Passionate Night

Passionate Night
*HOW?


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Selena melenggang masuk ke dalam rumahnya. Dia kembi setelah Felix mengantarnya pulang. Pria itu berkata jika dia memiliki urusan yang mengakibatkan dirinya tidak bisa singgah ke kediaman Selena. Baguslah, lagipula Selena tidak menerima kehadiran pria itu.


Seorang bocah kecil berlari dan berteriak kepadanya. “Mami.” Kenzo memeluk kami Selena erat, kemudian mendongakan wajahnya untuk menatap maminya menggunakan mata bulatnya.


“Aku mau ice cream, Mami.”


Selena mengangkat sebelah halisnya heran. Tidak biasanya bocah kecil itu meminta ice cream dengan sikapnya yang begitu lembut manis.


Tidak lama setelah itu seorang pengasuh Kenzo datang menyusul dari belakang. Pengasuh tersebut membawa sebuah tab yang langsung diberikan kepada Selena.


“Nona, Tuan muda menginginkannya.”


Sebuah gambar mobil ice cream yang bisa berubah bentuk menjadi robot. Mata bocah kecil itu berbinar ketika Selena melihatnya dengan bingung. Pantas saja.


“Mami akan membelikan ice cream untukmu.”


“Yeay!” Kenzo bersorak kegirangan, setelah mendapatkan persetujuan dari maminya bocah kecil itu berlarian tak menentu arah.


Aku pikir benar-benar ice cream. Bocah kecil ini.


Sebelum pergi ke kamarnya, Selena meminta pelayan untuk menyiapkan beberapa potong buah. Dia menginginkannya karena dirasa tenggorokannya terasa sakit, dan batuk.


Sepertinya aku akan demam.


.............


Selena duduk di atas sofa di dalam kamarnya setelah dia membersihkan diri, membersihkan setiap inci tubuhnya yang sangat kotor. Dia duduk dengan MacBook di atas pangkuannya, membaca beberapa email masuk seraya memakan buah-buahan segar yang tersedia di atas meja.


Dirasa tidak ada yang penting masalah pekerjaan, dia mengalihkan lara macbooknya pada situs perbelanjaan, pergi untuk memeriksa mainan yang Kenzo inginkan.


Ketika menemukannya, Selena langsung tercengang. Ya bagaimana tidak, mainan itu tentu saja tidak akan dijual sembarangan, itu pengeluaran terbaru. Hanya ada tiga pengeluaran di dunia, yang lebih mengejutkan jika negaranya tidak menjual mainan itu, Brand tersebut juga tidak memberitahu di negara mana mainan tersebut dijual.


Kenapa brand terkenal sangat suka menyusahkan pembelinya. Padahal jika seseorang berdagang, yang mereka cari nomor satu adalah pembeli, tapi berbeda halnya dengan brand terkenal yang sangat suka menyusahkan.


Selena berpikir keras, tidak tahu akan mendapatkan mainan itu atau tidak.


Mami tidak berjanji, Honey. Batinya memikirkan Kenzo.

__ADS_1


Lagipula, kenapa bocah kecil itu bisa mengetahui mainan keluaran terbaru saat ini. Seseorang pasti memberitahunya. Selena berpikir untuk menemukan siapa orang iseng itu.


Duke! Pikir Selena.


Ya, tentu saja pria itu. Dia yang selalu memberikan informasi seputar mainan pengeluaran terbaru kepada Kenzo sebelumnya, pasti pria itu juga yang sekarang telah memberitahu Kenzo.


Selena langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi pria bernama Duke itu. Selama dering terdengar beberapa kali dan sampai pada suara operator, pria itu tidak mengangkat teleponnya.


Dia sibuk?


*********


Seorang pria tampan berperawakan atletis sedang duduk sembari dikerumuni banyak wanita-wanita cantik. Wanita-wanita itu menggodanya, menyentuh, dan bersikap seperti ******. Alih-alih merasa risih, pria itu sangat menyukainya.


Duke Lutolf, namanya terkenal diseluruh penjuru dunia. Seorang pria tampan, tubuh atletis, dan konglomerat kaya raya. Dia memiliki hubungan darah dengan Selena. Ibu Duke dan Johan adalah saudara kandung.


Pria bernama Duke itu memukul bokong sintal seorang wanita, menariknya ke dalam kamar untuk diajak bermain kali ini. Mereka melakukan permainan dengan seductive dengan posisi wanita itu yang bersimpuh di hadapannya.


Ponsel yang berdering di atas ranjang tidak dia hiraukan, sebelum pandangan matanya membaca nama 'Selena' yang tertera di sana.


