
Selena memutuskan untuk tidak lari dari kenyataan lagi. Dia akan menghadapi semua permasalahan yang terjadi di dalam hidupnya agar bisa mendapatkan ketentraman hidup yang lebih baik lagi.
Menerima Felix dalam hidupnya bukan hal yang mudah. Masalah yang dia hadapi tentang pernikahan juga bukan perkara mudah untuk di hadapi. Namun Selena akan mencoba menjalani itu semua.
Dia memutuskan untuk menjalin kembali hubungan dengan pria itu. Hubungan lebih baik lagi. Sebelum menyetujui pernikahan, mereka setuju untuk tinggal bersama agar lebih mengenal satu sama lain.
“Konyol!” celetuknya seraya menatap bayangan wajahnya dari balik cermin.
“Kenapa aku malah menerima saran konyol dari Jennie? Lord! Aku akan tamat!”
Benar. Ini semua adalah saran dari sahabatnya itu. Saran konyol yang Selena setujui karena pikirannya sudah buntu memikirkan semua permasalahan yang ada.
......................
Wanita cantik itu sudah bersiap dengan pakaian kerjanya. Rambut panjang yang dibiarkan terurai, serta make up tipis pada wajahnya memancarkan kecantikannya yang semakin anggun.
Suara higheels itu menghentak lantai. Kaki jenjangnya menuruni anak tangga dan berjalan menuju lantai dua. Sesampainya diujung tangga, dia mencium aroma wangi yang berasal dari dapur.
Dia segera pergi untuk melihat siapa yang tengah memasak. Mungkinkah Felix meminta satu pelayan untuk mengurus rumah itu. Sesampainya di sana, Selena terdiam dan tidak bergerak. Felix yang sudah siap dengan pakaian kerjanya sedang memasak sarapan di sana.
Pria itu menoleh ketika mendengar suara langkah kaki Selena. Dia berjalan menuju meja makan seraya membawa dua piring berisikan makanan di atasnya.
“Duduklah dan sarapan sebelum bekerja,” ajak Felix padanya. Dia menggeret satu kursi dan meminta wanita cantik itu untuk duduk.
(Foto by Pinterest)
Selena melihat sarapan yang dibuat Felix kemudian duduk di kursi yang telah ditarik oleh pria itu. Makanan di sana terlihat lezat dan sehat. Ditambah dengan secangkir coffee americano sebagai pendampingnya.
“Kenapa kau memasak di pagi hari? Kau harus meminta pelayan untuk melakukannya,” ucap Selena seraya menyuapkan alpukat ke dalam mulutnya.
“Tidak perlu. Aku tidak ingin ada orang lain di antara kita di rumah ini,” ungkap Felix membuat Selena melirik sekilas ke arahnya.
Selena hanya mengangguk samar untuk menamggapi perkataan pria itu. Kemudian dia melanjutkan acara makannya sampai tuntas. Meskipun menu makanan itu biasa saja, namun jika Felix yang membuatnya maka akan memiliki cita rasa yang berbeda. Selena bahkan menghabiskannya sampai suapan terakhir.
__ADS_1
Apakah ini karena pesona pria tampan? Batin Selena.
Mereka berdua menyelesaikan acara makan mereka. Felix membawa piring bekas makan mereka dan menyimpannya ke dalam sinki. Membiarkanya di sana karena nanti siang ketika rumah kosong, pelayan akan datang untuk membereskan.
Selena menyela ujung bibirnya dengan tissue setelah menyesap coffee panas miliknya. Dia beranjak dari kursi dan mengambil handbag miliknya.
Dia berjalan menuju ruang tamu untuk mengambil kunci mobil. Namun seketika Felix mencekat lengannya, menghentikan Selena untuk mengambil kunci mobilnya di sana.
“Mulai hari ini, aku yang akan mengantarmu pergi ke perusahaan,” ucap Felix.
“Tidak perlu Felix, aku bisa melakukannya sendiri. Lagipula kau akan terlambat nanti.”
“Tidak masalah, Baby.”
Felix merangkul bahu Selena, mengecup puncak kepala wanita cantik itu. Perlakuannya begitu manis, dia juga sangat perhatian. Tidak mungkin Selena bisa menolak pesona dari pria tampan itu.
...****************...
