Passionate Night

Passionate Night
*RIVAL


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Suasana sekolah cukup ramai. Para orangtua murid telah menunggu putra dan putri mereka keluar dari kelas. Begitupula dengan Selena. Dia khusus menjemput Kenzo hari ini karena dia sedikit memiliki waktu luang.


Setelah menjemput Kenzo dan mengantarkan bocah kecil itu pulang. Selena pergi ke sebuah mall besar dan mengunjungi satu salon. Dia akan melakukan perawatan bersama dengan calon adik iparnya. Renee. Wanita itu mengatakan jika salon itu adalah langganannya.


Dia duduk di kursi yang menghadap ke cermin, membiarkan rambutnya ditangani oleh pegawai salon. Sementara di sampingnya, sudah ada Renee yang sedang melakukan perawatan juga.


Aku tidak menyangka jika aku akan pergi bersama wanita ini. Batin Selena.


“Bagaimana Selena, apa kau menyukai pelayanan di sini?”


“Not bad.”


Renee mengangguk menyetujui itu. Ini adalah salon langganannya, tentu saja tidak akan mengecewakan. Dia mematut dirinya di cermin, melihat rambut model barunya yang dibuat lebih pendek dari sebelumnya.


“Bagaimana penampilanku?” tanyanya kepada Selena.


Selena melihat model rambut baru milik Renee. Curly, tidak terlalu panjang ataupun pendek, dan berwarna blonde. Itu cocok untuknya. Tapi tidak disangka jika Selena akan memujinya.


“Sangat cocok.”


Renee tersenyum girang, lalu kembali mematut dirinya di cermin untuk melihat penampilannya. Dia merasa jika dirinya lebih cantik dari sebelumnya. Apalagi jika dibandingkan dengan Selena, bukankah Renee lebih baik.


............


Keduanya keluar dari salon setelah melakukan transaksi pembayaran. Kini, mereka berdua pergi ke restoran untuk menyantap makan siang. Lagi-lagi tempat yang mereka kunjungi adalah pilihan Renee.


“Ketika memiliki waktu senggang aku datang untuk makan di sini, makanannya sangat enak,” ujarnya memuji.


Selena melihat buku menu untuk memesan makanan. Tapi belum sempat dia memutuskan pesanannya, tiba-tiba seorang pelayan yang sedang membawa minuman jatuh tepat di hadapannya dan membuat minuman itu mengenai pakaian Selena.


O Damn it! Umpat Selena dalam hati.


Dia beranjak dari kursinya. Baju bagian depannya sangat basah, dia mengibaskannya dengan kedua tangan. Minuman itu akan melekat pada baju dan nodanya tidak akan bisa hilang.


“Maafkan aku, Nona, maafkan aku.” Pelayan tersebut menundukan wajahnya merasa bersalah.


“Tidak masalah,” kata Selena. “Kau boleh pergi.”


“Selena, bajumu kotor, bukankah kau harus meminta ganti rugi kepadanya?”


“Tidak perlu.”

__ADS_1


“Seharusnya kau memarahi pelayan tadi karena teledor, dia merusak pakaianmu.


“Hanya pakaian,” ucap Selena dengan tenang.


Renee mencebikan wajah kesalnya. Seharusnya Selena memarahi pelayan itu, membentaknya atau meminta ganti rugi. Tapi wanita itu malah diam saja. Jika hal itu terjadi kepada Renee, maka Renee tidak segan-segan untuk mengamuk.


“Selena?” sapa seseorang yang baru saja datang di antara dua wanita cantik itu.


Selena menolehkan wajahnya saat namanya dipanggil. Di sampingnya, seorang wanita berpakaian modis sedang menatap ke arahnya.


“Alice?”


“Ada apa dengan pakaianmu? Hm ... jus?”


“Ya. Sepertinya aku harus segera ke toilet, senang melihatmu, Alice.”


Selena melenggang pergi menuju toilet yang berada di belakang restoran. Dia mematut dirinya di depan cermin. Sialanya, tidak hanya pakaiannya saja yang kotor, tapi rambut yang baru dicucinya juga terkena tumpahan jus itu.


“Kenapa hariku sangat sial seperti ini,” gumamnya rendah.


Dia segera mengambil ponselnya, dan menghubungi seseorang.


“Aku ingin pakaian baru, cepat antarkan untukku.”


Sementara di depan restaoran. Alice dan Renee saling memandang buruk satu sama lain. Keduanya tidak saling mengenal namun ketidakakuran langsung menyertai mereka.


............


