IT!


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Renee menjinjing tas limited edition seharga ratusan juta miliknya memasuki ruangan pertemuan para wali. Hari ini sekolah putranya mengadakan pertemuan. Wanita ini sengaja berdandan dengan sangat cantik, dan memakai barang-barang mewah.


Sesampainya di dalam, dia menyapa beberapa orang yang memang tidak pernah melewatkan pertemuan sekolah itu. Tapi yang Renee cari hanya satu orang. Yaitu, Selena. Di mana wanita itu.


Dia menyimpan tas berharganya ke atas meja, lalu duduk. Tidak lama setelah itu seorang wanita datang dan duduk tepat di sebelahnya. Renee menoleh dan mengira jika itu adalah Selena. Karena hanya wali dari Kenzo saja yang belum hadir. Tapi ternyata seseorang yang baru saja datang itu bukanlah Selena, melainkan Marie yang datang.


“Hai apa kabar?” Renee menyapanya dengan ramah, memeluk ringan tubuh Marie.


“Baik, bagaimana kabarmu?” tanya Marie.


“Tentu saja baik.” Renee melepaskan pelukan itu pada tubuh Marie.


“Selena? Dia tidak datang?” tanya Renee.


“Tidak, putriku tidak bisa datang, dia sibuk dengan urusannya,” ungkap Marie.


Renee berpikir jika Selena sengaja tidak datang karena kemungkinan wanita itu malu dengan artikel yang beredar mengenai Felix. Sementara semua orang tahu jika dia adalah kekasih pria itu. Tapi di belakangnya, justru Felix malah menghadiri konser mantan kekasihnya tanpa dampingan Selena.


Jika itu terjadi kepada Renee, mungkin dia akan mengamuk atau bahkan mengurung diri. Tidak tahu harus menyimpan wajahnya di mana karena rasa malu.


Huh, rasakan itu. Mungkin kau sedang menangis di ujung kamar saat ini, Selena. Haha.


Renee menyunggingkan senyumannya ketika memikirkan bagaimana raut wajah Selena ketika wanita itu patah hati dan frustasi. Renee akan senang jika melihatnya langsung.


“Aaah! Bukankah ini Selena?” seru salah satu ibu muda itu.


Dia memperlihatkan layar ponselnya kepada satu persatu member di sampingnya. Mereka semua melihat foto Selena dengan balutan bikini yang beredar di sosial media.


“Wah!” seru orang-orang saat melihatnya seraya menggelengkan kepala mereka.


Renee mengambil ponselnya, dan segera mencari akun sosial media Selena. Dia melihat foto baru yang Selena upload ke dalam akun sosial media miliknya. Dia tampak berani berpenampilan seperti itu.


“Wah dia begitu ****!” seru Lidya dan ibu muda lainnya menanggapi.


Semua menatap Marie, bahkan salah satu dari mereka memperlihatkan foto Selena kepada wanita paruh baya namun tetap modis itu. Marie hanya tersenyum simpul dan mengangguk pelan.


“Dia memang menyukai kebebasan, seperti itulah gaya hidupnya.”


Semua orang tercengang mendengarnya. Beberapa dari mereka tidak percaya jika Marie bisa menanggapinya dengan santai. Biasanya, wanita seumuran Marie akan memiliki pemikiran yang kolot.


Bebas dan tidak memiliki aturan. Batin Renee.


Renee yakin jika setelah ini Selena akan mendapatkan hujatan karena terlalu tampil berani di depan kamera. Dia bahkan menguploadnya ke dalam sosial media hingga menjadi trending utama.


“Tidak memiliki aturan,” gumam Renee rendah, namun masih bisa terdengar oleh Marie yang duduk tepat di sampingnya.

__ADS_1


“Aku tidak menyangka jika Selena sangat berani seperti itu," kata Lidya.


Renee tersenyum simpul. Hujatan pertama akan dimulai dengan ibu dari gadis bernama Luna itu.


“Bukankah itu sangat memalukan,” timpal Renee membuat tatapan semua orang tertuju kepadanya.


“Hidupnya penuh dengan kebebasan, dia pasti tidak banyak memiliki tekanan,” ungkap Lidya.


Renee langsung berkerut kening menatap Lidya. Apa yang dimaksud dengan perkataan wanita itu. Perkataannya terdengar seperti sedang mengagumi Selena.


“Ya. Terkadang hidup sebagai ibu rumah tangga selalu memiliki tekanan batin yang serius, terlebih lagi kurangnya pendamping di sisi kita. Tetapi Selena bisa menjalani semuanya dengan sangat baik. Dia hebat.”


