Passionate Night

Passionate Night
*LIKE ME


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Felix sedang duduk di kursi kebesarannya di dalam kantor. Pria itu sedang menatap sebuah foto yang memperlihatkan seorang anak kecil yang mirip dengan dirinya. Ya, itu adalah foto masa kecil Felix.


Dia menelisik foto tersebut dari mulai ujung rambut, bagian mata, hidung, bibir, dan juga bentuk wajah. Semuanya terlihat sama dengan anak kecil yang akhir-akhir ini sering dirinya lihat. Semua hal ini semakin menambah kecurigaannya pada wanita itu.


Tiba-tiba pintu ruangan terbuka, dan Zayn masuk ke dalam sembari berkeluh kesah karena dia harus pergi ke perusahaan pagi-pagi buta hanya untuk menghadiri rapat para petinggi. Dia memprotes kenapa rapatnya tidak di adakan pada waktu sarapan, atau makan siang saja, kenapa harus pagi-pagi buta. Bahkan matahari saja belum muncul saat dirinya berada di jalan menuju perusahaan.


Pandangan Zayn melihat Felix yang sedang duduk dengan focus di belakang meja. Sorot matanya yang tajam terarah pada satu lembar foto yang sedang pria itu pegang. Zayn berjalan mengitari meja, dan sampai tepat di belakang Felix.


“Kenzo? Itu putra Selena,” ujar Zayn. “Kau menyimpan fotonya? Tapi kenapa pakaiannya terlihat seperti itu, apakah dia menjadi model dengan nuansa zaman dulu?” cecar Zayn menghujani kepala Felix dengan banyak pertanyaan.


“Ini bukan bocah kecil itu,” kata Felix yang langsung membuat Zayn kebingungan.


“Lantas siapa, mereka terlihat begitu mirip.”


“Ini foto masa kecilku.”


“Apa?”


Sementara itu Selena sedang memperhatikan Kenzo memakan sarapannya dengan lahap. Sampai ponselnya berdering dan satu notifikasi pesan masuk dari Felix. Pria itu mengirimkan sebuah gambar yang membuat Selena terlonjak kaget ketika melihatnya.


Ini ....


'Foto masa kecilku.' Tulisan Felix pada foto itu.


Selena menggigit bibir bagian bawahnya, dia terkejut sekaligus bingung. Ternyata dia memiliki duplikat dari pria itu. Kenzo, kenapa kau tidak terlahir untuk terlihat seperti mami? Kenapa malah terlihat sangat mirip dengannya?

__ADS_1


Dia mengutuki dirinya sendiri. Seharusnya saat pertama kali bertemu dengan pria itu, Selena langsung menghilang dan menjauh. Setidaknya mereka tidak akan saling mengenal sejauh ini. Terlebih lagi sampai membuat Felix menyadari kemiripannya dengan Kenzo.


Apakah dia mengetahui sesuatu?


Ponsel Selena kembali berdering. Sebuah pesan masuk dari Felix kembali menghiasi layar notifikasi Selena, pria itu mengirim pesan;


'Kita bertemu di jam makan siang. Aku akan datang menjemputmu.'


Selena tidak membalas pesan pria itu, dan langsung mematikan layar ponselnya. Otaknya terus berpikir jika Felix mungkin mengetahui sesuatu yang terjadi di antara mereka di masalalu. Mungkin saja pria itu mengetahui jika Selena telah menidurinya.


Damn it! Bagaana jika dia mengetahuinya?


Selena merasa gelisah. Tetapi dia mencoba meyakinkan dirinya untuk terlihat baik-baik saja dan tidak goyah. Jika Felix benar-benar mengetahuinya, maka itu tidak akan menjadi masalah besar baginya. Bukankah Selena telah memberitahunya jika dia tidur bersama beberapa pria acak?


.............


Felix menatap layar ponselnya, menunggu notifikasi dari balasan pesan yang dia kirimkan. Namun notifikasi itu tidak kunjung muncul, dan pesannya hanya dibaca saja. Itu tidak masalah, yang jelas dia akan pergi menemuinya siang ini.


Sementara itu Zayn masih berada di dalam ruangan Felix. Dia sedang melihat foto masalalu Felix dan membandingkannya dengan foto bocah kecil milik Selena. Keduanya terlihat sangat mirip, dan tidak ada yang berbeda satupun. Bahkan raut wajah mereka ketika marah, Zayn merasa jika bocah kecil itu benar-benar Felix versi kecil.


