Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Baik-Baik Saja


__ADS_3

Disaat Rayyan akan segera diantar pulang, Varel dan anak buah Rayyan tengah sibuk mencari tau. Mulai dari rekaman cctv di tempat kejadian, menelusuri setiap tempat yang mungkin dijadikan tempat penyekapan dan terakhir menyelidiki musuh-musuh yang belakangan kedapatan bertentangan dengan perusahaan Rayyan.


"bagaimana sudah ada petunjuk?" tanya Varel dari balik telpon


"......."


"aahh... terus cari sampai dapat, aku ingin sore ini Bos sudah ditemukan. " ancam Varel sambil menarik rambutnya kebelakang


"......"


"brengsek.... siapa sih yang cari ribut. Apa ada musuh lain yang tak aku ketahui." ucap Varel kesal mengusap wajahnya setelah panggilan telpon dimatikan


Saat ini Varel tengah berada di kantor AT Group,dia terlihat kusut dan terus mondar mandir menunggu laporan dari para anak buah Rayyan. Namun dilain tempat Rayyan yang baru pulang lekas membersihkan diri baru setelah itu ia akan menelpon asisten sekaligus sahabatnya. Ditengah kebingungannya tiba-tiba ponsel Varel berdering kembali.


"rumah utama?" ucap Rayyan dengan dahi yang berkerut setelah melihat nama yang tertera dan segera menerima panggilan telponnya


"halo.... ada apa. "tanya Varel ketus


"hei bro ketus amat.... biasa aja kalee." jawab Rayyan


"hah... Ra..Rayyan... e..elo dirumah." tanya Varel terkejut


"iya, gue baru aja pulang." jawab Rayyan


"gimana ceritanya... gue dapet laporan elo diculik, makanya gue bela-belain pulang honeymoon lebih awal. gimana ceritanya elo di rumah utama, wah... elo harus cerita ke gue bro." ucap Varel


"makanya kesini,gue tunggu bro." ucap Rayyan


"siap....gue meluncur sekarang. " ucap Varel

__ADS_1


"oke bro gue tunggu." ucap Rayyan


Setelah mengakhiri telpon dari Rayyan, Varel pun langsung bergegas menuju kerumah bos sekaligus sahabatnya itu. Tak lupa dia pun mengabari semua anak buah Rayyan untuk menghentikan pencarian karena bos mereka sudah kembali kerumah.


Beberapa menit kemudian tibalah Varel dirumah Rayyan. Dengan setengah berlari Varel masuk kedalam rumah.


"ni dia ni yang heboh dicariin malah disini. elo baik-baik aja bro, beneran elo diculik trus siapa yang udah berani culik elo bro." ucap Varel sambil membolak balik badan Rayyan


"santai bro, nanyanya satu-satu kalee. yang pertama gue baik-baik aja,trus kedua gue emang diculik, ketiga kalo gue ceritain elo bakalan nggak percaya siapa yang udah culik gue." ujar Rayyan


"wah.... makin penasaran gue bro, kepo akut tingkat dewa ni level tinggi." ucap Varel


"Eka... "ujar Rayyan


"hah... Eka si bohay, beneran bro? " tanya Varel dengan mata yang membulat dan dijawab Rayyan dengan anggukan kepala


"gila tu cewek bro kayaknya banyak nyawa cadangan dia. pengen mampus tu cewek. trus kok elo bisa dibebasin, gimana ceritanya bro." tanya Varel yang makin penasaran


"nggak nyangka gue bro, bisa-bisanya ya si Eka segitu demennya dia ama elo, penasaran sama pusaka elo bro...hihi.. untung niatnya cepet diketahui tuan Bagas, emang cerdik tu si Bagas. Lagian kenapa elo tolak sih bro, kan lumayan buat pecah telur.... hahaha. " ledek Varel menggoda Rayyan


"gile aja gue disuruh pecah telur ama tu cewek ganjen, ogah. udah gue bilang milik gue nggak bakal respon kalo bukan gue yang mau. eh... nekat dia dicelup pake mulut sama tangan. pegel-pegel tu mulut ama tangan... hahaha. " ujar Rayyan mengingat perlakuan Eka.


