Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
ketahuan


__ADS_3

Dilain tempat, dengan menaiki pesawat jet pribadi Rayyan akhirnya para rombongan yang sedang berbulan madu pun tiba.


"tuan... "sambut seorang pengawal Rayyan begitu Varel turun


"jelaskan semuanya, bagaimana bisa bos diculik." tanya Varel


Dengan seksama sang pengawal pun menceritakan bagaimana bos mereka bisa diculik sambil menuju ke mobil mereka.


"sayang, kamu, Aisyah dan Dimas sebaiknya pulang saja diantar supir, aku akan mencari Rayyan."ucap Varel sembari mengecup kening Cika dan dibalas dengan anggukan kepala Cika


"apa ada yang bisa aku bantu Varel." tanya Dimas


"terimakasih, Dim, tidak usah biar aku dan anak buah Rayyan saja yang melakukannya."ucap Varel sambil tersenyum


"baiklah kalau begitu kami pulang dulu, tolong kabari kami ya jika pak Rayyan sudah ketemu."ucap Dimas sambil berpelukan dengan Varel dan dibalas dengan acungan jempol Varel


"ya bang tolong kabari kami, semoga Pak Rayyan baik-baik saja dan segera ditemukan." ucap Aisyah


"aamminn... "ucap mereka berempat


Setelah berpamitan dengan Varel maka Aisyah, Dimas dan Cika diantar pulang. Sedangkan Varel mulai menyelidiki tentang penculikkan Rayyan.


Sementara itu Eka yang nafsunya sudah diubun-ubun mulai membuka pakaiannya satu persatu. Rayyan memalingkan mukanya tanpa mau menatap Eka.


"kalau sudah begini apa kamu masih bisa menolak hem..."ucap Eka langsung menciumi leher dan dada Rayyan


Eka semakin gencar menggoda Rayyan dan memberikan banyak tanda di dada Rayyan. Perlahan tangannya mulai membuka ikat pinggang Rayyan dan mencoba membangunkan junior Rayyan. Dia membelai, ******* dan menghisap junior Rayyan dengan lincahnya dan sesekali menatap wajah Rayyan.


" brengsek, lihat saja apa yang akan kau dapatkan setelah aku lepas dari sini."umpat Rayyan


Hasrat Eka sudah begitu menggebu, ia ingin merasakan sensasi bercinta dengan Rayyan. Setelah begitu banyak usaha membuat junior Rayyan bangun tapi sayang si cobra masih terlelap dalam tidurnya.


"kurang ajar, apa segitu loyonya sih sampe pegel tangan dan mulut masih juga nggak berdiri." batin Eka


"kau lihat, milikku bahkan tak sudi dijamah olehmu. Bagaimana apa masih ingin mencoba." tantang Rayyan dengan sinis


"heh... aku belum menyerah Rayyan, tunggu saja sekuat apa kau bisa menahan godaanku."ucap Eka kembali ingin memancing si cobra


Tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

__ADS_1


"nona....."panggil orang suruhan Bagas


"ada apa bukankah aku akan memanggil kalian jika perlu sesuatu." ucap Eka dengan kesal sambil memakai pakaiannya dengan buru-buru


Dengan terpaksa Eka membuka pintu dan bertanya ada apa. Sejenak Eka mematung saat melihat Bagas sudah ada didepan pintu.


"sa... sayang.... kamu sudah pulang." tanya Eka sambil memeluk Bagas menutupi keterkejutannya


"kenapa... apa aku menganggumu sayang." jawab Bagas dengan senyum devilnya


"eh.. ti.. tidak. kau bilang besok baru akan pulang tapi kenapa kau sudah disini." ucap Eka gugup


"aku hanya sedang merindukanmu saja, atau aku sedang menganggu waktumu bersama tawananmu." sindir Bagas


"apa maksudmu, tentu saja tidak." sanggah Eka


Lalu dengan perlahan Bagas mulai mendekati Eka dan menatap Eka lebih dekat.


"apa ada yang ingin kau sembunyikan dariku sayang. "tanya Bagas lagi


"tidak sayang, apa maksudmu. "ucap Eka dan mulai membelai dada Bagas


"auw... sakit sayang, aku tidak mengerti apa maksudmu." ucap Eka menahan sakit


Lalu Bagas pun memperlihatkan rekaman cctv diruangan tempat ia menyekap Rayyan. Sontak mata Eka membulat dan kaget karena nafsunya dengan Rayyan, ia sampai tak melihat kalau disana ada cctv.


