
Happy Reading ....
.
.
.
“Good morning, Baby.”
Selena membuka matanya saat suara bariton itu menguar di telinga. Dia melihat Felix yang berada di sampingnya sedang tersenyum seraya menatapnya.
Tidak disangka jika selama beberapa tahun ini akhirnya Selena berada dalam satu ranjang bersama seorang pria, tidur dan bangun untuk melihat pria tampan itu.
Selena tidak pernah membayangkan di dalam hidupnya jika dia bisa memiliki moment ini, mengingat jika dirinya tidak akan pernah menikah. Kini semuanya telah terjadi, dia akan menikmatinya sebaik mungkin sebelum semuanya hilang tertelan waktu.
“Hai,” sapa Selena parau, memberikan senyuman tipis kepada Felix.
Felix mengusap lembut rambut Selena dengan penuh perhatian, Selena bisa merasakan kehangatan yang pria itu berikan, dia memejamkan matanya kembali.
“Wake up, Baby. Kita akan pergi untuk sarapan,” kata Felix dengan lembut.
Selena malas, semua ototnya terasa lemah, dan juga tulang-tulangnya yang seperti patah. Dia enggan beranjak dari ranjang, dan ingin terus berbaring di sana. Ketika Felix memintanya untuk bangun, dia mengabaikan pria itu.
“Kau tidak ingin bangun?” tanya Felix lagi yang kini sudah turun dari ranjang.
Selena menggelengkan kepalanya pelan, dia sengaja untuk semakin menenggelamkan dirinya ke dalam selimut tebal, tidak ingin menghiraukan ajakan Felix padanya.
“Kau tidak ingin bangun?” tanya Felix lagi masih dengan pertanyaan yang sama.
“Tidak," tolak Selena parau.
“Baiklah.”
Felix menyingkap selimut yang dipakai oleh Selena sehingga tubuh sintal yang telanjang bulat itu tidak tertutup apapun lagi, dan terpampang begitu jelas.
Wanita cantik itu terkesiap, dan langsung membuka matanya dengan lebar, menyadari jika tubuhnya sudah tidak memiliki penutup lagi. Dia menyoroti Felix dengan tatapan tajamnya.
“Felix!”
__ADS_1
Felix mencondongkan tubuhnya untuk meraih tubuh wanita cantik itu, dan membawanya ke dalam gendongan. Refleks Selena melingkarkan kedua tangannya pada tengkuk leher Felix agar tidak terjatuh.
“Hei, turunkan aku.”
“Tidak.”
Pria itu membawa tubuh Selena ke dalam kamar mandi, mendududkannya di atas wastafel. Dia menatap tubuh sintal itu, menyentuh lembut bahu Selena.
“Felix?” Selena mencoba melembutkan suaranya.
“Yes, Baby?”
“Aku berpikir, jika sebelum tidur tadi malam aku masih mengenakan bathrobe di tubuhku,” ungkapnya. “Tapi di mana bathrobe itu sekarang?”
Felix terkekeh samar mendengarnya. “Mungkin terlepas ketika kau tertidur.”
“Tidak mungkin," kata Selena, dia melingkarkan kembali lenganya pada tengkuk leher Felix seraya mendekatkan wajahnya pada pria itu.
“Apa kau yang membukanya? Kau begitu senang melihat tubuh indahku?” tanya Selena dengan nada menggoda. Dia mendekatkan bibirnya menyentuh cuping pria itu, mengecupnya sekilas.
Telapak tangan Felix menyentuh punggung rata Selena, mengelusnya perlahan ketika wanita cantik itu terus menggodanya dengan meniupkan nafas tepat di depan telinga Felix, membangunkan singa yang sedang tertidur pulas.
Selena tersenyum simpul, dia sengaja menggoda pria itu. Kini yang dia lakukan, menggerakan jemarinya pada setiap lekukan otot perut pria itu, perlahan mengitarinya sampai pada inti tubuh pria itu. Selena mengenggam benda yang masih terbalut celana tipis itu, yang kini mulai menegang.
Seharusnya aku menyadari ukurannya sejak tadi malam. Pantas saja membuatku sesak. Batin Selena.
Felix menjumput rambut Selena ke belakang telinga, menciium tengkuk leher wanita cantik itu, dan menguarkan nafas hangat di sana. Selena bisa mendengar suara nafasnya yang mulai menderu.
Selena melepaskan genggamannya pada benda milik Felix, lalu mendorong dada pria itu dengan kedua tangannya. Dia menatap Felix yang mulai memasang raut wajah sendu.
“Ayo, mulailah untuk mandi,” ajaknya kepada pria itu.
