Passionate Night

Passionate Night
*FRAUDSTER


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Hei Baby, ketahuilah, jika aku adalah seorang pria lajang.”


“Jangan mengatakan kebohongan seperti itu! Apa kau tidak menganggap anak dan istrimu?”


Felix terkekeh samar, dan Selena tidak menyukai kekehannya yang terdengar menyebalkan itu. “Anak dan istri? Apakah aku pernah mengatakan jika aku memiliki anak dan istri? Bukankah itu hanya pemikiranmu?”


Selena mendadak terdiam setelah mendengar pernyataan dari Felix. Dia berpikir, dan merasa jika pria itu benar. Felix tidak pernah mengatakan jika dirinya memiliki anak dan istri, hal itu hanya Selena yang selalu mengatakannya.


“Lalu kenapa kau menerima semua perkataanku?”


Felix mengeratkan pelukannya pada tubuh Selena, semakin mendekap tubuh sintal wanita cantik itu.


“Karena aku menyukai ekspresimu ketika kau cemburu.”


“Cih!” Selena berdecih. “Aku sama sekali tidak pernah cemburu.”


“Benarkah?”


“Ya!” Selena menegaskan perkataanya.


Felix tersenyum untuk menggodanya.


Kau melunak Selena, setelah pria itu mengatakan jika dirinya lajang, seolah hatimu menerima perkataanya dengan baik. Rasa gundah dan gelisah yang menyertaimu semenjak tadi perlahan memudar. Bunga hitam berabu di dalam hatimu seolah tumbuh untuk kembali mekar. Apa kau mulai mencintainya?


Selena menatap Felix dengan tatapannya yang begitu dalam. Dia melihat mata elang yang tajam itu, lalu tatapannya beralih pada hidung mancung, dan bibir merona Felix yang perlahan mendekat padanya. Pria itu mulai beraih bibir Selena dengan bibirnya.

__ADS_1


Felix mendapatkan bibir sintal itu tanpa perlawanan, bahkan kini dia menikmati untuk membalas setiap gerakan bibirnya yang seductive.


Selena merasakan kehangatan pada sentuhannya bersama Felix. Kini hatinya merasa tenang dengan sentuhan yang pria itu berikan. Berbeda dengan sebelumnya yang terlalu waspada ketika berada di dekat pria itu.


Seketika Selena menarik tubuhnya, mepepaskan ciiuman mereka berdua. Dia menatap Felix dengan mata sayunya, dan nafas yang sedikit tidak beraturan.


“Hei Felix, jangan bermain-main denganku.”


Felix mendekatkan wajahnya pada Selena, menempelkan kening mereka berdua. “Aku tidak akan bermain-main denganmu, Selena. Aku menyukaimu.”


Selena menggigit bibir bagian bawahnya. Hatinya mendadak tersentuh, ada rasa senang pada hatinya yang selama ini tidak pernah dia rasakan. Dia menyukai ketika Felix mengatakan hal yang sebenarnya, hatinya mendadak senang. Ketika Felix mulai mendekatkan kembali bibirnya untuk menyentuh Selena, dia langsung menerimanya dengan baik.


Keduanya masih berdiri di depan pintu kabin yang terbuka. Saat sentuhan-sentuhan mereka semakin kerap, Felix mendorong sedikit tubuh Selena masuk ke dalam kabin lalu menutup pintu dengan rapat. Di sana, mereka bisa melakukan apapun yang ingin mereka lakukan.


Felix membopong tubuh Selena tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Kedua tangan Selena melingkar pada leher pria itu. Felix membawa tubuh Selena menuju ranjang, perlahan mendaratkannya dengan posisi terduduk, dan mereka saling berhadapan.


Tautan bibir mereka terlepas, Felix mulai memainkan bibirnya pada tengkuk leher Selena, membuat sekujur tubuh wanita cantik itu meremang hebat. Sementara jemari Felix tidak tinggal diam, bermain di belakang tubuh Selena, mencoba untuk melepaskan resleting gaun yang digunakan wanitanya.


Sentuhan-sentuhan Felix semakin seductive, apalagi kini pria itu telah berhasil menurunkan gaun Selena sampai di bawah dada, memperlihatkan dua gunung squishy yang masih terbalut oleh kain berbusa.


“Uh ....” Selena melenguh.