Setengah jam berlalu, akhirnya Selena kembali dari toilet dan telah siap dengan pakaian barunya. Renee tercengang melihat wanita cantik itu sudah berganti pakaian. Dari mana dia mendapatkan pakaian tersebut.


Selena menghampiri Renee yang masih setia menunggunya. Sementara itu dia mencari keberadaan Alice yang entah sudah pergi ke mana. Dia duduk di kursinya yang kini telah bersih kembali.


“Kau mengganti pakaianmu?” tanya Renee.


“Ya. Aku meminta seseorang untuk mengirimkan pakaian untukku.”


“Seseorang?” Renee penasaran.


Selena terdiam sejenak. Dia kesal tadi lalu mengadu kepada Felix, dan menceritakan semua yang telah terjadi dan bagaimana dia bisa keluar bersama Renee. Pria itu sedang bekerja, jadi dia hanya mengirimkan pengawalnya untuk memberikan baju kepada Selena. Tidak perlu menunggu waktu lama, baju itu sampai di tangan Selena.


“Bagaimana menu makan siangnya?” Selena mengalihkan pembicaraan.


“Ah~ Aku meminta mereka untuk menundanya.”


Kemudian, Renee meminta pelayan untuk membuatkan menu makan siang untuk mereka. Keduanya kembali berbincang seraya menyantap makan siang mereka.


...............


Setelah menyelesaikan makan siang. Selena dan Renee sempat berkeliling untuk sekedar melihat-lihat beberapa barang. Pada akhirnya Renee berbelanja beberapa tas dan pakaian, begitupula Selena.

__ADS_1


Selena melirik apotek yang baru saja mereka lewati, dan berpikir untuk pergi membeli sesuatu di sana. Dia meminta kepada Renee untuk menunggunya di luar, tapi wanita itu memutuskan untuk ikut.


“Obat kontrasepsi.”


Pelayan itu mengambilkan obat, dan Selena membayar tagihan.


Renee tercengang melihat apa yang sedang Selena beli. Obat kontrasepsi? Apakah wanita itu telah melakukannya bersama ... Felix?


“Kau membeli itu?”


“Ya, untuk berjaga-jaga. Felix tidak menyukai pengaman,” lugasnya jujur.


Perasaan Renee seperti tersambar petir ketika mendengarnya. Itu adalah masalah pribadi dan Selena begitu gamblang mengatakannya. Pikiran Renee seketika kalut membayangkan Felix berada di atas satu ranjang bersama Selena.


Selena sengaja melakukan itu di hadapan Renee untuk melihat bagaimana reaksi wanita itu. Pasalnya saat menelpon Felix tadi, pria itu mengatakan sesuatu yang sedikit membuat Selena merasa bingung dan penasaran.


'Kau harus siap jika beberapa kemungkinan buruk terjadi ketika kau sedang bersamanya. Dia tidak menyukaimu.'


Jadi, wanita di hadapannya ini hanya berpura-pura meskipun Selena sempat menjelaskan kejadian ketika Renee terlihat tulus meminta maaf padanya. Felix adalah orang terdekat Renee yang mengetahui sisi wanita itu. Dan mengalah bukanlah sifatnya.


Mereka berdua kembali berjalan beriringan.


“Jadi, kapan kau akan menikah dengan kakaku, Selena?” tanya Renee.


Selena melirik Renee sekilas. “Mungkin dalam waktu dekat.”


“Apa? Bukankah kalian baru saja menjalin hubungan?” kata Renee tampak terkejut.


“Lebih cepat lebih baik, bukan?” Selena terdiam sejenak. “Felix juga sudah melamarku, dia juga memberikan hadiah yang fantastis. Kau tahu, Villa mewah di sisi kota.”


Tidak tahu sejak kapan Selena memiliki rasa pamer yang tinggi. Di depan Renee, dia sangat ingin memberitahu wanita itu tentang apa yang telah dilakukan Felix untuknya.


“Villa?”


Renee berpikir sejenak. Apakah villa yang dimaksud Selena adalah villa favorit Felix? Anggota keluarga bahkan hanya pernah satu kali berkunjung ke sana ketika berlibur. Selebihnya, pria itu tidak mengijinkannya lagi. Vila itu juga adalah idaman Renee.


Pikiran dan hati Renee semakin panas dan menggebu-gebu.


Selena menyadari perubahan ekspresi wanita di sampingnya. Felix benar, sikap seseorang tidak akan berubah hanya dalam waktu singkat.


.


.


.


Bersambung ....


Jangan lupa like, koment untuk terus menyemangati Author yaaaaaa.

__ADS_1


__ADS_2