
Seperti biasa resepsionis itu meminta izin terlebih dahulu kepada Samuel melalui Rayan, apakah dia bersedia bertemu dengan tara. Mendengar nama tara, Samuel menjadi penasaran mengapa dia tiba-tiba datang ke perusahaannya, lalu mengizinkan tara bertemu dengan nya
***
Tara dituntun oleh petugas keamanan perusahaan Maladewa company untuk menuju ruangan direktur dimana Samuel sekarang berada.
Tokkk...tokk...
Petugas keamanan itu mengetuk pintu ruangan Samuel. Tidak lama setelah itu keluarlah Rayan, lalu mempersilahkan tara untuk masuk.
Dengan hembusan nafas yang terdengar berat, tara berlenggang masuk sambil berlari. Dan plaakkk___Sebuah pukulan keras mendarat di pipi sebelah kanan Samuel.
Dia kaget dan tidak sempat untuk menghindar, karena memang dia tidak menduga kalau tara akan langsung menamparnya. Begitu juga dengan Rayan, yang tidak sempat untuk melindungi tuannya
" Ada apa ini. Mengapa kamu tiba-tiba menampar saya? " Ucap Samuel
Tara tersenyum meledek namun dengan tangan yang terus dia kepal.
" Apa yang sudah kamu lakukan kepada adik ku "
Samuel mengerutkan alisnya. Apa dia sudak tahu?, itu lah hal yang pertama kali melintas di kepala nya.
Melihat Samuel yang hanya diam dan tidak menanggapi pertanyaan nya, membuat tara semakin geram. Ia langsung mencengkram kerah baju Samuel dengan agresif. Namun dengan cepat Rayan melindungi sang tuan
" Saya tidak mempunyai urusan dengan anda!, jadi lebih baik sekarang kamu minggir "
Rayan sama sekali tidak bergeming, ia terus melindungi tubuh Samuel yang kini tengah membeku berkutat dengan pikiran nya sendiri.
" Sekarang dita hamil!!! Dan kamu pasti tau siapa ayah dari anak itu " Ucap tara, dan setelah itu ia pun melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu.
***
Kini Samuel duduk di balkon kamarnya, merenungi tindakan yang tadi dia lakukan. Ia sangat menyesali apa yang tadi dia lakukan kepada Samuel, dan bisa saja sekarang Samuel melaporkan nya kepada pihak berwajib atas penyerangan yang tadi dia lakukan.
__ADS_1
Andai tadi dia bisa mengontrol emosinya, dan berbicara baik-baik dengan Samuel, mungkin dia tidak akan semenyesal sekarang.
" Bagaimana pun ini juga bukan sepenuhnya kesalahan Samuel. Karena dita lah yang bersedia sendiri demi membantu perusahaan " Gumam tara, dengan bola mata yang kini mulai berkaca-kaca
Sekarang sudah tengah malam namun tara masih saja terjaga, dia tidak dapat menutup matanya karena pikirannya tentang nasib Dita terus saja berkecamuk di dalam kepalanya.
bukan hanya tara yang tidak dapat tidur. Wibowo dan Melinda juga masih terjaga, mereka bergelut dengan isi pikiran mereka Masing-masing.
***
Dita berdiri di balkon kamarnya dengan pisau yang dia pegang ditangan sebelah kanan nya.
Karena terlalu frustasi Dita kehilangan akal sehatnya. Dia berpikir mungkin kalau dia tidak ada lagi orang tuanya tidak perlu khawatir lagi menyandang malu karena dia hamil diluar nikah
Namun tiba-tiba bayangan kakek dan juga nenek nya timbul Dibenaknya. Mereka terlihat sedih sambil mengepal kan kedua tangan mereka didepan dada seakan memohon agar Dita tidak bunuh diri.
Dan sontak Dita langsung melepaskan pisau yang berada di tangannya, lalu mengelus perutnya yang masih rata.