"gue tau bro siapa yang bisa bangunin cobra lo, tapi sayang bro doi udah jadi milik orang. lah kemaren aja kita honeymoon bareng. apes banget kisah cinta elo bro, layu sebelum berkembang. kayak semboyan siluman babi di film sun go kong, beginilah cinta penderitaan tiada akhir... ahahahaha." ejek Varel lagi


"kayaknya bulan ini bakalan ada pemotongan gaji besar-besaran ya." ucap Rayyan dengan mengetuk-ngetukkan tangannya di dagu


"wah...jangan bro, becanda...peace." ucap Varel dengan mengacungkan jari telunjuk dan jari manisnya membentuk huruf V


"lagian ikan asin dianggurin kan sayang, emang si cobra beneran nggak respon tu udah dipijit ampe diemut juga, beneran kagak berdiri. gile aje.ckckck.. wah...wah... wah... jangan-jangan...." ujar Varel makin jadi

__ADS_1


"beneran ni bakalan ada pemotongan gaji besar-besaran, bakalan ada yang nggak dapet gaji bulan ini." ujar Rayyan sembari memainkan ponselnya


"eh... iiya... maaf bro, jangan dong kan gue baru aja nikah. bisa gawat ni kalau dapur nggak ngebul, mau dikasih makan apa anak orang... ya.. ya..." ujar Varel kembali memohon dengan mengatupkan kedua tangannya.


"mangkanya jangan macem-macem, bos dilawan. seng ada lawan gitu lho...hahaha." ucap Rayyan meledek Varel


"iya.. iya.. dimana-mana bos nggak pernah salah, kalaupun salah ya itu balik kepasal satu." ujar Varel dengan memanyunkan bibirnya


"cakep.... eh iya gimana honeymoonnya, sori ya gara-gara gue kalian jadi pulang lebih awal." ujar Rayyan


"nggak papa, santai bro. kan yang penting elo udah pulang dalam keadaan baik-baik aja. kalo soal honeymoon dimana aja aman asalkan diatas ranjang dan bisa goyang. tapi kalo emang elo nggak enak hati bro, kita siap menerima bonus besar-besaran bulan ini....hehehe." ujar Varel


"ehm.... itu maunya elo bro. ah.... andai gue cepet nyatain cinta gue pasti saat ini gue yang bakalan honeymoon sama Aisyah." ujar Rayyan lirih


Sebenarnya Varel masih tidak enak jika menyinggung soal Aisyah tapi bagaimana lagi Rayyan memang belum berjodoh dengan Aisyah. Varel ingin agar Rayyan bisa move on, tidak terus merasa patah hati dan kepikiran Aisyah.


"udah bro, yang lalu biarkan berlalu, mungkin jodoh elo bukan sama Aisyah. " ujar Varel menepuk pundak Rayyan


"tapi bro gue masih menunggu keajaiban dari Allah, mungkin aja gue salah satu orang yang bakal mendapat keajaiban itu." ujar Rayyan optimis


"aamiin.... gue doain yang terbaik buat elo bro, semoga makin cepet dipertemukan sama tulang rusuk elo."ujar Varel mendoakan sahabatnya


"aamiin...makasih bro" jawab Rayyan symbol Menelik Varel


"aduh.... hampir lupa, gue kabarin cika dulu bro biar sekalian bisa kasih tau sama Aisyah dan Dimas. Soalnya mereka tadi pesen kalau gue udah nemuin elo tolong kabarin mereka." ujar varel sambil menepuk jidatnya


"udah buruan tu kabarin ntar pada khawatir lagi." ujar Rayyan


Akhirnya Varel pun menelpon istrinya Cika dan mengabarkan kalau bos mereka sudah pulang dan dalam kondisi baik-baik saja. Tak lupa ia juga meminta sang istri untuk mengabari Aisyah dan Dimas.

__ADS_1


hay... hay... hay... tak lelah ya author mengingatkan ukhti semua mohon dukung dan bantu thor ya. mohon jangan dihujat ya, mohon dimaklumi buat penulis baru. kritik saran yang membangun bisa buat thor makin memperbaiki diri dan tak berhenti berkarya. ayo ukhti smua ditunggu jempol dan komennya ya. makasih πŸ™πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜


__ADS_2