Selena baru menyelesaikan rapatnya bersama beberapa petinggi perusahaan. Dia menghabiskan satu setengah jam waktunya untuk duduk di dalam ruang meeting.
Dia kembali ke dalam ruangannya, meregangkan otot tubuhnya yang pegal. Lalu menghidupkan kembali ponselnya yang dia matikan sejak tadi.
'Aku sudah menjemput Kenzo di sekolahnya.'
Isi pesan teks Felix ditambahi dengan fotonya yang sedang menggandeng lengan Kenzo.
Selena terdiam sejenak memandang foto bocah kecil yang dengan polosnya digandeng oleh Felix. Kenzo terlihat patuh dan sangat baik.
Dia kembali mematikan ponsel dan menyimpannya ke atas meja, tanpa membalas pesan dari Felix. Lalu tidak lama kemudian, Zoya mengetuk pintu ruangannya, dan Selena mempersilahkannya untuk masuk.
“Kiriman untukmu, Mrs!”
Sekretaris itu membawakan satu buket bunga mawar besar lalu memberikannya kepada Selena. Selena melihat sebuah note kecil di atas buket tersebut, lalu dia mempersilahkan Zoya untuk keluar dari ruangannya.
'Aku mencintaimu, Selena.'
__ADS_1
Satu halis Selena terangkat ke atas. Tidak menyangka jika Felix akan bersikap semanis ini. Ternyata pria dingin dan arogan itu memiliki sisi yang lembut juga. Haha sejak kapan? Padahal sejak mereka bertemu dulu pria itu selalu dingin dan cenderung memaksa.
Tiba-tiba ponselnya kembali berdering. Beberapa orang di dalam grup wali murid sekolah Kenzo sedang aktif menulis pesan. Mereka juga mengirimkan beberapa gambar yang terlihat sama.
Di dalam grup tersebut sedang membahas liburan musim panas kali ini. Dikatakan bahwa para wali murid wajib membuat vote untuk pilihan tempat liburan. Selena juga diminta untuk memilih satu tempat.
Selena memilih sebuah villa di pinggiran kota dengan suasana yang hening dan sepi. Itu akan bagus untuk liburan anak-anak karena menghindari riuhnya perkotaan.
'Liburan keluarga. Para orang tua murid diwajibkan untuk menghadirinya.'
Selena mengeluh tidak akan bisa mengikuti acara tersebut. Dia sangat sibuk. Mungkin dirinya bisa meminta Marie dan Johan untuk menemani Kenzo berlibur.
Dia menyimpan ponselnya kembali ke atas meja, lalu melanjutkan pekerjaanya.
...****************...
Tidak menyangka jika hubungan dua orang itu kini sudah memasuki jenjang keseriusan. Terlebih lagi dengan ungkapan Felix yang membuat bingung semua orang yang mendengarnya. Terlebih lagi Renee. Kini wanita itu sedang berada di sekolah untuk menjemput Leon. Kebetulan sekali dia melihat Felix di sana.
Renee ingin menghampiri pria itu untuk menanyakan kebenaran yang sesungguhnya. Tapi suasana sekolah sangat ramai. Orang-orang sangat menyukai keributan. Jika hal itu sampai terbawa ke public, Renee akan lebih repot lagi.
Aku membencimu, Selena. Batinya.
Dia melihat kedekatan antara Felix dan juga Kenzo. Kedekatan yang pada awalnya adalah milik Leon sang putra kini direbut oleh anak lain. Renee tidak bisa menerima itu.
Selena, ini semua karena dirimu!
...****************...
Waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh. Selena berada di dapur dan sedang mengiris sayuran bersama Felix untuk menyiapkan makan malam.
Malam ini Kenzo akan tidur bersama mereka. Bagus jika bocah kecil itu berada di apartemen itu. Felix tidak akan terlalu memganggunya.
Kini, Kenzo sedang bermain beberapa robot koleksi milik Felix. Pria itu membawa semua robot miliknya ke dalam apartemen.
“Jangan letakan itu, dia tidak menyukainya,” kata Selena saat Felix meletakan sayuran yang Kenzo benci ke dalam makanan bocah kecil itu.
__ADS_1
“Ya aku tahu,” kata Felix, dan Selena menatapnya dengan heran. “Dia memang putraku,” imbuhnya.
Ternyata mereka memiliki kesamaan. Sama-sama tidak menyukai sayuran.