Passionate Night

Passionate Night
*REMEMBER ME?


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Apa kau sudah mengingatnya, Selena?”


Arah matanya tertuju pada Felix, namun otaknya seketika kosong. Hati dan pikirannya terkejut saat dia mengetahui Felix tahu apa yang sebanrnya telah terjadi di masalalu.


Selena tidak menyangka akan ada hari buruk terjadi dalam hidupnya, terlebih lagi ini melibatkan Kenzo. Pria itu kini menuntut penjelasan darinya, dan apa yang akan Selena jelaskan? Mengiyakannya?


“Tentu saja aku tidak ingat, mungkin kau satu dari sekian banyak pria yang aku tiduri,” ujarnya enteng. Tanpa dia sadari jika perkataanya itu membuat Felix tersinggung.


“Benarkah?” Felix bertanya-tanya, kepalanya seolah mengeluarkan asap panas saat dia membayangkan wanita itu tidur dengan banyak pria. Dia tidak rela.


“Ya.” Selena menyesap coffeenya dengan santai seolah tidak ada tekanan apapun saat ini. Padahal kenyataan yang terjadi, hatinya bercampur aduk tidak karuan, dia takut akan salah berbicara.


Selena ingat bagaimana noda darah keperawanannya mengotori sprei pada malam itu. Berharap jika Felix tidak melihatnya.


“Bagaimana dengan darah yang mengotori alas ranjang?” Felix menatapnya intens, dia tahu jika Selena melakukan yang pertama kali dengannya, namun wanita itu tidak mengaku. Dia malah mengatakan telah tidur dengan banyak pria.


Damn it! Dia tahu!


“Aku sedang period,” jawab Selena singkat.


Dia melihat arloji di pergelangan tangannya, dan waktu masih menunjukan pukul satu lebih lima belas menit yang artinya obrolan mereka baru berlangsung delapan menit saja. Selena gelisah dan tidak sabaran, dia ingin segera pergi dari hadapan pria itu sesegera mungkin.


“Aku akan ke toilet,” kata Selena yang kemudian beranjak dari duduknya dan melenggang pergi dari sana.


Felix membiarkan Selena pergi. Wanita cantik itu tidak akan bisa kabur kemanapun selama Felix masih menginginkannya. Dia akan mengejarnya, sampai Selena tunduk dan patuh padanya. Dia memiliki sesuatu yang berhubungan erat dengannya, Selena tidak bisa menghindarinya.


Selena melihat dirinya dari balik cermin. Wajahnya tampak pucat meskipun make up yang dia poleskan masih utuh, tidak luntur oleh keringat. Mata panda yang melingkar menambah kesan mati pada wajahnya. Dia seperti orang yang tidak terurus.

__ADS_1


“Damn! Kenapa dia tahu!” umpat Selena kesal dengan penuh penekanan.


Selena menyembunyikan identitas ayah Kenzo selama bertahun-tahun, dia menutupinya dari keluarga dan kedua orangtuanya, juga bocah kecil itu. Sebelumnya, Selena bahkan tidak mengenal siapa pria yang telah dia tiduri, dia hanya mengingat wajahnya.


Dia tidak pernah menyangka jika pria yang dia tiduri malam itu adalah seorang CEO di perusahaan besar, yang bisa melakukan apapun semaunya. Hari ini Selena berharap jika pria yang dia tiduri hanyalah seorang pria biasa yang bahkan tidak memiliki pikiran memiliki putra secara tiba-tiba.


Felix bukanlah pria yang bisa diatur. Pria itu akan terus menganggu Selena sesuai yang dia inginkan. Terlebih lagi jika keinginannya masih belum tercapai. Dia bisa melakukan semua yang dia inginkan.


Sementara Selena sadar jika dia tidak bisa terhindar dari pria gila itu. Dia dikutuk oleh takdir untuk terus dekat dengannya. Jika ini bukan takdir, maka sejak awal Selena tidak akan bertemu kembali dengan pria itu. Kalaupun bertemu, setidaknya pria itu tidak akan mengingat Selena dan bahkan tidak akan menyangka jika dia telah memiliki seorang putra.


Ah ****! Kepalaku sangat sakit! Lord! Bolehkah aku melarikan diri?


