Passionate Night

Passionate Night
*JENNI'S BIRTHDAY


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


...................


Selena mematut dirinya di depan cermin. Dia melihat bentuk tubuhnya yang kini terbalut gaun berwarna putih. Sebenarnya putih adalah warna yang sangat tidak disukai Selena, karena warna itu mudah kotor dan akan susah untuk menyesuaikan bentuk tubuhnya.


Tapi malam ini, Selena memakai gaun berwarna putih khusus di hari ulang tahun Jenni. Wanita cantik itu mengambil tema malaikat untuk ulang tahunnya. Sialannya, ulang tahun itu di rayakan di villa pinggiran kota yang menyediakan berbagai hal terlarang di sana. Ya, tema ulang tahunya ialah malaikat pencabut nyawa.


Beberapa kali Selena memandangi tubuhnya yang terpampang lurus di depan cermin. Not bad.



(Foto by Pinterest)


************


Dia keluar dari ruang ganti yang disediakan sahabatnya itu. Melenggang melewati lorong villa untuk sampai ke aula utama. Di sana, sudah ada banyak tamu yang berdatangan. Semua tamu itu datang dari kalangan bisnis Jenni, dan juga teman-teman wanita cantik itu.


Selena melihat Jenni yang tengah sibuk menyambut para tamu, dan mengajak mereka berbincang.


Lantas Selena mengedarkan pandangannya untuk mencari minuman yang berada di sudut ruangan. Di sana, Selena juga melihat Edzar yang sedang minum seorang diri. Dia segera melangkahkan kakinya untuk datang menghampiri pria itu.


“Edzar?” sapa Selena.


Pria itu menolehkan wajahnya menatap wanita cantik yang berjalan mendekat. Edzar menyunggikan senyum tipisnya untuk menyapa Selena.


Selena senang dia bertemu dengan Edzar di pesta itu. Pasalnya, akhir-akhir ini entah kenapa pria itu selalu menghindarinya. Ketika Selena mengajaknya untuk makan siang bersama di kantin perusahaan, dia selalu menolak dan mengatakan dia memiliki banyak urusan. Padahal mereka bekerja di dalam gedung perusahaan yang sama, tapi mereka sangat jarang untuk bisa bertemu.


“Bagaimana kabarmu, Selena?” tanya Edzar.


Selena mengambil redwine dari atas meja lalu menyesapnya. Berdiri di samping Edzar sembari pandangannya mengedar ke dalam suasana pesta.


Dia mengalihkan pandangannya pada Edzar, kemudian berkata, “Baik, bagaimana kabarmu?”


“Aku baik.”


“Aku pikir kau terlalu sibuk untuk mendatangi pesta seperti ini,” ujar Selena sengaja menyindir pria itu.


Edzar hanya tersenyum kaku untuk menanggapinya. Dia tahu, mungkin Selena merasa kesal karena penolakan tidak jelas darinya selama beberapa hari terakhir. Edzar sengaja melakukannya untuk kebaikan wanita cantik itu juga.


Tidak lama kemudian, Jenni datang menghampiri keduanya. Wanita cantik dengan gaun **** dan indah itu memeluk tubuh Selena dan Edzar ringan.


“Happy birthday, Baby. Best wishes for you.” Selena mengelus lembut punggung Jenni.


“Thanks Honey.”

__ADS_1


Lalu pelukan mereka terlepas, dan Jenni beralih untuk memeluk ringan Edzar.


“Selamat ulang tahun, Jenni.”


“Terimakasih, Ed!”


Jennie melepaskan pelukannya pada tubuh pria itu. Pandangannya teralih pada Selena yang sibuk menyesap redwine di dalam gelasnya.


“Hei, mana Felix?” tanya Jenni pada Selena.


Selena menatap Jenni untuk sesaat, menggerakan matanya ke arah samping agar Jenni menyadari jika masih ada Edzar di sana. Selena tidak enak hati pada pria itu.


Suasana hening di antara dua wanita cantik itu membuat Edzar tersudut. Dia tahu jika Selena masih enggan untuk membicarakan masalah pria di hadapannya.


“Ya Selena, di mana pasanganmu?” tanya Edzar.


Pertanyaan Edzar cukup membuat Selena tercengang. Pasalnya, pria itu selalu menghindari jika Selena dan Jenni membicarakan masalah pria. Berbeda dengan sekarang, Edzar malah terang-terangan bertanya hal itu kepada Selena.


Apakah dia sudah merelakannya ....


“Ah~ Felix sibuk dan tidak bisa datang, dia memiliki urusan di luar negeri.”


