Passionate Night

Passionate Night
*NOT YOU


__ADS_3

Wanita cantik itu berada di kantin sekolah Kenzo, menunggu jam pulang bocah kecil itu. Di temani dengan secangkir coffee panas dan menyesapnya secara perlahan. Siapa yang tahu jika hari ini guru memberikan jam tambahan pada kelas putranya. Selena datang setengah jam lebih awal.


Akibatnya, dia harus terjebak di dalam kumpulan para wali murid yang juga hendak menjemput anak mereka. Kumpulan yang beberapa hari terakhir ini dia hindari.


“Selena, kau datang untuk menjemput Kenzo?” tanya seseorang yang baru saja tiba dan suaranya begitu Selena kenali.


Dia mengangkat wajahnya untuk melihat Renee Alexander. Arah matanya sesasat beralih pada seorang wanita cantik yang datang bersama Renee.


Dia?


Selena mengalihkan pandangannya lagi ke arah Renee. Lalu berdiri untuk menyambut serta memeluk ringan mantan calon adik iparnya itu. Setelah itu, dia mengulurkan tangannya untuk menyapa wanita di sebelah Renee.


Selena tersenyum pada wanita tersebut saat dia menerima uluran tangan Selena. Kemudian, mereka bertiga kembali duduk di meja yang sama.


Suasana tiba-tiba menjadi hening. Semua orang di sana saling memandang satu sama lain. Mereka mengenal wanita yang Renee bawa. Seorang artis dan penyanyi terkenal yang baru-baru ini di kabarkan dekat dengan Felix. Namun di sisi lain, bagaimana dengan Selena? Dia juga sedang dekat dengan Felix. Bagaimana perasaanya melihat hal ini.


Renee menyadari hal itu, serta Luciane yang terlihat canggung. Seharusnya dia menolak saat Renee mengajaknya untuk menjemput Leon. Pada akhirnya, semua hanya mempermalukan dirinya sendiri saja.


“Ah~ Perkenalkan dia teman baikku, Luciane,” ucap Renee memecahkan suasana.


Beberapa orang tersenyum canggung menanggapinya. Begitupula dengan Selena yang terlihat acuh dan tak acuh. Wanita cantik ini hanya focus dengan coffee di dalam gelas miliknya.


Setelah hubungannya dengan Felix berakhir, apakah secepat ini orang-orang mengetahui pengganti dirinya. Selena tahu jika bermain perasaan bersama pria hanya akan merugikan dirinya. Dia sangat membenci itu.


Dia melirik arloji pada pergelangan tangannya. Masih ada waktu lima belas menit sebelum pelajaran di kelas Kenzo berakhir. Dia sudah tidak ingin berlama-lama di sana.


“Luciane? Aku tahu tentangmu. Kau penyanyi terkenal,” ungkap salah satu wali murid.


“Ya, berita mengenai kembalinya dirimu menyebar di mana-mana.”


“Dia seoang penyanyi terkenal.”


“Tidak disangka jika aktris sepertimu akan datang ke sekolah kami.”


Luciane tersenyum tipis. “Terimakasih, tapi kalian terlalu berlebihan menyanjungku. Aku tidak seterkenal itu.”

__ADS_1


Beberapa orang terkekeh mendengarnya. “Tentu saja kau sangat terkenal, namamu terlintas di mana-mana.”


Renee ikut bercengkerama dan bergurau bersama mereka. Sesekali pandangannya mengarah pada Selena yang duduk tepat di hadapannya. Wanita itu sama sekali tidak menanggapi dan terlihat tidak peduli. Renee harus memancingnya.


“Selena, apa kau tidak sibuk untuk datang menjemput Kenzo?” tanya Renee sengaja untuk mengalihkan focus wanita itu.


Selena menoleh saat namanya disebutkan, dia menatap Renee untuk sesaat. “Ya, aku memiliki waktu luang.”


“Kau wanita yang sangat sibuk, Selena. Aku kagum karena kau masih menyempatkan waktu untuk menjemput putramu,” ungkap Renee.


Selena hanya tersenyum dan mengangguk pelan menanggapi hal itu. Dia tidak ingin melanjutkan topik pembicaraannya bersama Renee. Saat ini dia sedang malas menanggapi wanita itu.


“Ah ya Selena, aku sudah lama tidak melihatmu datang ke rumah. Aku pikir kau sangat sibuk,” sindir Renee sengaja.


