Passionate Night

Passionate Night
*THAT TOUCH


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


“Apa kau cemburu, Nona Selena Geovandra?”


Felix menggodanya, tersenyum dengan meledek. Selena mendorong dada pria itu menjauh, namun pria itu tidak menjauh sedikitpun, dan malah bergerak semakin mendekat pada Selena.


Lengan kanannya merangkul pinggul sintal Selena dengan seductive, sesekali mengelus di area sana. Selena merasa risih, namun dia menyadari jika banyak yang memperhatikannya maka dia tidak bisa menolak tindakan pria itu.


“Actingmu sangat bagus, Tuan Felix,” sindir Selena berbisik.


Bukannya tersindir, Felix malah tersenyum dan semakin suka dengan tingkah wanita cantik itu. Lalu dengan sengaja Felix mendorong tubuh Selena untuk berada tepat di depannya, dia memeluk tubuh Selena erat.


“Bagaimana dengan ini? Sudah sangat bagus, bukan?”


“Apa yang kau lakukan, Felix?” Selena memelotot, dan sedikit memberontak. Namun Felix terus memeluknya dengan seringai.


“Aku pikir kau menyukai actingku.”


Dia menghela nafasnya dalam-dalam. Pria ini memang tidak bisa diprediksi. Sifat gilanya selalu muncul dengan tiba-tiba. Kapan dia bisa bersifat dengan serius. Meskipun keduanya hanya melakukan acting, tapi bagaimana jika ada orang yang mengambil gambar mereka dan di jadikan artikel. Hah! Ini akan sangat merepotkan.


“Hei Selena, kau terlihat sangat cantik,” bisik Felix tepat di depan telinga Selena.


Nafas hangatnya menguar pada tengkuk leher wanita itu, membuat sekujur tubuhnya seketika meremang hebat. Selena menelan salivanya susah payah, menyembunyikan raut sendu pada wajahnya.


Bibir Felix menyentuh telinganya, lalu turun pada tengkuk leher. Jemari lentik Selena mencengkram erat lengan atas Felix, memejamkan matanya secara tidak sadar.


Sial! Pria ini akan membuatku gila.


Telapak tangan Felix menyentuh lengan Selena perlahan, menggerakannya dengan seductive. Wanita cantik itu mencoba mengontrol dirinya agar tidak hanyut ke dalam rayuan maut itu.


“Hei Baby.”


Felix mengecup tengkuk leher Selena, membuat cengkraman jarinya semakin kuat. Selena memejamkan mata, tidak sadar akan hasratnya yang semakin memuncak akibat sentuhan-sentuhan yang pria itu lakukan.


Dia berhenti mempermainkan tengkuk leher Selena, sentuhan bibirnya beralih pada pipi merona wanita cantik itu. Dia hendak menciium bibir sintal itu, tapi tiba-tiba seseorang datang dengan mengejutkan.


“Waw! Apakah aku menganggu kalian?”

__ADS_1


Selena membuka matanya, melihat ke arah sumber suara dan refleks mendorong Felix untuk menjauh. Suasana menjadi canggung.


“Seharusnya kau tidak menganggu mereka, Jonathan,” kata Jenni yang baru saja tiba bersama Hardy di sampingnya.


Jonathan menatap pria yang bersama Selena kemudian terkesiap. Wanita gila itu membawa pria tampan yang tak lain adalah ayah dari putranya. Apakah mungkin kini mereka sudah saling membuka diri satu sama lain. Tetapi tidak mungkin jika Selena tidak memberitahunya terlebih dahulu.


“Hei, siapa pria ini?” tanya Johan dengan gemulainya menyentuh dada Felix, bersikap seolah-olah tidak mengenali pria itu. Kemudian, dia mengulurkan sebelah telapak tangannya. “Perkenalkan aku Jonathan, sahabat terbaik Selena.” Dia mengangkat halisnya, tatapannya meminta Felix untuk menjabat tangannya yang terlulur.


Felix tidak segan melakukannya, menjabat tangan Jonathan. “Felix Alexander.”


“Ow~ Kau sangat tampan, Baby. Rawr!” Jonathan meraung seperti macan yang hendak memangsa korbannya. Dia bertingkah sangat genit.


“Aku tidak kuat melihat ketampananmu, Honey, aku akan pergi dan membawanya. Kita akan bertemu lagi.”


Jonathan memegang tangan Selena, menarik wanita cantik itu menjauh bahkan tanpa persetujuannya. Jenni yang melihat itu langsung menyusul keduanya. Mereka bertiga berdiri di sisi ruangan, mengambil masing-masing satu gelas beralkohol.


“Selena ... kau harus menceritakan semuanya, kenapa kau membawa pria itu ke sini?” cecar Jonathan. “Bukankah kau mengatakan akan menjauhinya? Kau akan terlibat scandal.”


Selena menegak wine miliknya hingga tandas, dia menyimpan gelas kosong itu dan menggantinya dengan yang berisi. Hatinya merasa panas saat Jonathan menyadarkannya akan kenyataan karena tadi hampir saja Selena hanyut ke dalam rayuan pria itu.


