Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Dua Garis


__ADS_3

Setelah menyelesaikan semua pekerjaannya, Raka beranjak meninggalkan ruangannya dan segera turun ke bawah menggunkan lift. Sampai di lobby, ia langsung menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


"Bila pasti sudah menungguku" Raka cepat-cepat masuk ke dalam mobil dan segera menjalankan mobilnya meninggalkan gedung perkantorannya.


Jalanan mulai padat oleh orang-orang yang baru pulang bekerja. Namun, karena letak butik Bila tidak terlalu jauh dari kantornya. Raka bisa dengan mudah sampai di sana.


Memarkirkan mobilnya, Raka segera ke luar dan melangkah masuk ke dalam butik. "Selamat sore tuan, bu Bila ada di ruangannya" Ucap salah satu karyawan Bila yang melihat kedatangan suami bosnya.


"Oh iya, terimakasih atas infonya" Raka segera naik ke ruangan Bila dan langsung masuk tampa mengetuk pintu.


"Sayang, kenapa tidur di sini?" Raka menghampiri istrinya dan mengusap pundak Bila pelan. Bila berbalik dan langsung tersenyum manis.


"Assalamualaikum hubby" Sapanya seraya bangkit dari tidurnya dan memeluk suaminya.


"Walaikumsalam sayang" Bisik Raka di telinga istrinya. "Ayo pulang" Raka bangkit berdiri dari duduknya dan mengulurkan tangannya pada istrinya.


Bila menggelengkan kepalanya dengan bibir mengerucut. "Mau gendong boleh?" Tanyanya dengan suara manja.


Raka menatap istrinya dengan tatapan menggoda. "Tentu saja boleh sayang. Dengan senang hati" Raka langsung membungkukkan tubuhnya dan membawa tubuh Bila ke dalam gendongannya.


Bila langsung membenamkan kepalanya di ceruk leher Raka dengan kedua tangan melingkar di leher sang suami. Kemudian segera ke luar dari ruangan Bila untuk turun ke bawah.


Arum yang baru saja ke luar dari ruangannya bertepatan dengan Raka yang juga baru sampai di lantai dua. Kemesraan yang ditunjukkan pasangan itu menbuat jiwa jomblo Arum meronta minta di halalkan. Tapi sayangnya, belum ada pangeran tampan yang datang melamarnya.


Aaaa so sweet banget sih kalian berdua.... Arum tersenyum-senyum sendiri melihat romantisme bos dan suaminya.


"Jangan sayang" Raka memperingatkan istrinya yang sengaja mengendus-endus lehernya. Shit! Umpat Raka saat lidah Bila sudah ikut andil memainkan lehernya.


Dengan buru-buru Raka membawa Bila ke mobil dan mendudukkan istrinya di kursi bagian penumpang. Bila langsung tertawa karena berhasil mengerjai suaminya. Membuat Raka gemas dan mencubit pipi istrinya itu. Kemudian segera berputar untuk masuk ke kursi kemudi.


"Nanti berhenti di apotik ya mas, ada yang mau aku beli" Ucap Bila tersenyum manis tampa merasa bersalah sama sekali karena sudah membangunkan mammoth Raka.


Raka menghela napas gusar. "Iya sayang" Menghidupkan mesin mobilnya, Raka segera melajukan kendaraannya meninggalkan butik.


Di sebuah apotik, Bila turun dari mobil setelah Raka memberhentikan mobilnya. Bila membeli beberapa buah test pack dan segera kembali ke dalam mobil.


"Kamu barusan beli apa?" Tanya Raka saat Bila masuk ke dalam mobil.

__ADS_1


"Beli aaa ada deh!" Seru Bila sambil terkekeh.


"Ya ampun, pakai rahasia-rahasia segala" Celetuk Raka dan mencubit pipi sang istri.


"Ayo jalan mas, nanti keburu maghrib" Ucap Bila mengalihkan pembicaraan. Raka langsung melajukan mobilnya menuju kediaman mereka.


Mereka sampai di rumah bertepatan dengan berkumandangnya azan maghrib. Sehingga, Bila langsung masuk ke dalam rumah dan naik ke kamar diikuti Raka dari belakang. Tangannya membuka tas yang tersampir di pundaknya dan meletakkan di atas sofa.


"Mas, aku mandi duluan ya" Bila melangkah masuk ke dalam kamar mandi tampa menunggu jawaban Raka. Senyuman nackal langsung terbit di bibir Raka. Kemudian, ia ikut masuk ke dalam kamar mandi yang tidak di kunci oleh Bila.


Bila yang sudah berada di bawah shower, langsung terperanjat kaget saat ada tangan kekar melingkar di perutnya. "Ayo mandi, nanti waktu maghribnya keburu habis" Bisik Raka di telinga Bila. Namun tangan dan bibirnya sudah beregerak kemana-mana.


Karena kesal, Bila menghidupkan shower dan mengaturnya dengan air dingin. Membuat Raka langsung kaget. "Mandi mas, jangan lakukan kegiatan lain" Sarkas Bila sambil melepas tangan Raka dari tubuhnya.