Pertanyaan gila dan kony Zayn tidak membuat Felix memiliki hasrat untuk menjawab, Felix malah mengalihkan pembicaraan dengan mengusir adiknya, “Pergilah, rapat akan segera dimulai.”


“Lord!”


Saat itu juga Zayn baru sadar jika dia masih memiliki rapat yang harus segera dihadirinya. Jika tidak, maka Felix akan memiliki alasan untuk membuatnya mengurus anak perusahaan di luar negeri. Zayn tidak mau pergi meninggalkan negaranya. Lantas, dia langsung berjalan cepat keluar dari ruangan Felix.


*********


Selena duduk di dalam sebuah restoran keluarga. Dia memilih restoran itu untuk bertemu dengan Felix. Setidaknya ini lebih baik dibandingkan Felix yang menjemputnya langsung.


Dia sudah menunggu selama setengah jam karena memang Selena datang lebih awal. Dia duduk di sana sendirian, hanya satu gelas coffee yang hampir dingin yang menemaninya.


Pikiran Selena berkecamuk, melayang banyak pertanyaan yang menghujani kepalanya. Dia sakit kepala membayangkan hal apa yang akan pria itu katakan.

__ADS_1


Tidak lama kemudian Felix datang, dia duduk di hadapan Selena. Dengan santai pria itu memesan coffee dan dua menu untuk makan siang. Sementara Selena sudah sangat penasaran dengan apa yang ingin dikatakan oleh Felix.


“Apa yang ingin kau bicarakan?” tanya Selena, mencoba untuk tetap tenang.


Felix menyandarkan tubuhnya pada senderan kursi kemudian bertanya balik, “Bagaimana dengan dua juta dollar?”


Selena menatap pria itu intens, dia menelan salivanya susah payah. Uang dengan nominal dua juta dollar seketika mengingatkan Selena dengan uang yang berserakan di atas ranjang ketika dirinya bangun di pagi hari. Saat itu, dia telah menghabiskan malam bersama Felix.


“Kau mengetahuinya?” tanya Selena lumayan gugup.


“Tentu saja. Aku melihat wajahmu dengan jelas malam itu,” ungkap Felix seketika membuat jantung Selena berdegup dua kali lebih kencang.


Malam itu beberapa tahun yang lalu. Sebelum pergi untuk mengurus bisnisnya yang ada di luar negeri, Felix menyempatkan diri untuk pergi ke club malam. Di saat itu perasaanya sedang tidak karuan karena anak perusahaannya hampir bangkrut karena ulah seseorang, dan Felix harus pergi sendiri untuk mengurusnya.


Tapi siapa yang akan menduga jika seseorang meracuni minumannya. Felix memiliki indera penciuman yang peka terhadap beberapa jenis obat, termasuk obat perangsang. Dia menduga jika itu adalah ulah dari saingan bisnisnya yang ingin membuatnya hancur.


Jadi malam itu Felix berpura-pura untuk meminum, minuman tersebut dan pura-pura pingsan. Felix berencana untuk balik menjebak orang itu dan langsung memasukannya ke dalam sel singa. Tapi siapa menduga jika itu adalah ulah licik dari seekor rubah kecil.


Saat itu jika tidak mendengarkan perkataan asal Selena, Felix mungkin sudah berpikir jika wanita cantik itu adalah mata-mata yang dikirim oleh saingan bisnisnya.


'Bukankah sudah aku jelaskan, jika apa yang aku inginkan akan aku dapatkan. CK! Pria tampan ini sangat **** dan tampan, dia akan menjadi bibit unggul untuk anakku kelak.'


Selena berkata sembari mabuk sebelum dirinya membuka seluruh pakaian Felix. Sementara Felix tidak ingin dikendalikan oleh wanita itu. Dia langsung membuka matanya dan mengambil alih permainan, menghempaskan tubuh Selena ke atas ranjang dan mulai menindihnya.


Saat melihat Selena pertama kali, dia mengerutkan halisnya. 'Bukankah wanita ini adalah model terkenal itu?'


“Apa kau sudah mengingatnya, Selena?” tanya Felix menatap Selena intens.


.


.


.

__ADS_1


***Bersambung ....


Jangan lupa like, koment, dan juga fav yaaaaaa. Author tunggu review terbaik kaliannn***..


__ADS_2