Passionate Night

Passionate Night
*TRUST YOU?


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Jadi, kau akan menerimanya?”


“Aku tidak tahu.”


**********


Selena duduk di sofa yang berada di dalam kamarnya. Memandang langit malam dari dalam jendela karena tidak bisa tertidur dengan cepat meskipun tubuh dan pikirannya merasa sangat lelah.


Jemarinya memlirin cincin yang terpasang pada jemari manisnya di tangan kiri. Kemudian dia mengangkat tangannya, dan melihat cincin permata itu dengan intens.


Apa yang seharusnya aku katakan kepada pria itu. Aku tidak siap untuk menikah. Pikir Selena.


Usianya sudah matang, dan juga dia telah memiliki satu anak yang sudah lumayan besar. Tidak mungkin Selena mengatakan jika dia belum siap menikah. Pria itu pasti akan terus memaksanya sebelum alasan Selena menjadi kuat.


Tring!


Seketika ponsel miliknya di atas meja berbunyi. Selena segera meraih ponsel tersebut untuk melihat notifikasi yang masuk. Itu adalah grup para orangtua di sekolah Kenzo, mereka akan mengadakan makan siang bersama besok.


Tidak ada alasan untuk Selena hadir ke dalam pertemuan tersebut. Tapi tidak lama kemudian, pesan dari Marie menyusul masuk ke dalam aplikasi chat online miliknya.


'Selena, aku tidak bisa datang besok. Tolong datang untuk menggantikanku.'


Selena berkerut kening. Dia langsung menekan tombol hijau untuk menghubungi ibunya itu. Namun seketika nomornya tidak aktif. Selena beralih untuk menghubungi asisten pribadi Marie.


'Nyonya berada di luar kota, Nona.'


“Sejak kapan ibuku pergi?”


'Setelah makan lama.'


Selena mendesah samar. “Jika pertemuan itu tidak penting, aku tidak akan menghadirinya. Katakan pada mami.”


'Nyonya besar berjanji akan memberikan hadiah kepada para wali murid. Mohon anda hadir untuk menggantikannya.'


Selena mendengkus. “Baiklah.”

__ADS_1


Tidak ada alasan lain untuk menolaknya. Lagipula kenapa pertemuan itu selalu diadakan ketika jadwal Selena sedang longgar. Mungkinkah ini sebuah kebetulan.


Masalah pertemuan membuat Selena melonggarkan pikirannya mengenai masalah pernikahan yang menghantui kepalanya beberapa hari belakangan ini. Setidaknya kali ini wanita cantik itu bisa menghempaskan dirinya ke atas ranjang, dan mencoba untuk terlelap.


Setelah tidur dan bangun di pagi hari, semuanya akan baik-baik saja.


***************


Waktu sudah menunjukan pukul dua belas tengah hari. Felix masih berada di dalam ruangannya dan sibuk bekerja. Dia meminta pelayannya untuk membelikan makan siang untuknya. Dia akan makan di ruang kerjanya.


Tiba-tiba ponselnya bergetar, sebuah notifikasi pesan masuk dari aplikasi chat online miliknya. Untuk beberapa menit Felix mengebaikannya dan tidak langsung melihat ponselnya. Namun menit berikutnya, ponsel itu kembali berdering.


Dia meninggalkan pekerjaanya untuk sesaat, dan mengbil ponsel untuk membaca notifikasi pesan yang masuk berulang kali tersebut. Pesan dengan nomor tidak di kenal mengiriminya sebuah alamat Caffee. Felix mengenal nama tempat itu.


'Bisakah kau meluangkan waktumu? Aku sedang menunggumu di tempat favorit kita.'


Felix menatap pesan chat itu untuk beberapa saat sampai layar ponselnya mati secara otomatis. Dia tidak ingin menghiraukan pesan tersebut. Namun sesuatu masih mengganjal di dalam hatinya dan harus mencari kejelasan. Apa yang sebenarnya telah terjadi.


************


Seperti yang diminta oleh Marie, Selena datang ke pertemuan para orang tua murid di sekolah Kenzo. Dia membawa beberapa bag berisi redwine yang kemudian dibagikan kepada para wali murid itu. Redwine tersebut merupakan hadiah yang dimaksud oleh Marie.


Mereka berbincang bersama seraya menyantap menu makan siang. Obrolan mereka tak jauh dari masalah anak-anak di sekolah, serta tentang kehidupan pribadi mereka.