Saat itu juga dia langsung mempercepat laju permainannya, dan membucahkan seluruh cairan ke dalam wanita itu. ****** itu menelanya dengan suka hati, tidak mengeluarkannya setetes pun.


“Pergi," perintah Duke.


Wanita tersebut pergi, dan Duke memakai celananya dengan benar. Dia langsung mengambil ponselnya ke atas ranjang, balik menghubungi Selena.


Selena sedang menggigit buah melon hijau kesukaanya. “Kau yang memberitahu Kenzo tentang mainan itu, bukan?” tanya Selena to the point.


Duke terkekeh samar. “Ya, aku begitu perhatian, bukan? Aku tahu putramu sangat menyukai mainan.”


Selena mendesis samar, dan memutar bola matanya malas.


“Kapam kau ada waktu, temui aku,” kata Duke.


“Nanti malam.”


Selena menutup sambungan teleponnya, lalu memyimpan ponselnya kembali ke atas meja. Tidak lama setelah itu pesan masuk dari Duke yang memberitahukan tempat di mana mereka akan bertemu.


**********


Felix mengacaukan hari minggunya dengan pekerjaan yang menumpuk. Seharusnya dia menghabiskan waktu bersama Selena, mengajak kekasihnya itu untuk pergi jalan-jalan. Namun pekerjaan penting tidak bisa menunggunya. Dia sedikit merasa bersalah karena tidak membatalkan masalah pekerjaan tersebut.


Dirinya baru saja pulang dari luar kota untuk makan malam bersama klient. Kini Felix berada di dalam mobil untuk menuju kediaman.


Felix memainkan ponselnya selama perjalanan. Dia memandangi beberapa foto yang Selena unggah di sosial media. Wanita cantik itu cukup aktif di dunia Maya. Berbeda dengan Felix yang memiliki privasi begitu ketat di dalam hidupnya. Dia lebih menyukai bergerak dengan diam.

__ADS_1


Terpikirkan olehnya untuk menghubungi Selena. Bunyi ponsel berdering beberapa kali, namun wanita cantik itu tidak kunjung menjawab teleponnya. Entah apa yang sedang wanita itu lakukan sehingga mengabaikannya.


.............


Selena sedang memotong irisan daging steak menjadi ukuran yang lebih kecil. Meskipun Duke Lutolf menguruskan daging untuk Selena dengan penuh perhatian, namun wanita itu justru mengulangi pekerjaanya.


“Sudah sangat lama kita tidak bertemu,” kata Duke membuka topik pembicaraan.


“Kau masih sibuk dengan para wanitamu?” tanya Selena. Dia mengingat masa sekolah mereka, di mana Duke selalu meminta Selena untuk memberikan teman-teman sekelasnya yang cantik. Pria itu memang bastard.


“Tidak, sekarang aku hanya memfocuskan diri pada satu wanita," ungkap Duke dengan cepat sekaligus membuat Selena tersedak. Dengan segera dia menyodorkan air minum untuk Selena.


Seraya meredakan batuknya Selena berkata, “Apa yang kau katakan tadi? Aku tidak mendengarnya dengan jelas.”


Duka menghela nafasnya. “Hanya satu wanita.”


“Haha.” Selena tergelak. “Seorang Duke Lutolf? Bajingan ibukota kita akan focus dengan satu wanita?” Selena sengaja mengejeknya.


“Hei hentikan tawamu itu.” Duke mencibirnya. “Bagaimana denganmu? Kau cukup terkenal belakangan ini.”


Selena memasukan irisan daging steak ke dalam mulutnya lalu mengunyahnya perlahan. “Itu hanya sebuah gosip, tidak perlu menghiraukannya.”


“Benarkah? Lalu pria itu?”


“Aku tidak terlalu dekat dengannya, ini akan berlalu secepat angin,” ucap Selena dengan enteng. Dia ingin menutup pembicaraan mengenai dirinya agar Duke tidak membahasnya lagi.


“Aku rasa tidak.” Duke menaikan sebelah ujung bibirnya. “Kau begitu mengenal pria itu sampai kau mengundangnya untuk datang malam ini.”


Seketika Selena menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengiris daging, dia mengangkat wajahnya menatap Duke.


Pria itu mengedikan dagunya ke arah belakang Selena. “Lihatlah, dia telah tiba.”


Selena berkerut kening, perlahan menolehkan wajahnya untuk melihat siapa orang yang dimaksud oleh saudaranya itu.


“Felix?”


.


.


.


Bersambung ......


Next chapter siang guysss. Byebyeeee.

__ADS_1


Jangan lupa like, koment, dan tambahkan favorit untuk menyemangati Author. I love you all.


__ADS_2