Felix menatapnya intens. Dia sadar jika Selena sedang mempermainkannya. Akan lebih bagus jika wanita cantik itu terus menggodanya seperti tadi, Felix sangat menyukainya.
Dia ingin mengikuti alur permainan wanita cantik itu, dan terpaksa menunda hasratnya yang mulai memanas. Kini Felix mengambil dua sigat gigi, dan mengoleskan pasta gigi ke atasnya, dia memberikannya satu kepada Selena.
Selena menerima sikat gigi itu dengan pandangan yang terus mengarah kepada Felix. Dia tidak yakin jika Felix tidak tergoda padanya, dan mengabaikan semua godaan Selena untuk terus melanjutkan acara mandinya.
Tubuh sintal tanpa penutup sehelai pun masih duduk di atas wastafel, berada tepat di hadapan Felix dengan sangat menggoda. Terlebih ketika tubuh Selena bergerak, dan membuat beberapa bagian tubuhnya bergetar dengan sangat menggairahkan.
__ADS_1
Felix mencoba menekan hasratnya, tidak memikirkan apapun yang mampu membuat singa di dalam tubuhnya bangun, dan menerkam wanita cantik itu. Setelah permainannya tadi malam, dia menginginkan wanita cantik itu yang bermain untuk permainan selanjutnya. Felix tidak bisa menjadi orang yang terus melayani, dia juga ingin dilayani.
Setelah selesai menyikat gigi, Selena turun dari atas wastafel, kemudian berjalan menuju shower. Dia menyalakan air hangat yang langsung mengguyur sekujur tubuhnya. Selena dengan sengaja meliuk-liukkan tubuhnya di hadapan Felix, mengambil sabun dan membalurkanya dengan lembut pada tubuh sintalnya.
Felix tertegun melihatnya, dia sangat menginginkan wanita itu jika saja wanita cantik itu menyerahkan dirinya sendiri, bukan dengan pemaksaan meskipun dia juga menikmatinya.
Setelah membuka seluruh kain yang menutupi tubuhnya, Felix melangkah mendekati Selena, berdiri di bawah guyuran air shower.
Selena menjitjitkan kakinya, lalu berbisik kepada Felix. “Tolong berikan sabun pada tubuhku.”
Felix menurutinya. Dia mulai mengambil sabun, dan membalurkannya pada setiap inci tubuh Selena. Felix menggosokkan sabun pada tubuh sintal itu, dengan sengaja sesekali memberikan sentuhan seductive pada beberapa titik sensitif Selena.
Dia ingin membuatku tergoda? Pikir Selena.
Felix menekan titik sensitif Selena, memainkan puncak squishy wanita cantik itu dengan dalih memberikannya sabun. Selena menelan salivanya, jika ini terus berlangsung maka dia yang akan tergoda.
Selena mendekatkan tubuhnya pada Felix, menempelkan dadanya pada dada bidang pria tampan itu. Dia menempelkan wajahnya pada Felix dan memeluk pria itu ringan.
Pria tampan itu bisa merasakan betapa hangatnya tubuh Selena ketika menyentuh tubuhnya. Dia sangat ingin memberi wanita cantik itu pelajaran karena terus menggodanya. Namun Felix masih bisa menahanya untuk sekarang.
“Kini, berikan sabun pada punggungku juga.”
Felix memberikannya sabun sesuai dengan permintaan wanita cantik itu. Sementara dua lengan Selena terus bergerlya di punggung ratanya, menyentuh dan bergerak selambat mungkin.
Selena mengendus tubuh pria tampan itu, wangi maskulin menguar pada indera penciumannya. Dia berpikir, meskipun sudah dekat dengan Felix selana beberapa bulan, namun kali ini dia dapat benar-benar merasakan sensasi dari pria itu. Dan juga, ketika dilihat dengan teliti dan sangat dekat, pria itu begitu **** dan menggairahkan.
Sentuhan demi sentuhan yang Selena berikan tidak membuat Felix goyah untuk terus melemparnya ke atas ranjang, lalu menerkamnya habis-habisan. Ternyata, pria itu memiliki pertahanan yang kuat, dan malah beberapa kali Selena hampir tergoda olehnya.
Dia tidak tergoda? Bagaimana bisa, sementara tadi malam tingkahnya terus meminta kepadaku untuk terus bermain bersamanya. Pikir Selena heran.
.
.
.
Bersambung ....
Herankan, si Selena tingkahnya gamau tapi dia yang malah terus ngegoda si Felix hahaha.
__ADS_1
Next chapter siang yaaaa.... Bye bye.