Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Eps8_Bertemu kembali


__ADS_3

Dita pun menekan bel tentunya dengan jantung yang terus berdegup dengan kencang nya. Tidak lama setelah itu keluarlah Rayan untuk membukakan pintu, Dita kira di vila itu hanya ada Samuel saja sendiri, namun ternyata Rayan pun juga ada di situ


***


Rayan menatap tubuh Dita yang sedikit basah karena terkena guyuran air hujan. Dari tatapan Rayan dapat Dita simpulkan kalau Rayan tidak senang dengan kedatangan nya, namun Dita berusaha untuk tidak memperdulikan nya. Sekarang yang ada di pikiran nya hanya lah ingin menolong keluarga nya


" Masuk " Ujar Rayan singkat


Dita hanya sedikit menganggukkan kepalanya, lalu dia membuang nafasnya dengan kasar mencoba menghilangkan rasa ketakutan di hatinya.


Dengan langkah kaki yang berat Dita perlahan masuk kedalam vila itu. Tidak dapat dia pungkiri vila itu sangat lah mewah dan luas, namun di balik kemewahan tempat itu hanya kesunyian yang ada didalam nya.


Dita tidak menemukan siapapun setelah dia masuk kecuali Rayan yang tadi membukakan pintu. Dita menelan saliva nya tiba-tiba rasa ketakutan nya semakin menjadi, dia mulai berpikir apakah ia masih bisa keluar dari tempat ini dengan selamat. Karena melihat letak vila yang sangat jauh dari kota, bahkan jalan nya pun sangat jarang dilewati oleh Orang-orang, maka apa bila sesuatu terjadi dengan nya maka akan sangat sulit untuk meminta pertolongan


" Ikuti aku " Ujar Rayan dengan nada dingin nya.


Mendengar itu Dita pun tersadar dari lamunan nya. Dia memejamkan matanya berusaha untuk membuang semua pikirannya yang tidak-tidak.


Rayan mulai berjalan dan Dita pun mengikuti kemana Rayan membawanya, dan matanya terus mengagumi setiap sudut vila mewah itu. Rayan membawanya naik ke lantai dua lalu masuk kedalam sebuah kamar.


Setelah masuk kedalam kamar itu Dita melihat ada sosok laki-laki berbadan tinggi besar tengah berdiri di balkon dengan posisi membelakangi. Namun di saat dia mendengar pintu kamar terbuka laki-laki itu pun membalikan badan nya.


Dita langsung menundukkan kepalanya, walau pun dia tidak melihat wajah laki-laki itu namun dia sudah yakin pastilah sosok itu adalah Samuel. Jantung nya kembali berdetak tanpa bisa dia kontrol, bahkan sekarang badan nya sudah gemetar, padahal dia belum lah melakukan apa pun.

__ADS_1


" Rayan keluar lah " Perintah Samuel dengan suara berat khas nya.


Mendengar perintah itu Rayan sedikit membungkukkan badan nya lalu mulai melangkahkan kakinya untuk keluar dari kamar itu. Namun sebelum dia keluar, dia kembali menatap Dita dengan tatapan kebencian. Yang tentu saja membuat Dita bingung kesalahan apa yang sudah dia buat kepada laki-laki bernama Rayan itu, hingga dari tadi dia selalu menatap nya dengan tatapan kebencian.


Egghmm...Samuel kembali memberikan isyarat kepada sekertaris pribadi nya itu untuk segera keluar. Setelah mendengar itu Rayan pun kembali melanjutkan langkahnya


***


Setelah keluar dari kamar itu Rayan memutuskan untuk duduk di sofa ruang tamu sambil menyenderkan kepalanya yang terasa pusing. Hari yang sungguh melelahkan sejak tadi pagi dia harus melihat Samuel yang terlepas dari emosinya, Samuel bahkan menghancurkan ruangan kekuasaannya bahkan berkas-berkas penting pun tidak luput dari amukkan Samuel.


Semua itu karena perempuan bernama Kathryn itu, perempuan yang sangat tuannya sayangi tapi malah tega berselingkuh. Rayan pun bingung kurang apa Samuel dia mempunyai segalanya bahkan dia pun terlahir dari keluarga terpandang, bahkan ketampanan nya pun di atas rata-rata hingga membuat perempuan di sepenjuru negri mengidam-idamkan nya.


