
Dengan tangan terikat dan mata yang ditutup, saat ini Rayyan hanya bisa mendengar suara penculiknya Sehingga ia tak tau sedang dibawa kemana.
Tak lama mobil yang mereka tumpangi berhenti dan Rayyan segera diseret paksa dibawa masuk.
"siapa kalian... mau apa hah.. "tanya Rayyan
"siapa kami itu tidak penting, sebentar lagi kamu juga akan tau sendiri." jawab si penculik sambil mendudukkan Rayyan kesebuah kursi.
Eka yang telah diberitahu pun langsung segera meluncur karena ia ingin segera bertemu dengan sang pujaan hati.
"buka tutup matanya." perintah Eka
Orang suruhan itu pun segera Membuka tutup mata Rayyan.
"selamat datang pak Rayyan." ucap Eka dengan senyum menggoda
"ternyata kau... mau apa kau." tanya Rayyan saat melihat wajah yang tak asing untuknya
"ya aku, orang yang sudah kau pecat secara tak hormat. kurang apa aku mengabdi selama ini hah...." jawab Eka yang mencoba memanipulasi orang-orang suruhan Bagas
"heh... apa perlu aku jelaskan disini alasan pemecatanmu." ucap Rayyan sinis
Seketika Eka tersentak dan mulai mencoba mengalihkan perkataan Rayyan tadi.
..."jangan sampai dia bilang kalau aku menggodanya, bisa-bisa mereka bilang ke Bagas dan aku bisa kehilangan kemewahan selama ini." batin Eka...
"jangan banyak omong kau, tutup mulutnya." perintah Eka yang takut jika rencananya ketahuan
Seketika mulut Rayyan di tutup dengan kain agar tidak bisa mengatakan apa yang Eka takutkan.
"tinggalkan kami..." perintah Eka dan para penculik itu pun segera keluar.
"jika satu kata saja kau berani mengatakannya maka akan aku pastikan mereka tak segan-segan memukul atau pun membunuhmu tuan Rayyan." ancam Eka dengan berbisik ditelinga Rayyan.
Rayyan hanya bisa diam dan memandangi wajah Eka. Rayyan bukannya takut hanya saja dia masih ingin tau apa motif Eka melakukan penculikkan terhadapnya.
__ADS_1
"aku akan melepaskanmu asal.... "Eka pun menjedah sebentar lalu kembali berbisik ditelinga Rayyan
"asalkan kau mau menjadi kekasihku, aku akan berikan kenikmatan yang mungkin tak bisa kau lupakan Rayyan. Aku akan setia menghangatkan ranjangmu kapanpun kau inginkan. mmuah." ucap Eka dengan manja dan memberi ciuman dipipi Rayyan
Rayyan hanya bisa mengumpat dibalik penutup mulutnya dan Eka yang melihat itu hanya bisa tersenyum miring.
Lalu dengan tak tahu malunya dia langsung duduk diatas pangkuan Rayyan. Dia mulai menciumi leher Rayyan dan bahkan tak malu menggoyangkan pinggulnya agar membangkitkan junior Rayyan.
"Bagaimana.... kau suka."ucap Eka yang terus menciumi dan bergoyang dangdut.
Eka pun membuka penutup mulut Rayyan dan ingin mencium bibir Rayyan tapi Rayyan segera mengelak.
"kenapa hum... apa aku kurang menggoda." ucap Eka sambil membuka kancing kemejanya dan memperlihatkan gunung galunggung yang siap menumpahkan lahar.
"cuih....begitu tertariknya kau padaku, hanya karena nafsumu sampai-sampai menculikku dan merendahkan harga dirimu." ucap Rayyan
"apapun untukmu sayang, aku bahkan bisa berbuat lebih dan mengorbankan harga diriku." ucap Eka sambil menciumi Leher Rayyan dan menggoyangkan dadanya didepan wajah Rayyan.