Raka langsung cemberut dan mandi dengan benar. lebih kurang 15 menit mereka di dalam dan sudah selesai mandi sekalian wudhu. Kemudian melaksanakan sholat maghrib.


Selesai sholat, Bila langsung ke luar dari kamar menuju dapur untuk membuatkan makan malam untuk dirinya dan Raka.


"Kamu masak apa sayang?" Tanya Raka yang sudah berada di belakang Bila sambil memeluk istrinya.


"Baiklah" Raka mengecup singkat bibir istrinya dan berlalu ke meja makan.


"Dasar!" Kepala Bila menggeleng pelan dan kembali melanjutkan masaknya.


Tidak butuh waktu lama, Bila telah menyelesaikan aktivitas memasaknya dan membawa hasil masakannya ke meja makan. Setelah mengambilkan nasi dan lauk pauk untuk suaminya, Bila menarik kursi dan duduk di samping Raka.


Mereka berdua menikmati makan malam dengan khidmat disertai saling melempar canda. Selesai makan malam, keduanya naik ke kamar karena Raka ada pekerjaan yang harus ia kerjakan. Sementara Bila mengerjakan design yang belum sempat ia buat sama sekali saat di butik.


Cukup lama keduanya berkutat dengan pekerjaan masing-nasing sampai keduanya berhenti karena belum sholat isya. Raka bangkit berdiri menuju kamar mandi untuk wudhu diikuti Bila yang akan melakukan hal yang sama.


Selesai sholat, Raka membereskan laptop dan berkas-berkasnya, lalu menghampiri istrinya yang sudah bersiap untuk tidur. Merebahkan tubuhnya, Raka menarik Bila ke dalam pelukannya.


"Sayang, kangen" Bisik Raka dengan suara sensual. Membuat tengkuk Bila langsung merinding seketika karena tangan Raka sudah menari-nari di punggungnya.


Bila menggigit bibir bawahnya membuat Raka semakin tergoda dan langsung mendaratkan ciuman di bibir istrinya. Mereka berdua larut dalam ciuman panjang dan memabukkan. Sehingga keduanya saling menghangatkan dalam penyatuan cinta.


πŸ’πŸ’πŸ’

__ADS_1


Sebelum subuh, Bila bangun dan masuk ke dalam kamar mandi sambil membawa test pack yang ia beli kemarin setelah memakai gaun tidurnya asal.


Jantung Bila mendadak berdebar kencang saat menunggu hasil dari test pack yang ada di tangannya. Matanya langsung berbinar saat melihat ada 2 garis yang terbaca oleh benda tersebut yang menandakan dirinya positif hamil. Bila mengusap perut ratanya seraya berkata. "Terimakasih sayang, sudah hadir dalam perut mommy."



Dengan perasaan haru, Bila ke luar dan menghampiri Raka yang masih tertidur lelap. Bila mencium pipi Raka sebanyak-banyaknya agar suaminya bangun.


"Bangun sayang, aku ada kejutan untuk mas" Bisik Bila di telinga Raka. Mata Raka mulai mengerjap dan perlahan terbuka. Sebuah senyuman langsung muncul tatkala melihat istrinya sedang menatapnya dengan mata berbinar.


"Ada apa sayang?" Tanya Raka seraya mengusap pipi Bila yang bersemu merah. kemudian menegakkan tubuhnya agar bersejajar dengan Bila yang tengah duduk di sampingnya.


"Tenggadahkan tangannya baby" Pinta Bila kepada suaminya. Meskipun rada heran, tapi Raka tetap mengikuti permintaan istrinya. Kedua tangannya terangkat seperti meminta sesuatu. Bila meletakkan test pack yang ia sembunyikan di atas telapak tangan Raka. Membuat laki-laki itu refleks memegang benda tersebut.


Matanya langsung membola saat melihat hasil dari test pack yang ia pegang. Raka menatap istrinya dengan mata berkabut karena air mata yang sudah menggenang. "Sayang ini....."


Bila mengganggukkan kepalanya. "Iya mas, you're going to be a daddy" Potong Bila dengan air mata yang berlinang pula. Raka langsung memeluk erat Bila dan menangis dalam pelukan istrinya.


"Alhamdulillah ya Allah, terimakasih sayang. Ini adalah kado terindah untuk mas" Raka benar-benar sangat bersyukur sampai langsung sujud syukur setelah mendengar kabar bahagia tersebut. Kemudian ia mencium kening Bila cukup lama, melepaskan perasaannya yang campur aduk menjadi satu setelah mendapat kabar bahagia.


"Hai sayang, ini daddy Nak" Ucap Raka seraya mencium perut rata istrinya. "Ternyata mommy-mu bersikap aneh belakangan ini karena ada kamu ya nak." Raka kembali menciumi perut istrinya membuat Bila bergerak-gerak kegelian.


Sayup-sayup terdengar azan subuh dari masjid yang tak jauh dari rumah mereka. Membuat Raka menghentikan kegiatannya dan turun dari ranjang.


"Masss....!" Teriak Bila sambil melotot saat Raka dengan santainya berjalan ke kamar mandi tampa pakaian.


Raka langsung tertawa dan berlari masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


.


.


.


.


to be continue

__ADS_1


__ADS_2