"aa.. aku bisa jelaskan sayang, ini bukan seperti yang kau lihat." ujar Eka


"menjelaskan...oke...ikut aku." ucap Bagas lalu membawa Eka menuju sebuah kamar


Dengan kasar Bagas menutup pintunya dan mendorong Eka keatas ranjang.


"ayo coba jelaskan Eka, kurang besar apa rasa cintaku padamu hah...sampai kau rela mengkhianati ku." ucap Bagas emosi


"maafkan aku Bagas.... " ucap Eka yang sudah ketahuan akal bulusnya mulai mencoba membujuk Bagas


"maaf katamu, semudah itu. Ayo layani aku, lakukan seperti tadi kau mencumbunya." ujar Bagas emosi


Perlahan Eka membuka celana Bagas dan mulai ******* junior Bagas. Dengan kasar Bagas menarik rambut Eka dan membenamkan mulutnya di juniornya. Eka yang merasa mual seperti akan muntah hanya bisa pasrah dengan kemarahan Bagas.

__ADS_1


Permainan Bagas yang biasanya lembut saat diatas ranjang, kini berubah kasar setelah mengetahui penghianatan Eka. Ya... Eka tidak sadar jika diruangan penyekapan Rayyan telah ia pasang cctv yang dilengkapi dengan mic mini sehingga bukan hanya gambar namun Bagas bisa tau apa percakapan Eka dan Rayyan.


Saat mengetahui maksud Eka menculik Rayyan dengan memanfaatkan dirinya seketika membuat amarah Bagas pecah. Dimanfaatkan dan dikhianati membuatnya seakan lupa kalau Eka adalah wanita yang dicintainya dan ingin dijadikan istri.


Namun apalah daya harapan tak sesuai dengan kenyataan. Sekian lama menjalin kasih dengan Eka, ia pikir dirinya benar-benar dicintai wanita itu. Bahkan apapun yang wanita itu inginkan maka Bagas segera akan mewujudkan. Tapi kini semua hancur setelah ia tau kenyataan bahwa ia hanya dimanfaatkan.


Bagas mulai menindih dan menyatukan miliknya dan Eka. Bila biasanya ia akan memberikan foreplay atau sentuhan lembut untuk wanitanya namun tidak saat ini. Ia menghentakkan kasar miliknya hingga Eka kesakitan.


"Sakit.... Bagas... kau menyakitiku." ucap Eka meringis


"sakit... ini tidak seberapa dengan sakit hatiku." ucap Bagas terus memacu miliknya kuat


Setelah dihajar habis-habisan oleh Bagas, Eka terkulai lemas tak bertenaga. Jelas saja ia digempur Bagas untuk melampiaskan rasa kecewanya.


Kemudian setelah membersihkan diri Bagas menuju ruangan penyekapan Rayyan dan memanggil anak buahnya.


"siap bos.. " ucap anak buahnya


"lepaskan tawanan kita." perintah Bagas


"baik bos." ucap anak buahnya


"Tuan Rayyan atas nama Eka aku mohon maaf. Rasa cintaku telah membuat aku tak berpikir secara jernih. Aku pikir dia benar-benar kecewa karena pemecatannya tapi.... " ucap Bagas lirih


"Tidak apa tuan Bagas, aku paham itu dan aku hargai itikad baikmu." ucap Rayyan


"terimakasih tuan Rayyan dan untuk Eka aku yang akan mengurusnya." ucap Bagas


"baiklah tuan Bagas aku serahkan padamu. " ucap Rayyan sembari berjabat tangan dengan Bagas


"kalian... antarkan tuan Rayyan pulang." perintah Bagas


"siap bos.... "ucap anak buahnya


Setelah kepergian Rayyan dan anak buahnya Bagas kembali lagi Menemui Eka. Sesaat matanya memandangi Eka yang sedang terlelap karena ulahnya dan mengelus wajah Eka dengan lembut.


"begitu besar cinta dan harapanku padamu tapi inikah balasannya. apa kurangnya aku dibanding dia, apa cintaku tak ada artinya dimatamu." batin Bagas


tolong dukung author ya.. demi kelangsungan perhaluan mohon bantuannya yak.terimakasih🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2