Passionate Night

Passionate Night
*BRING HIM BACK!


__ADS_3

Selena mengecup kening Kenzo sebelum bocah kecil itu turun dari mobil untuk pergi ke sekolah. Begitupula Felix yang tidak henti memberikan semangat kepada putranya. Pria itu berkata jika ada yang berani menganggu Kenzo, langsung katakan saja kepada Felix. Kata-katanya itu sama persis dengan apa yang selalu Selena ucapkan setiap hari.


Kini mereka berdua saja yang berada di dalam mobil. Felix akan mengantar Selena pergi ke perusahaan terlebih dahulu.


Setengah jam kemudian mereka sampai di perusahaan GV. Selena hendak turun dari mobil, namun Felix malah mencekal lengannya.


“Aku memiliki janji temu yang penting pagi ini Felix,” ucap Selena agar Felix tidak bermain-main lagi dengannya.


“Aku tahu itu. Tapi sebelum pergi kau harus melakukan satu hal yang akan menjadi rutinitasmu mulai hari ini, Selena.”


“Apa itu?” Kening Selena berkerut halus.


“Mencium pipiku.”


Wanita cantik itu terkekeh samar setelah mendengarnya. “Baiklah Tuan Felix, aku akan melakukannya.”


Kemudian, Selena mendorong tubuhnya mendekati Felix. Mencium pipi pria itu seperti apa yang Felix minta. Setelahnya, Selena tersenyum simpul.


“Sudah puas.”


Felix menatapnya dengan senyuman. “Tentu saja. Pergilah.”


Wanita cantik itu membuka pintu mobil dan keluar. Saat di luar mobil, dia bertemu dengan Edzar yang berada di depan pintu masuk perusahaan. Pria itu sedang melihat ke arahnya. Selena segera berjalan untuk mendekatinya.


Sementara Felix memperhatikan Selena yang berjalan masuk ke perusahaan berbarengan dengan Edzar. Dia terus menatap wanitanya sampai bayang-bayang itu hilang baru Felix pergi.


Selena dan Edzar berpisah di dalam lobi perusahaan. Selama berjalan bersama tadi, keduanya hanya membicarakan masalah pekerjaan saja. Tidak lebih.


Wanita cantik itu naik ke atas menuju ruangannya menggunakan private lift khusus petinggi perusahaan. Sesampainya dia di depan ruang kerja, sekretarisnya Zoya memberitahu.


“Mrs, ada yang menunggumu di ruang tunggu.”


Selena mengangguk mengerti. “Tolong buatkan dua cangkir coffee untuk kami.”


“Baik, Mrs.”


Dia pergi menuju ruang tunggu. Di sana sudah ada seorang wanita cantik yang menunggunya. Wanita yang tadi malam telah mengiriminya pesan dan .embuat janji temu bersama Selena.


Selena tidak menolak kehadiran Luciane. Dia membiarkan wanita itu pergi dan menemuinya. Karena di sisi lain, Selena juga masih memiliki hal yang mengganjal yang menyangkut wanita itu.


“Hai Selena, bagaimana kabarmu?” sapa Luciane memeluk ringan tubuh Selena saat Selena masuk ke dalam ruangan.

__ADS_1


“Aku baik.” Selena menerima pelukan ringan itu, lalu mereka berdua duduk di sofa yang saling berhadapan.


Setelah itu, Zoya menyusul masuk ke dalam ruangan seraya membawa dua cangkir berisikan coffee panas. Wanita itu pergi keluar setelah menyimpan cangkir coffee tersebut ke atas meja.


“Maaf menganggu waktu kerjamu, Selena,” ungkap Luciane merasa bersalah.


“Aku memiliki waktu luang di pagi ini. Kau tidak menganggu sama sekali.”


Luciane mengangguk mengerti. Selanjutnya, dia mengeluarkan satu benda dari dalam papperbag yang dibawanya. Sebuah album foto. Selena mengeryitkan dahinya keheranan.


“Selena kau tahu bukan jika aku ada mantan kekasih Felix?”


Terdiam untuk sejenak, Selena berpikir. “Ya, aku tahu.”


“Ini adalah album foto kenangan kami, aku yakin jika Felix masih menyimpan duplikatnya.”


Ya, lalu? Batin Selena. Meskipun kenyataanya wanita cantik itu hanya terdiam.


“Selena aku harap kau bisa mengerti alasan kenapa aku pergi tiba-tiba dari kehidupannya.” Kedua mata Luciane mulai berkaca-kaca, dan nafasnya mulai serak.


