
Happy Reading ....
.
.
.
Damn it! Dia tidak menghapusnya.
Renee menatap Felix dengan curiga. Pasalnya pria itu sangat lama pergi keluar. Perasaan Renee menjadi semakin tidak enak lagi saat berpikir jika Felix datang bersamaan dengan Selena. Jarak mereka hanya terpaut beberapa detik lagi. Sejak tadi Renee juga melihat Felix yang selalu memperhatikan Selena.
Felix meliriknya dengan tatapan tajam, seolah mempertanyakan kenapa Renee melihatnya dengan berkerut kening seperti itu. Karena tidak ingin merusak suasana hati Felix, Renee menyimpan semua kecurigaannya. Dia tahu jika dirinya bertanya, maka Felix hanya akan memperingatinya untuk tidak ikut campur dengan masalah pribadi pria itu.
Renee menyelipkan lengannya pada lengan Felix, dan pandangannya tertuju pada Leon yang sedang sibuk menggambar. Sesekali dia melirik Selena seolah dia memperlihatkan kemesraannya bersama Felix.
Selena berdecih. “Menjijikan,” gumamnya samar.
“Apa mami?” Kenzo mendongakan wajahnya menatap Selena.
“Ah~” Selena gugup, dia pikir jika putra kecilnya tidak mendengar perkataanya. “Tidak, tidak ada.” Dia tersenyum dengan terpaksa.
............
Bel sekolah berbunyi menandakan jam pulang telah tiba. Leon berlari ke arah maminya, sementara Kenzo membereskan buku dan pensil warnanya masuk ke dalam tas. Dia siap dengan tas yang di gendong di punggungnya. Selena mengusak puncuk kepala bocah itu dengan gemas, dia tidak mengetahui jika putranya sangat mandiri.
“Kita pulang, Mami.”
“Ya.” Selena tersenyum.
Selena menuntun lengan kecil Kenzo dan berjalan keluar dari ruang kelas. Tiba-tiba Leon berlari ke arah mereka sembari meneriakkan nama Kenzo. Bocah kecil itu menarik lengan Kenzo, membuat Kenzo dan Selena menoleh ke arahnya.
Leon memegang lengan Kenzo, memiringkan wajahnya lalu berkata dengan suara kecilnya yang terdengar lucu, “Maukah kamu pergi makan siang bersamaku? Papaku mengundangmu.”
Tatapan Selena langsung tertuju pada Felix, begitupula Renee. Sebelumnya Renee sudah sangat senang saat Felix meluangkan waktunya untuk makan siang bersama dirinya dan juga Leon. Tapi sekarang tiba-tiba saja dia ingin mengundang wanita itu. Renee tidak setuju.
“Kak, kenapa kau mengundang mereka?” bisik Renee seraya mengguncang lengan Felix.
__ADS_1
“Bukankah kau sudah berjanji untuk meminta maaf padanya?” Felix berkata dengan nada rendah dan terdengar datar. Renee mengalah, dia tidak bisa melawan kehendak Felix.
Selena melihat pasangan di depannya yang sedang berbincang dengan pelan, dia tidak bisa mendengarnya. Sementara itu Leon terus membujuk Kenzo, dan Kenzo mengguncang-guncang lengan Selena.
Selena menatap putra kecilnya..“Yes honey?”
“Mami, ayo pergi makan bersama Leon.” Kenzo memohon dengan mata yang berbinar.
Selena terdiam sejenak untuk memikirkan alasan yang bahkan belum terlintas di dalam pikirannya. Ajakan itu pasti dibuat oleh Felix, dan Selena tentu saja tidak ingin menerima ajakan itu. Tapi kali ini melibatkan Kenzo, bocah kecil itu pasti akan merengek jika dia ingin pergi tapi Selena tidak menyetujuinya.
“Hmm ... Mami masih memiliki pekerjaan, sayang.”
“Hmmm ....” Kenzo mengayunkan tangan tangannya yang masih memegang lengan Selena, wajahnya mulai mencebik kesal dan memerah. Bocah kecil itu pasti marah, dia akan mengamuk ketika di rumah nanti.
Selena bisa menebak suasana hati Kenzo. Dia adalah anak yang baik dan pengertian, tapi tiba-tiba bisa menjadi anak yang rewel dan manja. Sikapnya sesuai dengan suasana hatinya, dan saat ini dia sedang merengek manja.
“Pergilah dengan kami, ada sesuatu yang ingin kami bicarakan juga denganmu,” kata Felix.
Selena menatap pria itu, lalu beralih pada Renee yang sudah memasang raut wajah tidak suka. “Baiklah, kami akan ikut,” kata Selena yang langsung membuat girang bocil di depannya, dan juga Felix. Hanya Renee lah yang tidak terlihat senang mendengar jawaban wanita cantik itu.