Sementara Selena hanya mengikuti alur saja. Dia akan berbicara hanya ketika seseorang bertanya kepadanya. Jika tidak, Selena hanya akan sesekali tersenyum untuk menanggapi.


Setelah selesai makan siang, satu persatu dari wali murid pamit untuk pergi. Bermacam-macam alasan yang mereka berikan. Sampai waktunya Selena yang akan pergi, namun Renee menahannya.


“Selena, mau minum coffee bersamaku? Ada hal yang perlu aku katakan kepadamu.”


......................


Dua wanita cantik itu pergi ke coffeeshop yang terletak tidak jauh dari restoran tempat mereka makan siang. Keduanya duduk di kursi pojok ruangan setelah masing-masing memesan secangkir coffee.


Selena menyesap coffee miliknya. Dia memesan mocha latte. Hari ini, dia ingin meminum minuman manis tidak seperti biasanya yang selalu memesan americano.


Renee meliriknya saat sebelah tangan Selena terangkat ke atas ketika meminum coffee. Dia melihat sebuah cincin indah melingkar pada jari manis wanita itu. Perasaan Renee mendadak tidak enak. Pikirannya menerka-nerka dari mana cincin itu berasal.


“Selena,” panggi Renee, membuat Selena melirik ke arahnya. “Ada yang ingin aku sampaikan kepadamu,” imbuh Renee.


“Katakan, ada apa?”


Selena menyimpan cangkir coffee miliknya ke atas meja. Saat itu juga Renee langsung mengenggam sebelah telapak tangan Selena perlahan. Dia menghela nafasnya dalam.

__ADS_1


“Sebenarnya, ini tentang kakakku,” ungkap Renee seraya memasang ekspresi sedih.


“Selena, apa kau sudah membaca tentang artikel beberapa Minggu yang lalu, saat kakak pergi ke luar negeri untuk menghadiri satu acara?”


Selena terdiam sejenak. Tentu saja dia membaca artikel tersebut. Artikel yang menampilkan nama Felix di dalamnya.


“Ada apa dengan artikel itu?” tanya Selena.


“Akan sedikit menganggu, tapi aku harap kau bisa menerima kenyataan, Selena.”


Renee berbelit-belit. Selena sudah tidak tahan lagi seolah ingin mendorong wanita itu agar secepatnya berbicara dan mengatakan apa yang ingin dia katakan. Tapi Renee malah menarik ulur perkataanya, membuat Selena tidak sabaran.


“Katakan saja, tidak masalah.”


“Sebenarnya ... kekasih kakakku telah kembali. Luciane. Wanita itu hadir kembali ke dalam kehidupan kami.”


Kemudian, Renee menjelaskan dengan sangat detail mengenai hubungan Felix dan juga Luciane. Seluruh keluarga Alexander mendukung mereka, bahkan mereka sempat bertunangan meskipun tidak resmi. Sekedar bertukar cincin seperti yang terjadi pada Selena sekarang ini.


Lalu Renee juga bercerita bagaimana Luciane tiba-tiba pergi meninggalkan Felix, menghilang tanpa kabar.


Cerita tentang Luci tidak sampai di situ. Renee juga menjelaskan alasan kenapa Luciane menghilang dengan tiba-tiba. Itu semata-mata karena dia ingin mengejar impiannya.


Ekspresi Renee terlihat sedih ketika menjelaskan. Dia iba kepada Luciane sekaligus kasihan kepada Selena.


Selena dan Felix baru saja menjalin hubungan mereka. Tetapi tiba-tiba cinta masalalu Felix datang dan membuat hubungan di antara mereka menjadi ambigu.


“Jadi Selena, aku hanya ingin memberitahumu lebih awal. Sebaiknya kau persiapkan apa yang akan terjadi selanjutnya,” ungkap Renee seolah menjelaskan jika hubungan Selena dan Felix akan segera berakhir.


“Aku sangat kasihan padamu,” imbuhnya sembari terus mengenggam telapak tangan Selena.


“Tidak masalah. Aku baik-baik saja,” kata Selena.


Tiba-tiba ponsel Renee yang terletak di atas meja berdering. Wanita itu dengan segera mengambil ponselnya untuk melihat notifikasi.


“Hm Selena ... sepertinya dia sudah menemui kakakku," ujar Renee seraya memperlihatkan layar ponselnya kepada Selena.


Media sialan! Selalu tahu apa yang sedang panas terjadi.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ....


Jangan lupa like, koment, dan juga subscribe yaaa. See you.


__ADS_2