
Namun dengan segera Samuel membuang semua pikiran nya yang tadi, kini dia kembali duduk di sofa. Dia tidak ingin terlibat sedikit pun perasaan kepada perempuan didepan nya itu, Karena seintim apapun hubungan mereka nanti, semua itu Samuel lakukan hanya untuk pelampiasan atas rasa sakit yang sudah Kathryn berikan kepadanya. Dan sekarang dia hanya ingin bersenang-senang, dari apa yang selama ini sudah dia tahan.
***
" Lepaskan baju kamu " Ucap Samuel dengan enteng
Mendengar itu bagaikan dihujam ribuan oleh benda tajam sakit sekali yang dirasakan oleh Dita. marah, malu, takut, semuanya menjadi satu. Bagaimana tidak selama ini semenjak dia beranjak dewasa, dia sudah tidak pernah lagi membiarkan orang lain melihat tubuhnya terutama bagian-bagian sensitif nya sekalipun itu dengan keluarganya
Tapi sekarang dia malah harus melepaskan bajunya dengan tangannya sendiri didepan laki-laki yang bahkan belum sempat 24 jam dia kenal. Tapi apa boleh buat jika dia masih ingin perusahaan keluarga bisa kembali seperti dulu, maka dia harus membuang rasa malunya itu.
" Tapi tuan... Anda harus berjanji terlebih dahulu, jika semuanya sudah selesai maka anda akan membantu perusahaan keluarga saya " ucap Dita, dengan terus mengepalkan tangannya. Bahkan sekarang matanya sudah terasa panas, namun Dita harus menahan agar air matanya tidak jatuh didepan Samuel
" Seperti yang aku bilang tadi siang. Bukan hal sulit untuk ku mengembalikan perusahaan milik ayah mu seperti semula, bahkan jika malam ini kamu bisa membuatku puas, maka akan aku pastikan ada bonus untuk keluarga mu " Jawab Samuel dengan percaya diri, sekarang dia menggunakan kekuasaannya untuk menekan Dita
Dita kembali menundukkan kepalanya, sakit sekali rasanya di saat dia dianggap seperti seorang pel4cur oleh laki-laki didepan nya itu. Namun apa boleh buat dia sendirilah yang datang dan menyerahkan diri kepada Samuel
" Tunggu apa lagi. Cepat lepaskan bajumu, aku tidak suka membuang-buang waktu ku " Ucap Samuel lagi-lagi mendesak Dita untuk segera melepaskan semua yang dia kenakan
Dita menggigit bibir bawahnya lalu kemudian menelan saliva nya. pertama dia melepaskan jaket hitam yang dia kenakan.
' Sial... Dia baru melepas jaketnya tapi sudah membuat aku tidak tahan lagi ' Batin Samuel
Setelah Dita melepaskan jaketnya, dengan tangan yang gemeteran Dita mulai melepaskan kancing-kancing baju tidurnya. Satu demi satu apa yang dia kenakan kini sudah terlepas dari tubuhnya, dan sekarang hanya menyisakan tubuhnya yang polos tanpa sehelai benang pun
__ADS_1
Dita hanya melindungi bagian intim menggunakan tangannya walau pun dia sadar kalau itu hanyalah percuma, namun sekarang dia benar-benar sangat. malu ini pertama kalinya setelah dia dewasa seseorang melihat tubuhnya tanpa busana.
Sangat berbeda dengan Samuel yang nampak sangat menikmati pemandangan di depan matanya itu. tatapannya seperti mata singa si raja hutan yang siap menerkam mangsa yang sudah menyerahkan diri kepadanya. Karena sudah tidak tahan lagi menahan godaan didepan matanya itu, dengan kasar Samuel menarik tangan Dita lalu melemparnya keatas ranjang.
Dita pun seperti sudah pasrah, karena dia sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Yang dapat dia lakukan sekarang hanyalah berusaha menguatkan hatinya karena tidak lama lagi mahkotanya akan dia berikan kepada seorang yang tidak bisa dia sebut sebagai pasangan nya.