Selena menarik nafasnya dalam-dalam sebelum keluar dari toilet. Dia kembali ke tempat duduknya, duduk di hadapan Felix. Sementara sejak tadi Felix sedang membaca email informasi yang dikirimkan oleh bawahannya.


“Jadi, apa masih ada yang ingin kau tanyakan?” tanya Selena dengan ekspresi tenang.


“Tidak.”


“Baiklah, aku akan pergi kalau begitu.”


“Apa?” tanya Selena seraya menaikan dagunya ke arah pria itu.


“Jadilah wanitaku,” ucap Felix enteng.


Selena terkesiap dan sedikit terkekeh. Damn ****! Bastard ini! Dia sangat ingin mengumpati Felix saat ini. Sebenarnya apa yang sedang pria itu pikirkan sehingga meminta Selena untuk menjadi wanitanya, dia benar-benar sudah tidak waras.


“Aku akan mempertimbangkannya,” kata Selena mengangguk, kemudian dia beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan pria itu.


Felix masih terduduk diam di kursinya. Dia membaca beberapa informasi mengenai wanita cantik itu. Ternyata selama ini Selena memang tidak pernah terlibat dengan satupun pria di dalam kehidupannya, kecuali pada zaman sekolah, dia memiliki satu mantan kekasih. Beberapa orang percaya jika wanita itu tidak menyukai pria, dan Kenzo adalah anak yang terpaksa dia lahirkan untuk keturunan keluarga. Artikel-artikel gila memenuhi layar ponselnya, dan membuat Felix geram.


********


Felix berada di ruang kerjanya dengan raut wajah yang suram, bersama seorang pria yang dia perintah untuk mencari tahu informasi mengenai wanita itu.


“Informasi apa saja yang kau dapatkan?” tanya Felix dengan nada dingin, membuat siapapun yang mendengar suaranya akan bergidik ngeri.

__ADS_1


“Saya sudah mengirimkan semuanya kepada Anda, Tuan,” jawab Pria itu menundukan kepala.


“Apa kau benar-benar mencari tahu, atau mengada-ada. Ini semua adalah sampah.” ungkap Felix meninggikan suaranya.


Pria itu tidak berani menjawab pertanyaan dari tuannya, dia hanya tertunduk menerima makian itu. Selama ini dia orang yang setia yang selalu memberikan Felix informasi detail tentang apapun yang bigbosnya itu inginkan. Selama ini juga Felix selalu menerimannya, hanya informasi kali ini saja bigbosnya itu terlihat sangat marah.


Entah apa yang sedang Felix pikirkan, perasaanya mendadak panas saat membaca artikel-artikel itu. Rasanya dia ingin marah dan melampiaskannya ke seluruh dunia. Tidak ingin percaya dengan semua yang telah diketahuinya, namun itu yang telah beredar di masyarakat. Felix tidak akan bisa mendapatkan Selena jika wanita itu tidak menyukai pria.


“Kau boleh pergi,” perintah Felix, lalu pria tersebut mundur dan melangkah pergi keluar dari ruangannya.


Felix masih terdiam dengan pikiran yang berkecamuk. Selama ini Selena selalu menghindarinya karena yang dia tahu Felix sudah menikah dan memiliki anak. Tapi jika dia tahu Felix belum menikah, apakah dia akan menerimanya?


Dia tidak akan mempercayai artikel sampah itu, yang saat ini harus Felix lakukan adalah memastikannya sendiri tentang Selena.


*****


Selena membereskan beberapa pakaian Kenzo ke dalam koper kecil milik bocah kecil itu. Pengasuh Kenzo melarangnya untuk melakukan itu, tapi Selena tetap bersikeras.


Tiba-tiba pintu ruang rawat diketuk, Selena meminta pengasuh untuk membukakan pintu. Tidak lama kemudian dua orang masuk dengan raut wajah penuh kasih sayang, memeluk Kenzo dengan ringan.


“Anakku, apa yang terjadi padamu?” Jonathan iba melihat tubuh kecil itu berada di atas ranjang rumah sakit.


“Ayah Jo aku demam.”


“Hei, panggil aku mami bocah kecil,” Jonathan memprotes.


Sementara Jenni dan Selena hanya terkekeh melihat tingkah keduanya.


.


.


.


***Bersambung ....

__ADS_1


Haiii Jangan lupa like, koment untuk terus menyemangati Author yaaaaaa***.


__ADS_2