Passionate Night

Passionate Night
*ACTION


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Setelah mengantar Kenzo pulang ke rumah, Jonathan dan Jenni menariknya pergi ke luar. Dua orang itu mengajak Selena duduk di bar untuk minum, Jonathan juga berkata jika dia ingin menyampaikan sesuatu.


Selena menghabiskan dua kaleng beernya sembari terus melihat layar ponsel miliknya. Wanita itu memiliki banyak pekerjaan yang tertunda, dan dia harus menyelesaikannya melalui ponsel.


Sementara Jenni dan Jonathan sedang mengobrol ditemani satu botol whisky. Keduanya membicarakan sesuatu yang saat Selena mendengarnya dia langsung tertarik dan mengeyampingkan semua pekerjaanya.


“Apa yang kau katakan tadi?” tanya Selena dengan penasaran.


Jenni dan Jonathan langsung menoleh ke arahnya, mereka berdua melihat Selena yang sudah tidak sibuk kemudian mengajaknya berbincang.


“Seseorang datang ke sekolah kita untuk mencari tahu tentangmu.”


“Huh?” Selena bingung.


“Ya, seseorang sedang menyelidikimu,” ucap Jonathan. “Kau tahu, kabar tentangmu yang menyebar di sekolah sangat buruk,” imbuhnya.


Selena terkekeh samar. “Siapa yang sedang menyelidikiku? Apakah aku orang penting?”


Jonathan memutar bola matanya malas melihat respon santai yang ditunjukan oleh Selena. “Benar, kau tidak penting.”


Selena menatap pria gemulai itu dengan tatapan malas.


“Kau sudah tahu siapa yang akan kau ajak ke pesta reuni nanti?” tanya Jenni seraya menyesap whisky miliknya.


“Aku akan membawa siapa? Jhon, Riz, atau Lian,” ucap Jonathan dengan bingung.


Jenni sontak menepuk tangan pria itu dan membuatnya mendesah kesakitan. “Bawalah seorang wanita.”


“Aku tidak mau.”


“Cih.” Jenni memutar bola matanya malas, beralih menatap Selena yang sejak tadi memperhatikan pertengkarannya. “Bagaimana denganmu?” tanyanya kepada Selena.


Satu porsi burger lengkap dengan kentang goreng dan salad yang Selena pesan telah tiba. Wanita cantik itu sedang memakan kentang gorengnya ketika Jenni bertanya.


“Tidak ada, aku tidak peduli,” kata Selena seraya mengangkat kedua bahunya.


“O Lord! Tolonglah, reuni ini penting untuk kita, jangan bermain-main.”

__ADS_1


Selena terlihat tidak peduli begitupula dengan Jonathan. Acara reuni sekolah bukanlah acara untuk melepas rindu ataupun mengenang masa muda, melainkan untuk pamer semua hal yang dimiliki masa kini termasuk pasangan. Selena sangat malas dengan hal-hal yang menyakitkan otak.


Jenni kehabisan akal, dia tidak mengerti dengan pola pikir kedua orang gila di sisinya. Padahal acara reuni begitu penting, dan menyangkut harga diri mereka. Jika mereka tidak datang, maka orang-orang akan semakin mengolok-olok.


“Biar aku pilihkan untuk kalian,” gumam Jenni rendah.


Selena memakan salad sayur, tangannya menepuk tangan Jonathan yang nakal mengambil kentang gorengnya. Dia meminta Jonathan untuk memesan sendiri, namun pria gemulai itu menolak. Katanya, milik Selena lebih nikmat untuk dinikmati.


Ponsel Jenni seketika berdering, wanita cantik itu turun dari kursinya dan berjalan sedikit menjauh untuk mengangkat telepon, meninggalkan dua orang yang sedang berebut kentang goreng.


“Kau yakin tidak akan datang ke acara reuni?” tanya Jonathan seraya terus mengunyah makanannya.


Selena menegak beernya hingga tandas, lalu dia memesan satu gelas lagi kemudian menjawab, “Tentu saja aku harus datang, jika tidak harga diriku akan direndahkan.”


“Lalu kenapa kau tidak peduli saat dia bertanya?” Jonathan mengedikan dagunya ke arah Jenni, namun dengan pandangan terus terarah kepada Selena.


“Aku tidak ingin wanita gila itu memilihkan pria untukku, dia akan memilihkan pria aneh,” lugas Selena.


“Hahahha!” Jonathan tergelak, membuat Jenni yang berdiri tidak jauh dari tempat duduknya menoleh sesaat.


Selena memperlihatkan layar ponselnya pada Jonathan, memperlihatkannya sebuah akun sosial media milik seorang model muda. Dia menjelaskan bagaimana Jenni menghabiskan waktu berlibur dengan model tersebut sampai-sampai membuat gelak tawa Jonathan memenuhi isi ruangan bar tersebut.


