Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Eps18_Anak Samuel


__ADS_3

Dan alat itu menunjukkan dua garis, yang membuat nya tidak bisa lagi berkata-kata, dan tara pun juga melihat hasil nya


***


Dengan nafas yang terdengar berat tara mendekat kepada Dita yang sekarang terduduk lemas di lantai, dia menarik rambut hitam panjang Dita, hingga dia kesakitan dan berdiri.


Plaakkk...Sebuah tamparan yang begitu keras mendarat di pipi Dita. Tidak ada pembelaan sedikit pun dari Dita di saat dia mendapatkan kekerasan dari kakak nya. Karena menurutnya tamparan yang kakak nya berikan, masih belum sepadan dengan kekecewaan yang sudah Dita berikan kepada keluarganya, atas semua kebodohan dan kecerobohan nya


Di saat tara mengangkat tangannya kembali untuk memberikan pukulan ke wajah dita, Melinda langsung melindungi tubuh Dita menggunakan tubuhnya, sehingga membuat tara tidak bisa melakukan apa pun lagi.


" Tara itu tidak akan menyelesaikan masalah " Ucap Melinda sambil mengelus lengan sang putra, yang kini terlihat tengah dikuasai oleh emosi nya.


Air mata tara pun tumpah, air mata yang selama ini hampir tidak pernah dia keluarkan, walau bagaimana pun cobaan yang menimpa nya. Tapi kini dira lah yang berhasil membuat tara menangis.


Ia kemudian pergi lalu masuk kedalam kamar nya, dia takut kalau tetap berada disitu, maka dia tidak akan kuat lagi menahan emosinya.


Beberapa saat setelah tara pergi. Melinda, dan Wibowo pun juga pergi meninggalkan Dita sendiri. tidak ada yang dapat Dita lakukan, selain melihat satu persatu orang yang sangat dia cintai pergi, karena kecewa kepadanya


Lagi-lagi yang dapat Dita lakukan sekarang hanya lah menangis._ " Apa yang harus aku lakukan sekarang " Ucap Dita dengan air mata yang terus saja membasahi pipi nya.


***


Pukul 19:00~~~~


Di kediaman keluarga maheswari sangat sepi seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan di dalam nya, sangat berbeda dari biasanya. Setelah kejadian tadi sore, tidak ada satu pun yang keluar dari dalam kamar mereka.


Namun tara tidak dapat tenang sebelum dia mengetahui siapa ayah dari anak yang Dita kandung. Ia pun mendatangi kamar orang tuanya untuk Berdiskusi, langkah apa yang harus mereka ambil untuk menyelesaikan masalah Dita


" Kamu kan biasanya yang selalu antar jemput Dita ke kampus, apa kamu tau dia dekat dengan siapa saja " Tanya Wibowo


Tara menggelengkan kepalanya. Memang benar dia lah yang selalu mengantar dan menjemput Dita dari kampus, namun sekali pun dia tidak pernah melihat Dita bersama dengan laki-laki.

__ADS_1


" Setau ku hanya Kevin laki-laki yang pernah aku lihat bersama dia "


Mereka pun mulai menebak-nebak apa kah benar, kalau selama ini Kevin dan Dita mempunyai hubungan spesial,dan anak yang Dita Kandung itu adalah anak Kevin.


" Sebaiknya kita tanyakan langsung saja sama Dita " ucap Melinda,dari pada mereka terus menebak-nebak


***


Kini mereka bertiga sudah tiba di kamar Dita, dan mereka pun melihat Dita tertidur sambil terduduk di lantai, nampaknya Dita terus menangis hingga dia tertidur.


Tara berjalan kearah kamar mandi, lalu keluar dengan membawa satu gayung air, untuk membangunkan Dita.


" Tara jangan lakukan itu nak " Ujar Melinda, dia tidak tega melihat putri bungsunya diperlakukan seperti itu


" Mah. Sekali-sekali dia diberi pelajaran setimpal, selama ini kita selalu memanjakan dia, mamah lihat sendiri kan apa yang dia perbuat " Jawab tara


Melinda sudah tidak dapat lagi menyangkal tara, ia pun hanya bisa diam melihat putra sulung nya menyiramkan air ke tubuh Dita, hingga Dita kaget dan terbangun.


