Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Eps10_Kabar bahagia


__ADS_3

" Mau kemana kamu " Tanya Rayan, yang rupanya masih terjaga di sofa ruang tamu


***


Dengan tubuh yang masih lemas Dita menoleh kearah dimana suara itu berasal. Dan ternyata suara itu adalah milik Rayan, yang tengah duduk di sofa ruang tamu, yang lagi-lagi menatapnya dengan tatapan kebencian


Dita menelan saliva nya._ " Sa.. ya mau pulang " Jawab nya


Rayan melihat kondisi tubuh Dita dari mulai ujung kaki sampai dengan ujung kepala. Tiba-tiba saja hatinya bersimpati di saat melihat Dita yang masih berantakan, bahkan bibir tipisnya terlihat agak bengkak, dan bagian lehernya sangat banyak sekali bercak merah yang mulai membiru.


Belum lagi bola mata nya yang sangat merah akibat terlalu lama menangis.


" Biar aku antar " Tawar Rayan. dia tidak tega membiarkan Dita pulang sendirian


" Tidak perlu, saya bisa pulang sendiri " Jawab Dita


" kamu tidak perlu takut aku tidak akan berbuat apa-apa. Aku hanya ingin memastikan kamu selamat sampai tujuan, apa lagi ini sudah sangat larut "


Memang benar apa yang Rayan katakan. Malam yang sudah sangat larut pastilah sangat rawan terjadi kejahatan diluar sana, apalagi Dita seorang perempuan tentu saja Rayan tidak akan membiarkan nya sendirian keluar sana


walau pun dia memang sangat tidak suka dengan Dita bahkan bisa dikatakan dia sangat membenci Dita. Karena Rayan menganggap kalau Dita hanya lah wanita murahan seperti perempuan-perempuan yang sudah sangat sering datang kepada Samuel untuk menggoda nya, dan hanya menginginkan kedudukan


Ya. Sejauh itu lah kesalahpahaman Rayan terhadap Dita, Andai dia tahu Dita juga sangat terpaksa melakukan nya, dia hanya ingin membantu orang tuanya.


***


Sebenarnya Dita juga takut kalau pulang sendirian. Dan akhirnya dia menyetujui tawaran dari Rayan untuk mengantarnya pulang.


Di sepanjang perjalanan tidak ada obrolan apa pun diantara mereka. Yang ada hanya isak tangis Dita yang sudah setengah mati dia tahan agar tidak didengar oleh Rayan.


' Mengapa dia terus menangis, bukan kah seharusnya dia senang karena sekarang tujuan nya telah berhasil ' Batin Rayan.


Namun Rayan hanya memilih untuk diam, dan tetap fokus dengan kemudinya.

__ADS_1


Setelah 1 jam akhirnya mereka telah sampai di depan rumah mewah milik keluarga Dita. Tanpa mengatakan apa pun Dita langsung turun lalu masuk kedalam rumah nya


Dan Rayan pun kembali ke vila dimana Samuel berada.


***


Plak... Tamparan yang sangat keras mendarat di pipi Rayan.


" Siapa yang mengizinkan kamu untuk mengantarnya pulang " Teriak Samuel


" Maaf kan saya tuan. " Hanya itu lah jawaban yang bisa diberikan oleh Rayan.


Samuel menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu dia kembali masuk kedalam kamarnya. Dia juga tidak mengerti dengan dirinya mengapa dia harus marah, di saat dia keluar dari kamar mandi dia tidak lagi melihat Dita di kamar nya.


Bukan kah dia sudah berjanji kepada dirinya sendiri untuk tidak melibatkan sedikit pun perasaannya. Namun sekarang dia malah terus memikirkan bagaimana kondisi Dita, apakah dia baik-baik saja?, dan banyak lagi pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi kepala nya.


***


Dita terus saja menangis menyesali dirinya sendiri, hingga akhirnya dia tertidur di dalam tangisan nya


Pagi pun datang_


Karena sekarang adalah hari dimana Dita libur dari kuliah nya, maka tidak ada siapa pun yang membangunkan nya walau pun sekarang sudah hampir jam 12 siang.