Selena tahu semua alasan wanita itu pergi meninggalkan Felix. Renee memberitahunya dengan sangat detail.


“Bisakah kau kembalikan dia kepadaku, Selena?” pinta Luciane dengan raut wajah penuh pengharapan. “Aku sangat mencintainya, begitupula dengan Felix.”


Lord! Kenapa aku harus berada di dalam drama percintaan ini? Batin Selena.


“Aku mohon padamu Selena, aku tidak bisa hidup tanpannya. Kembalikan Felix kepadaku,” lirihnya mengemis.


“Apakah Felix sangat penting bagimu sehingga kau perlu meminta seperti itu kepadaku?” tanya Selena.


Luciane mengangguk dengan cepat. “Ya! Ya! Dia sangat penting bagiku. Dia adalah hidupku, nafasku, jiwa, dan masa depanku ....” Air matanya terus mengalir deras membasahi pipi. Seolah luka di hatinya begitu dalam dan tragis.


O Lord aku muak!


Telinga Selena berdenging saat wanita itu mengatakan kata-kata mutiara agar Selena kasihan kepadanya.


Selena merasa jika dia adalah orang jahat yang telah mencuri nafas, jiwa, serta masa depan seseorang sesuai dengan apa yang Luciane katakan.


“Tapi Felix bukanlah barang yang bisa aku kembalikan kepadamu,” ungkap Selena.


“Kau bisa menjauhinya Selena, aku mohon putuskan hubunganmu dengannya maka dia akan kembali padaku.”

__ADS_1


“Aku mohon Selena.”


“Jangan menangis di hadapanku," kata Selena dengan raut wajahnya yang datar.


Luciane terdiam, lalu menyeka air matanya. Dia menelan salivanya susah payah. Ternyata hati wanita di hadapannya ini begitu keras seperti batu. Dia bahkan tidak merasa iba sedikitpun ketika Luciane menangis dengan tersedu-sedu.


Sesaat kondisi mulai kondusif kembali dan tidak terdengar rintihan menyakitkan yang dibuat Luciane lagi.


Selena menghela nafasnya dalam-dalam. “Apa kau yakin Felix masih mencintaimu?” tanyanya dengan nada tenang.


“Aku yakin! Aku yakin jika dia masih sangat mencintaiku. Saat ini dia hanya marah, dia marah karena aku tiba-tiba meninggalkannya.”


Oh jadi seperti itu .... Pikir Selena.


“Mungkin dia hanya menjadikanmu sebagai pelampiasan Selena,” kata Luciane lagi kemudian menunduk pelan serta merendahkan suaranya. “Maaf jika karena aku putramu tidak memiliki ayah.”


“Baiklah, aku akan mengembalikan Felix kepadamu. Dia akan kembali padamu jika dia mau, Luciane,” lugas Selena dan membuat Luci menegakan posisi duduknya dan menatap Selena kembali dengan penuh harap.


Dia mengulurkan tangannya untuk meraih tangan Selena, mengenggamnya dengan sangat erat.


“Terimakasih Selena, terimakasih. Kau sangat baik.”


Setelah semua tujuannya tercapai, Luciaane keluar dari ruang tunggu itu dan meninggalkan Selena seorang diri. Dia melupakan sebuah album foto yang tadi dia simpan di atas meja.


Selena mengambil album foto tersebut lalu membukanya lembar demi lembar. Dia melihat foto kebersamaan Felix dan Luciane di masalalu. Mereka berdua terlihat sangat bahagia.


Cih memilukan!


Luciane berjalan menuju basement. Dia masuk ke salah satu mobil berwarna hitam dengan seseorang yang telah menunggunya di sana.


“Bagaimana Luci?” tanya Renee saat Luciane baru saja masuk ke dalam mobil.


“Tentu saja aku berhasil! Aku telah mengeluarkan banyak air mataku untuk membuatnya iba,” jawab Luciane dengan bangga.


“Baguslah.” Renee juga ikut merasa senang jika Selena dan Felix putus. Harapannya untuk memikat Felix masih akan ada.


“Tapi ada satu hal yang aku bingung,” ucap Luci.


“Apa itu?”


“Selena terlihat seperti biasa saja, dan tidak terguncang meskipun aku akan merebut Felix kembali. Dia sepertinya tidak peduli,” ungkap Luciane yang membuat Renee ikut terdiam.

__ADS_1


...****************...


__ADS_2