Setelah mengatakan Selena bisa menyempatkan waktunya untuk Kenzo, lalu apakah dia tidak bisa menyempatkan waktunya untuk Felix. Renee sengaja bertanya hal itu untuk memastikan jika hubungan Felix dan Selena telah berakhir.


Pandangan mata Selena tertuju pada Renee, lalu sesaat melirik wanita yang duduk di sampingnya. Sebenarnya apa yang dilakukan Renee sudah sangat bisa ditebak. Dia ingin mempermalukan Selena dengan membawa Luciane, mengatakan pada orang jika hubungannya dengan Felix sudah kandas, lalu memperkenalkan Luciane kepada semua orang sebagai kekasih masalalu Felix.


Kenyataan yang bertubi-tubi itu, apakah tidak menyakitkan dan juga memalukan. Cih, jalaang ini!


Leon sibuk memeluk maminya sehingga Renee melupakan pertanyaan sindirannya pada Selena. Focusnya teralihkan pada putranya.


“Mami datang menjemputku?” tanya Kenzo seraya mendongakan wajahnya dan menatap Selena polos dengan mata bulat miliknya.


Selena mengusap puncuk kepala putranya dengan lembut lalu tersenyum. “Ya, mami menjemputmu sayang.”


Tatapan Kenzo beralih pada Renee lalu bocah kecil itu tersenyum dan menyapa. Dia tahu jika wanita itu adalah ibu dari Leon. Tapi ekspresinya berubah menjadi bingung saat melihat wanita yang duduk di samping Renee. Dia belum pernah melihatnya selama ini.


Luciane tertegun melihat kehadiran bocah kecil itu. Dia menatap Kenzo dengan sangat lekat. Bocah itu begitu mirip dengan Felix. Bentuk wajah, hidung, dan juga bibir. Bukankah itu duplikat pria itu?


Jantungnya langsung berdetak sangat kencang. Harapannya seketika menjadi pupus. Luciane takut jika yang dipikirkannya mungkin adalah sebuah kenyataan. Felix, kekasihnya itu. Apakah dia ....


Kenzo mengalihkan perhatiannya dari Luciane saat wanita itu menatapnya terus-menerus. Dia merasa sedikit tidak nyaman. Wajah mungilnya tertuju kembali ke arah Selena.


“Mami,” panggilnya dengan suara pelan.

__ADS_1


“Ya, sayang?”


“Ayo kita pulang.”


Selena tersenyum lalu mengangguk mengiyakan. Ini adalah hal yang paling ditunggunya sejak tadi. “Baiklah.”


Selena beranjak dari kursinya, dan diikuti oleh beberapa wali murid lainnya. Seraya menggandeng putra dan putri mereka berjalan menuju gerbang sekolah.


Seketika Luciane memegang pergelangan tangan Renee, menghentikan langkah wanita itu sekaligus putranya.


“Renee tunggu,” ucapnya perlahan.


“Ada apa, Luci?” tanya Renee dengan kerutan halus di dahinya.


“Anak itu ....” Dia menunjuk bocah kecil yang sedang berjalan beriringan bersama Selena. “Anak itu, kenapa dia begitu mirip dengan Felix?”


Renee tertegun, dan dia terdiam untuk beberapa saat. Renee pikir hanya dirinya lah yang beranggapan jika Kenzo mirip seperti Felix saat kecil dulu. Ternyata Luciane juga memiliki pemikiran yang sama.


“Renee apa mungkin dia-”


Kalimat Luciane tercekat saat dia melihat Felix yang berjalan memasuki gerbang sekolah dan datang menghampiri Selena. Pria itu bersimpuh untuk melihat bocah kecil di hadapannya.


Selena membulatkan kedua matanya melihat pemandangan di hadapannya. Dia tidak tahu apa yang dilakukan Felix di sekolah putranya itu, dan lagi kenapa dia bersimpuh di hadapan putranya.


“Apa yang kau lakukan Felix? Apa kau datang untuk terus mengangguku?” tanya Selena pelan namun penuh dengan penekanan.


Felix menghentikan gerakan tangannya untuk mengusak rambut Kenzo. Dia kembali berdiri dengan tegak.


“Maaf Selena, tapi aku datang untuk menemui putraku,” ucapnya.


“Leon?” tanya Selena bingung.


“Bukan, aku datang untuk bertemu Kenzo putraku.”


Selena tertegun sekaligus terkejut. APA?

__ADS_1


__ADS_2