Passionate Night

Passionate Night
*PAST


__ADS_3

Happy Reading ....


.


.


.


Felix duduk di sofa pada sudut ruangan, dua wanita cantik duduk di sebelahnya dan terus menggoda. Sementara pria di hadapannya tersenyum sembari menuangkan minuman beralkohol ke dalam gelas.


Malam ini dia memiliki janji bersama seseorang untuk kepentingan bisnis. Tidak disangka orang itu tidak hadir dan malah mengirimkan seorang pria konyol ke hadapannya dan mengirim beberapa orang wanita untuk menggoda. Felix menahan kekesalannya.


“Tuan Felix wajahmu begitu tegang, santai saja, nikmati malam yang indah ini,” pria bernama Jonas itu merangkul dan mengecup wanita cantik di sisi kanan dan kirinya, bertingkah arogan dan terlihat begitu menyebalkan.


Felix meminta dua wanita disampingnya untuk pergi, dia juga mengusir wanita yang duduk di samping Jonas melalui tatapan tajamnya. Para wanita itu menatap Jonas untuk persetujuan, Jonas tidak melakukan apapun tidak lama kemudian para wanita cantik itu berdiri dan pergi.


“Apa yang tuanmu katakan? Cepat sampaikan kepadaku, aku tidak memiliki banyak waktu sepertimu.”


Jonas menegakan posisi duduknya dan menyimpan gelas ke atas meja, dia bersikap serius sekarang dengan ekspresi wajah tanpa senyuman. “Bosku sibuk, jadi dia mengantarku untuk bertemu denganmu.”


“Dia tidak memiliki waktu malam ini,” imbuh Jonas mengangkat sebelah halisnya menatap Felix.


Felix mengangguk mengerti dan tidak mengatakan apapun. Sudah jelas jika mereka mempermainkannya untuk datang ke club malam ini. Bahkan mereka menyiapkan beberapa wanita agar terlihat dengannya mengetahui Felix tidak pernah terlibat dalam skandal apapun.


“Kau boleh pergi,” perintah Felix.


Johas mengedikan jarinya dan meminta para wanita cantik untuk mendekat, lalu mereka duduk di samping Jonas dengan menggoda. “Apa kau tidak ingin bersenang-senang dulu, Tuan?” tanya Jonas.


Jemari pria itu bergerlya di antara paha mulus wanita di sampingnya, dia menunjukan itu kepada Felix. Jonas tidak percaya jika Felix mampu menahan godaan para wanita cantik dan tidak pernah meniduri salah satu dari mereka. Jonas berpikir jika pria itu pasti banyak meniduri wanita, hanya saja dia sangat pandai untuk menutupinya.


Felix mengacuhkan Jonas dan mengalihkan pandangannya pada arah lain, dia melihat Selena yang sedang mengobrol bersama seorang pria di depan meja bartender. Felix penasaran siapa pria yang bersama wanita cantik itu.


Dia meminta dua penjaga bertubuh besar untuk duduk di sofa dan menemani Jonas. Pria itu terperanjat seketika dan menatap Felix dengan kerutan pada dahinya.


“Mereka akan menemanimu bersenang-senang, bersantailah,” kata Felix pada Jonas. Setelah mengatakan itu dia pergi menjauh dari sana.

__ADS_1


Jonas menelan salivanya susah payah. Dua pria bertubuh tegap dengan wajah yang terlihat sangat ganas duduk di hadapannya dan sedang menatapnya dengan intens. Dua wanita cantik duduk di antara mereka juga menepi dengan ekspresi wajah ngeri. Dua pria itu seperti algojo.


Felix sengaja membuat dua pengawalnya duduk bersama Jonas untuk mengawasi pria itu. Dia bisa menebak jika Jonas pasti sedang mengawasinya dan juga mencari kesalahan Felix untuk menjatuhkannya. Bigbos pria itu pasti memerintahnya.


Orang-orang bodoh, mereka pikir mereka siapa dapat menjatuhkan Felix dengan trik murahan itu? Felix Alexander adalah pria yang tidak tersentuh.


Selena masih duduk di depan meja bartender dan masih menunggu Jonathan yang tidak kunjung datang. Seorang pria mendekatinya dan mengajak kenalan, dengan ramah Selena menjawab beberapa pertanyaan pria itu.


“Hai, bolehkah aku mengetahui namamu?”


