
Happy Reading ....
.
.
.
Selena membuka matanya dengan malas, meraba atas nakas untuk maraih ponselnya yang terus berbunyi. Dia melihat banyaknya panggilan notifikasi masuk yang datang dari Jenni dan Jonathan. Ada apa lagi mereka?
Kemudian, Selena membuka pesan yang dikirimkan Jenni. Sahabatnya itu heboh, memnita Selena untuk membuka sebuah link yang dia kirim. Selena menekannya, dan melihat sebuah artikel yang terpampang gambar dirinya dan ... Felix.
“Damn!”
Mata kantuknya seketika buyar, Selena beranjak bangun dan duduk. Jemarinya memainkan layar ponsel, membaca dengan detail artikel panas mengenai dirinya.
SELENA GEOVANDRA TERLIHAT BERSAMA PRIA!
SOSOK KEKASIH SELENA GEOVANDRA.
SELENA GEOVANDRA TERLIBAT HUBUNGAN ASMARA DENGAN CEO TERKENAL, FELIX ALEXANDER.
Tidak hanya artikel tentangnya, tapi tentang Felix juga.
SOSOK YANG DIDUGA KEKASIH FELIX ALEXANDER.
FELIX ALEXANDER BERSAMA SEORANG WANITA.
KEKASIH FELIX ALEXANDER.
Selena menganga terkejut mendapati banyaknya artikel mengenai dirinya dan juga Felix. Artikel-artikel itu menjadi trending nomor satu yang banyak dicari hari ini. Selena tidak habis pikir. Dia tidak ingin ini semua terjadi, tapi hal itulah yang terjadi hari ini.
Semua artikel memiliki judul yang hampir bersamaan. Semuanya melibatkan Selena dan Felix, tapi tidak ada yang melibatkan sosok 'istri' pria itu. Jangan-jangan apa yang dikatakan oleh Felix adalah benar, jika dia benar-benar seorang lajang.
Jadi selama ini, Selena yang telah salah kepadanya?
Tiba-tiba ponselnya berdering, sebuah notifikasi telepon masuk dari Felix. Pria itu menghubunginya pagi-pagi buta pasti untuk mempermasalahkan artikel yang kini beredar luar.
'Good morning, Baby.'
“Kau sudah tahu tentang artikel itu?” tanya Selena.
'Tentu saja. Apa kau telah membacanya?'
“Kau sangat tenang? Apa kau tidak mencoba menghapus semuanya?”
'Kenapa menghapus hal yang bahkan ingin aku lakukan? Aku menginginkan dunia tahu jika kau miliki.'
“Oh damn it! Kau gila? Jadi kau yang membuat itu semua?”
__ADS_1
'Ini kejutan untukmu, kau yang menginginkannya, bukan?'
“Sialan! Aku sama sekali tidak menginginkan hal itu, Felix.”
'Kau menginginkan pembuktian, dan aku membuktikannya.'
Selena terdiam, tertegun seketika. Jadi mungkin kejutan yang Felix katakan tadi malam adalah semua artikel-artikel itu. O ****! Selena Benar-benar tidak bisa menebak jalan pikiran pria itu.
Sementara Felix tidak mendengar jawaban apapun dari Selena, dia hendak mengakhiri panggilannya dengan berkata, 'Baiklah, sampai jumpa nanti malam di kediamanku, Selena.' Kemudian sambungan telepon itu terputus.
Selena sadar dan melihat layar ponselnya saat mendengar bunyi beep. Dia meletakan ponselnya dengan frustasi dengan layar yang masih menunjukan banyaknya artikel yang menyebut tentang namanya. Lord! Hidupnya tidak pernah dikisahkan seheboh ini bahkan ketika dia memiliki anak di luar pernikahan.
Sementara itu di kediaman Alexander, rumah itu juga sudah heboh dengan banyaknya artikel yang menyangkut nama besar Felix. Beberapa pelayan, penjaga, dan anggota keluarga menggosipkannya. Pasalnya selama ini, Felix tidak pernah ceroboh untuk membiarkan nama baiknya terseret dengan gosip tidak benar.
Felix berada di ruang bacanya, beberapa orang perusahaan sibuk menghubunginya, sementara sekretarisnya langsung pergi ke kediaman Felix untuk menanyakan hal tersebut karena bigbosnya itu tidak kunjung menjawab telepon.
“Sir, apakah Anda ingin menghapusnya?”
“Tidak perlu, biarkan saja.”
“Baik, Sir.”
“Pulanglah, kau tidak perlu memikirkan masalah kerja di hari minggu.”
Sekretaris itu tersenyum simpul. “Ya, Sir, saya permisi.”
“Kak?” seru Renee, memasang raut wajah kesal sekaligus gelisah.