Nampak nya tubuhnya benar-benar sangat lelah, bukan hanya tubuhnya namun hatinya pun juga ikut sangat lelah. Terbukti sekarang sudah jam 12 namun Dita masih saja terlelap, tidak seperti dia biasanya yang selalu bangun pagi


Namun tiba-tiba saja Dita terbangun saat dia mendengar suara keributan di lantai satu, dengan perlahan dia membuka matanya berusaha untuk mendengarkan apa yang sebenarnya terjadi.


***


" Ada apa sih Mah kok teriak-teriak " Tanya tara yang baru saja datang dari luar


" Sayang... Perusahaan kita selamat nak. papah kamu baru saja dapat telpon dari perusahaan Maladewa kalau mereka akan memulihkan perusahaan kita kembali " sahut Melinda diiringi dengan tangis bahagianya

__ADS_1


Tentu saja tara juga sangat bahagia saat mendengar itu. Namun dia berpikir mengapa perusahaan Maladewa company bersedia untuk menolong perusahaan mereka, bukan kah sebelumnya mereka sempat menolak.


Namun tara tidak mau terlalu pusing memikirkan itu, yang pastinya dia sangat berterima kasih, karena perusahaan Maladewa company bagaikan seorang superhero yang datang menyelamatkan perusahaan keluarga mereka yang sudah berada di ujung tombak kebangkrutan


***


Diantara kebahagiaan yang dirasakan oleh keluarga maheswari karena perusahaan mereka akan kembali seperti sediakala. Ada seseorang yang berkorban begitu besar untuk membuat keluarganya kembali seperti dulu, siapa lagi kalau bukan Dita.


Sebuah senyuman kecut terbentuk di bibirnya di saat dia mendengarkan teriakan kebahagian ibunya dari lantai satu. Tentu saja dia juga ikut bahagia apa lagi saat dia membayangkan senyuman manis ibu dan ayah nya dibawah sana. Akan tetapi ada satu luka yang sangat besar di hatinya yang harus dia pendam dan rasakan sendiri.


" Aku hanya berharap dengan pengorbanan ku ini, keluarga ini akan selalu bahagia "


" Biar lah rasa sakit ini ku pendam sendiri, asal kan selalu bisa melihat senyum kalian, itu sudah cukup bagi ku " Gumam dita, sambil menatap foto kelurga mereka yang ada di kamar nya


Dita tidak ingin berlarut-larut dalam kesedihan nya, walau pun bukan suatu hal yang mudah untuk nya melupakan semua kejadian yang terjadi tadi malam, tapi dia tidak ingin kejadian itu malah mempengaruhi dirinya, apa lagi kalau sampai mempengaruhi dia dalam mengejar cita-cita nya dari kecil.


Dita memutuskan untuk membersihkan dirinya terlebih dahulu sebelum dia menyusul ibu dan ayah nya untuk ikut merayakan kebahagian yang dirasakan oleh mereka.


" Bangus nya dia benar-benar menepati omongan nya. Dan sekarang aku harus melupakan laki-laki itu dan berusaha untuk tidak pernah lagi berurusan dengan nya " Ucap Dita, sela-sela ritual mandinya


***


" Sayang... " Teriak Melinda, saat dia melihat putri bungsu nya baru datang


Melihat senyum sumringah ibu nya membuat hati Dita menjadi hangat. Dia pun lalu duduk di samping ibunya


" Ada apa mah. Kok kelihatan seneng banget " Tanya Dita seolah tidak mengetahui apa-apa


Melinda pun mulai menceritakan dari mulai A sampai dengan Z dengan senyuman yang tidak pernah pudar dari dirinya. Walau pun Dita sudah mengetahui semuanya, namun melihat ibunya bercerita dengan sangat bahagia, yang membuatnya sangat antusias untuk mendengarkan


" Dita sekarang lebih baik kamu makan dulu, kalau kamu dengerin mamah kamu ngomong nggak ada habis nya " Ujar Wibowo


Dita tertawa renyah mendengar apa yang ayahnya katakan, namun berbeda dengan Melinda yang terlihat cemberut, dia merasa kalau suaminya itu hanya mengganggu kebahagiaan nya saja______

__ADS_1


__ADS_2