
Happy Reading ....
.
.
.
Selena sedang sibuk dengan pekerjaan yang menumpuk saat tiba-tiba Felix datang ke perusahaannya. Pria itu menerobos masuk dan tidak menerima penolakan dari Selena. Kini, Felix berada di dalam ruang kerja wanita cantik itu dan sedang duduk di atas sofa yang masih berada di dalam ruang kerja Selena.
Mereka tidak bertemu selama dua Minggu karena kesibukan masing-masing. Namun Felix masih sebisa mungkin menyempatkan waktunya untuk mengunjungi Selena. Berbeda dengan wanita itu. Selena tidak ingin diganggu.
“Apa yang membawamu ke sini?” tanya Selena.
“Tentu saja kau yang membawaku ke sini, Baby.” Felix mendekatkan dirinya pada Selena, membuat wanita cantik itu harus memundurkan tubuhnya beberapa inci ke belakang.
Selena melingkarkan dua lengannya pada tekuk leher Felix, lalu tersenyum. “Apa kau merindukanku?”
“Ya,” jawab Felix dengan singkat.
Pria itu mendak meraih bibir sintal di hadapannya, namun seketika Selena menoleh untuk menghindar.
“Felix, aku memiliki banyak pekerjaan. Jangan bermain-main.” Selena mendorong pria itu menjauh, dan mereka berdua kembali duduk dengan tegak.
Kemudian, Felix mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Sebuah kotak kecil lalu pria itu membukanya di hadapan Selena. Dua benda melingkar dengan hiasan permata yang sangat indah di atasnya.
Felix mengambil satu cincin tersebut, lalu memakaikannya pada jari manis Selena. Dia mengecup punggung telapak tangan Selena dengan lembut.
“Kau milikku sekarang,” ucapnya pelan.
“Bukankah dari dulu aku milikmu?” kata Selena.
Felix mendorong tubuhnya lebih dekat lagi pada wanita cantik itu. “Kau lebih dari milikku sekarang.”
Keduanya saling bertatapan sebelum akhirnya meraih bibir masing-masing. Bibir mereka saling bertaut dan bertukar saliva.
Telapak tangan Felix dengan liar meraba paha mulus Selena, perlahan masuk ke dalam rok slim fit yang dipakai oleh wanita cantik itu. Namun seketika Selena mencekal gerakannya bersamaan dengan tautan bibir mereka yang terlepas.
“Jangan di sini, orang akan melihatnya.”
“Aku tidak peduli.” Felix hendak meraih bibir Selena kembali, namun wanita cantik itu segera mendorongnya menjauh.
“Kita akan bertemu malam nanti pukul sembilan malam. Sebaiknya persiapkan dirimu untuk itu. Aku akan memberikanmu kejutan,” bisik Selena pelan tepat di depan telinga Felix.
__ADS_1
Felix tersenyum simpul mendengar suara **** yang masuk ke dalam indera pendengarannya. Lantas dia mengecup pipi Selena dan berkata, “Aku tidak sabar menantikannya, Baby.”
...............
Felix melangkah keluar dari ruangan kerja Selena. Pria itu berjalan menyusuri lorong gedung besar itu diiringi dengan banyaknya tatapan kagum kepada dirinya. Sampai pria itu masuk ke dalam lift, beberapa orang berkumpul untuk menggosipkannya.
“Dia sangat tampan!”
“Aku melihatnya di artikel beberapa kali, dan tidak menyangka jika akan bertemu langsung dengannya.”
“Dia seperti pangeran.”
“Kau lihat auranya tadi, sangat memancar.”
Orang-orang itu berkumpul untuk mengagumi Felix. Tidak sedikit orang yang juga bercerita mengenai hubungan CEO mereka dengan Bigbos kerajaan bisnis Alexander tersebut.
“Mereka pasangan yang serasi.”
“Ya, pasangan yang dibuat langsung oleh surga.”
“Ah~ Jika mereka memiliki anak, pasti akan sangat cantik dan tampan.”
“Apa kalian menyadari jika Kenzo memiliki bentuk wajah yang miri dengan Felix Alexander?”
“Benar! Bocah kecil itu, aku pernah melihatnya beberapa kali datang berkunjung.”
“Apakah mereka pasangan masalalu yang bertemu kembali.”
Perlahan mereka mulai menyadari sesuatu, dan menggosipkan semua hal-hal panas yang terjadi. Tidak membutuhkan waktu lama untuk hal ini menyebar pada seisi gedung perusahaan.