" Tunggu saja Tuan_ Aku akan membalaskan rasa sakit yang tuan rasakan sekarang, bahkan dua kali lipat " Ucap Rayan sambil mengepalkan kedua tangan nya


***


Samuel berjalan masuk kedalam kamar, dan tentu saja itu membuat Dita semakin ketakutan bahkan kini badannya benar-benar sudah gemetar bahkan hampir lemas namun berusaha dia tahan agar tidak terjatuh


" Sekarang sudah jam berapa " Tanya Samuel sambil ia mendudukkan tubuhnya di sofa tidak lupa dia menyilang kan kakinya.


" Ma... aaf tuan, tempatnya sangat jauh dari rumah saya " Jawab Dita dengan jujur


" Saya sudah melanggar dari waktu yang tuan tentukan... Kalau begitu saya akan pamit " Sambung nya. Karena sudah tidak tahan lagi Dita malah ingin menyerah

__ADS_1


Samuel nampak mengulum senyum nya di saat melihat tubuh Dita yang tengah berdiri bergetar, bahkan ditengah cuaca yang dingin ini wajahnya terlihat mengeluarkan banyak sekali keringat.


Melihat itu seolah Samuel mendapatkan sedikit hiburan sehingga rasa sakit dihatinya tadi seolah sedikit terlupakan.


" Apakah kamu yakin ingin pergi dari sini " Ucap Samuel, dia bangkit dari duduknya lalu mendekat kearah Dita.


Deg... Jantung Dita seolah meledak disaat ia merasakan tangan Samuel menyentuh dagunya lalu mengangkat wajahnya untuk saling berhadapan.


' Berapa usianya dia terlihat masih sangat muda ' Batin Samuel.


Tadi sewaktu Dita datang ke perusahaan nya dia tidak terlalu memperhatikan wajah Dita dengan serius, karena di saat itu emosinya juga masih sangat memuncak. Dan kini setelah hatinya sedikit tenang dan dia pun menatap wajah Dita yang sama sekali tanpa riasan dengan jarak yang begitu dekat, Samuel baru menyadari kalau ternyata perempuan di hadapan nya itu terlihat sangat muda


Namun melihat itu malah semakin membuat instingnya sebagai laki-laki merasa tertantang. Bahkan tampilan Dita yang kini hanya dibalut oleh baju piyama tidur dan ditutupi oleh jaket hitam besar wajah nya terlihat polos tanpa riasan menampilkan kecantikan natural nya, yang entah mengapa seolah memancing hasrat kejantanan nya


Sedangkan itu Dita juga tengah bergelut dengan pikiran nya kembali. Dia masih mempunyai waktu untuk mempertahankan kehormatannya. Namun lagi-lagi dia teringat dengan masalah yang tengah menimpa keluarganya yang sudah merebut kebahagiaan mereka.


Tidak mendengar jawaban dari Dita membuat hatinya seolah menari-nari. Ia sangat ingin menikmati tubuh perempuan didepan nya itu, yang pastinya juga jadi yang pertama kali baginya.


" Berapa usia mu " Tanya Samuel. Namun kini nada bicaranya terdengar sangat merdu ditelinga Dita.


" 23 tahun tuan " Jawab Dita. Suaranya terdengar sangat pelan nan lembut, yang entah mengapa semakin membuat jiwa kejantanan Samuel semakin diuji


' Aku pikir dia baru berusia 19 tahunan. Ternyata sudah 23 tapi wajah sangat terlihat muda ' Batin Samuel lagi

__ADS_1


Namun dengan segera Samuel membuang semua pikiran nya yang tadi, kini dia kembali duduk di sofa. Dia tidak ingin terlibat sedikit pun perasaan kepada perempuan didepan nya itu, Karena seintim apapun hubungan mereka nanti, semua itu Samuel lakukan hanya untuk pelampiasan atas rasa sakit yang sudah Kathryn berikan kepadanya. Dan sekarang dia hanya ingin bersenang-senang, dari apa yang selama ini sudah dia tahan_______


__ADS_2