“Selena geovandra.” Selena tersenyum dengan malas, dia menyesap kembali cocktail pait dari neraka miliknya.


“Aku pernah mendengar nama itu, ya aku tahu,” seru pria tersebut.


Selena menatapnya seraya memiringkan kepala ke samping. Sorot mata Selena menelisik pria itu dari atas sampai bawah. Pria tersebut tidak cukup tampan tetapi gayanya seperti playboy yang berpikir semua wanita akan tunduk kepadanya. Selena membenci tipe pria seperti itu lantas dia membuang tatapannya dari pria itu.


Pria tersebut terkekeh samar setelah mendapatkan perlakuan angkuh dari Selena. Dia semakin tertarik dengan wanita itu dan sekali lagi mencoba untuk mendekatinya. Lengannya terangkat ke atas dan hendak merangkul Selena, tapi tiba-tiba seorang pria datang dan meletakan tangannya di atas meja, menghalangi gerakan pria itu lalu menatapnya dengan tajam.


Felix mengedikan dagunya diiringi tatapan dingin yang menusuk, “Pergi.”


suara bariton yang tidak asing terdengar di telinganya. Dia sedikit mendongakan wajahnya melihat Felix yang sedang mengusir pria yang tadi mencoba untuk mendekatinya. Tatapan pria itu sangat tajam dan mungkin mampu mengusir sekumpulan burung gagak hitam.


Felix menolehkan wajahnya pada Selena setelah mengusir pria tadi dan wanita cantik itu refleks mengalihkan wajahnya. Kemudian Felix duduk di kursi samping Selena dan memesan satu gelas whisky.


“Kenapa kau mengusir pria tadi?” tanya Selena dengan kerutan halus pada dahinya.


“Aku membantumu,” jawab Felix singkat, dia menyesap whisky yang baru saja diletakan di atas meja.


“Membantuku?” Selena menaikan ujung bibirnya. “Membantuku dari apa?”


“Kau tidak menyukainya, jadi aku membantumu untuk mengusir pria itu.” Satu gelas whisky ditegaknya hingga habis, lalu dia memesan lagi.


“Darimana dia bisa tahu aku tidak menyukainya, aku bahkan tidak melakukan apapun,” gumam Selena rendah, namun Felix masih dapat mendengarnya dengan jelas.


“Dari tatapanmu, kau jelas tidak menyukainya.”

__ADS_1


“Tidak ada yang aneh dari tatapanku, biasa saja,” celoteh Selena.


Percayalah, saat ini juga Felix sangat ingin membungkam mulut wanita cantik itu agar berhenti menjawab perkataannya. Dia bahkan tidak mengucapkan terimakasih ketika Felix mencoba membantunya menjauh dari pria jahat.


Felix menegak minumannya lagi lalu memesan untuk yang ketiga kalinya. Selena melirik ke arah pria itu dan Felix menatapnya seraya mengangkat sebelah halis, Selena langsung membuang tatapannya ke samping.


“Apa yang kau lihat dariku, Selena?” tanya Felix dengan suara berat dan sexiinya yang mampu membuat seluruh bulu di tubuh berdiri.


“Tidak ada,” jawab Selena singkat.


Kemudian satu gelas whisky yang Felix pesan sudah tersedia, dan Selena melihat pria itu langsung menghabiskannya begitu saja tanpa merasakan pahit sedikitpun.


“Kau begitu suka minum alkhohol, kau ingin mencoba ini?” Selena menunjuk gelasnya yang masih lumayan penuh dengan minuman karena sejak tadi dia hanya menyesapnya tetes demi tetes.


“Buatkan dia satu yang sama persis seperti ini,” ucap Selena pada bartender, Felix bahkan belum menyetujuinya. “Kau pasti akan sangat menyukainya.” Dia tersenyum simpul, tidak sabar melihat wajah Felix yang memerah karena minuman.


“Ke mana perginya pria yang selalu pergi bersamamu, aku tidak melihatnya,” tanya Selena seraya mengedarkan pandangannya.


“Siapa yang kau tanyakan?”


Selena terdiam sesaat, dia bahkan melupakan nama itu tapi tidak lama dia mengingatnya. “Zayn, dia adikmu.”


“Kenapa kau bertanya tentang pria lain sementara aku berada di sini?” Felix menatapnya dingin.


“Huh?”


.


.


.


***Bersambung .....


Jangan lupa like, koment dan tambahkan favorit yaaaaa***....

__ADS_1


__ADS_2