**********
Waktu sudah menunjukan pukul enam sore. Sedangkan Selena masih berada di dalam ruang kerjanya sedang mengerjakan beberapa dokument pekerjaan penting. Zoya sekretarisnha sudah pamit untuk pulang. Karena tidak ada pekerjaan yang menyangkut dirinya, Selena membiarkan wanita itu untuk pulang lebih cepat.
Tidak lama setelah itu, pintu ruangannya diketuk dari luar. Selena membiarkan orang tersebut masuk tanpa melihat siapa yang telah datang berkunjung.
Edzar membuka pintu, melihat Selena yang masih sibuk bekerja. Lalu, dia masuk ke dalam ruamgan, melangkah mendekati wanita itu dan berdiri tepat di depan meja kerja Selena.
Selena mengalihkan pandangannya dari berkas di atas meja menuju Edzar di hadapannya. Dia tersenyum untuk menyambut kedatangan pria itu.
“Ed, kau di sini?” sapa Selena.
“Ingin minum coffee?” tanya Edzar menawarkan.
__ADS_1
Selena melirik arloji pada pergelangan tangannya lalu mengangguk samar. “Ya.”
............
Dua orang itu pergi ke coffeeshop terdekat dengan perusahaan mereka. Memesan dua americano panas kesukaan keduannya.
Selena mengaduk pelan coffee, menghirup aroma yang khas itu lalu menyesapnya perlahan. Hari sudah mulai gelap, dan kini waktu menunjukan pukul setengah enam sore. Dia mengingat janjinya kepada Felix, dan akan kembali lebih awal untuk menyiapkan kejutan untuk pria itu.
“Kau sangat sibuk, Sele.”
“Ya, ada beberapa pekerjaan yang tertunda dan harus aku kejar secepat mungkin,” ungkap Selena dengan ekspresi lelahnya.
Sebenarnya Edzar ingin memberitahu sesuatu kepadanya, namun sepertinya dia enggan untuk mengatakan hal tersebut. Dia tahu, Selena bukanlah orang yang mampu mempercayai gosip tidak penting di sekitarnya. Itu hanya akan menjadi angin lalu bagi Selena, yang akan menghilang secepat kilat.
Edzar mengenggam ponselnya dengan erat. Dia hanya ingin memastikan tentang gosip apa yang sedang beredar di dalam perusahaan sekarang. Namun jika Edzar yang bercerita kepadanya, Selena mungkin akan merasa tidak nyaman dan menganggap Edzar terlalu mengikut campur dalam urusan pribadinya.
Pria itu mengurungkan niatnya.
Selena beberapa kali melirik arloji pada pergelangan tangannya, dan Edzar memperhatikan itu.
“Hari sudah mulai gelap, sebaiknya kau segera kembali pulang.”
Selena mengangguk pelan. “Ya, Ed.”
Pria itu sangat pengertian. Dia tidak membiarkan Selena mencari alasan untuk pergi darinya. Dia malah menyuruh Selena untuk cepat pergi dan mengurus urusannya. Wanita itu mungkin memiliki janji penting selain meminum coffee bersamanya.
Edzar duduk sendiri di mejanya setelah Selena memutuskan untuk segera pergi dari sana. Dia hanya menatap Selena yang berjalan masuk ke dalam mobilnya hingga mobil mewah tersebut hilang dari pandangannya.
Dia menyalakan layar ponsel, dan melihat tangkapan layar yang dikirimkan kepadanya beberaoa jam yang lalu. Sebuah percakapan di dalam forum perusahaan sedang memperbincangkan masalah Selena. Orang-orang di dalam forum begitu menyukai gosip.
***********
'Hotel Gold Luxury kamar nomor 2238.'
Selena mengirimi Felix alamat sebuah hotel lengkap dengan nomor kamarnya. Dia meminta Felix untuk datang tepat waktu di jam sembilan malam. Selena tidak menerima keterlambatan pria itu.
Seperti yang diminta, Felix tepat datang pukul sembilan malam. Selena menyambutnya hangat dengan sebuah pelukan ringan. Dia sempat mencium tengkuk leher Felix untuk menggoda pria itu sebelum akhirnya mempersilahkan Felix untuk masuk ke dalam kamar.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung ....
Jangan lupa like dan koment kalian sangat ditunggu author yaaaa. See you.