
Happy Reading ....
.
.
.
Felix berjalanan menuruni anak tangga, dan ketika itu semua sorot mata langsung tertuju kepadanya. Beberapa reporter heboh, sangat ingin meliput dan mengambil gambar pria itu. Namun mereka memiliki perjanjian tertulis untuk tidak menayangkan apapun tanpa seijin tuan rumah.
Untuk bersikap baik sebagai keluarga, Felix mendekati Renee untuk memberikan selamat untuk pesta ulang tahun putranya, dia sedikit berbincang dengan adiknya itu.
Sementara Selena hanya beberapa kali memperhatikan tingkah pria itu dari sisi ruangan seraya meminum jus miliknya di dalam gelas.
Felix melihat jika di luar sangat banyak reporter, dia tahu jika Renee akan membuat kehebohan dengan sengaja mendatangkan mereka semua. Padahal hanya acara pesta ulang tahun anak kecil saja, kenapa harus membuat kegaduhan seperti itu.
“Di mana Leon?” tanya Felix.
“Anak-anak bermain di halaman belakang.”
“Aku akan menemuinya.”
“Baiklah.”
Selena memperhatikan langkah Felix yang sekarang semakin menjauh. Pria itu hanya menatapnya tajam lalu mengedikan dagunya, meminta Selena untuk mengikuti langkahnya.
Cih, kau pikir siapa dirimu? Kau membuat kegaduhan besar dengan artikel-artikel konyol itu, dan sekarang kau menjauhiku? Benar-benar brengsek! Umpat Selena dalam hati.
Tingkah Felix memperlihatkan jika pria itu tidak ingin terlihat bersama Selena di kediamannya, dan hal itu cukup membuat Selena merasa kesal karena diperlakukan dengan sangat buruk. Dia hampir ingin melempari wajah pria itu dengan gelas di tangannya. Tapi seketika ....
“Hai Baby, kenapa wajahmu terlihat begitu kesal?”
Suara bariton itu tepat berada di depan telinga Selena, berhembus bersama angin hangat yang menguar area tengkuk lehernya. Selena refleks menoleh, mendapati Felix yang tiba-tiba ada di sana.
“Felix?” Selena berkata dengan pelan.
Wajah mereka saling bertatapan satu sama lain, dan hal itu membuat para reporter yang sedang memperhatikan keduanya langsung berasumsi jika artikel yang beredar bukanlah gosip belaka. Namun benar-benar nyata terjadi. Wanita cantik dan pria tampan itu menjalin hubungan!
Awalnya para reporter mengira jika artikel itu salah dan hanya gosip yang dibuat-buat, karena sikap awal Felix yang terlihat acuh tak acuh dengan kehadiran Selena. Tapi tidak di sangka jika sikap pria itu memang tidak bisa ditebak.
__ADS_1
“Dia mendekatinya! Dia mendekatinya!”
Para reporter itu sangat heboh. Meskipun tidak bisa mengambil gambar ataupun video, namun mereka bisa menyaksikan kemesraan pasangan itu secara langsung sebagai tanda bukti artikel yang akan mereka tulis di masa depan.
“Ikutlah denganku.” Felix mengenggam pergelangan tangan Selena.
“Tidak, kau akan membawaku ke mana?” Selena mencoba menahan tarikan Felix pada lengannya. “Banyak orang yang sedang memperhatikan kita, reporter di mana-mana.”
“Aku tidak peduli,” ungkap Felix seraya terus menarik lengan Selena pergi.
Para reporter itu bertanya-tanya kemana Felix menarik Selena pergi. Bukan hanya mereka, beberapa tamu yang melihat juga ikut penasaran, terutama Renee dan juga Zayn. Dua orang itu tidak bisa menyembunyikan keingintahuan mereka, terlebih Renee yang memiliki rasa cemburu.
Felix bukan orang yang gemar menukar-nukar pasangannya. Zayn mengenal kakaknya dengan sangat baik. Dia juga tidak suka terlibat di artikel gosip. Tapi kali ini, pria itu justru melakukan semua kebalikan hal yang paling dihindarinya demi mendapatkan wanita cantik itu. Ternyata Felix tidak main-main menyukainya.
Aku akan mengalah, membiarkannya memiliki wanitaku. Pikir Zayn tertawa. Dia senang, akhirnya Felix mencintai seorang wanita. Sebelumnya dia pikir jika kakaknya itu seorang gayy.