“Burung kecil, seperti apa rasanya?”


“Apa yang kalian bicarakan?” tanya Jenni, kembali duduk di tempatnya, membuat Selena dan Jonathan langsung terdiam menyembunyikan tawa mereka. “Kalian membicarakan ku?” tanya Jenni penuh selidik.


“Lord! Tidak, siapa yang akan membicarakan mu?” kata Jonathan.


“Cih.” Wanita cantik dan **** itu berdecih malas.


“Aku memesan tempat spa untuk kita bertiga,” kata Jenni.


“Baguslah.” Jonathan menanggapi, sementara Selena hanya mengangguk setuju, lagipula dia sudah lama sekali tidak merilekskan tubuhnya, selama ini dia selalu disibukan dengan urusan pribadi dan pekerjaan.


Selena menghabiskan beer di dalam gelasnya, dan kemudian ponselnya tiba-tiba berdering. Felix megirimkan sebuah gambar lagi, Selena pikir jika itu foto masa kecil pria itu yang akan dibandingkan dengan Kenzo. Saat Selena tidak membuka pesannya pria itu mengirimkan sebuah pesan teks yang bertuliskan;


'Temui aku di gym XX, atau skandal kita berdua akan tersebar.'


Skandal?


Selena merasa heran setelah membaca pesan teks yang dikirimkan oleh pria itu. Jemarinya reflek membuka pesan tersebut untuk melihat gambar apa yang Felix kirimkan.


“O Lord!” pekik Selena, menutup mulutnya menggunakan sebelah telapak tangan. Jenni dan Jonathan langsung menoleh ke arahnya saat sahabatnya itu menjerit.


“What's wrong, baby?" Jonathan bertanya dengan serius.

__ADS_1


Selena menatap kedua sahabatnya dan menyadari bahwa mereka sedang menatapnya. Dia tidak mungkin memberitahu mereka tentang kedekatannya dengan Felix, mereka akan sama ributnya dengan Marie dan Johan yang sangat ingin tahu.


Selena menyiapkan tasnya, mengambil benda miliknya yang berserakan di atas meja seperti kunci mobil dan memasukannya ke dalam tas. Dia siap untuk pergi.


“Aku akan pergi.”


“Ke mana kau akan pergi? Kita memiliki janji spa hari ini,” tanya Jenni.


“Aku memiliki pekerjaan penting.” Dia merapikan rambutnya yang tidak teratur. “Oke, kita spa lain hari,” ucapnya.


Kemudian Selena berlalu pergi setelah memberikan kecupan pipi kanan dan kiri pada dua sahabatnya. Sementara Jenni dan Jonathan menatap wanita itu sampai dia benar-benar menghilang dari pandangan mereka.


“Janji penting,” ucap Jonathan mengangkat bahunya.


“Wanita yang sibuk.”


Dibandingkan dengan Jenni dan Jonathan, tentu saja Selena yang paling disibukan dengan pekerjaanya. Dia harus memimpin perusahan besar yang berisi ribuan orang. Sementara Jenni dan Jonathan bekerja sesuka hati mereka.


Setelah ditinggalkan Selena, dua orang itu berbincang kembali. Jenni mulai melakukan hal-hal gilanya dengan merekomendasikan beberapa wanita cantik kepada Jonathan. Namun pria gemulai itu masih bersikukuh akan membawa seorang pria untuk bersamanya di acara reuni nanti. Lord!


********


Selena sampai pada sebuah tempat gym yang jaraknya lumayan jauh dari bar yang dikunjunginya tadi. Gilanya, pria itu memilih private gym di pinggiran kota. Selena tidak pernah ke sana, dan dia harus memakai maps untuk pergi ke tempat itu. Beruntung maps tidak menyesatkanya.


Mobilnya terhenti tepat di depan pintu masuk. Dua orang penjaga bertubuh besar langsung menyambutnya, dan meminta alih kemudi mobil Selena agar mereka bisa memarkirkan mobil tersebut. Tanpa berlama-lama Selena langsung menyerahkan mobilnya.


Kemudian dua pria itu mempersilahkannya masuk ke dalam. Sementara suasana terlihat sepi tanpa ada satu orangpun di dalamnya. Di mana pria itu?


“Nona, silahkan berganti pakaian terlebih dahulu.”


“Ah~ Tidak perlu, aku hanya ingin bertemu dengan seseorang di sini,” tolak Selena secara halus.


“Gantilah pakaianmu.” Tiba-tiba suara bariton itu mengejutkan Selena, membuat tatapannya langsung terarah pada sumber suara.


Felix ....


.


.


.


***Bersambung ....


Jangan lupa like, koment, dan juga tambahkan fav yaaaa. Terus semangati author see you***.

__ADS_1


__ADS_2