Jemari Felix berhasil membuka pengait bra milik Selena, dan kini wanita cantik itu bertelanjang dada. Perlahan Felix menyentuh gunungan kenyal itu, mempermainkan puncak yang semakin membuat tubuh Selena menggelinjang hebat. Dia mendekatkan bibirnya, menghisapnya secara perlahan.


“Felix ....”


Kemudian, Selena dengan gerakan cepat membuka jas yang Felix kenakan, lalu mengarahkan jemari lentiknya untuk membuka satu persatu kancing yang kemeja pria itu. Dia membukanya sangat lebar, memperlihatkan otot-otot dada dan perut sispax pria itu, yang membuat siapapun yang melihatnya akan meneteskan air liur.


Jemari Selena menyusuri otot-otot berbentuk milik Felix dengan perlahan. Gairah keduanya semakin memuncak saat mereka menyentu satu sama lain.


Felix mendorong tubuh Selena hingga jatuh berbaring di atas ranjang, lalu dia menindihnya. Tatapan mereka saling bertemu dengan sendu. Selena melihat ketampanan pria itu dari bawah, begitupula Felix yang melihat wajah cantik Selena dengan dada polos yang berbentuk bulat.


Pria membuka kemejanya sebelum dia mulai kembali bermain di atas dada Selena denga. seductive. Telapak tangannya menyentuh paha mulus Selena, mengerakan jemarinya untuk bermain di sana.

__ADS_1


Selena mencengkram rambut legam Felix, merasakan sentuhan pria itu yang membuat tubuhnya merasa semakin panas. Dia semakin terbawa suasana permainan yang dimainkan oleh pria itu.


Jemari Felix yang nakal semakin naik pada menuju pangkal paha Selena, menyentuh kain berenda yang masih menutupi pertahanan wanita cantik itu. Perlahan dia menekankan jemarinya di atas kain berenda itu, Selena mengejang.


Felix merasakan jika tubuh wanita cantik itu begitu sensitif, bahkan ketika dia hanya mendapatkan sentuhan-sentuhan kecil saja tubuhnya sudah mengejang dengan hebat. Semua ini menunjukan jika dia sangat jarang mendapatkan sentuhan seperti itu.


Felix hendak membuka kain berenda yang Selena pakai, namun Selena segera mencekal pergelangan tangannya untuk menghentikan gerakan Felix. Refleks dia menarik tubuhnya, dan menatap wajah memerah Selena dengan ekspresi bertanya.


Selena menggeleng. “Jangan.”


Satu katanya membuat Felix seketika putus asa. Hasrat yang sudah di ujung tanduk tidak mungkin akan ditunda. Dia tidak bisa menerimanya.


“Aku ingin memastikan ....” Selena mendorong tubuh Felix, lalu dirinya beranjak untuk duduk. “Jika kau benar-benar tidak memiliki istri dan anak.”


Felix langsung membuang wajahnya dengan frustasi. Bukankah dia sudah mengatakan jika dirinya lajang. Dan juga, semua orang diluar itu mengenalnya, tidak ada satupun dari mereka yang menanyakan anak dan istri Felix, itu semua karena mereka tahu jika Felix masih lajang.


“Apakah kau tidak mencaritahu tentangku sedikitpun?” tanya Felix masih dengan wajahnya yang putus asa.


Selena menggeleng dengan tenang, dan tanpa sedikitpun merasa bersalah.


Felix tidak menyangka jika Selena tidak melakukan apapun untuk mencari tahu tentangnya, tentang pria yang selama ini mengejar dan mendekatinya. Bagaimana bisa wanita itu begitu tidak peduli, bahkan untuk pria yang pernah tidur dengannya di masalalu.


Sementara Felix, dia melakukan apapun untuk mengakses data pribadi milik Selena. Dia membayar seorang hacker handal untuk mendapatkan semua informasi itu. Tapi lihat yang dilakukan wanitanya, benar-benar membuat orang frustasi. Tidak ada effort sama sekali.


“Haruskah aku mencari tahu tentangmu?” tanya Selena dengan enteng.


Lihatlah pertanyaan konyolnya, membuat Felix sangat ingin memakannya secepat mungkin.


.


.


.

__ADS_1


Bersambung ......


Next part guysss.....


__ADS_2