Renee tidak bisa menyembunyikan rasa cemburunya, dia terlihat sangat kesal bahkan di hadapan para tamu yang sedang diajaknya untuk berbincang, ketika para tamu itu mengajaknya mengobrol, Renee justru mengabaikannya.
Bahkan di depan mataku sendiri, mereka bermain-main! Batin Renee menggerutu kesal.
Sementara itu, Felix terus menarik lengan Selena menjauhi kerumunan pesta. Pria itu membawanya masuk ke dalam satu ruangan yang Selena yakini jika itu adalah ruang kerja Felix. Banyaknya buku dan dokument di atas meja sudah menjadi ciri khasnya.
“Bukankah sudah aku katakan jika aku tidak peduli?”
Selena menatapnya dalam diam. Selain memikirkan kehebohan yang akan terjadi nantinya, Selena juga berpikir jika Felix ternyata tidak main-main dengan perkataannya. Dia membuktikan padanya jika dirinya adalah pria lajang, dan Renee bukanlah istrinya. Sikap tegas pria itu seketika membuat Selena merasa luluh.
“Kau sudah yakin sekarang?” tanya Felix memastikan, menatap Selena dengan begitu intens.
“Ya.” Selena merendahkan suaranya. “Tapi kenapa kau berboho-hmp!”
Felix membungkam mulut wanita cantik itu dengan jari telunjuknya. Dia tidak mengijinkan Selena untu mengatakan apapun lagi, wanita cantik itu hanya perlu mempercayainya dan tidak perlu memprotes lagi.
“Kau wanitaku sekarang,” bisiknya tepat di depan telinga Selena.
Selena tertegun, wajahnya seketika memanas saat mendengarkan ucapan yang dilontarkan pria itu. Bagaimana tidak, bukannya menyatakan cinta, pria itu langsung mengklaim jika Selena adalah miliknya.
Felix memeluk tubuh Selena dengan erat dan hangat, sementara Selena tidak membalas pelukan itu sama sekali. Pria itu mengelus lembut puncuk kepala Selena lalu mengecupnya, memberikan penuh cinta.
O Lord! Aku akan kenyang oleh cintanya!
__ADS_1
...
Setelah melakukan perbincangan hangat sepasang kekasih, Selena keluar dari ruangan pria itu dan turun ke lantai bawah dan berbaur dengan orang-orang di pesta.
Dia menghampiri Kenzo yang sedang bermain dengan teman-teman sekolahnya. Ada beberapa orang tua murid yang juga berada di sana.
“Selena? Akhirnya aku bertemu denganmu,” sapa seorang wali murid, memberikan Selena cipika dan cipiki. Selena hanya tersenyum simpul, dia sama sekali tidak mengenal siapa wanita yang menyapanya itu.
“Ah~ Perkenalkan aku Lidya, ibu dari Luna, putramu dan putriku sangat dekat,” ungkapnya.
Pandangan Selena mengedar bertanya-tanya, lalu pengasuh Kenzo membantu membisikan siapa wanita bernama Lidya itu, dan Selena mengangguk mengerti.
“Hallo Lidya.”
Beberapa wali murid itu menyapa Selena dengan ramah. Mereka terlihat saling akrab satu sama lain, hanya Selena yang tidak mengenal siapapun di sana. Bagaimana tidak, dia sangat jarang hadir di sekolah Kenzo.
“Kalian pasti senang mengenalnya,” seru seorang wanita seraya berjalan ke arah mereka.
Renee datang dengan senyuman di wajahnya. Dia menyapa semua wali murid itu terutama Selena, sikapnya pada Selena biasa saja, seolah tidak pernah ada pertengkaran di antara mereka.
“Tentu saja kami senang mengenal Selena, baru kali ini kami bertemu dengannya sementara namanya sudah sering disebutkan,” kata salah satu wali murid.
“Tentu saja, Selena harus bekerja lebih keras karena dia seorang single parent.” Renee tersenyum mencemooh, membuat Selena langsung terkekeh samar.
Apakah dia sedang meledeku?
.
.
.
Bersambung ....
Jangan lupa untuk like, koment, dan juga fav guyyysss..... See You.
Btw maaf upnya lama, sempet ditolak sih bab ini.
Aku revisi ke 4 kalii karena nulis 21+, ternyata ni yaa gak pro lah aku jadi aku ubah versi kalem biar lolos.
__ADS_1
Siapa tau ada yang mau tau part Selena sama Felix pas diruang baca? Awkwkwk boleh masuk grup pribadi author yaa..