
Dengan tangan yang nampak bergetar Dita pun menerima uluran tangan Samuel. Saat dia ingin melepaskan, tangannya malah dipegang oleh Samuel , sehingga membuatnya tidak bisa terlepas dari tangan Samuel.
***
" Dita. Masuk ke kamar " Ucap tara
Hatinya sudah panas saat melihat Samuel yang nampak enggan melepaskan tangan adiknya itu.
Setelah tara mengatakan itu, Samuel pun akhirnya melepaskan tangan Dita. Lalu dia kembali duduk di samping Rayan yang sudah ingin pingsan, melihat apa yang terjadi di depan matanya
" Kak Kevin, aku masuk duluan ya " Pamit Dita kepada Kevin. Jujur dia juga tidak kuat kalau harus berlama-lama berada disitu.
"Iya" Jawab kevin sambil tersenyum kearah Dita.
Melihat kedekatan antara kevin dan Dita entah mengapa Samuel merasa sangat tidak senang melihatnya. Bahkan rasanya dia sangat ingin memberikan sedikit pukulan kepada laki-laki bernama kevin itu
" Ehmm... Kalau begitu saya ingin pamit, karena masih ada beberapa urusan " Ucap kevin.
" Terima kasih ya, karena sudah mau anterin Dita " Jawab Melinda
Kevin tersenyum, lalu mulai melangkahkan kakinya keluar dari kediaman keluarga maheswari. Sebenarnya dia ingin lebih lama berada di situ karena dia sudah sangat lama tidak bertemu dengan kelurga dita, namun karena mereka kedatangan tamu, dia pun tidak ingin mengganggu dan memutuskan untuk mengundurkan diri
***
Karena sudah bertemu dengan Dita dan dia juga sudah memastikan dengan dirinya sendiri kalau Dita baik-baik saja sekarang, bahkan mampu membuatnya gerah karena dia menganggap kalau kevin itu adalah kekasih dita, yang entah mengapa saat membayangkan itu membuat hatinya menjadi tidak tenang.
Samuel memberikan isyarat kepada Rayan kalau sekarang sudah waktunya mereka untuk pulang, yang tentu saja itu bisa langsung dimengerti oleh Rayan.
" Sebelum nya, saya dan juga tuan Samuel sangat berterima kasih atas sambutan dan makan malamnya. Tapi sekarang kita harus undur diri, karena masih ada hal yang harus dikerjakan oleh tuan Samuel " Ucap Rayan, yang mewakili sang tuan
" Seharusnya saya yang berterima kasih, karena kalian sudah berkenan memenuhi undangan dari saya " Jawab Wibowo
__ADS_1
Setelah Rayan mengatakan itu. Samuel dan Rayan pun mulai berpamitan lalu berjalan menuju dimana mobil mereka terparkir, yang tentunya diikuti oleh Wibowo untuk mengantarkan tamunya pulang
***
Dita yang dari tadi menguping pembicaraan, bisa bernafas dengan lega karena ternyata hal yang sangat dia takutkan tidak terjadi. Tentu saja dia sangat takut kalau sampai Samuel memberitahukan kepada keluarga nya, kalau Dita sudah menyerahkan kehormatan nya agar Samuel mau menolong perusahaan keluarga mereka.
Setelah Samuel dan juga Rayan pergi. Kini Dita duduk di balkon kamarnya, menikmati suasana malam yang begitu tenang, sangat banyak bintang berhamburan di langit malam ini, semakin membuat indahnya suasana malam.
walau pun pemandangan malam ini sangat indah, namun tidak mampu menenangkan hatinya yang kini tengah gelisah. Dan benar saja setelah tadi dia bertemu dengan Samuel, kini bayangan saat malam itu kembali menghantui Dita, yang padahal sudah bisa dia lupakan sedikit demi sedikit.
Tokkk.....Pintu kamar Dita diketuk.
Mendengar itu Dita pun bangkit lalu berjalan untuk membukakan pintu.
" Ada apa Mah " Tanya Dita.
" Mau makan sayang " Tanya Melinda.
