
Happy Reading ....
.
.
.
(Foto by Pinterest)
Mobil sport mewah yang dikendarai oleh Felix berhenti, menandakan jika mereka telah sampai di tempat tujuan.
Selena hendak membuka pintu mobil itu, namun segera Felix hentikan. Dia hanya terdiam dan bingung, memperhatikan Felix membuka seatbeltnya dan keluar dari mobil, berjalan mengitari mobil itu lalu membukakan pintu untuk Selena.
Felix tersenyum tipis, mengulurkan tangannya ke arah Selena. Perlakuannya benar-benar manis dan mampu membuat siapapun tergoda padanya, ya kecuali Selena.
Selena meraih uluran tangan Felix dan keluar dari mobil. Di depannya sudah ada sebuah kapal pesiar mewah dan banyak orang sedang mengantri masuk ke dalamnya, seorang penjaga memeriksa undangan mereka sebelum diijinkan masuk.
Felix dan Selena ikut mengantri, dan akhirnya sampai pada mereka. Selena memberikan undangannya pada penjaga, dan mereka dibiarkan masuk setelah memeriksa undangan.
Keduanya saling bergandeng tangan, meskipun di dalam hati Selena begitu menentangnya, namun dia harus melakukan itu demi menjalani actingnya di depan teman-teman sekolahnya nanti.
“Kau bisa melakukan apapun, bukan?” bisik Selena pada Felix.
“Ya," jawab pria itu dengan nada santai.
“Jangan sampai ada artikel yang muncul mengenai kita.”
Felix terkekeh mendengarnya.
“Aku tidak mau terlibat dengan suami orang lain. Damn!” Selena seketika menghentikan langkahnya, dan menoleh ke arah Felix. “Bagaimana jika ada yang mengenalmu? Aku akan mati karena malu!”
Ekspresi Felix datar, wanita cantik di hadapannya benar-benar takut terlibat skandal dengannya. Felix berpikir, mungkinkah dia harus mengatakan hal yang sebenarnya, jika dia adalah seorang pria lajang agar Selena tidak terus menjaga jarak darinya. Tapi di sisi lain, menggoda Selena adalah hal yang paling menyenangkan.
Jenni datang menghampiri pasangan itu, dan wajahnya langsung terkejut saat dia melihat Felix, seperti melihat hantu. Sementara Selena menyapa pria yang datang bersama sahabatnya itu dengan ramah.
__ADS_1
“Hallo, Hardy,” sapa Selena seraya mengulurkan tangannya ke arah model muda dan tampan itu.
Hardy Strom menjabat tangan Selena dengan baik dan senyuman. “Selena, senang berjumpa denganmu di sini. Aku mendengar banyak tentangmu dari Jenni.”
Selena tersenyum ramah, sebenarnya dia tidak tahu dengan apa yang sedang dipikirkan oleh sahabatnya itu sehingga membawa pria ini masuk ke dalam pesta. Dia terlihat sangat ... muda, meskipun mereka berdua tampak serasi jika disandingkan.
Jenni menarik tangan Selena menjauh dari para pria, lalu dia berbisik, “Kenapa kau bisa bersamanya? Di mana Edzar?”
Selena menggeleng samar dan mengangkat kedua bahunya. “Apa yang harus aku lakukan? Edzar mendadak tidak bisa datang, dan hanya pria itu yang ada, jadi aku mengajaknya.”
“Damn! Apa kau tidak takut terlibat dalam skandal, dan nama besarmu tertera di sebuah artikel?”
“Lord! Jenni, itulah yang sedang aku khawatirkan sejak tadi.”
“Selena, beberapa orang menunggumu,” kata Jenni seraya mengedikan dagunya ke arah belakang Selena. Di sana, beberapa orang dari sekolahnya dulu berkumpul, masing-masing dengan pasangan mereka.
Selena menelan ludah, dia hanya bisa berharap di dalam hatinya jika tidak ada satupun dari mereka yang mengenali Felix.
Lord! Tolonglah aku!
Dia menampilkan senyuman palsunya saat beberapa teman wanita menyapanya dengan tatapan mengerikan. Mereka tidak berubah sama sekali, selalu menganggap Selena adalah saingan mengingat jika Selena adalah wanita paling populer pada masa sekolah.