Lagi-lagi Dita hanya bisa diam tidak dapat memberikan jawaban sedikit pun, dia nampak sangat enggan memberitahu kan kalau anak yang dia kandung itu adalah anak Samuel, laki-laki yang sudah dianggap seperti superhero oleh orang tuanya


Plak...Sekali lagi tamparan keras mendarat di pipi sebelah kiri Dita. Wibowo langsung menenangkan tara, lalu memberikan isyarat kepada tara untuk menyerahkan semua nya kepada dirinya.


" Dita. Jawab jujur pertanyaan papah, apakah itu anak Kevin "


Dita spontan menggelengkan kepalanya, karena memang itu tidak ada sangkut pautnya dengan Kevin.


" Lalu anak siapa itu "


" Sa...Samuel " Jawab Dita dengan gagap


Mereka pun melongo mendengar Dita menyebutkan nama Samuel, orang yang sama sekali tidak pernah mereka duga.

__ADS_1


" Bagaimana bisa!!! " Sahut Melinda yang tadi hanya diam


Dita hanya bisa menangis di saat semua pertanyaan beruntung datang kepadanya. Hal yang selama ini dia takutkan akhirnya terjadi, hal yang mati-matian dia rahasiakan dari keluarganya, kini terbongkar karena kehamilan yang sangat tidak dia inginkan


Melinda menuntun Dita untuk duduk di sofa, tidak lupa ia mengambil handuk lalu mengeringkan tubuh putrinya yang basah akibat siraman tara. Semarah apa pun Melinda kepada Dita, dia tetap tidak tega melihat putrinya diperlakukan kasar walau pun itu dari anak sulung nya sendiri.


" Sayang. Kamu cerita sama mamah sama papah sama kakak kamu, jangan hanya diam dan terus menangis karena itu tidak akan menyelesaikan masalah. Kita diskusi sama-sama biar kita bisa menyelesaikan masalah ini "


" Kamu cerita yang Sejujur-jujurnya, bagaimana bisa sampai terjadi seperti ini " Sambung nya


Karena kelembutan Melinda, Dita pun bersedia menceritakan mengapa semua ini bisa terjadi.....


***


Melinda, Wibowo menangis mendengar cerita dari Putri nya dia rela mengorbankan mahkotanya demi membantu perusahaan mereka yang hampir bangkrut, pantas saja tiba-tiba Samuel bersedia menolong perusahaan mereka, padahal sebelumnya dia sudah sempat menolak saat Wibowo meminta tolong.


Sepanjang Dita bercerita tara hanya bisa mengepalkan tangan nya. Marah benci semuanya menjadi satu, dia sangat menyesal mengapa dirinya sangat tidak berguna, sampai-sampai adiknya lah yang berkorban untuk keluarga mereka


Tara bangkit dari duduknya, tanpa mengatakan apa pun dia pergi entah kemana tujuan nya.


" Dita. Lebih baik kita hidup miskin dari pada kamu melakukan itu, apa kamu pernah membayangkan betapa malu nya papah saat anggota keluarga yang lain tahu tentang ini "


Walau pun dita melakukan itu demi membantu perusahaan keluarga nya, namun tetap saja Wibowo tidak dapat membenarkan tindakan yang Dita ambil.


***


" Dimana ruangan direktur kalian " Tanya tara pada seorang resepsionis


Kini tara sudah berada di perusahaan Maladewa company untuk bertemu dengan Samuel, entah sekarang dia masih ada atau sudah pulang, mengingat sekarang sudah hampir jam setengah 9 malam.


Seperti biasa resepsionis itu meminta izin terlebih dahulu kepada Samuel melalui Rayan, apakah dia bersedia bertemu dengan tara. Mendengar nama tara, Samuel menjadi penasaran mengapa dia tiba-tiba datang ke perusahaannya, dan mengizinkan tara untuk bertemu dengan nya________

__ADS_1


__ADS_2