“Apakah kalian sudah bersama sekarang, dan kau memutuskan untuk menjadi wanita simpanan?”


“Hei, berhentilah mendesaknya seperti itu,” kata Jenni seraya menyiku lengan Jonathan.


Selena merasa panas, dia kembali meneguk minuman beralkohol itu. Dia menatap Jenni dan Jonathan dengan intens.


“Dia selalu mendekatiku, menyentuhku, dan membuatku hilang akal. Pria itu ....”


Jonathan dan Jenni menatapnya frustasi. Selena sudah tersihir oleh pesona pria tampan itu. Mereka harus segera menyadarkannya. Jika tidak, sahabat gilanya itu akan memiliki anak tanpa ayah lagi.


“Kau harus sadar, Baby,” kata Jonathan mengingatkan.


“Dia memiliki seorang istri, dan reputasimu akan hancur,” Jenni menambahkan.


Pikiran Selena tidak karuan, ditambah dengan banyaknya suara yang masuk ke dalam kepalanya. “Sudahlah, aku akan mengurusnya sendiri. Aku akan pergi.”


Kemudian, Selena berlalu pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Sebenarnya dua sahabatnya itu tidak pernah melarang dirinya untuk dekat dengan siapapun, bahkan jika dia dekat dengan pria, mereka akan mendukungnya. Namun sejak dulu mereka selalu memiliki prinsip untuk tidak menganggu rumah tangga orang lain, prinsip ini dibuat karena phobia yang Selena punya.


Bagaimana jika wanita itu benar-benar menjadi simpanan, dengan menyalahkan phobianya yang tidak bisa menikah, dan hanya ingin menjalin hubungan yang tidak memiliki arah.


Selena berjalan menuju Felix, mendekati pria itu dan berbisik jika dia merasa pusing dan akan pulang. Sementara kapal pesiar itu masih berada di tengah-tengah laut luas, entah bagaimana wanita itu bisa berpikir untuk pulang secepat itu.


Wanita itu pergi saat Felix tidak mengiyakan keinginannya. Dia terlihat marah dan kesal. Felix yang menyadari itu langsung menyusul langkah Selena yang pergi menuju kabin kapal.

__ADS_1


“Ada apa?” tanya Felix, mengenggam pergelangan tangan Selena untuk menahan langkah wanita cantik itu.


“Aku merasa sesak di sini.”


Dia menatap wajah tampan di hadapannya, mendadak hatinya merasa tidak enak saat mengingat jika Felix sudah menjadi milik seseorang. Perasaanya menjadi sangat kesal, dan seperti ingin meledak.


“Kau ingin beristirahat?” tanya Felix dengan perhatian, dan sikapnya itu semakin membuat Selena menyesali jika pria itu bukanlah miliknya.


Apa yang terjadi dengannya, kenapa hatinya mendadak aneh saat melihat Felix, terlebih lagi ketika mengingat jika Felix memiliki seorang istri. Selena pasti sudah mulai gila, karena tidak mampu menahan perasaanya.


Felix menatap intens wajah memerah dengan keringat yang membasahi dahinya. Selena terlihat sangat gelisah, dan sikapnya mendadak menjadi aneh.


“Apakah semuanya baik-baik saja?” Felix menyentuh pipinya, namun Selena dengan cepat menepis sentuhan itu.


“Jangan menyentuhku, aku membencimu!”


Felix mengeryitkan dahinya melihat tingkah wanita di hadapannya. Kenapa Selena mendadak marah seperti itu, padahal tadi dia masih baik-baik saja sebelum dua sahabatnya mengajak dia pergi.


“Seharusnya kau tidak pernah mendekatiku, Felix! Jangan membuat hubungan kita menjadi rumit! Kau memiliki anak dan istri.”


Seseorang mengingatkan Selena mengenai status Felix, dan hal itu ternyata membuatnya kesal. Felix terkekeh samar, dan Selena memperhatikannya heran.


“Apakah ini lucu?” tanya Selena dengan nada kesal. “Ini seperti lelucon bagimu?”


“Jadi kau marah karena itu? Karena kau mengingat jika aku memiliki anak dan istri?” tanya Felix dengan ekspresi tenang, dan senyuman tipis.


Sialan! Pria bastard ini benar-benar mempermainkanku.


“Apakah sikapmu masih sama seperti ini jika aku mengatakan aku masih lajang?”


Selena seketika terdiam, dan Felix mendapatkan kesempatan untuk mendekatinya. Dia memajukan wajahnya tepat di samping wajah Selena.


“Hei Baby ketahuilah, jika aku adalah seorang pria lajang.”


.


.


.


Bersambung ......


Finaly akhirnya si Felix buka suara. Kira2 kenapa yaa ko mau jujur siih si bastard yang satu ini? Koment dong. Bye bye see you di next chapter. Okee jangan lupa like juga, besok author up 2-3 bab yaa untuk hari Minggu. Terimakasih kaliaaan.

__ADS_1


__ADS_2