Selena membuka seatbeltnya dan keluar dari mobil setelah dia memarkirkan mobilnya di basement. Di depan mobilnya terparkir mobil Felix, dan Kenzo keluar dari dalam mobil itu. Bocah kecil itu ingin berada satu mobil dengan temannya, dan Selena tidak bisa memaksanya untuk ikut.
Kenzo berpegangan tangan dengan Leon, Renee terus menggandeng Felix, hanya Selena yang sendiri seperti obat nyamuk di sana. Dia juga berjalan di baris paling belakang.
Mereka bukan pergi ke sebuah restaurant untuk makan, melainkan pergi ke sebuah mall. Berjalan mengelilingi mall dan beberapa kali menaiki eskalator. Selena menghela nafasnya dalam.
Sesekali dua bocah kecil itu berhenti berjalan saat melihat barang-barang lucu dan tempat permainan. Dua anak lelaki itu terlihat sangat akrab dan lucu ketika bersama. Selena hanya tidak menyukai ibunya.
Renee dan Felix berjalan di depan sembari terus bergandengan. Renee tidak ingin melepaskan lengannya pada lengan Felix. Khawatir Felix akan pergi ke sisi wanita lain, Renee malas apalagi wanita itu adalah Selena. Dia tidak mengijinkan kakaknya dekat dengan wanita manapun.
Mereka masuk ke dalam tempat makan junkfood. Renee memprotes jika makanan itu tidak sehat, dia juga tahu jika Felix tidak menyukai makanan siap saji seperti itu. Tidak tahu kenapa hari ini tiba-tiba Felix mengajaknya makan di sana.
Leon dan Kenzo tentu saja merasa senang. Junkfood adalah makanan favorit setiap anak namun sangat dilarang oleh para orangtua. Keduanya sudah memiliki rencana untuk memakan apa.
Selena memperhatikan dua bocah kecil yang sedang kegirangan, lalu perhatiannya teralihkan pada Renee yang terlihat memprotes kecil pada Felix. Dia hampir muak dengan drama pasangan itu, rasanya seperti ingin melemparkan mereka ke dasar jurang.
Felix meminta Renee membawa anak-anak untuk mencari meja, sementara dirinya akan memesan makanan pada table yang tersedia. Kemudian Renee pergi dengan membawa dua bocah kecil, dan Selena mengikutinya, tapi tiba-tiba Felix menarik pergelangan tanganya dan mencekal kepergian Selena.
__ADS_1
“Apa yang ingin kau makan?” tanya Felix.
Selena terkesiap dan segera menghempaskan genggaman Felix padanya. Mata Selena langsung tertuju pada Renee yang sedang berjalan. Beruntung wanita itu tidak melihat ketika Felix menariknya secara tiba-tiba.
“Kau gila?” kata Selena penuh penekanan.
“Kenapa?”
“Kau bertanya? Istrimu ada di hadapanmu dan kau berani-beraninya mengangguku seperti itu!” protesnya.
Felix malah terkekeh mendengar ocehan wanita itu. Ternyata Selena begitu takut untuk terlibat skandal dengan Felix. Sikapnya yang seperti itu justru membuat Felix semakin suka untuk menggodanya.
“Tidak masalah, dia tidak akan melihatnya bahkan jika aku menciummu.”
“Shit! Pria gila!” umpat Selena kesal.
Wanita ini sangat pemarah.
Selena berdiri di depan table menu, menekan beberapa menu makanan yang akan di makan olehnya dan Kenzo. Dia telah siap dan mengambil kertas struk pembayaran, dia bahkan membayar dengan uangnya sendiri. Setelahnya dia akan pergi ke meja Kenzo dan makanan akan dihantar ke mejanya. Tapi tiba-tiba Felix mencekal kepergiannya lagi.
“Hei, pesankan punyaku juga,” pinta Felix dengan kerutan halus pada dahinya.
“Huh? Kau tinggal memesan apa yang kau mau.” Setelah itu Selena berlalu pergi meninggalkan Felix seorang diri.
Selama hidupnya Felix tidak pernah memakan makanan junkfood, menurutnya itu tidak sehat. Dia selalu makan makanan yang dibuat oleh para koki terkenal yang memiliki sertifikat. Hari ini adalah pertama kalinya dia memesan makanan di sana, dan lebih parahnya lagi dia tidak tahu cara untuk memesannya. Selena bahkan tidak mau membantu.
Felix mengambil ponselnya dari dalam saku jas kemudian dia menghubungi seseorang. “Lakukan sesuatu untukku.”
.
.
.
***Bersambung ....
Haiiiii author mau tambahin bab perhari niiiiii. Kalian mau berapa bab sehari? Koment yaaaa***.
__ADS_1