“Dia mengagumkan bukan?”


“Jika saja semua ibu di dunia memiliki kebebasan seperti apa yang dia miliki, mungkin semua wanita tidak akan takut berumah tangga.”


“Ya, terkadang menjadi istri seseorang adalah hal yang menyiksa dan membosankan.”


“Kau benar. Semenjak menikah, aku tidak diperbolehkan untuk berkumpul bersama teman-temanku lagi.”


“Aku harus meninggalkan hobi berselancar karena sibuk mengurusi putra.”


“Aku harus menjadi ibu rumah tangga yang tinggal di rumah untuk memasak. Ah~ Sangat membosankan.”


Damn! Sebenarnya apa yang mereka lakukan? Seharusnya mereka menghujat Selena habis-habisan. Bukan malah mengagumi wanita itu. Apakah mereka sudah gila.


Renee berdecak kesal mendengarnya.


“Renee, bagaimana tanggapanmu? Kau juga seorang ibu tunggal,” tanya Lidya.


“Ah~ Apakah dia juga seorang ibu tunggal?”


“Aku tidak menyangka.”


“Bukankah dulu dia memiliki suami?”


“Dia selalu membanggakan suaminya dulu.”


Renee berdeham samar. “Lidya, sepertinya kau salah. Aku memiliki suami, hanya saja suamiku tidak ingin terpublish oleh orang lain.” Renee tidak mau kalah, dan berakhir menjadi olok-olokan orang-orang itu.


“Suami rahasia?” ucap Marie menambahkan.


Renee tersenyum simpul menatap wanita paruh baya itu. “Tidak. Dia hanya tidak ingin orang lain mengekspos dirinya. Dia orang yang sangat tertutup.”


“Bahkan untuk diperkenalkan oleh anak dan istrinya sendiri?” tanya Lidya.


Renee menggertakan giginya kesal, lalu menjawab, “Ya.”


O ****! Kini semua orang tengah berbisik untuk menggosipkannya.


**********


“Selamat pagi, Baby.”

__ADS_1


Lengan Felix melingkar pada perut Selena dari belakang. Membangunkan wanita cantik yang masih terlelap dengan pulas di sisinya. Dia mengecup pipi Selena dengan lembut, sesekali berbisik untuk membangunkannya.


“Wake up, Baby.”


“Baby girl.”


“Baby.”


Selena membuka matanya saat Felix terus saja bersuara untuk menganggunya. Dia membalikan tubuhnya untuk menatap Felix.


“Aku masih mengantuk,” ucapnya parau.


“Sekarang sudah pukul satu siang. Bangun dan bersiaplah untuk makan.”


“Huh? Pukul satu siang?” tanya Selena dengan sejuta keterkejutannya. Dia pikir ini masih pagi. “Kau tidak berbohong?”


Lengan Selena merayap di atas nakas untuk mengambil ponsel miliknya. Dia melihat waktu, dan benar saja. Kini waktu sudah menunjukan pukul satu siang, yang artinya Selena sudah tertidur selama dua belas jam.


Damn!


Tapi ini semua terjadi karena Felix. Pria itu membuat Selena lelah karena harus mengikuti permintaanya. Pria itu yang membuat tubuh Selena lemah sehingga dia harus memperbanyak waktu tidurnya.


Kejadian tadi malam ... benar-benar di luar dugaan.


“Bersiaplah, aku sudah memesankan tempat untuk kita makan siang.”


Selena mengangguk samar.


“Aku juga meminta Jenni untuk mengantarkan pakaianmu kemari,” jelas Felix.


“Apa?”


Felix mengedikan dagunya ke arah koper di sudut ruangan. Jenni yang telah membawakannya ke kamar itu karena Felix menelpon nomornya dari ponsel milik Selena.


“Di mana Jennie sekarang?”


“Mungkin sudah menunggumu di restoran.”


Saat itu juga Selena segera beringsut turun dari ranjang, pergi menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.


..........


Sementara itu di restoran yang masih berada di dalam kawasan resort. Jennie sedang duduk bersama seorang pria tampan yang tadi malam datang bersama Felix. Jennie cukup menyukai penampilan pria itu.


“Siapa namamu?”


“Zayn Alexander.”


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa untuk menyemangati Author dengan like, koment sebanyaaaaaaaak banyaaaaaknyaaaaaa yaaaa. Ditunguuuuuuu ya.. Byebye.


__ADS_2