" Oh ya udah. sekarang kamu lanjut istirahat aja "
Setelah mengatakan itu Melinda pun berniat untuk kembali ke bawah, dan membiarkan putri nya itu untuk beristirahat.
Namun saat Melinda ingin melangkahkan kakinya, tiba-tiba saja Dita menahan tangan nya, yang membuat langkahnya terhenti
" Ada apa sayang... apa kamu perlu sesuatu " Tanya Melinda dengan lembut, sambil mengelus rambut hitam panjang milik putrinya itu
Dita lalu menggeleng kan kepalanya. Entah mengapa saat ini dia hanya ingin ditemani oleh ibunya, yang selalu bisa menghangatkan hatinya yang tengah gusar.
" Mamah bisa kan temenin Dita sampai Dita tidur "
Melinda mengerutkan alisnya sangat jarang dita bertingkah manja seperti itu. Akan tetapi dia paham kalau Dita bersikap seperti itu, maka pasti ada sesuatu yang menggangu hatinya, dan memerlukan seseorang untuk menemaninya
__ADS_1
Melinda tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, lalu dia pun menuntun putri nya untuk segera berbaring di tempat tidur. Dia terus mengelus pucuk kepala Dita dengan lembut, dia tidak menanyakan apa pun dia hanya menunggu Dita untuk siap berbagi cerita kepadanya.
Namun tentu saja Dita tidak mungkin menceritakan kegelisahan di hatinya kepada sang ibu. Dia hanya menginginkan sentuhan lembut ibunya yang bisa membuatnya tenang, Dan tidak lama setelah itu dia pun tertidur di dalam dekapan Melinda
***
1 Bulan kemudian______
Ketakutan di hati Dita kini mulai berangsur memudar, dia terus menyibukkan dirinya dengan tugas-tugas kampus yang memang sangat banyak, dan dia pun mulai sedikit bisa melupakan malam kelam itu.
Hari ini Dita berangkat ke kampus seperti biasa diantar oleh tara. Akan tetapi hari ini dia terlihat sangat bersemangat, itu karena di kampus mereka nanti akan kedatangan seorang tamu yang sangat luar biasa di dalam dunia bisnis.
Memang di kampus tempat Dita belajar setiap tahun pasti selalu mengundang orang-orang hebat di dalam dunia bisnis, untuk memberikan pesan-pesan yang tentunya nanti akan menjadi bekal untuk para mahasiswa yang mengambil jurusan di bidang bisnis, untuk bekal mereka kedepannya.
" Oh ya. Aku dengar katanya yang dateng kali ini itu direktur yang masih sangat muda, jadi bisa sekalian buat cuci mata " Ujar salah satu mahasiswi yang duduk di belakang Dita
Dita yang mendengar itu hanya diam, namun dia ikut penasaran siapa sebenarnya tamu mereka untuk kali ini. Apakah benar seperti apa yang dibicarakan mahasiswi di belakang nya itu, yang menyebut kalau tamu mereka kali ini masih sangat muda.
Namun Dita tidak terlalu memperdulikan hal itu. Dia hanya tidak sabar mengambil pembelajaran dari sosok hebat yang akan datang nanti.
" Hay... " Sapa Kevin yang baru saja datang, lalu duduk di kursi yang ada di samping Dita, karena memang masih kosong
Beberapa saat setelah duduk Kevin mengerutkan alisnya, karena dia merasa sangat terganggu karena perempuan-perempuan yang duduk di belakang nya itu sangat lah berisik.
" Bisa diam kan, lanjutin ngobrolnya nanti aja " Tegur Kevin karena dia sudah tidak kuat mendengarkan ocehan mereka.
Mahasiswi yang ditegur oleh Kevin tadi pun hanya bisa menurut, karena Kevin adalah salah satu senior di jurusan mereka, tentu saja sangat dihormati dan disegani.
Dita yang dari tadi hanya diam pun menggelengkan kepalanya.
Dan tidak lama setelah itu, pembawa acara mulai naik keatas panggung, lalu memberikan beberapa kata sambutan. Dan tentu saja Dita dangat eksaited tidak sabar menunggu acaranya di mulai______
__ADS_1