“Ya, kau sama sekali tidak berubah meskipun sudah memiliki seorang putra yang usianya cukup lumayan besar.”
“Tentu saja dia tidak berubah, dia memiliki banyak waktu untuk perawatan diri karena waktunya tidak dihabiskan untuk mengurus suami.”
Terdengar kekehan menyebalkan dari segerombolan orang sirik itu. Sementara Selena hanya menanggapinya dengan senyum ringan, berbeda dengan Jenni yang sudah menggertakan giginya yang hampir saja retak.
“Ah~ Jenni, ternyata persahabatan kalian benar-benar abadi.”
“Ya, aku pikir jika kalian akan bertengkar dan berpisah karena berebut pria, ternyata tidak.”
Jenni maju satu langkah, hendak menjambak rambut para wanita itu. Namun Selena segera menghentikannya, membiarkan mereka berkata dengan sepuas hati. Ya, biarkan saja anjing menggonggong
Gelak tawa mereka semakin nyaring, merusak gendang telinga. Mereka masih membawa rumor di masalalu pada masa sekarang. Rumor masalalu mengatakan jika Selena dan Jenni adalah pasangan sesama jenis, oleh sebab itu mereka berdua tidak pernah terlibat dengan pria manapun.
“Yang satunya adalah seorang ibu tunggal, dan satunya lajang yang sudah mencapai usia batas maksimal, kalian sangat serasi!”
__ADS_1
Damn! Percayalah jika saat ini yang sangat ingin Selena lakukan adalah merobek semua mulut-mulut yang berkata kotor padanya.
“Hei teman-teman, apa yang sedang kalian kerubungi?” seru seseorang.
Ketika mendengar suara itu, mereka langsung menepi dan memberi jalan. Seorang wanita cantik dan **** datang bersama pria tampan dan cool yang digandengnya. Inilah pasangan legenda di sekolah mereka. Alice dan Brave. Sialnya, Brave adalah kekasih Selena sebelum si centil Alice merebutnya.
Alice tersenyum dan mengulurkan tangannya ke arah Selena. “Hallo Selena, ternyata kau, bagaimana kabarmu?”
Selena membalas senyuman Alice yang terlihat mencemooh dirinya, lalu dia mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan wanita itu.
“Aku sangat baik, bagaimana kabarmu?”
“Tentu saja aku baik.”
Jabatan tangan mereka saling terlepas. Alice memegang lengan Brave dengan lembut seraya menyenderkan kepalanya pada lengan kekar pria tampan itu.
“Aku dan Brave akan segera melangsungkan pertunangan, aku akan memberikanmu undangannya nanti,” ucap Alice menyombongkan diri berharap jika bisa membuat Selena patah hati.
Selena mengangguk samar untuk menanggapinya, hanya itu. Alice sedikit kecewa karena tidak ada balasan kata yang dilontarkan rival abadinya itu. Seolah belum cukup, Alice kembali melontarkan pertanyaan menyinggung untuk Selena.
“Ah~ Bukankah undangan reuni dibuat untuk pasangan? Jadi, di mana pasanganmu, Selena?”
Tentu saja tidak akan pernah ada habisnya jika Selena terus saja terdiam. Dia melihat Alice yang sudah siap menertawakannya, sementara Brave hanya terdiam sembari menunggu jawaban dari Selena.
Brave adalah kekasih dan cinta pertama Selena, mereka menjalin hubungan hampir dua tahun sebalum akhirnya hubungan mereka kandas karena perselingkuhan pria itu dengan Alice. Di dalam cerita masalalu, Selena adalah wanita yang tersakiti.
Sampai saat ini Selena masih lajang, tidak pernah menikah, ataupun terlibat dengan pria. Brave berpikir jika wanita itu tidak mampu untuk melupakannya sampai saat ini. Dia yakin jika Selena akan mengajak pria acak yang dia temui di sisi jalan untuk dia ajak datang ke pesta.
“Selena, mana pasanganmu?” tanya salah seorang wanita, lalu tidak lama mereka mulai bersorak dan sangat berisik seperti anak-anak kambing.
“Hai Baby, ada apa ini, kenapa begitu ribut?” tanya Felix seraya merangkul pinggul sintal milik Selena.
Semua orang menatap pria itu dengan ekspresi terkejut, terlebih lagi Brave dan Alice.
.
.
__ADS_1
.
Bersambung ....