" Aku tidak mungkin sejahat itu " Gumam Dita sambil terus mengelus perutnya
***
Kamar Dita tidak dia kunci sehingga Wibowo dapat langsung masuk. Dan setelah masuk ia melihat Dita berdiri di balkon kamarnya. Namun seketika pandangan nya langsung tertuju kepada pisau yang tergeletak tidak jauh dari posisi Dita berdiri. Dan Wibowo pun bisa langsung menebak apa yang sebenarnya ingin Dita lakukan
Dia langsung berlari lalu memeluk tubuh sang putri dengan erat. Dita kaget kapan ayahnya masuk kedalam kamarnya
Namun dia senang karena ayahnya masih perduli dengan nya, dan dia pun sangat menikmati pelukan ayahnya, sebuah pelukan yang sebenarnya sangat dia butuhkan sekarang. Sebagai tempat dia bersandar dari beratnya beban yang sekarang dia pikul.
" Papah mohon jangan sekali pun kamu berpikir untuk mengakhiri hidup kamu. Papah akan hancur kalau kamu pergi " Ucap Wibowo didalam pelukan mereka.
" Maafkan Dita Pah. Dita sudah bikin papah kecewa " Lagi-lagi sudah hampir puluhan kali Dita mengatakan itu.
" Iya...Bagaimana pun ini juga kesalahan papah, papah nggak becus mengurus perusahaan, sampai harus mengorbankan putri kesayangan papah " Jawab Wibowo yang kini semakin mengeratkan pelukan nya
__ADS_1
***
Setelah obrolan yang cukup lama antara ayah dan anak, kini Dita tertidur dengan berbantalkan paha sang ayah.
Wibowo terus menatap lekat wajah Dita dengan matanya yang sembab, dengan tangan yang terus mengelus lembut rambut putrinya.
Tiba-tiba tara datang rupanya dia juga tidak dapat tidur sampai sekarang lalu memutuskan untuk masuk kedalam kamar Dita. Saat melihat putra sulungnya masuk Wibowo langsung memberikan isyarat kepada tara agar tidak berisik, karena sekarang Dita sedang tidur.
Tara mengangguk lalu kemudian duduk di sofa tepat diseberang dimana posisi ayahnya duduk.
" Pah. Sebaiknya kita tidak perlu meminta pertanggungjawaban dari laki-laki itu, kita bisa merawat dan menjamin pendidikan anak itu sampai besar "
" Lagi pula laki-laki brengsek seperti dia tidak cocok untuk Dita " Sambung nya
Wibowo menghembuskan nafasnya dengan pelan, sambil menatap wajah tara dengan lekat.
" Tara sebenarnya papah juga punya pemikiran yang sama seperti kamu, tapi papah kembali berpikir setelah anak ini lahir dia membutuhkan ayah nya "
" Papah akan tetap memberi tahu kan masalah ini kepada keluarga Samuel. Dan apa bila mereka tidak bersedia untuk bertanggung jawab, baru seperti yang tadi kamu bilang, kita akan merawat anak ini sama-sama "
Tara pun menyetujui pendapat ayahnya, mau seburuk apa pun kelakuan Samuel, dia tetap lah ayah dari anak yang Dita kandung, dan itu sudah menjadi kewajiban nya untuk bertanggung jawab atas apa yang sudah berani dia perbuat.
Sekarang pikirannya sedikit lebih tenang, karena mereka sudah mendapatkan titik terang dari masalah Dita.....
Dan tanpa terasa sekarang matahari mulai muncul, yang menandakan kalau pagi datang kembali___
***
2 Hari berlalu~~~~
Seperti hari-hari yang lalu, di saat pagi Dita kembali muntah. Dan hari ini dia akan ke rumah sakit untuk memeriksakan kondisinya, berharap setelah diberikan obat oleh dokter maka muntahnya akan berkurang.
Dan hari ini Wibowo memutuskan untuk menghubungi orang tua Samuel untuk memberi tahu kan masalah antara anak mereka. Saat Wibowo memberitahu kan kabar tentang kehamilan Dita, kedua orang tua Samuel teramat terkejut mendengarnya, karena memang mereka tidak mengetahui apa-apa.
__ADS_1
Dan mereka pun meminta sedikit waktu, untuk membicarakan masalah ini dengan putra mereka, yang sekarang tinggal terpisah dari mereka______