' Maafkan Dita. Mah pah, kak tara, nenek kakek ' Batin Dita.
Dengan senyum nakal nya Samuel mulai melepaskan satu persatu pakaian yang melindungi tubuh atletis nya, namun dia seperti agak kesal di saat dia melihat Dita malah membuang mukanya. Dia berpikir apakah tubuh yang selama ini sudah dia bentuk dengan olahraga yang rutin sama sekali tidak menggoda Dita.
Tanpa memberikan aba-aba Samuel langsung melahap bibir tipis milik Dita dengan sangat agresif, sampai-sampai Dita tidak bisa bernafas dibuatnya. Dita pun memukul dada bidang Samuel agar sedikit memberinya waktu untuk mengatur pernapasan nya
Setelah ia rasa puas dengan bibir, kini Samuel beralih kepada dua bola kenyal milik Dita yang dari tadi sudah mencuri perhatian nya. Mendapatkan perlakuan itu entah mengapa Dita seolah merasa ada sengatan seperti listrik didalam tubuhnya, bahkan sekarang ruangan terasa sangat panas padahal sekarang diluar tengah turun hujan dengan deras nya.
Sebenarnya Samuel juga tidak terlalu berpengalaman dalam hal memuaskan pasangan tidurnya. Namun yang pasti sekarang dia hanya melakukan apa pun yang ingin dia lakukan, dan memuaskan dirinya sendiri, tanpa memperdulikan perasaan pasangan yang berada dibawah nya
" Tuan.. Saya mohon pelan-pelan " Pinta Dita, di saat mereka sudah sampai pada intinya
Seperti sudah dibutakan oleh hasratnya Samuel sama sekali tidak mendengarkan permintaan dari Dita. Dengan sekali hentakan akhirnya mereka pun menyatu. Rasa yang sama sekali tidak pernah mereka rasakan
Karena kurangnya pemanasan bagi Dita apa lagi ini adalah pertama untuknya, maka sudah tidak dapat dipungkiri rasa sakit yang sekarang dia rasakan, sampai-sampai dia meneteskan air matanya.
Yang tentu saja itu dilihat oleh Samuel. Seolah paham dengan apa yang dirasakan oleh Dita, karena Samuel tahu ini juga pengalaman pertama bagi Dita, hatinya seperti bersimpati kepada Dita.
__ADS_1
" Maafkan aku " Bisik Samuel ditelinga Dita
Dita sangat kaget disaat Samuel membisikan itu ditelinga nya. Namun sesaat setelah mengatakan itu Samuel pun kembali melanjutkan aksinya
***
Setelah pelepasan kesekian kalinya akhir nya Samuel pun berhenti, itu pun karena dia kasihan melihat dita yang seperti sudah sangat lelah, padahal dia masih mampu beberapa ronde lagi.
Suasana menjadi sangat hening, yang tadinya dipenuhi oleh des4h4n kedua belah insan yang tengah bercinta.
Samuel menoleh kesamping dimana Dita berada, dia lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh Dita yang masih polos namun sangat banyak tanda merah akibat ulah nya.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Samuel berdiri lalu masuk kedalam kamar mandi.
Di situ Dita akhirnya melepaskan air mata yang sudah lama dia tahan, seperti yang sudah dia duga penyesalan selalu datang di akhir. Semuanya sudah terjadi dan sekarang tersisa penyesalan di hatinya.
Melihat jam yang ada di dinding sudah menunjukkan pukul 3 pagi, Dita menjadi sangat kaget. Dia lalu bangkit lalu berjalan untuk mengambil bajunya yang tergeletak di lantai
" Aaahh... " Pekik Dita, di saat bagian intimnya terasa sangat perih di saat dia berjalan.
Namun Dita berusaha untuk tidak memperdulikan rasa sakit itu, dia mengenakan bajunya kembali dan setelah selesai dia pun keluar dari kamar itu.
" Mau kemana kamu " Tanya Rayan, yang rupanya masih terjaga di sofa ruang tamu_______
__ADS_1