Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Eps15_Membatalkan


__ADS_3

" Oh ya Samuel. Kamu mau kan kenalan sama anaknya temen ibu, dia baru saja lulus kuliah " Ucap Tasya ditengah makan malam mereka.


***


Sontak setelah mendengar itu seketika Samuel terdiam dari segala aktivitas nya. Begitu juga dengan Rayan yang terus mengarahkan pandangannya kepada Samuel tanpa berani berkata sepatah katapun, entah mengapa diam nya Samuel membuatnya menjadi takut


Berbeda dengan Tasya yang terlihat sangat antusias menunggu jawaban dari sang putra. Sebenarnya tasya bukan tipe orang tua yang suka menjodoh-jodohkan anak nya, akan tetapi tasya merasakan sakit seperti yang dirasakan oleh Samuel, yang dimana dia dikhianati oleh Kathryn perempuan yang sangat dia cintai, orang tua mana yang tidak sedih melihat putranya hanya dimanfaatkan oleh seorang perempuan yang bahkan sudah dia perlakukan seperti putri nya sendiri


Dan dia pun mengambil inisiatif untuk mencoba membantu agar Samuel kembali membuka hatinya dan melupakan masa lalunya. Dan kebetulan ada anak dari salah satu sahabatnya yang baru saja menyelesaikan kuliahnya, dan tasya yakin kalau anak dari sahabatnya itu adalah perempuan baik-baik, dan dia pun mencoba memperkenalkan nya kepada sang putra


Dibalik dari semua niat baik tasya yang menginginkan yang terbaik untuk putra sulung nya. Samuel malah merasa sangat tidak senang dengan niat baik ibunya yang ingin memperkenalkan nya dengan seorang perempuan, dengan kata lain dijodohkan.


" Maaf bu. Tapi aku nggak bisa " Jawab Samuel, lalu kembali memasukkan makanan kedalam mulutnya.


Mendengar jawaban dari Samuel, mereka yang berada di meja makan pun hanya bisa saling bertatapan. Tidak ada yang berani menyangkal keputusan dari Samuel, begitu juga dengan tasya dia hanya bisa menghembuskan nafasnya pelan. Yang harus dia lakukan sekarang yaitu meminta maaf kepada Maharani karena Samuel menolak untuk dikenal kan dengan putri nya


***


Keesokan paginya~~~


" Mas aku harus gimana sekarang, aku harus bilang apa sama rani, kalau el nggak mau dikenalkan sama anak nya "


" Lagian salah kamu juga, kan udah tau kalau el itu paling nggak suka kalau kita ikut campur sama urusan pribadinya "


Tasya pun hanya bisa mengerucut kan bibirnya, dia tahu kalau apa yang dia lakukan salah, tapi yang dia butuhkan sekarang adalah saran dari sang suami, bukan malah semakin dipojokkan seperti sekarang

__ADS_1


Menyadari kalau istrinya itu sedang marah kepadanya, dengan lembut wiliam mengelus pucuk kepala tasya lalu membuatnya bersandar di dada bidangnya.


" Apa pun yang akan terjadi setelah nya, kamu harus bicara jujur sama dia. Kalau dia memang benar-benar menganggap kamu sebagai sahabatnya maka masalah ini tidak akan berpengaruh kepada pertemanan kalian yang sudah terjalin dari dulu "


Tasya memandang wajah sang suami yang selalu terlihat tenang di setiap kondisi, yang selalu bisa membuat hatinya menjadi hangat disaat dia merasa tengah gusar.


Ia tersenyum setelah mendengarkan saran yang diberikan oleh sang suami. Tasya merasa kalau semua yang dikatakan oleh William itu benar, dia yakin kalau hanya masalah kecil seperti ini tidak mungkin mempengaruhi pertemanan mereka apa lagi sampai merusak, itu semua pasti lah tidak mungkin.


Setelah mengatakan itu William keluar dari kamar, seperti biasa dia lalu masuk kedalam ruang kerjanya. Dia memang sudah menyerahkan perusahaan kepada putra sulung nya Samuel, akan tetapi setiap hari dia selalu mengawasi pergerakan perusahaan mereka dipasaran, sekaligus meringankan beban yang dipikul oleh Samuel yang kini berstatus sebagai direktur perusahaan Maladewa company.