“Dia adalah pria yang sibuk,” kata Jenni.


“Ya.”


“Baiklah, nikmati pesta kalian, aku akan menyapa para tahu terlebih dahulu.”


Jennie pergi meninggalkan Selena dan Edzar. Meskipun hubungan mereka dulu sangat dekat, tapi kini keduanya memiliki hubungan yang sangat canggung. Bahkan tidak ada percakapan di antara mereka selama beberapa menit.


Tiba-tiba seorang wanita cantik datang menghampiri Edzar. Wanita itu mengajak Edzar untuk menari bersama, dan pria itu menerimanya. Edzar pergi, dan kini tinggallah Selena sendiri.


“Haruskah aku menemanimu?” bisik seseorang tepat di depan telinga Selena, membuat wanita itu melonjak kaget.


“What the f*ck Duke!” umpat Selena saat melihat pria tampan itu tengah tersenyum ke arahnya.


“Oh ayolah Selena, di dalam pesta seperti ini apa yang sebenarnya kau renungkan?” tanya Duke.


Duke duduk di dalam villa berdinding kaca itu. Dia memperhatikan Selena sejak wanita itu mengobrol dengan Edzar, sampai pria itu pergi. Kemudian Selena mulai melamun.


“Kau mengejutkanku, sialan!” umpat Selena lagi kesal.


Duke terkekeh samar. Dia memperhatikan Selena kembali, memastikan jika wanita itu baik-baik saja dan amarahnya kembali mereda.


“Felix?” tanya Duke singkat.


“Dia memiliki urusan dan tidak bisa hadir," jawab Selena masih sama.


Duke mengangguk mengerti. “Apakah dia pergi ke negara X?”


Selena mengeryitkan dahinya. “Kau tahu?”

__ADS_1


“Sepertinya kau belum melihat internet hari ini.”


“Nikmati pestamu, Honey!”


Tiba-tiba Duke kemudian mengecup pipi Selena sebelum berlalu pergi, membuat kekesalan yang ada di dalam hati Selena semakin memuncak.


“Damn! Pria ini selalu tidak memiliki aturan!” umpatnya seraya mengusap bekas bibir Duke pada pipinya.


Sekarang Selena malah terpikirkan dengan ucapan Duke tadi. Sebenarnya apa yang ditulis di internet hari ini mengenai Felix. Pria itu bahkan belum menghubunginya setelah pergi ke negara tersebut.


Selena duduk di atas sofa dengan Redwine di tangannya. Dia sesekali menyesap cairan berwarna merah itu seraya pandangannya sibuk mencari artikel yang dimaksudkan oleh Duke.


Beberapa artikel tampil mengenai Felix yang sedang berada di negara X. Pria itu terlihat berpakaian rapih saat menghadiri pesta pembukaan music yang diadakan oleh penyanyi ternama.


Hal yang membuat Selena penasaran, kenapa media harus menyoroti Felix sementara lebih banyak tamu terkenal lainya di sana. Mungkin pesona Felix mengalahkan para artis ternama yang hadir di pesta itu.


Sebuah artikel memperlihatkan gambar bagaimana meriahnya konser tersebut. Seorang penyanyi muda dan cantik sedang berpentas di atas panggung dengan penuh penghayatan. Semua orang tampak menikmatinya lagu yang dia bawakan.


Satu artikel yang membuat jemari Selena tidak ragu untuk membukanya berjudul;


*MANTAN KEKASIH DATANG KE KONSER!


“Huh?”


Foto penyanyi cantik itu diedit dan disandingkan dengan foto Felix. Seketika Selena mengenggam erat bawah gelas miliknya. Entah kenapa artikel itu membuatnya menjadi gelisah.


Dia terkekeh samar. “Jadi itulah hal yang begitu penting?”


“Its oke.”


“Tidak masalah.”


“Aku memang tidak pernah mempercayaimu!”


Selena terus saja berceloteh dengan kesal. Ya bagaimana tidak. Kekasihnya lebih memilih menghadiri konser mantan kekasihnya, dibandingkan pergi dengannya.


Bukankah dia mengatakan pergi untuk bisnis? Bastard! Bisnis apa yang kau katakan. Pria brengsek!


Selena mendengus kesal, menegak redwinenya hingga tandas.


Dia tidak ingin memperdulikan pria itu lagi, dia hanya akan pergi bersenang-senang.


.


.


.


Bersambung ....


Wah wah wahhh gosip nihh. Hubungan baru seumur jagung udh dilanda gosip ajh. Hahah Selamat baca dan bersantai yaaa. Byebye.

__ADS_1


__ADS_2