"sebaiknya kau hentikan sekarang dan lepaskan aku. Maka aku akan anggap kau hanya khilaf sesaat." ujar Rayyan
"hentikan Eka, aku sudah mencoba berbaik hati denganmu namun sepertinya kau mau bermain-main denganku." ucap Rayyan kesal
"iya... aku ingin bermain-main denganmu tapi diatas ranjang dan membuatku mendesahkan namamu." ucap Eka dengan tangan yang terus meraba tubuh Rayyan
Rayyan yang sudah merasa tak bisa berbaik hati lagi lantas membenturkan kepalanya dengan kepala Eka dan sontak membuat Eka marah.
"aauww... kurang ajar, beraninya kau...plakk" ucap Eka menaampar wajah Rayyan lalu mengancingkan kemejanya.
"penjaga... "panggil Eka kepada orang-orang suruhan Bagas
"ya nona..."ucap mereka
"pukul dia sampai aku bilang berhenti tapi ingat jangan pukul wajahnya." perintah Eka dan langsung dikerjakan oleh para penculik itu.
Rayyan tak gentar meski tiga orang itu memukulinya. Jika saat ini tangannya tidak terikat maka dengan mudah Rayyan mengalahkan mereka.
__ADS_1
Pukulan demi pukulan Rayyan terima, bahkan ia pun sudah terkapar dilantai.
"tinggalkan kami." ucap Eka lagi dan mereka semua segera keluar
"see... apa yang bisa aku lakukan. Lebih baik kau menurut dan nikmati apa yang aku berikan padamu. Apa ruginya hah dikasih kenikmatan tanpa harus mendapat pukulan dan menahan rasa sakit. Lebih baik kau terima tawaranku dan berbagi kenikmatan bersama." ucap Eka pelan
Namun belum sempat Rayyan menjawab, tiba-tiba datanglah salah seorang penculik dan memberitahukan jika bos mereka menelpon Eka.
"nona, tuan menelpon." Ujarnya
"eh....iiya." jawab Eka dan langsung menyambut hpnya
"halo sayang...ya ini aku sedang membalaskan sakit hatiku. Mereka baru saja memberinya pelajaran. apa besok kamu pulang... ah... enggak... I miss you too. bye sayang." ucap Eka disaat menerima telponnya
Rayyan mengernyitkan dahinya, sekilas mendengar percakapan Eka Rayyan mulai menerka-nerka.
"sakit hati... kenapa apa karena aku menolak rayuannya dan memecatnya." tebak Rayyan
Setelah menutup sambungan telponnya dan meminta orang tersebut keluar meninggalkannya dan Rayyan.
"oh... apa ini ada hubungannya dengan penolakkan ku akan rayuannyu tempo hari. " ujar Rayyan dengan senyum sinisnya
"tepat sekali baby.... dan aku paling tidak suka ditolak." jawab Eka
"dan aku sama sekali tidak tertarik padamu dan menurut penilaianku bahkan kekasihmu itu tidak tau kalau dia saat ini sedang kau manfaatkan bukan." tebak Rayyan langsung ke intinya.
"itu urusanku dan kau hanya perlu menyambut hangat apa yang aku akan berikan padamu. Aneh... disaat semua pria ingin menikmati tubuhku tapi kau malah tak sudi melihatku. Atau jangan-jangan juniormu ini tak berfungsi." ucap Eka dan mulai memegangi junior Rayyan
"heh... asal kau tau dia akan berfungsi jika aku menginginkannya dan yang pasti bukan denganmu." jawab Rayyan santai
"brengsek... kita lihat apa dia masih bisa tidur jika aku membangunkannya." tantang Eka sambil berjalan menuju luar ruangan.
"kalian jaga diluar dan jangan masuk sebelum aku perintahkan." ucap Eka seraya mengunci pintu ruangan itu
"baik nona. "jawab mereka sambil membungkukkan badan meski mereka tak paham akan maksud Eka
__ADS_1
terus dukung author dong.... biar makin semangat menghalu demi mencari receh. makasih ππ