Felix meliriknya sekilas lalu mengalihkan pandangannya lagi ke arah lain sembari berkata, “Kau sudah bangun? Pelayan mengatakan jika kau pulang dalam keadaan mabuk berat.”
Mabuk berat? Bukankah itu terjadi karenanya, karena dia tidak datang di undangan Renee, dan lebih memilih pergi bersama wanita lain. Mengabaikan adik yang paling dipedulikannya?
“Kak, banyak artikel palsu yang beredar dan mencantumkan foto dan namamu, apa kau tidak mencoba untuk menghapusnya?” kata Renee.
“Biarkan saja," ucap Felix enteng, membuat Renee tidak terima.
“Kenapa? Bukankah kau tidak suka terlibat dengan scandal dan gosip media di luaran sana. Jika kau mau, aku akan meminta orang untuk menghapus semua artikel palsu itu,” cecar Renee tidak henti dengan nada suaranya yang bergetar karena kesal.
Felix mengalihkan pandangannya kembali pada Renee, menatap adiknya dengan tatapan tajam. “Kau tidak perlu melakukan apapun. Dan lagi, artikel itu tidak palsu, itu adalah benar.”
“Benar? Apa kau dan wanita itu-” ucapan Renee tersekat saat Felix tiba-tiba berbicara,
“Menjalin hubungan.”
Renee tidak ingin mempercayai semuanya. Pria yang selama ini dia inginkan malah menjalin hubungan dengan rivalnya. Dia sangat tidak terima, pria itu pasti berbohong.
“Apa? Tidak mungkin! Kak, apa kau gila?”
Tatapan Felix semakin tajam mengarah pada adiknya. “Apa yang tidak mungkin? Aku memang memiliki hubungan dengannya, dan itu yang terjadi.”
__ADS_1
“Tapi kenapa, Kak?”
“Itu urusanku,” kata Felix dengan nada dingin.
Renee tertegun. Perasaan kesal, marah, dan kecewa semuanya bercampur aduk menjadi satu. Dia ingin menghancurkan seisi dunia hari ini. Dengan membawa perasaanya yang sudah hancur, dia menghentikan kakinya dan berjalan cepat pergi keluar dari ruangan Felix.
Felix tahu jika Renee pasti kecewa. Namun dia harus bisa menerima kenyataan bahwa mimpi-mimpinya untuk bersama Felix harus dihapuskan, jangan sampai ada lagi hal-hal keliru yang terjadi di dalam keluarga Alexander.
Renee berjalan masuk ke dalam kamarnya, menutup pintu dengan kasar yang mengakibatkan suara dentuman yang begitu besar.
“AAAAAAAH DAMN! SIAL!”
Dia berteriak sekencang mungkin, menangis, dan meraung, menghancurkan meja rias sehingga semua benda yang tertata rapih di sana jatuh berhamburan ke atas lantai.
“KENAPA? KENAPA HARUS WANITA ITU?“
Langkahnya pergi menuju ranjang, menghancurkan tempat tidurnya hingga tidak karuan. Dia menghancurkan seisi kamarnya untuk melampiaskan kekesalan.
“Aku tidak terima, sampai kapanpun aku tidak akan menerimanya!”
Kemudian, dia mengambil ponselnya, menghubungi seseorang untuk melakukan sesuatu hal untuk dirinya.
“Aku ingin kau melakukan sesuatu untukku,” perintah Renee pada orang di dalam telepon tersebut.
Wajahnya yang sudah terlihat seperti hantu, dan tidak karuan karena air mata yang membuat make upnya hilang tidak dia pedulikan lagi. Saat ini yang terpenting adalah, hubungan Felix dengan Selena tidak akan pernah menjadi nyata.
“Aku tidak mengijinkan mereka untuk bersama,” gumamnya dengan frustasi.
.........
Selena berada di dalam kamarnya, lengkap dengan piyama panjang berkain satin. Dia duduk termenung di sisi ranjang, bahkan dia enggan turun untuk keluar dan pergi sarapan bersama keluarga. Kedua orang tuanya pasti akan menanyainya banyak hal. Selena sangat malas.
Tiba-tiba pintu kamarnya diketuk, diiringi dengan suara anak kecil yang sangat khas. “Mami, bolehkah aku masuk?”
Selena mendengarnya dan menjawab, “Yes, Honey, masuklah.”
Tidak lama kemudian, Kenzo masuk ke dalam kamar Selena, berlari menuju maminya. “Mami, Mami tidak lupa bukan jika malam ini kita akan pergi ke pesta ulang tahun Leon? Apakah mami sudah membeli hadiah?”
“Huh? Ulang tahun Leon?” Selena bingung, tiba-tiba dia teringat ucapan Felix tadi.
Sampai jumpa di kediamanku nanti malam.
.
.
.
Bersambung ....
__ADS_1