***


Tasya menarik nafasnya dalam-dalam kemudian membuangnya dengan perlahan, lalu dia menghubungi maharani lewat sambungan telpon.


" Halo... Ada apa jeng " Terdengar suara maharani dari seberang sana.


" Ya ampun jeng. santai aja nggak perlu minta maaf begitu, memangnya ada apa? "


Tasya kembali membuang nafasnya pelan mencoba menenangkan hatinya yang sekarang terasa sangat gugup.


" Ini masalah yang waktu itu aku ngomong ingin memperkenalkan el sama anak kamu. Aku minta maaf yang sedalam-dalamnya aku tidak ada maksud menghina atau apa pun, tapi el tidak bersedia untuk diperkenalkan "


Meski ada rasa menyesal mengatakan nya, akan tetapi disisi lain Tasya juga merasa lega. Seperti yang dikatakan oleh suaminya, apa pun yang akan terjadi setelahnya yang terpenting dia sudah berkata jujur


Beberapa saat setelah Tasya mengatakan itu maharani sama sekali tidak memberikan jawabannya, sampai-sampai Tasya beberapa kali mengecek apakah sambungan telpon mereka masih terhubung.

__ADS_1


" Memangnya kenapa el tidak mau dikenalkan dengan amanda, apa dia sudah punya pacar " jawaban itu lah yang keluar dari mulut Maharani


" Bu...bukan karena itu. El bilang dia sangat sibuk, dan untuk sekarang dia hanya ingin fokus mengurus perusahaan "


Tentu saja kali ini dia harus berbohong agar nama baik sang putra tidak tercoreng.Sebenarnya dia juga tidak tahu apa alasan mengapa Samuel menolak untuk diperkenalkan dengan Amanda.


" Oh begitu...bagus dong aku semakin kagum dengan el dia sangat menjaga amanat yang diberikan sama dia "


Senyuman pun kini terukir di bibir Tasya. Dia sempat berpikir kalau Rani akan marah kepadanya, tapi ternyata dia sangat mengerti. Dan sekarang malah membuatnya merasa bersalah karena sudah memberikan sebuah harapan kepada maharani dan putrinya yaitu Amanda, dan dia berjanji kepada dirinya kalau suatu hari nanti dia akan membayar kesalahannya


***


Setelah sambungan telpon terputus, wajah maharani yang awalnya tadi terlihat tersenyum, namun setelah beberapa detik kemudian berubah 180 derajat. Bahkan dia melempar ponsel nya kelantai hingga pecah tangannya pun terus dia kepal.


Amanda yang lewat di depan kamar ibunya mendengar suara berisik itu, karena takut sesuatu terjadi kepada ibunya dia pun langsung menerobos masuk.


Setelah masuk dia melihat ibunya tengah duduk di ujung tempat tidur dengan wajah yang memerah karena menahan amarah, lalu penglihatan Amanda teralihkan kepada sebuah ponsel yang kaca nya sudah pecah tak berbentuk tergeletak di lantai.


" Bu ada apa? " Tanya Amanda sambil mengerutkan alisnya. Apa yang membuat ibunya sampai semarah ini


" Gampang banget dia main ngebatalin begitu aja "


" Maksud ibu siapa, dan...ngebatalin apa " Tanya Amanda kembali semakin bingung.


" itu si Tasya...Dia kan mau menjodohkan kamu sama anaknya El. Tapi tadi dia baru aja telpon, dia bilang El nggak mau sama kamu. Gimana ibu nggak marah!!! "

__ADS_1


Mendengar itu raut wajah Amanda menjadi sedih. Dia memang belum pernah melihat Samuel secara langsung, akan tetapi perempuan mana di negara ini yang tidak mengenal Samuel. Dan di saat ia mendengar kalau dia akan dijodohkan dengan Samuel, tentu saja Amanda sangat senang karena bisa mendapatkan laki-laki yang menjadi idaman semua perempuan_____


__ADS_2